TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ Ayat Ke-79
๐ ْูู ُูุญَِْูููุง ุงَّูุฐِู ุฃَْูุดَุฃََูุง ุฃَََّูู ู َุฑَّุฉٍ ََُููู ุจُِِّูู ุฎٍَْูู ุนَِููู ٌ
๐ Arti Kalimat: Katakanlah: akan menghidupkannya (Dzat) Yang Menciptakannya pada awal pertama kali, dan Dialah Yang Maha Mengetahui terhadap setiap penciptaan (makhluk).
☝️ Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Maha Mampu untuk menggabungkan kembali serpihan-serpihan tubuhnya yang sudah berserakan di mana-mana dan menghidupkannya kembali.
๐ท Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim bahwa ada seseorang yang berpesan kepada anaknya agar kalau dia mati, bakarlah tubuhnya dan taburkan debunya sebagian di daratan dan sebagian di lautan. Ia takut kepada Allah. Ia takut akan adzab Allah dan beranggapan jika jasadnya terbakar dan debunya dipencar, tidak akan membangkitkan ia lagi dan tidak mengadzabnya. Namun ternyata Allah mengampuni dia. Walaupun ia tidak mengetahui sebagian dari Sifat Allah yaitu Yang Maha Berkuasa, dan meski ia memiliki bagian dari keyakinan kufur bahwa ia tidak akan dibangkitkan jika bagian tubuhnya terserak.
๐ Haditsnya adalah sebagai berikut:
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงَู َูุงَู ุฑَุฌٌُู َูู ْ َูุนْู َْู ุฎَْูุฑًุง َูุทُّ َูุฅِุฐَุง ู َุงุชَ َูุญَุฑُُِّููู َูุงุฐْุฑُูุง ِูุตَُْูู ِูู ุงْูุจَุฑِّ َِููุตَُْูู ِูู ุงْูุจَุญْุฑِ ََููุงَِّููู َูุฆِْู َูุฏَุฑَ ุงَُّููู ุนََِْููู َُููุนَุฐِّุจََُّูู ุนَุฐَุงุจًุง َูุง ُูุนَุฐِّุจُُู ุฃَุญَุฏًุง ู َِู ุงْูุนَุงَูู َِูู َูุฃَู َุฑَ ุงَُّููู ุงْูุจَุญْุฑَ َูุฌَู َุนَ ู َุง ِِููู َูุฃَู َุฑَ ุงْูุจَุฑَّ َูุฌَู َุนَ ู َุง ِِููู ุซُู َّ َูุงَู ِูู َ َูุนَْูุชَ َูุงَู ู ِْู ุฎَุดَْูุชَِู َูุฃَْูุชَ ุฃَุนَْูู ُ َูุบََูุฑَ َُูู
๐ Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Seseorang laki-laki yang tidak pernah beramal kebaikan sebelumnya berkata: Jika aku mati, bakarlah jasadku, dan taburkan debunya sebagian di daratan dan sebagian di lautan. Demi Allah jika Allah mampu untuk mengembalikan jasadku lagi niscaya Dia akan mengadzab aku dengan adzab yang (sangat pedih) tidak ada adzab seperti itu bagi seorangpun (selainku). Kemudian Allah perintahkan lautan untuk mengumpulkan (serpihan jasadnya) dan Allah perintahkan daratan untuk mengumpulkan (serpihan jasadnya). Kemudian Allah bertanya kepadanya: Mengapa engkau melakukan hal itu? Orang itu menjawab: Karena takut kepadamu dan Engkau lebih tahu. Maka Allah mengampuninya (H.R al-Bukhari no 6952 dan Muslim no 4949).
๐ต Orang tersebut adalah orang yang beriman, karena itu ia takut kepada Allah. Ia yakin dengan adzab Allah. Ia tahu Allah Maha Mengetahui. Ia beriman kepada Allah dan hari akhir secara umum, namun ada sebagian sisi keimanan yang tidak ia ketahui. Dia tidak terhitung kafir karena kalau kafir Allah tidak akan mengampuni dia. Ketidaktahuannya dan tidak tegaknya hujjah terhadap dia menyebabkan ia tidak dikafirkan.
๐ฏ Ayat ini merupakan jawaban terhadap pertanyaan bernada ejekan bagi sikap orang Kafir yang menentang seruan Nabi dan tidak yakin bahwa Allah Maha Mampu untuk menghidupkan manusia kembali. Dalam ayat ini Allah mengajak mereka berpikir dengan ucapan: Yang Menghidupkannya adalah Yang Menciptakannya pertama kali. Allah tidak menyatakan: Yang Menghidupakannya adalah Allah. Tapi Allah sebutkan dalilnya yang bisa diterima akal mereka. Mereka tidak menolak bahwa Allahlah yang Menciptakan mereka dari keadaan tidak ada menjadi ada. Mereka hanya menolak bahwa Allahlah yang akan menghidupkan mereka kembali setelah menjadi tulang belulang yang hancur (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).
๐ก Allah Ta’ala jelaskan bahwa jika membuat kalian dari sebelumnya tidak ada menjadi ada Allah Maha mampu dan itu sangat mudah bagi Allah, maka sekedar menggabungkan materi yang sudah ada dan dihidupkan kembali, suatu hal yang lebih mudah lagi bagi Allah. Sebagaimana disebutkan dalam ayat yang lain:
ََُููู ุงَّูุฐِู َูุจْุฏَุฃُ ุงْูุฎََْูู ุซُู َّ ُูุนِูุฏُُู ََُููู ุฃََُْููู ุนََِْููู...
๐ dan Dialah Yang memulai penciptaan kemudian mengulanginya (menghidupkan kembali) dan itu lebih ringan bagiNya…(Q.S arRuum ayat 27).
Di dalam ayat ini dinyatakan : wa huwabi kulli kholqin ‘aliim (dan Dia (Allah) Maha Mengetahui segala penciptaan). Allah Maha Mengetahui bagaimana menciptakan dan Allah Maha Mengetahui seluruh kondisi makhluk yang diciptakannya.
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ Ayat Ke-77 dan 78
๐ ุฃََููู ْ َูุฑَ ุงْูุฅِْูุณَุงُู ุฃََّูุง ุฎَََْูููุงُู ู ِْู ُูุทَْูุฉٍ َูุฅِุฐَุง َُูู ุฎَุตِูู ٌ ู ُุจٌِูู (77) َูุถَุฑَุจَ ََููุง ู َุซًَูุง ََููุณَِู ุฎََُْููู َูุงَู ู َْู ُูุญِْูู ุงْูุนِุธَุงู َ ََِููู ุฑَู ِูู ٌ (78)
๐ Arti Kalimat: Tidakkah manusia melihat bahwasanya Kami menciptakan dia dari nuthfah (air mani), kemudian (setelah menjadi manusia) ia menjadi orang yang menentang secara jelas? Dan dia memberikan suatu permisalan serta melupakan penciptaannya. Ia berkata: Siapa yang akan menghidupkan tulang yang sudah hancur lebur?!
๐ Sebab Turunnya Ayat.
☝️ Ayat-ayat di akhir surat Yaasin ini turun terkait sikap ejekan dari al-‘Aash bin Wa-il yang meremehkan dan sangsi terhadap kemahakuasaan Allah untuk menghidupkan kembali manusia yang telah menjadi tulang belulang yang hancur. Ia datang ke hadapan Nabi dan berkata sambil membawa tulang yang dia hancurkan dengan tangannya: Apakah Allah akan menghidupkan yang seperti ini? Maka Allah turunkan ayat-ayat akhir pada surat Yaasin.
ุนَِู ุงุจِْู ุนَุจَّุงุณٍ، ุฃََّู ุงْูุนَุงุตِู ุจَْู َูุงุฆٍِู ุฃَุฎَุฐَ ุนَุธْู ًุง ู َِู ุงْูุจَุทْุญَุงุกِ ََููุชَُّู ุจَِูุฏِِู، ุซُู َّ َูุงَู ِูุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: ุฃَُูุญِْูู ุงَُّููู ุชَุนَุงَูู َูุฐَุง ุจَุนْุฏَ ู َุง ุฃَุฑَู؟ ََููุงَู َุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ:"َูุนَู ْ، ُูู ِูุชَُู ุงَُّููู ุซُู َّ ُูุญَِْููู، ุซُู َّ ُูุฏْุฎَُِูู ุฌَََّููู َ"، َูุงَู: ََููุฒََูุชِ ุงْูุขَูุงุชُ ู ِْู ุขุฎَุฑِ " ูุณ "
๐ Dari Ibnu Abbas –radhiyallahu anhu- bahwa al-‘Aash bin Waa-il mengambil tulang dari Bath-haa’ kemudian dia meremukkannya dengan tangannya kemudian dia berkata kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam : Apakah Allah Ta’ala akan menghidupkan ini setelah (keadaan) yang engkau lihat ini? Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Ya, Allah akan mematikanmu kemudian menghidupkanmu, kemudian memasukkanmu ke dalam Jahannam. Maka turunlah ayat-ayat terakhir pada (surat) Yaasin (riwayat Ibnu Abi Hatim sesuai lafadz dalam Tafsirnya dan al-Hakim dalam al-Mustadrak, dinyatakan olehnya shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim, disepakati keshahihannya oleh adz-Dzhaby dan Muqbil bin Hadi al-Wadi’i).
๐ฅ Ayat ini meski penyebab turunnya adalah terkait ucapan al-Ash bin Waa-il, namun bersifat umum bagi setiap orang yang mengingkari kemahakuasaan Allah dalam membangkitkan manusia yang sudah mati (disarikan dari Tafsir Ibn Katsir).
๐ก Demikian juga setiap ayat yang turun dengan Asbabun Nuzul tertentu, hukum dan pelajaran yang diambil bersifat umum bagi orang-orang lain setelahnya yang memiliki sifat yang sama.
๐ Di dalam ayat-ayat yang lain Allah ingatkan manusia bahwa asal penciptaan mereka adalah dari air (mani) yang hina:
...َูุจَุฏَุฃَ ุฎََْูู ุงْูุฅِْูุณَุงِู ู ِْู ุทٍِูู (7) ุซُู َّ ุฌَุนََู َูุณَُْูู ู ِْู ุณَُูุงَูุฉٍ ู ِْู ู َุงุกٍ ู ٍَِููู (8) ุซُู َّ ุณََّูุงُู َََูููุฎَ ِِููู ู ِْู ุฑُูุญِِู َูุฌَุนََู َُููู ُ ุงูุณَّู ْุนَ َูุงْูุฃَุจْุตَุงุฑَ َูุงْูุฃَْูุฆِุฏَุฉَ ًَِููููุง ู َุง ุชَุดُْูุฑَُูู (9)
๐ Dan Dia (Allah) memulai penciptaan manusia (Adam) dari tanah. Kemudian dia menjadikan keturunannya dari saripati air (mani) yang hina. Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan padanya ruh, dan menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan mata hati. Sedikit yang mau bersyukur (Q.S as-Sajdah ayat 7-9).
ุฃََูู ْ َูุฎُُْْูููู ْ ู ِْู ู َุงุกٍ ู ٍَِููู
๐ Bukankah Kami telah menciptakan kalian dari air (mani) yang hina (Q.S al-Mursalaat ayat 20).
๐ Di dalam suatu hadits Qudsi dinyatakan:
ุนَْู ุจُุณْุฑِ ุจِْู ุฌَุญَّุงุดٍ ุงُْููุฑَุดِِّู ุฃََّู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุจَุตََู َْููู ًุง ِูู َِِّููู ََููุถَุนَ ุนَََْูููุง ุฃُุตْุจُุนَُู ุซُู َّ َูุงَู َูุงَู ุงَُّููู ุงุจَْู ุขุฏَู َ ุฃََّูู ุชُุนْุฌِุฒُِูู ََููุฏْ ุฎََْููุชَُู ู ِْู ู ِุซِْู َูุฐِِู ุญَุชَّู ุฅِุฐَุง ุณََّْููุชَُู َูุนَุฏَْูุชَُู ู َุดَْูุชَ ุจََْูู ุจُุฑْุฏَِْูู َِْูููุฃَุฑْุถِ ู َِْูู َูุฆِูุฏٌ َูุฌَู َุนْุชَ َูู ََูุนْุชَ ุญَุชَّู ุฅِุฐَุง ุจََูุบَุชْ ุงูุชَّุฑَุงَِูู ُْููุชَ ุฃَุชَุตَุฏَُّู َูุฃََّูู ุฃََูุงُู ุงูุตَّุฏََูุฉِ
๐ Dari Busr bin Jahhasy al-Qurasyi –radhiyallahu anhu- bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam pada suatu hari meludah di telapak tangan beliau kemudian beliau meletakkan jari telunjuknya kemudian berkata: Allah berfirman: Wahai Anak Adam, bagaimana bisa kalian mampu membuatKu lemah, sungguh Aku telah menciptakanmu dari semisal ini, hingga (setelah) Aku sempurnakan (penciptaanmu) engkau berjalan di antara dua jubah (dengan keangkuhan, pent) dan untuk bumi kau kuburkan anak perempuan hidup-hidup, kemudian engkau kumpulkan harta dan engkau halangi (dari infaq) hingga ketika (nafas) sudah sampai di kerongkongan, engkau berkata: aku akan bershodaqoh, maka bagaimana bisa telah (berlalu) waktu shodaqoh (H.R Ahmad, Ibnu Majah, dihasankan al-Albaniy).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
~~~~~~
๐Allahu A’lam
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
๐๐๐๐
๐Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah
TAFSIR SURAT YAASIN
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📖 Ayat Ke-76 Surat Yaasin.
👈 فلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ
🍃 Arti Kalimat: Maka janganlah ucapan mereka membuatmu sedih. Sesungguhnya Kami Maha Mengetahui apa yang mereka sembunyikan ataupun apa yang mereka nampakkan.
☝️ Allah menghibur NabiNya dalam ayat ini agar jangan bersedih dengan ucapan-ucapan orang-orang Kafir yang menyakitkan tentang Allah, tentang Nabi-Nya, tentang Dienul Islam dan kaum muslimin, karena sesungguhnya Allah Maha Tahu terhadap apa yang mereka sembunyikan maupun nampakkan, dan Allah akan membalas apa yang telah mereka perbuat dengan adzab yang pedih.
🌷 Sebagaimana pada ayat yang lain Allah menghibur Nabi-Nya agar jangan bersedih atas sikap dan ucapan orang-orang yang tidak beriman:
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ
🍃 Dan bersabarlah, dan tidaklah kesabaranmu kecuali atas pertolongan Allah, dan janganlah engkau bersedih terhadap mereka dan janganlah engkau menjadi sempit terhadap makar-makar mereka (Q.S anNahl ayat 127).
🔵 Dalam ayat yang lain Allah memerintahkan NabiNya bersabar atas ucapan-ucapan mereka yang menyakitkan, serta memberikan jalan keluar yang membuat Nabi melupakan hal-hal yang menyakitkan itu yaitu dengan bersabar, bertasbih, dan melakukan sholat.
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ (97) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ (98) وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (99)
🍃 Dan sungguh Kami telah mengetahui bahwa dadamu terasa sempit dengan ucapan mereka. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah termasuk orang-orang yang sujud. Dan beribadahlah kepada Rabbmu hingga datangnya al-yaqin (kematian)(Q.S al-Hijr ayat 98).
فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آَنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى
🍃 Maka bersabarlah atas apa yang mereka ucapkan dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan (bertasbih) pulalah di waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari agar engkau ridha (Q.S Thoha ayat 130).
فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ (39) وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ (40)
🍃 Maka bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan, dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelamnya. Dan di antara (sebagian) malam, bertasbihlah setiap selesai sujud (Q.S Qoof ayat 39-40).
💡 Syaikh Muhammad al-Amiin asy-Syinqithy rahimahullah menyatakan: Allah memerintahkan beliau untuk bertasbih setelah Dia perintahkan untuk bersabar terhadap gangguan orang-orang kafir, di dalamnya terdapat dalil (yang menunjukkan bahwa) dengan tasbih Allah akan menolong beliau untuk bersabar sesuai yang diperintahkan, dan sholat termasuk dalam tasbih yang disebutkan itu (Adhwaaul Bayaan (7/432)).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
💍 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
~~~~~~
📋Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين
🍀🍀🍀🍀
🌎Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ Ayat Ke-75 Surat Yaasin.
๐ ูุง َูุณْุชَุทِูุนَُูู َูุตْุฑَُูู ْ َُููู ْ َُููู ْ ุฌُْูุฏٌ ู ُุญْุถَุฑَُูู
๐ Arti Kalimat: (Sesembahan-sesembahan itu) tidak bisa menolong mereka, padahal mereka telah menjadi pasukan bagi sesembahan-sesembahan itu yang akan dihadirkan (pada hari kiamat).
๐ฅ Para sesembahan lain selain Allah itu tidak mampu sedikitpun menolong mereka. Padahal mereka sudah banyak berkorban untuk sesembahan itu di dunia. Jangankan menolong pihak yang menyembahnya, berhala-berhala itu tidak mampu menolong dirinya sendiri.
☝️ Dalam ayat yang lain Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyebutkan kelemahan para sesembahan-sesembahan itu yang tidak mampu menolong diri mereka sendiri.
ََููุง َูุณْุชَุทِูุนَُูู َُููู ْ َูุตْุฑًุง ََููุง ุฃَُْููุณَُูู ْ َْููุตُุฑَُูู
๐ dan mereka (para sesembahan itu) tidak mampu menolong mereka (penyembah), (bahkan) tidak bisa pula menolong diri mereka sendiri (Q.S al-A’raaf ayat 192).
َูุงَّูุฐَِูู ุชَุฏْุนَُูู ู ِْู ุฏُِِููู َูุง َูุณْุชَุทِูุนَُูู َูุตْุฑَُูู ْ ََููุง ุฃَُْููุณَُูู ْ َْููุตُุฑَُูู
๐ Dan pihak-pihak yang disembah selain Allah, tidaklah mampu menolong mereka, ataupun menolong dirinya sendiri (Q.S al-A’raaf ayat 197).
⚡️ Para sesembahan itu (batu, kayu, termasuk manusia atau Jin yang ridha dijadikan sesembahan selain Allah) nantinya akan menjadi bahan bakar Jahannam:
ุฅَُِّููู ْ َูู َุง ุชَุนْุจُุฏَُูู ู ِْู ุฏُِูู ุงَِّููู ุญَุตَุจُ ุฌَََّููู َ ุฃَْูุชُู ْ ََููุง َูุงุฑِุฏَُูู (98) َْูู َูุงَู َูุคَُูุงุกِ ุขََِููุฉً ู َุง َูุฑَุฏَُููุง ٌَُّููู َِูููุง ุฎَุงِูุฏَُูู (99)
๐ Sesungguhnya kalian dan yang kalian sembah selain Allah adalah kayu bakar Jahannam. Kalian akan masuk ke dalamnya. Jika seandainya mereka itu adalah sesembahan (yang haq), niscaya mereka tidak akan memasuki anNaar. Semuanya (penyembah dan yang disembah) kekal di dalamnya (Q.S al-Anbiyaa’ ayat 98-99).
๐ด Para sesembahan itu di dunia tidak bisa memenuhi keinginan penyembahnya, di akhirat juga akan dihadirkan untuk menjadi musuh bagi para penyembahnya.
َูู َْู ุฃَุถَُّู ู ِู َّْู َูุฏْุนُู ู ِْู ุฏُِูู ุงَِّููู ู َْู َูุง َูุณْุชَุฌِูุจُ َُูู ุฅَِูู َْููู ِ ุงَِْูููุงู َุฉِ َُููู ْ ุนَْู ุฏُุนَุงุฆِِูู ْ ุบَุงَُِูููู (5) َูุฅِุฐَุง ุญُุดِุฑَ ุงَّููุงุณُ َูุงُููุง َُููู ْ ุฃَุนْุฏَุงุกً ََููุงُููุง ุจِุนِุจَุงุฏَุชِِูู ْ َูุงِูุฑَِูู (6)
๐ Dan siapakah yang lebih sesat dibandingkan pihak yang menyembah selain Allah yang tidak akan bisa mengabulkan (permintaannya) hingga hari kiamat, dan sesembahan itu lalai dari permintaan mereka. Dan ketika manusia dikumpulkan (di hari kiamat), mereka (para sesembahan itu) menjadi musuh bagi mereka, dan mengkufuri peribadatan mereka (Q.S al-Ahqaaf ayat 5).
َูุงุชَّุฎَุฐُูุง ู ِْู ุฏُِูู ุงَِّููู ุขَِููุฉً َُُِููููููุง َُููู ْ ุนِุฒًّุง َููุง ุณََُْูููุฑَُูู ุจِุนِุจَุงุฏَุชِِูู ْ َََُُููููููู ุนََِْูููู ْ ุถِุฏًّุง
๐ Dan mereka menjadikan selain Allah sebagai sesembahan agar mereka menjadi mulya. Sekali-kali tidak, para sesembahan itu akan mengkufuri peribadatan mereka dan menjadi musuh bagi mereka (Q.S Maryam ayat 81-82).
✏️ Jika ada pertanyaan: Mengapa kadangkala ada sebagian orang yang menyembah selain Allah meminta dan berdoa kemudian keinginannya tercapai?
๐ Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hal itu adalah ujian dari Allah kepada para pelaku kesyirikan tersebut. Sebagaimana kadangkala Allah memberikan kemudahan kepada orang-orang tertentu untuk berbuat kemaksiatan, sebagai ujian dari Allah apakah mereka takut kepada Allah atau justru terus pada kemaksiatannya?
Sebagaimana Allah beri kemudahan untuk mendapatkan binatang buruan bagi orang yang sedang ihram padahal itu adalah hal yang dilarang:
َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขَู َُููุง ََููุจََُُّْููููู ُ ุงَُّููู ุจِุดَْูุกٍ ู َِู ุงูุตَّْูุฏِ ุชََูุงُُูู ุฃَْูุฏُِููู ْ َูุฑِู َุงุญُُูู ْ َِููุนَْูู َ ุงَُّููู ู َْู َูุฎَุงُُูู ุจِุงْูุบَْูุจِ َูู َِู ุงุนْุชَุฏَู ุจَุนْุฏَ ุฐََِูู ََُููู ุนَุฐَุงุจٌ ุฃَِููู ٌ
๐ Wahai orang-orang yang beriman, sungguh Allah akan menguji kalian dengan sesuatu dari binatang buruan yang bisa kalian ambil dengan tangan atau tombak kalian, agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada Allah dalam kesendirian. Barangsiapa yang bersikap melampaui batas setelah itu maka baginya adzab yang pedih (Q.S al-Maaidah ayat 94).
TAFSIR AL-QUR'AN, [19.01.17 09:59]
[Forwarded from Al-istiqomah]
Allah menguji Bani Israil dengan larangan memancing atau menjala ikan di hari Sabtu. Allah jadikan di hari Sabtu sangat berlimpah ikan yang mudah didapat sedangkan di luar hari Sabtu, sulit sekali mendapatkan ikan. Hal itu sebagai ujian bagi Allah. Tapi justru Allah beri kemudahan bagi yang ingin mendapatkan kenikmatan dunia dengan melanggar perintah Allah itu sebagai ujian. Sebagaimana disebutkan dalam surat al-A’raaf ayat 163-167:
َูุงุณْุฃَُْููู ْ ุนَِู ุงَْููุฑَْูุฉِ ุงَّูุชِู َูุงَูุชْ ุญَุงุถِุฑَุฉَ ุงْูุจَุญْุฑِ ุฅِุฐْ َูุนْุฏَُูู ِูู ุงูุณَّุจْุชِ ุฅِุฐْ ุชَุฃْุชِِููู ْ ุญِูุชَุงُُููู ْ َْููู َ ุณَุจْุชِِูู ْ ุดُุฑَّุนًุง ََْูููู َ َูุง َูุณْุจِุชَُูู َูุง ุชَุฃْุชِِููู ْ َูุฐََِูู َูุจُُْูููู ْ ุจِู َุง َูุงُููุง َْููุณَُُููู (163) َูุฅِุฐْ َูุงَูุชْ ุฃُู َّุฉٌ ู ُِْููู ْ ِูู َ ุชَุนِุธَُูู َْููู ًุง ุงَُّููู ู ُُُِْููููู ْ ุฃَْู ู ُุนَุฐِّุจُُูู ْ ุนَุฐَุงุจًุง ุดَุฏِูุฏًุง َูุงُููุง ู َุนْุฐِุฑَุฉً ุฅَِูู ุฑَุจُِّูู ْ ََููุนََُّููู ْ َูุชََُّููู (164) ََููู َّุง َูุณُูุง ู َุง ุฐُِّูุฑُูุง ุจِِู ุฃَْูุฌََْููุง ุงَّูุฐَِูู َََْْููููู ุนَِู ุงูุณُّูุกِ َูุฃَุฎَุฐَْูุง ุงَّูุฐَِูู ุธََูู ُูุง ุจِุนَุฐَุงุจٍ ุจَุฆِูุณٍ ุจِู َุง َูุงُููุง َْููุณَُُููู (165) ََููู َّุง ุนَุชَْูุง ุนَْู ู َุง ُُูููุง ุนَُْูู َُْูููุง َُููู ْ ُُููููุง ِูุฑَุฏَุฉً ุฎَุงุณِุฆَِูู (166)
๐ dan tanyakanlah kepada mereka (Bani Israil) tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kalian menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengadzab mereka dengan adzab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Rabb kalian, dan supaya mereka bertakwa. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang dzhalim siksaan keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasiq. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kalian kera yang hina”(Q.S al-A’raaf ayat 163-166).
๐บ Makna ucapan: wa hum lahum jundum muhdoruun (dan mereka menjadi tentara bagi mereka yang dihadirkan). Artinya, para penyembah berhala itu akan marah dan selalu membela pihak-pihak yang ingin mengganggu berhala mereka saat di dunia, padahal berhala-berhala itu tidak bisa memberikan manfaat atau menolak dan menghilangkan bahaya/ kemudharatan bagi mereka di dunia dan di akhirat, dan mereka akan dihadirkan di anNaar. Ini adalah pendapat dari Qotadah dan al-Hasan al-Bashri yang dipilih oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ Ayat Ke-74 Surat Yaasin.
๐ ูุงุชَّุฎَุฐُูุง ู ِْู ุฏُِูู ุงَِّููู ุขََِููุฉً َูุนََُّููู ْ ُْููุตَุฑَُูู
๐ Arti Kalimat: dan mereka menjadikan selain Allah sebagai sesembahan-sesembahan agar mereka mendapatkan pertolongan.
☝️ Sedemikian banyak nikmat Allah ‘Azza Wa Jalla yang dikaruniakan kepada manusia, namun banyak manusia yang tidak bersyukur.
๐ฅ Tindakan kufur nikmat yang terbesar adalah berbuat syirik terhadap Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang telah menganugerahkan berlimpah nikmat untuk mereka. Mereka berbuat kesyirikan dengan tujuan untuk mendapat pertolongan.
๐ป Al-Imam al-Mahally menjelaskan maksud tujuan mendapatkan pertolongan itu adalah bahwa orang-orang musyrikin itu menyangka bahwa sesembahan-sesembahan itu bisa memberi syafaat kepada mereka agar tidak ditimpa adzab Allah (Tafsir al-Jalalain).
๐ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menambahkan, bahwa selain dijadikan sebagai pemberi syafaat agar tidak terkena adzab Allah, sesembahan-sesembahan itu juga diagungkan untuk mendapat kemenangan dalam pertempuran.
๐ Seperti ucapan Abu Sufyan saat selesai perang Uhud:
ุฃُุนُْู ُูุจَْู ุฃُุนُْู ُูุจَْู
๐ Tinggikanlah Hubal, Tinggikanlah Hubal.
๐ท Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan para Sahabatnya untuk menjawab seruan itu dengan menyatakan:
ุงَُّููู ุฃَุนَْูู َูุฃَุฌَُّู
๐ Allahlah Yang Paling Tinggi dan Paling Mulya (H.R al-Bukhari dari al-Baro’ bin ‘Aazib).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"
▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
TAFSIR SURAT YAASIN
TAFSIR SURAT YAASIN
๐ Ayat Ke-73 Surat Yaasin.
๐ َُูููู ْ َِูููุง ู ََูุงِูุนُ َูู َุดَุงุฑِุจُ ุฃَََููุง َูุดُْูุฑَُูู
๐ Artinya: dan bagi mereka padanya terdapat manfaat-manfaat (lain) dan untuk diminum. Tidakkah mereka bersyukur?
๐ Hewan-hewan ternak itu tidak hanya sekedar bisa dikendarai dan dimakan, namun terdapat manfaat lain bagi manusia yang seharusnya disikapi dengan syukur kepada Allah atas nikmat tersebut.
๐ Sangat banyak manfaat-manfaat yang lain selain dikendarai dan dimakan. Orang-orang di masa dulu juga memanfaatkan kulit binatang ternak untuk rumah/ tempat berteduh.
َูุฌَุนََู َُููู ْ ู ِْู ุฌُُููุฏِ ุงْูุฃَْูุนَุงู ِ ุจُُููุชًุง
๐…Dan Dia menjadikan untuk kalian rumah dari kulit binatang ternak…(Q.S anNahl ayat 80).
⏳ Hingga saat ini terdapat banyak manfaat dari kulit binatang seperti sapi, yang kulitnya dipakai untuk berbagai keperluan seperti jaket, sabuk, tas, sepatu, dompet, dan semisalnya. Produk gelatin yang berasal dari olahan kimiawi bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti krim rambut, salep, ataupun selaput kapsul pada obat.
๐ Sungguh sangat banyak manfaat yang bisa didapatkan dari binatang ternak tersebut. Hanya Allah saja yang bisa menghitungnya.
๐ก Dalam ayat ini juga Allah menyebutkan manfaat minuman dari binatang ternak. Bisa berupa susu : susu unta, susu sapi, susu kambing. Bahkan, kencing unta juga bisa digunakan sebagai obat penyakit tertentu dan itu halal.
๐ท Sebagaimana Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah menganjurkan orang-orang dari Uraynah yang sakit ketika di Madinah untuk meminum susu dan kencing unta.
ุนَْู ุฃََูุณٍ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْูู ุฃََّู َูุงุณًุง ู ِْู ุนُุฑََْููุฉَ ุงุฌْุชََْููุง ุงْูู َุฏَِููุฉَ َูุฑَุฎَّุตَ َُููู ْ ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฃَْู َูุฃْุชُูุง ุฅِุจَِู ุงูุตَّุฏََูุฉِ ََููุดْุฑَุจُูุง ู ِْู ุฃَْูุจَุงَِููุง َูุฃَุจَْูุงَِููุง
๐ Dari Anas radhiyallaahu ‘anhu bahwa orang-orang dari Uraiynah mengalami sakit akibat cuaca di Madinah. Maka Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan kepada mereka untuk mendatangi unta shodaqoh kemudian minum dari susu dan kencing unta tersebut (H.R alBukhari – Muslim).
======
๐ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
๐Allahu A’lam
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
๐๐๐๐
๐Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah
TAFSIR SURAT YAASIN
TAFSIR SURAT YAASIN
๐ Ayat Ke-72 Surat Yaasin.
๐.َูุฐَََّْูููุงَูุง َُููู ْ َูู َِْููุง ุฑَُููุจُُูู ْ َูู َِْููุง َูุฃَُُْูููู
๐ Arti Kalimat: dan Kami jinakkan (hewan ternak itu) untuk mereka (manusia), sehingga di antaranya ada yang mereka kendarai, dan sebagian di antaranya ada yang mereka makan.
☝️ Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa Allahlah yang menjinakkan hewan-hewan ternak yang besar itu untuk manusia. Sehingga unta yang besar, mudah dikendalikan oleh seorang anak yang kecil. Padahal dari sisi postur tubuh, dibandingkan orang dewasa saja, hewan tersebut jauh lebih besar. Tapi hewan yang besar itu ditundukkan oleh Allah agar manusia mudah memanfaatkannya.
๐ก Karena itu, dalam doa yang dituntunkan Nabi untuk dibaca bagi orang yang mengendarai kendaraan baik berupa hewan tunggangan atau yang lainnya, terdapat pernyataan:
ุณُุจْุญَุงَู ุงَّูุฐِู ุณَุฎَّุฑَ ََููุง َูุฐَุง َูู َุง َُّููุง َُูู ู ُْูุฑَِِููู َูุฅَِّูุง ุฅَِูู ุฑَุจَِّูุง َูู َُِْูููุจَُูู
๐ Maha Suci Allah Yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini, dan kami tidaklah mampu mengendalikannya (kecuali atas kemudahan dari Allah), dan sesungguhnya kami sungguh akan kembali kepada Rabb kami (H.R Muslim dari Ibnu Umar).
๐ต Kata muqriniina artinya adalah mampu/kuat mengendalikan. Sebagian Ahli bahasa mengatakan muqriniina adalah sepadan atau sebanding. Sesungguhnya binatang tersebut tidaklah sepadan kekuatannya dengan kita, dan kita tidaklah mampu mengendalikannya jika Allah tidak menundukkannya untuk kita. Dan dalam doa naik kendaraan tersebut, kita mengakui bahwa kita tidak mampu menundukkannya dengan kekuatan kita sendiri.
๐ Disebutkan dalam Tafsir al-Qurthubiy pada surat az-Zukhruf ayat 13, kisah tentang beberapa orang Arab yang akan berangkat safar naik kendaraan unta. Sebelum berangkat, saat naik unta-unta mereka mayoritas anggota rombongan itu membaca doa tersebut yang di dalamnya terdapat pernyataan: wa maa kunnaa lahuu muqriniina…(dan kami tidak punya kemampuan untuk mengendalikannya). Tapi ada satu orang yang menaiki unta yang sangat kurus. Karena kurusnya, unta itu sulit bergerak. Orang tersebut justru merasa percaya diri hingga tidak membaca doa itu, tapi justru berkata: Amma anaa fa inni li haadza lamuqrin (kalau aku, menghadapi unta (kurus) ini aku sangat bisa mengendalikannya) . Tiba-tiba unta itu bergerak cepat dan laki-laki itu jatuh hingga lehernya terinjak oleh unta.
๐ Dalam ayat ini, Allah mengingatkan nikmat dijinakkannya binatang ternak untuk kemaslahatan manusia. Yang disebut dalam ayat ini adalah manusia bisa memanfaatkannya untuk dikendarai dan dagingnya dimakan.
๐ Ada hewan-hewan yang bisa dikendarai sekaligus dagingnya dimakan seperti unta. Ada yang dagingnya halal dimakan tidak bisa dikendarai seperti domba, dan ada juga yang bisa dikendarai tapi dagingnya tidak halal dimakan, seperti keledai jinak, bighal (peranakan kuda dengan keledai), gajah.
======
๐ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
๐Allahu A’lam
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
๐๐๐๐
๐Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah
Tafsir al qur an surat yaasin ayat 71
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖
Ayat Ke-71
(H.R atTirmidzi no 598).
TAFSIR AL-QUR'AN:
ََููุฏْ َูุงَู ุบَْูุฑُ َูุงุญِุฏٍ ู ِْู ุฃَِْูู ุงْูุนِْูู ِ ِูู َูุฐَุง ุงْูุญَุฏِูุซِ َูู َุง ُูุดْุจُِู َูุฐَุง ู ِْู ุงูุฑَِّูุงَูุงุชِ ู ِْู ุงูุตَِّูุงุชِ َُููุฒُِูู ุงูุฑَّุจِّ ุชَุจَุงุฑََู َูุชَุนَุงَูู َُّูู ََْูููุฉٍ ุฅَِูู ุงูุณَّู َุงุกِ ุงูุฏَُّْููุง َูุงُููุง َูุฏْ ุชَุซْุจُุชُ ุงูุฑَِّูุงَูุงุชُ ِูู َูุฐَุง َُููุคْู َُู ุจَِูุง ََููุง ُูุชَََّููู ُ ََููุง َُููุงُู ََْููู ََููุฐَุง ุฑَُِูู ุนَْู ู َุงٍِูู َูุณَُْููุงَู ุจِْู ุนََُْูููุฉَ َูุนَุจْุฏِ ุงَِّููู ุจِْู ุงْูู ُุจَุงุฑَِู ุฃََُّููู ْ َูุงُููุง ِูู َูุฐِِู ุงْูุฃَุญَุงุฏِูุซِ ุฃَู ِุฑَُّููุง ุจَِูุง ٍَْููู َََูููุฐَุง َُْููู ุฃَِْูู ุงْูุนِْูู ِ ู ِْู ุฃَِْูู ุงูุณَُّّูุฉِ َูุงْูุฌَู َุงุนَุฉِ َูุฃَู َّุง ุงْูุฌَْูู َِّูุฉُ َูุฃََْููุฑَุชْ َูุฐِِู ุงูุฑَِّูุงَูุงุชِ ََููุงُููุง َูุฐَุง ุชَุดْุจٌِูู ََููุฏْ ุฐََูุฑَ ุงَُّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู ِูู ุบَْูุฑِ ู َْูุถِุนٍ ู ِْู ِูุชَุงุจِู ุงَْููุฏَ َูุงูุณَّู ْุนَ َูุงْูุจَุตَุฑَ َูุชَุฃَََّููุชْ ุงْูุฌَْูู َِّูุฉُ َูุฐِِู ุงْูุขَูุงุชِ ََููุณَّุฑَُููุง ุนََูู ุบَْูุฑِ ู َุง َูุณَّุฑَ ุฃَُْูู ุงْูุนِْูู ِ ََููุงُููุง ุฅَِّู ุงََّููู َูู ْ َูุฎُْْูู ุขุฏَู َ ุจَِูุฏِِู ََููุงُููุง ุฅَِّู ู َุนَْูู ุงَْููุฏِ َูุงَُููุง ุงَُّْูููุฉُ ู َูุงَู ุฅِุณْุญَُู ุจُْู ุฅِุจْุฑَุงِููู َ ุฅَِّูู َุง َُُูููู ุงูุชَّุดْุจُِูู ุฅِุฐَุง َูุงَู َูุฏٌ ََููุฏٍ ุฃَْู ู ِุซُْู َูุฏٍ ุฃَْู ุณَู ْุนٌ َูุณَู ْุนٍ ุฃَْู ู ِุซُْู ุณَู ْุนٍ َูุฅِุฐَุง َูุงَู ุณَู ْุนٌ َูุณَ
ู ْุนٍ ุฃَْู ู ِุซُْู ุณَู ْุนٍ ََููุฐَุง ุงูุชَّุดْุจُِูู َูุฃَู َّุง ุฅِุฐَุง َูุงَู َูู َุง َูุงَู ุงَُّููู ุชَุนَุงَูู َูุฏٌ َูุณَู ْุนٌ َูุจَุตَุฑٌ ََููุง َُُูููู ََْููู ََููุง َُُูููู ู ِุซُْู ุณَู ْุนٍ ََููุง َูุณَู ْุนٍ ََููุฐَุง َูุง َُُูููู ุชَุดْุจًِููุง ََُููู َูู َุง َูุงَู ุงَُّููู ุชَุนَุงَูู ِูู ِูุชَุงุจِู { َْููุณَ َูู ِุซِِْูู ุดَْูุกٌ ََُููู ุงูุณَّู ِูุนُ ุงْูุจَุตِูุฑُ }
Namun pengibaratan tersebut adalah penisbatan suatu perbuatan kepada pelakunya, dan telah Allah jelaskan bahwa Dia yang menciptakan, dengan firmanNya: kholaqnaa.
======
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah;
Tafsir alqur an surat yaasin ayat 70
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Ayat Ke-70
bukan orang yang sudah meninggal, sebagaimana penjelasan Ibnu Hibban yang meriwayatkan hadits ini.
Ayat ini juga memberikan faidah bahwa al-Quran adalah peringatan yang bermanfaat bagi orang yang hidup hatinya, mau mendengar, memahami, dan mengamalkannya.
=======
Allahu A’lam
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah
Tafsir surat yaasin ayat 69
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TAFSIR AL-QUR'AN:
✋ Namun, jangan sampai seseorang memenuhi dadanya dengan syair, meski itu syair baik. Jangan sampai mayoritas isi kesibukannya adalah dengan syair, sehingga memalingkannya dari dzikir kepada Allah, ilmu, dan al-Qur’an.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
(Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah
Tafsir surat yaasin ayat 68
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
(Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah
Tafsir surat yaasin ayat 67
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
=======
Allahu A’lam
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah
Tafsir surat yaasin ayat 66
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah
Tafsir al qur an surat yaasin ayat 65
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TAFSIR AL-QUR'AN:
ََْูููู َ َูุญْุดُุฑُُูู ْ ุฌَู ِูุนًุง ุซُู َّ َُُูููู َِّููุฐَِูู ุฃَุดْุฑَُููุง ุฃََْูู ุดُุฑََูุงุคُُู
ู ُ ุงَّูุฐَِูู ُْููุชُู ْ ุชَุฒْุนُู َُูู (22) ุซ
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah
Tafsir al qur an surat yaasin ayat 63 64
TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Perintah ‘Masuklah ke dalam api’ menunjukkan penghinaan dan perendahan mereka. Perintah ini bersifat kauni, sehingga tidak mungkin bisa ditolak. Walaupun mereka sangat tidak berharap masuk ke dalamnya, namun dengan perintah Kauniy ini, jadilah mereka masuk ke dalamnya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah
Tafsir surat yaasin ayat 61 dan 62
disini:
✅ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Di dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa setiap dari 1000 keturunan Adam, akan masuk anNaar 999 orang, hanya 1 yang masuk Jannah.
TAFSIR AL-QUR'AN:
. Kemudian diserukan dengan suara: Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu untuk mengeluarkan dari keturunanmu utusan menuju anNaar. Adam bertanya: Wahai Tuhanku, apakah utusan anNaar itu? Pada setiap 1000 orang, diutus 999 orang. Pada saat itulah wanita hamil mengeluarkan kandungannya dan anak kecil menjadi beruban. (Sebagaimana firman Allah) :
Pertama, yang masyhur adalah jibillan: jim kasroh, ba’ kasroh, dan lam mengalami tasydid. Ini adalah bacaan Nafi’ dan ‘Ashim, merupakan qiro’ah penduduk Madinah dan sebagian Kufah.
Kedua, dibaca jubulan : jim dan ba’ dhommah, lam tidak ditasydid. Ini adalah bacaan Abu ‘Amr dan Ibnu ‘Aamir, merupakan qiro’ah sebagian penduduk Makkah dan kebanyakan penduduk Kufah.
Ketiga, dibaca jublan : jim didhommah, ba’ disukun, lam tidak ditasydid. Ini adalah qiro’ah Ahlul Bashrah.
Semua bacaan tersebut memiliki makna yang sama, yaitu makhluk yang banyak.
===================
Allahu A’lam
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah
TAFSIR AL QURAN SURAT YAASIN AYAT 60
✅ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bukankah ketika mereka (para pemuka agama itu) mengharamkan yang Allah halalkan, mereka (Ahlul Kitab) mengharamkannya juga dan ketika mereka (para pemuka agama itu) menghalalkan yang diharamkan Allah mereka (Ahlul Kitab) juga menghalalkannya?
Adi bin Hatim menyatakan : Ya, benar. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam menyatakan:
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah
TAFSIR AL-QUR'AN SURAT YAASIN AYAT 61-62
disini:
✅๐ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ Ayat Ke-6⃣1⃣
๐ ูุฃَِู ุงุนْุจُุฏُِููู َูุฐَุง ุตِุฑَุงุทٌ ู ُุณْุชَِููู ٌ
๐ Arti Kalimat: dan seharusnya kalian menyembah hanya kepadaKu, sesungguhnya ini adalah jalan yang lurus.
☝️ Ayat ke-60 dan ayat ini (ayat ke-61) menunjukkan kesempurnaan tauhid barulah tercapai jika terdapat penafian dan penetapan.
▶️ Menafikan penyembahan kepada Syaithan, yang artinya penyembahan kepada segala sesuatu selain Allah, dan menetapkan bahwa ibadah hanya untuk Allah semata.
⏩ Ayat ini juga menunjukkan bahwa jalan yang lurus itu adalah mentauhidkan Allah dalam peribadatan.
๐ Ayat Ke-6⃣2⃣
๐ ََูููุฏْ ุฃَุถََّู ู ُِْููู ْ ุฌِุจًِّูุง َูุซِูุฑًุง ุฃَََููู ْ ุชَُُููููุง ุชَุนَُِْูููู
๐ Arti Kalimat: dan sungguh Syaithan telah menyesatkan makhluk yang banyak di antara kalian. Apakah kalian tidak memikirkannya?
๐ Kata jibillan (bentuk jamak dari jabiil) dalam ayat tersebut artinya adalah sekumpulan umat (makhluk) yang banyak. Ad-Dhohhak menyatakan: minimal satu kumpulan itu berjumlah 10 ribu. Dan tidak ada batasan maksimalnya (al-Muharror al-Wajiiz libni Athiyyah). Penggunaan kata jibbillah yang bermakna serupa, juga disebutkan dalam ayat lain:
َูุงุชَُّููุง ุงَّูุฐِู ุฎَََُูููู ْ َูุงْูุฌِุจَِّูุฉَ ุงْูุฃَََِّูููู
๐ dan bertakwalah kalian kepada (Allah) yang telah menciptakan kalian dan (banyak) makhluk terdahulu (Q.S asy-Syu’araa’ ayat 184).
๐ Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Syaithan telah menyesatkan banyak manusia. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:
ََْูููู َ َูุญْุดُุฑُُูู ْ ุฌَู ِูุนุงً َูุง ู َุนْุดَุฑَ ุงْูุฌِِّู َูุฏِ ุงุณْุชَْูุซَุฑْุชُู ْ ู َِู ุงْูุฃِْูุณِ...
๐ Dan pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka seluruhnya, (Allah berfirman): wahai sekalian jin, sungguh kalian telah banyak (menyesatkan) manusia… (Q.S al-An’aam ayat 128).
๐ฅ Iblis sebelumnya telah menyangka bahwa ia akan menyesatkan seluruh keturunan Adam kecuali hanya sedikit:
...َูุฆِْู ุฃَุฎَّุฑْุชَِู ุฅَِูู َْููู ِ ุงَِْูููุงู َุฉِ َูุฃَุญْุชَََِّููู ุฐُุฑَِّّูุชَُู ุฅَِّูุง ًَِููููุง
๐…jika seandainya Engkau menunda (masa hidupku) hingga hari kiamat, sungguh aku akan memasang tali kekang untuk keturunannya (agar sesat) kecuali hanya sedikit (Q.S al-Israa’ ayat 62).
๐ท Allah juga menjelaskan bahwa persangkaan Iblis itu benar, bahwa yang mengikutinya banyak. Hanya sedikit saja kaum beriman yang tidak mengikuti Iblis:
َََูููุฏْ ุตَุฏََّู ุนََِْูููู ْ ุฅِุจِْููุณُ ุธََُّูู َูุงุชَّุจَุนُُูู ุฅَِّูุง َูุฑًِููุง ู َِู ุงْูู ُุคْู َِِููู
๐ Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian dari orang-orang beriman (Q.S Saba’ ayat 20).
๐ (disarikan dari Tafsir Adhwaaul Bayaan lisySyinqithiy (6/298))
Di dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa setiap dari 1000 keturunan Adam, akan masuk anNaar 999 orang, hanya 1 yang masuk Jannah.
๐ต Sedangkan separuh penduduk Jannah adalah berasal dari umat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.
َُُูููู ุงَُّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู َْููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ َูุง ุขุฏَู ُ َُُูููู َูุจََّْูู ุฑَุจََّูุง َูุณَุนْุฏََْูู ََُูููุงุฏَู ุจِุตَْูุชٍ ุฅَِّู ุงََّููู َูุฃْู ُุฑَُู ุฃَْู ุชُุฎْุฑِุฌَ ู ِْู ุฐُุฑَِّّูุชَِู ุจَุนْุซًุง ุฅَِูู ุงَّููุงุฑِ َูุงَู َูุง ุฑَุจِّ َูู َุง ุจَุนْุซُ ุงَّููุงุฑِ َูุงَู ู ِْู ُِّูู ุฃٍَْูู ุฃُุฑَุงُู َูุงَู ุชِุณْุนَ ู ِุงุฆَุฉٍ َูุชِุณْุนَุฉً َูุชِุณْุนَِูู َูุญَِููุฆِุฐٍ ุชَุถَุนُ ุงْูุญَุงู ُِู ุญَู ََْููุง ََููุดِูุจُ ุงَِْููููุฏُ { َูุชَุฑَู ุงَّููุงุณَ ุณَُูุงุฑَู َูู َุง ُูู ْ ุจِุณَُูุงุฑَู َََِّูููู ุนَุฐَุงุจَ ุงَِّููู ุดَุฏِูุฏٌ } َูุดََّู ุฐََِูู ุนََูู ุงَّููุงุณِ ุญَุชَّู ุชَุบََّูุฑَุชْ ُูุฌُُُูููู ْ ََููุงَู ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ู ِْู َูุฃْุฌُูุฌَ َูู َุฃْุฌُูุฌَ ุชِุณْุนَ ู ِุงุฆَุฉٍ َูุชِุณْุนَุฉً َูุชِุณْุนَِูู َูู ُِْููู ْ َูุงุญِุฏٌ ุซُู َّ ุฃَْูุชُู ْ ِูู ุงَّููุงุณِ َูุงูุดَّุนْุฑَุฉِ ุงูุณَّْูุฏَุงุกِ ِูู ุฌَْูุจِ ุงูุซَّْูุฑِ ุงْูุฃَุจَْูุถِ ุฃَْู َูุงูุดَّุนْุฑَุฉِ ุงْูุจَْูุถَุงุกِ ِูู ุฌَْูุจِ ุงูุซَّْูุฑِ ุงْูุฃَุณَْูุฏِ َูุฅِِّูู َูุฃَุฑْุฌُู ุฃَْู ุชَُُููููุง ุฑُุจُุนَ ุฃَِْูู ุงْูุฌََّูุฉِ ََููุจَّุฑَْูุง ุซُู َّ َูุงَู ุซُُูุซَ ุฃَِْูู ุงْูุฌََّูุฉِ ََููุจَّุฑَْูุง ุซُู َّ َูุงَู ุดَุทْุฑَ ุฃَِْูู ุงْูุฌََّูุฉِ ََููุจَّุฑَْูุง
๐ Allah Azza Wa Jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai Adam. Adam menjawab: Kami memenuhi seruanmu dengan senang hati wahai Tuhan kamiTAFSIR AL-QUR'AN, [23.10.16 10:37]
. Kemudian diserukan dengan suara: Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu untuk mengeluarkan dari keturunanmu utusan menuju anNaar. Adam bertanya: Wahai Tuhanku, apakah utusan anNaar itu? Pada setiap 1000 orang, diutus 999 orang. Pada saat itulah wanita hamil mengeluarkan kandungannya dan anak kecil menjadi beruban. (Sebagaimana firman Allah) :
َูุชَุฑَู ุงَّููุงุณَ ุณَُูุงุฑَู َูู َุง ُูู ْ ุจِุณَُูุงุฑَู َََِّูููู ุนَุฐَุงุจَ ุงَِّููู ุดَุฏِูุฏٌ
๐ Dan engkau melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah sangat kerasnya (Q.S al-Hajj ayat 2)
(mendengar hadits yang disampaikan Nabi itu) para Sahabat merasa berat hingga wajah-wajah mereka berubah. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: pada Ya’juj dan Ma’juj 999, sedangkan pada kalian 1. Kalian di kalangan manusia bagaikan satu rambut hitam di sisi sapi jantan yang putih. Atau satu rambut putih di sisi sapi jantan hitam. Aku sungguh berharap bahwa kalian termasuk seperempat penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir. Nabi menyatakan: sepertiga penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir. Nabi menyatakan: setengah penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir (H.R al-Bukhari dari Abu Said al-Khudry).
๐ฏ Ada beberapa qira’ah (cara membaca) kata ‘jibillan’, yaitu:
Pertama, yang masyhur adalah jibillan: jim kasroh, ba’ kasroh, dan lam mengalami tasydid. Ini adalah bacaan Nafi’ dan ‘Ashim, merupakan qiro’ah penduduk Madinah dan sebagian Kufah.
Kedua, dibaca jubulan : jim dan ba’ dhommah, lam tidak ditasydid. Ini adalah bacaan Abu ‘Amr dan Ibnu ‘Aamir, merupakan qiro’ah sebagian penduduk Makkah dan kebanyakan penduduk Kufah.
Ketiga, dibaca jublan : jim didhommah, ba’ disukun, lam tidak ditasydid. Ini adalah qiro’ah Ahlul Bashrah.
Semua bacaan tersebut memiliki makna yang sama, yaitu makhluk yang banyak.
===================
๐Allahu A’lam
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
๐๐๐๐
๐Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah
TAFSIR AL-QUR'AN SURAT YAASIN AYAT 60
✅๐ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ Ayat Ke-6⃣0⃣
๐ ุฃَูู ْ ุฃَุนَْูุฏْ ุฅَُِْูููู ْ َูุง ุจَِูู ุขَุฏَู َ ุฃَْู َูุง ุชَุนْุจُุฏُูุง ุงูุดَّْูุทَุงَู ุฅَُِّูู َُููู ْ ุนَุฏٌُّู ู ُุจٌِูู
๐ Arti Kalimat: Bukankah Aku telah mengambil perjanjian dengan kalian wahai Anak Adam agar kalian tidak menyembah syaithan ?! Sesungguhnya dia adalah musuh nyata bagi kalian.
☝️ Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang para pendosa dan yang beribadah kepada selain Allah. Setiap peribadatan kepada selain Allah, sesungguhnya itu adalah peribadatan kepada Syaithan, meski secara dzhahir seseorang menyembah kepada Malaikat atau para Nabi. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran:
ََْูููู َ َูุญْุดُุฑُُูู ْ ุฌَู ِูุนًุง ุซُู َّ َُُูููู ِْููู ََูุงุฆَِูุฉِ ุฃََูุคَُูุงุกِ ุฅَِّูุงُูู ْ َูุงُููุง َูุนْุจُุฏَُูู (40) َูุงُููุง ุณُุจْุญَุงََูู ุฃَْูุชَ ََُِّููููุง ู ِْู ุฏُِِูููู ْ ุจَْู َูุงُููุง َูุนْุจُุฏَُูู ุงْูุฌَِّู ุฃَْูุซَุฑُُูู ْ ุจِِูู ْ ู ُุคْู َُِููู (41)
๐ Dan (ingatlah) pada hari (Allah) mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada Malaikat:”Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-Malaikat itu menjawab:”Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka. Bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu (Q.S Saba’ ayat 40-41).
๐ (penjelasan Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dalam Majmu’ Fataawa).
๐ฅ Orang-orang musyrikin yang menyembah berhala dan menganggap itu sebagai anak perempuan Allah, sesungguhnya mereka menyembah Syaithan, sebagaimana Allah berfirman:
ุฅِْู َูุฏْุนَُูู ู ِْู ุฏُِِููู ุฅَِّูุง ุฅَِูุงุซًุง َูุฅِْู َูุฏْุนَُูู ุฅَِّูุง ุดَْูุทَุงًูุง ู َุฑِูุฏًุง
๐ Tidaklah mereka menyembah selain-Nya kecuali berhala (yang diberi nama perempuan), dan tidaklah mereka menyembah kecuali syaithan yang durhaka. (Q.S anNisaa’ ayat 117).
๐ (disarikan dari Tafsir Adhwaa-ul Bayaan karya Syaikh Muhammad al-Amiin asy-Syinqithy (3/41)).
๐ด Segala macam bentuk penyelisihan terhadap perintah Allah, sesungguhnya itu adalah ketaatan kepada Syaithan. Segala macam kekafiran dan kemaksiatan adalah bentuk ketaatan dan peribadatan kepada Syaithan (Tafsir as-Sa’di).
๐ Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang yang ‘menyembah’ Syaithan. Para Ulama Ahlut Tafsir banyak yang menjelaskan bahwa makna ‘menyembah’ itu adalah mentaati perintah Syaithan dalam melanggar aturan-aturan Allah.
๐ Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan bahwa mentaati selain Allah dalam hal-hal yang melanggar syariat Allah adalah salah satu bagian dari ibadah. Sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nashara yang disebut oleh Allah sebagai menjadikan pemuka-pemuka agama mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, karena pengikut Yahudi dan Nashara itu tunduk kepada pemuka-pemuka agamanya dalam hal-hal yang jelas melanggar aturan-aturan Allah.
ุงุชَّุฎَุฐُูุง ุฃَุญْุจَุงุฑَُูู ْ َูุฑُْูุจَุงَُููู ْ ุฃَุฑْุจَุงุจًุง ู ِْู ุฏُِูู ุงَِّููู َูุงْูู َุณِูุญَ ุงุจَْู ู َุฑَْูู َ َูู َุง ุฃُู ِุฑُูุง ุฅَِّูุง َِููุนْุจُุฏُูุง ุฅًَِููุง َูุงุญِุฏًุง َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง َُูู ุณُุจْุญَุงَُูู ุนَู َّุง ُูุดْุฑَُِููู
๐ Mereka (Yahudi dan Nashara) menjadikan para pemuka agama Yahudi dan ahli ibadah Nashara sebagai tuhan-tuhan selain Allah dan al-Masih putra Maryam. Padahal tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka menyembah sesembahan yang satu (Allah). Tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan (Q.S atTaubah ayat 31).
๐ท Seorang Sahabat Nabi Adi bin Hatim saat masih Nashrani beliau menghadap Nabi dengan berkalung salib. Melihat hal itu Nabi memerintahkan kepada beliau untuk melempar salib tersebut. Kemudian Nabi membaca surat atTaubah, di antaranya adalah ayat 31 dari surat atTaubah tersebut. Kemudian Adi bin Hatim menyatakan: Kami dulu tidak menyembah pemuka-pemuka agama tersebut. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bertanya:
ุฃََْููุณَ ُูุญَุฑِّู َُْูู ู َุง ุฃَุญََّู ุงُููู َูุชُุญَุฑِّู َُُْููู َู ُูุญَُِّْููู ู َุง ุญَุฑَّู َ ุงُููู َูุชَุณْุชَุญَُُِّْูููู ؟
TAFSIR AL-QUR'AN, [23.10.16 10:34]
๐ Bukankah ketika mereka (para pemuka agama itu) mengharamkan yang Allah halalkan, mereka (Ahlul Kitab) mengharamkannya juga dan ketika mereka (para pemuka agama itu) menghalalkan yang diharamkan Allah mereka (Ahlul Kitab) juga menghalalkannya?
Adi bin Hatim menyatakan : Ya, benar. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam menyatakan:
َูุชَِْูู ุนِุจَุงุฏَุชُُูู ْ
๐ Maka itulah bentuk peribadatan mereka kepada para pemuka agamanya (H.R atTirmidzi, atThobarony, al-Baihaqy, lafadz sesuai atThobarony dihasankan al-Albany).
⚡️ Di dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Syaithan adalah musuh yang nyata. Musuh adalah pihak yang selalu berusaha menimpakan kesusahan, kerugian, dan keburukan bagi pihak yang dimusuhinya.
๐ Pada ayat yang lain Allah menegaskan perintah agar manusia benar-benar menjadikan syaithan sebagai musuh.
ุฅَِّู ุงูุดَّْูุทَุงَู َُููู ْ ุนَุฏٌُّู َูุงุชَّุฎِุฐُُูู ุนَุฏًُّูุง ุฅَِّูู َุง َูุฏْุนُู ุญِุฒْุจَُู َُُِููููููุง ู ِْู ุฃَุตْุญَุงุจِ ุงูุณَّุนِูุฑِ
๐ Sesungguhnya syaithan adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya ia mengajak bala tentaranya untuk menjadi penghuni Neraka (Q.S Faathir ayat 6).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Allahu A’lam
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
๐๐๐๐
๐Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah
Tafsir alquran surat yaasin ayat 59
TAFSIR AL-QUR'AN:
📖 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📖 Ayat Ke-5⃣9⃣
👈 وامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ
🍃 Arti Kalimat: dan menyingkirlah hari ini (dari barisan orang bertakwa) wahai orang-orang yang banyak berbuat dosa.
🔎 Pada hari kiamat, barisan orang-orang beriman dan bertakwa dipisahkan dari barisan orang-orang kafir dan orang-orang yang banyak berbuat dosa.
يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْدًا (85) وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَى جَهَنَّمَ وِرْدًا (86)
🍃 Pada hari Kami kumpulkan orang-orang bertakwa menuju arRahman sebagai utusan (yang dimulyakan), dan Kami giring para pendosa menuju Jahannam dalam keadaan kehausan dan berjalan kaki (Q.S Maryam ayat 86).
💥 Di dalam ayat ini terkandung faidah bahwa para pendosa mendapatkan penghinaan dengan ucapan ini. Mereka diusir dari barisan kaum beriman dan bertakwa. Sehingga nampak jelas kehinaan mereka pada waktu itu. Salah satu bentuk penghinaan itu adalah lafadz dalam memanggil mereka tidak perlu menggunakan kata “yaa” (Wahai).
💍 (disarikan dari Tafsir Yasin libni Utsaimin halaman 211-212).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📋Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين
🍀🍀🍀🍀
🌎Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah