TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 53 dan 54

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN✍
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-5⃣3⃣
 إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ
 Arti Kalimat : Itu hanyalah satu teriakan (suara keras) saja, maka seketika mereka seluruhnya dikumpulkan bersama di sisi Kami.
☝️ Ayat ini menjelaskan kemahakuasaan Allah. Satu kali tiupan sangkakala (suara keras), seketika seluruh makhluk sejak awal mula diciptakan di muka bumi hingga datangnya hari kiamat, akan dikumpulkan menghadap Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.
✅ Salah satu faidah yang bisa diambil dari ayat ini adalah bahwa Allah jika memerintahkan sesuatu, tidak perlu pengulangan. Cukup satu kali perintah, hal itu akan terjadi. Berbeda dengan para makhluk yang lemah, meski mereka punya kekuasaan memerintah, tapi seringkali perintah itu harus berulang, baru bisa terlaksana. Seringkali juga tidak terlaksana meski berulang-ulang diperintahkan.
 Hal ini semakna dengan ayat lain dalam al-Quran:
وَمَا أَمْرُنَا إِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ
 Dan tidaklah perintah Kami kecuali (hanya) sekali, bagaikan kerdipan mata (Q.S al-Qomar ayat 50).
 (disarikan dari Tafsir Yaasin libni Utsaimin halaman 191).
 Ayat Ke-5⃣4⃣
 فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
 Arti Kalimat: Maka pada hari tersebut (hari kiamat) tidak ada satu jiwa pun yang terdzhalimi sedikitpun dan tidaklah mereka dibalas kecuali sesuai apa yang mereka kerjakan.
 Pada hari kiamat pengadilan Allah adalah sangat adil, tidak ada kedzhaliman sedikitpun. Tidak ada satu manusiapun yang salah dalam perhitungan amal dan mendapat balasannya. Tidak mungkin ada kekeliruan dalam catatan amal kebaikan. Orang nanti tidak mungkin melihat catatan amal kejahatan yang tidak pernah dia kerjakan, atau ada amal kebaikan dia yang terluput tidak masuk catatan.
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًا وَلَا هَضْمًا
 Dan barangsiapa yang beramal sholih dalam keadaan beriman, maka janganlah takut akan mendapatkan kedzhaliman (tambahan keburukan yang tidak diperbuat) atau hadhma (pengurangan kebaikan yang sebenarnya dikerjakan)(Q.S Thoha ayat 112).
 Tidak ada satu jiwapun yang mendapatkan kedzhaliman, bahkan termasuk orang kafir. Tidaklah balasan yang ia dapatkan kecuali sesuai dengan perbuatan yang dikerjakannya di dunia.
 Perbuatan yang akan mendapatkan balasan kebaikan adalah amalan hati, lisan, dan anggota tubuh yang lain, maupun perbuatan meninggalkan suatu pelanggaran syar’i karena Allah.
وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً
 Barangsiapa yang bertekad kuat untuk akan mengerjakan suatu keburukan, kemudian dia tidak mengerjakannya, maka Allah catat baginya satu kebaikan secara sempurna (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Index Labels