Tampilkan postingan dengan label TAFSIR YAASIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAFSIR YAASIN. Tampilkan semua postingan

TAFSIR SURAT YAASIN

TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-79


๐Ÿ‘ˆ ู‚ู„ْ ูŠُุญْูŠِูŠู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَู†ْุดَุฃَู‡َุง ุฃَูˆَّู„َ ู…َุฑَّุฉٍ ูˆَู‡ُูˆَ ุจِูƒُู„ِّ ุฎَู„ْู‚ٍ ุนَู„ِูŠู…ٌ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Katakanlah: akan menghidupkannya (Dzat) Yang Menciptakannya pada awal pertama kali, dan Dialah Yang Maha Mengetahui terhadap setiap penciptaan (makhluk).

☝️ Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Maha Mampu untuk menggabungkan kembali serpihan-serpihan tubuhnya yang sudah berserakan di mana-mana dan menghidupkannya kembali.

๐ŸŒท Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim bahwa ada seseorang yang berpesan kepada anaknya agar kalau dia mati, bakarlah tubuhnya dan taburkan debunya sebagian di daratan dan sebagian di lautan. Ia takut kepada Allah. Ia takut akan adzab Allah dan beranggapan jika jasadnya terbakar dan debunya dipencar, tidak akan membangkitkan ia lagi dan tidak mengadzabnya. Namun ternyata Allah mengampuni dia. Walaupun ia tidak mengetahui sebagian dari Sifat Allah yaitu Yang Maha Berkuasa, dan meski ia memiliki bagian dari keyakinan kufur bahwa ia tidak akan dibangkitkan jika bagian tubuhnya terserak.

๐ŸŒ Haditsnya adalah sebagai berikut:

 ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุฑَุฌُู„ٌ ู„َู…ْ ูŠَุนْู…َู„ْ ุฎَูŠْุฑًุง ู‚َุทُّ ูَุฅِุฐَุง ู…َุงุชَ ูَุญَุฑِّู‚ُูˆู‡ُ ูˆَุงุฐْุฑُูˆุง ู†ِุตْูَู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْุจَุฑِّ ูˆَู†ِุตْูَู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْุจَุญْุฑِ ูَูˆَุงู„ู„َّู‡ِ ู„َุฆِู†ْ ู‚َุฏَุฑَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู„َูŠُุนَุฐِّุจَู†َّู‡ُ ุนَุฐَุงุจًุง ู„َุง ูŠُุนَุฐِّุจُู‡ُ ุฃَุญَุฏًุง ู…ِู†َ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ ูَุฃَู…َุฑَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ْุจَุญْุฑَ ูَุฌَู…َุนَ ู…َุง ูِูŠู‡ِ ูˆَุฃَู…َุฑَ ุงู„ْุจَุฑَّ ูَุฌَู…َุนَ ู…َุง ูِูŠู‡ِ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ู„ِู…َ ูَุนَู„ْุชَ ู‚َุงู„َ ู…ِู†ْ ุฎَุดْูŠَุชِูƒَ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุฃَุนْู„َู…ُ ูَุบَูَุฑَ ู„َู‡ُ

๐Ÿƒ Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Seseorang laki-laki yang tidak pernah beramal kebaikan sebelumnya berkata: Jika aku mati, bakarlah jasadku, dan taburkan debunya sebagian di daratan dan sebagian di lautan. Demi Allah jika Allah mampu untuk mengembalikan jasadku lagi niscaya Dia akan mengadzab aku dengan adzab yang (sangat pedih) tidak ada adzab seperti itu bagi seorangpun (selainku). Kemudian Allah perintahkan lautan untuk mengumpulkan (serpihan jasadnya) dan Allah perintahkan daratan untuk mengumpulkan (serpihan jasadnya). Kemudian Allah bertanya kepadanya: Mengapa engkau melakukan hal itu? Orang itu menjawab: Karena takut kepadamu dan Engkau lebih tahu. Maka Allah mengampuninya (H.R al-Bukhari no 6952 dan Muslim no 4949).

๐Ÿ”ต Orang tersebut adalah orang yang beriman, karena itu ia takut kepada Allah. Ia yakin dengan adzab Allah. Ia tahu Allah Maha Mengetahui. Ia beriman kepada Allah dan hari akhir secara umum, namun ada sebagian sisi keimanan yang tidak ia ketahui. Dia tidak terhitung kafir karena kalau kafir Allah tidak akan mengampuni dia. Ketidaktahuannya dan tidak tegaknya hujjah terhadap dia menyebabkan ia tidak dikafirkan.

๐ŸŽฏ Ayat ini merupakan jawaban terhadap pertanyaan bernada ejekan bagi sikap orang Kafir yang menentang seruan Nabi dan tidak yakin bahwa Allah Maha Mampu untuk menghidupkan manusia kembali. Dalam ayat ini Allah mengajak mereka berpikir dengan ucapan: Yang Menghidupkannya adalah Yang Menciptakannya pertama kali. Allah tidak menyatakan: Yang Menghidupakannya adalah Allah. Tapi Allah sebutkan dalilnya yang bisa diterima akal mereka. Mereka tidak menolak bahwa Allahlah yang Menciptakan mereka dari keadaan tidak ada menjadi ada. Mereka hanya menolak bahwa Allahlah yang akan menghidupkan mereka kembali setelah menjadi tulang belulang yang hancur (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).

๐Ÿ’ก Allah Ta’ala jelaskan bahwa jika membuat kalian dari sebelumnya tidak ada menjadi ada Allah Maha mampu dan itu sangat mudah bagi Allah, maka sekedar menggabungkan materi yang sudah ada dan dihidupkan kembali, suatu hal yang lebih mudah lagi bagi Allah. Sebagaimana disebutkan dalam ayat yang lain:

ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุจْุฏَุฃُ ุงู„ْุฎَู„ْู‚َ ุซُู…َّ ูŠُุนِูŠุฏُู‡ُ ูˆَู‡ُูˆَ ุฃَู‡ْูˆَู†ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ...

๐Ÿƒ dan Dialah Yang memulai penciptaan kemudian mengulanginya (menghidupkan kembali) dan itu lebih ringan bagiNya…(Q.S arRuum ayat 27).

Di dalam ayat ini dinyatakan : wa huwabi kulli kholqin ‘aliim (dan Dia (Allah) Maha Mengetahui segala penciptaan). Allah Maha Mengetahui bagaimana menciptakan dan Allah Maha Mengetahui seluruh kondisi makhluk yang diciptakannya.

TAFSIR SURAT YAASIN

TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“œ Ayat Ke-77 dan 78


๐Ÿ‘ˆ ุฃูˆَู„َู…ْ ูŠَุฑَ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†ُ ุฃَู†َّุง ุฎَู„َู‚ْู†َุงู‡ُ ู…ِู†ْ ู†ُุทْูَุฉٍ ูَุฅِุฐَุง ู‡ُูˆَ ุฎَุตِูŠู…ٌ ู…ُุจِูŠู†ٌ (77) ูˆَุถَุฑَุจَ ู„َู†َุง ู…َุซَู„ًุง ูˆَู†َุณِูŠَ ุฎَู„ْู‚َู‡ُ ู‚َุงู„َ ู…َู†ْ ูŠُุญْูŠِูŠ ุงู„ْุนِุธَุงู…َ ูˆَู‡ِูŠَ ุฑَู…ِูŠู…ٌ (78)

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Tidakkah manusia melihat bahwasanya Kami menciptakan dia dari nuthfah (air mani), kemudian (setelah menjadi manusia) ia menjadi orang yang menentang secara jelas? Dan dia memberikan suatu permisalan serta melupakan penciptaannya. Ia berkata: Siapa yang akan menghidupkan tulang yang sudah hancur lebur?!

๐ŸŒ Sebab Turunnya Ayat.

☝️ Ayat-ayat di akhir surat Yaasin ini turun terkait sikap ejekan dari al-‘Aash bin Wa-il yang meremehkan dan sangsi terhadap kemahakuasaan Allah untuk menghidupkan kembali manusia yang telah menjadi tulang belulang yang hancur. Ia datang ke hadapan Nabi dan berkata sambil membawa tulang yang dia hancurkan dengan tangannya: Apakah Allah akan menghidupkan yang seperti ini? Maka Allah turunkan ayat-ayat akhir pada surat Yaasin.

ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ، ุฃَู†َّ ุงู„ْุนَุงุตِูŠ ุจْู†َ ูˆَุงุฆِู„ٍ ุฃَุฎَุฐَ ุนَุธْู…ًุง ู…ِู†َ ุงู„ْุจَุทْุญَุงุกِ ูَูَุชَّู‡ُ ุจِูŠَุฏِู‡ِ، ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ู„ِุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ุฃَูŠُุญْูŠِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ู‡َุฐَุง ุจَุนْุฏَ ู…َุง ุฃَุฑَู‰؟ ูَู‚َุงู„َ َุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ:"ู†َุนَู…ْ، ูŠُู…ِูŠุชُูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุซُู…َّ ูŠُุญْูŠِูŠูƒَ، ุซُู…َّ ูŠُุฏْุฎِู„ُูƒَ ุฌَู‡َู†َّู…َ"، ู‚َุงู„َ: ูˆَู†َุฒَู„َุชِ ุงู„ْุขูŠَุงุชُ ู…ِู†ْ ุขุฎَุฑِ  " ูŠุณ "

๐Ÿƒ Dari Ibnu Abbas –radhiyallahu anhu- bahwa al-‘Aash bin Waa-il mengambil tulang dari Bath-haa’ kemudian dia meremukkannya dengan tangannya kemudian dia berkata kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam : Apakah Allah Ta’ala akan menghidupkan ini setelah (keadaan) yang engkau lihat ini? Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Ya, Allah akan mematikanmu kemudian menghidupkanmu, kemudian memasukkanmu ke dalam Jahannam. Maka turunlah ayat-ayat terakhir pada (surat) Yaasin (riwayat Ibnu Abi Hatim sesuai lafadz dalam Tafsirnya dan al-Hakim dalam al-Mustadrak, dinyatakan olehnya shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim, disepakati keshahihannya oleh adz-Dzhaby dan Muqbil bin Hadi al-Wadi’i).

๐Ÿ’ฅ Ayat ini meski penyebab turunnya adalah terkait ucapan al-Ash bin Waa-il, namun bersifat umum bagi setiap orang yang mengingkari kemahakuasaan Allah dalam membangkitkan manusia yang sudah mati (disarikan dari Tafsir Ibn Katsir).

๐Ÿ’ก Demikian juga setiap ayat yang turun dengan Asbabun Nuzul tertentu, hukum dan pelajaran yang diambil bersifat umum bagi orang-orang lain setelahnya yang memiliki sifat yang sama.

๐Ÿ”‹ Di dalam ayat-ayat yang lain Allah ingatkan manusia bahwa asal penciptaan mereka adalah dari air (mani) yang hina:

...ูˆَุจَุฏَุฃَ ุฎَู„ْู‚َ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†ِ ู…ِู†ْ ุทِูŠู†ٍ (7) ุซُู…َّ ุฌَุนَู„َ ู†َุณْู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ุณُู„َุงู„َุฉٍ ู…ِู†ْ ู…َุงุกٍ ู…َู‡ِูŠู†ٍ (8) ุซُู…َّ ุณَูˆَّุงู‡ُ ูˆَู†َูَุฎَ ูِูŠู‡ِ ู…ِู†ْ ุฑُูˆุญِู‡ِ ูˆَุฌَุนَู„َ ู„َูƒُู…ُ ุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุฃَุจْุตَุงุฑَ ูˆَุงู„ْุฃَูْุฆِุฏَุฉَ ู‚َู„ِูŠู„ًุง ู…َุง ุชَุดْูƒُุฑُูˆู†َ (9)

๐Ÿƒ Dan Dia (Allah) memulai penciptaan manusia (Adam) dari tanah. Kemudian dia menjadikan keturunannya dari saripati air (mani) yang hina. Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan padanya ruh, dan menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan mata hati. Sedikit yang mau bersyukur (Q.S as-Sajdah ayat 7-9).

ุฃَู„َู…ْ ู†َุฎْู„ُู‚ْูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู…َุงุกٍ ู…َู‡ِูŠู†ٍ

๐Ÿƒ Bukankah Kami telah menciptakan kalian dari air (mani) yang hina (Q.S al-Mursalaat ayat 20).

๐Ÿ’ Di dalam suatu hadits Qudsi dinyatakan:

ุนَู†ْ ุจُุณْุฑِ ุจْู†ِ ุฌَุญَّุงุดٍ ุงู„ْู‚ُุฑَุดِูŠِّ ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุจَุตَู‚َ ูŠَูˆْู…ًุง ูِูŠ ูƒَูِّู‡ِ ูَูˆَุถَุนَ ุนَู„َูŠْู‡َุง ุฃُุตْุจُุนَู‡ُ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงุจْู†َ ุขุฏَู…َ ุฃَู†َّู‰ ุชُุนْุฌِุฒُู†ِูŠ ูˆَู‚َุฏْ ุฎَู„َู‚ْุชُูƒَ ู…ِู†ْ ู…ِุซْู„ِ ู‡َุฐِู‡ِ ุญَุชَّู‰ ุฅِุฐَุง ุณَูˆَّูŠْุชُูƒَ ูˆَุนَุฏَู„ْุชُูƒَ ู…َุดَูŠْุชَ ุจَูŠْู†َ ุจُุฑْุฏَูŠْู†ِ ูˆَู„ِู„ْุฃَุฑْุถِ ู…ِู†ْูƒَ ูˆَุฆِูŠุฏٌ ูَุฌَู…َุนْุชَ ูˆَู…َู†َุนْุชَ ุญَุชَّู‰ ุฅِุฐَุง ุจَู„َุบَุชْ ุงู„ุชَّุฑَุงู‚ِูŠَ ู‚ُู„ْุชَ ุฃَุชَุตَุฏَّู‚ُ ูˆَุฃَู†َّู‰ ุฃَูˆَุงู†ُ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุฉِ

๐Ÿƒ Dari Busr bin Jahhasy al-Qurasyi –radhiyallahu anhu- bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam pada suatu hari meludah di telapak tangan beliau kemudian beliau meletakkan jari telunjuknya kemudian berkata: Allah berfirman: Wahai Anak Adam, bagaimana bisa kalian mampu membuatKu lemah, sungguh Aku telah menciptakanmu dari semisal ini, hingga (setelah) Aku sempurnakan (penciptaanmu) engkau berjalan di antara dua jubah (dengan keangkuhan, pent) dan untuk bumi kau kuburkan anak perempuan hidup-hidup, kemudian engkau kumpulkan harta dan engkau halangi (dari infaq) hingga ketika (nafas) sudah sampai di kerongkongan, engkau berkata: aku akan bershodaqoh, maka bagaimana bisa telah (berlalu) waktu shodaqoh (H.R Ahmad, Ibnu Majah, dihasankan al-Albaniy).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ’ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
~~~~~~
๐Ÿ“‹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN

TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📖 Ayat Ke-76 Surat Yaasin.

👈 فلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

🍃 Arti Kalimat: Maka janganlah ucapan mereka membuatmu sedih. Sesungguhnya Kami Maha Mengetahui apa yang mereka sembunyikan ataupun apa yang mereka nampakkan.

☝️ Allah menghibur NabiNya dalam ayat ini agar jangan bersedih dengan ucapan-ucapan orang-orang Kafir yang menyakitkan tentang Allah, tentang Nabi-Nya, tentang Dienul Islam dan kaum muslimin, karena sesungguhnya Allah Maha Tahu terhadap apa yang mereka sembunyikan maupun nampakkan, dan Allah akan membalas apa yang telah mereka perbuat dengan adzab yang pedih.

🌷 Sebagaimana pada ayat yang lain Allah menghibur Nabi-Nya agar jangan bersedih atas sikap dan ucapan orang-orang yang tidak beriman:

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ

🍃 Dan bersabarlah, dan tidaklah kesabaranmu kecuali atas pertolongan Allah, dan janganlah engkau bersedih terhadap mereka dan janganlah engkau menjadi sempit terhadap makar-makar mereka (Q.S anNahl ayat 127).

🔵 Dalam ayat yang lain Allah memerintahkan NabiNya bersabar atas ucapan-ucapan mereka yang menyakitkan, serta memberikan jalan keluar yang membuat Nabi melupakan hal-hal yang menyakitkan itu yaitu dengan bersabar, bertasbih, dan melakukan sholat.

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ (97) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ (98) وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (99)

🍃 Dan sungguh Kami telah mengetahui bahwa dadamu terasa sempit dengan ucapan mereka. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah termasuk orang-orang yang sujud. Dan beribadahlah kepada Rabbmu hingga datangnya al-yaqin (kematian)(Q.S al-Hijr ayat 98).

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آَنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى

🍃 Maka bersabarlah atas apa yang mereka ucapkan dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan (bertasbih) pulalah di waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari agar engkau ridha (Q.S Thoha ayat 130).

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ (39) وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ (40)

🍃 Maka bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan, dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelamnya. Dan di antara (sebagian) malam, bertasbihlah setiap selesai sujud (Q.S Qoof ayat 39-40).

💡 Syaikh Muhammad al-Amiin asy-Syinqithy rahimahullah menyatakan: Allah memerintahkan beliau untuk bertasbih setelah Dia perintahkan untuk bersabar terhadap gangguan orang-orang kafir, di dalamnya terdapat dalil (yang menunjukkan bahwa) dengan tasbih Allah akan menolong beliau untuk bersabar sesuai yang diperintahkan, dan sholat termasuk dalam tasbih yang disebutkan itu (Adhwaaul Bayaan (7/432)).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
💍 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
~~~~~~
📋Allahu A’lam

الحمد لله ربّ العالمين

🍀🍀🍀🍀
🌎Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN

 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-75 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ ู„ุง ูŠَุณْุชَุทِูŠุนُูˆู†َ ู†َุตْุฑَู‡ُู…ْ ูˆَู‡ُู…ْ ู„َู‡ُู…ْ ุฌُู†ْุฏٌ ู…ُุญْุถَุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: (Sesembahan-sesembahan itu) tidak bisa menolong mereka, padahal mereka telah menjadi pasukan bagi sesembahan-sesembahan itu yang akan dihadirkan (pada hari kiamat).

๐Ÿ”ฅ Para sesembahan lain selain Allah itu tidak mampu sedikitpun menolong mereka. Padahal mereka sudah banyak berkorban untuk sesembahan itu di dunia. Jangankan menolong pihak yang menyembahnya, berhala-berhala itu tidak mampu menolong dirinya sendiri.

☝️ Dalam ayat yang lain Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyebutkan kelemahan para sesembahan-sesembahan itu yang tidak mampu menolong diri mereka sendiri.

ูˆَู„َุง ูŠَุณْุชَุทِูŠุนُูˆู†َ ู„َู‡ُู…ْ ู†َุตْุฑًุง ูˆَู„َุง ุฃَู†ْูُุณَู‡ُู…ْ ูŠَู†ْุตُุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ dan mereka (para sesembahan itu) tidak mampu menolong mereka (penyembah), (bahkan) tidak bisa pula menolong diri mereka sendiri (Q.S al-A’raaf ayat 192).

ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุชَุฏْุนُูˆู†َ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِู‡ِ ู„َุง ูŠَุณْุชَุทِูŠุนُูˆู†َ ู†َุตْุฑَูƒُู…ْ ูˆَู„َุง ุฃَู†ْูُุณَู‡ُู…ْ ูŠَู†ْุตُุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Dan pihak-pihak yang disembah selain Allah, tidaklah mampu menolong mereka, ataupun menolong dirinya sendiri (Q.S al-A’raaf ayat 197).

⚡️ Para sesembahan itu (batu, kayu, termasuk manusia atau Jin yang ridha dijadikan sesembahan selain Allah) nantinya akan menjadi bahan bakar Jahannam:

ุฅِู†َّูƒُู…ْ ูˆَู…َุง ุชَุนْุจُุฏُูˆู†َ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุญَุตَุจُ ุฌَู‡َู†َّู…َ ุฃَู†ْุชُู…ْ ู„َู‡َุง ูˆَุงุฑِุฏُูˆู†َ (98) ู„َูˆْ ูƒَุงู†َ ู‡َุคُู„َุงุกِ ุขَู„ِู‡َุฉً ู…َุง ูˆَุฑَุฏُูˆู‡َุง ูˆَูƒُู„ٌّ ูِูŠู‡َุง ุฎَุงู„ِุฏُูˆู†َ (99)

๐Ÿƒ Sesungguhnya kalian dan yang kalian sembah selain Allah adalah kayu bakar Jahannam. Kalian akan masuk ke dalamnya. Jika seandainya mereka itu adalah sesembahan (yang haq), niscaya mereka tidak akan memasuki anNaar. Semuanya (penyembah dan yang disembah) kekal di dalamnya (Q.S al-Anbiyaa’ ayat 98-99).

๐Ÿ”ด Para sesembahan itu di dunia tidak bisa memenuhi keinginan penyembahnya, di akhirat juga akan dihadirkan untuk menjadi musuh bagi para penyembahnya.

ูˆَู…َู†ْ ุฃَุถَู„ُّ ู…ِู…َّู†ْ ูŠَุฏْุนُูˆ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َู†ْ ู„َุง ูŠَุณْุชَุฌِูŠุจُ ู„َู‡ُ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ูˆَู‡ُู…ْ ุนَู†ْ ุฏُุนَุงุฆِู‡ِู…ْ ุบَุงูِู„ُูˆู†َ  (5) ูˆَุฅِุฐَุง ุญُุดِุฑَ ุงู„ู†َّุงุณُ ูƒَุงู†ُูˆุง ู„َู‡ُู…ْ ุฃَุนْุฏَุงุกً ูˆَูƒَุงู†ُูˆุง ุจِุนِุจَุงุฏَุชِู‡ِู…ْ ูƒَุงูِุฑِูŠู†َ (6)

๐Ÿƒ Dan siapakah yang lebih sesat dibandingkan pihak yang menyembah selain Allah yang tidak akan bisa mengabulkan (permintaannya) hingga hari kiamat, dan sesembahan itu lalai dari permintaan mereka. Dan ketika manusia dikumpulkan (di hari kiamat), mereka (para sesembahan itu) menjadi musuh bagi mereka, dan mengkufuri peribadatan mereka (Q.S al-Ahqaaf ayat 5).

ูˆَุงุชَّุฎَุฐُูˆุง ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุขู„ِู‡َุฉً ู„ِูŠَูƒُูˆู†ُูˆุง ู„َู‡ُู…ْ ุนِุฒًّุง ูƒَู„ุง ุณَูŠَูƒْูُุฑُูˆู†َ ุจِุนِุจَุงุฏَุชِู‡ِู…ْ ูˆَูŠَูƒُูˆู†ُูˆู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุถِุฏًّุง

๐Ÿƒ Dan mereka menjadikan selain Allah sebagai sesembahan agar mereka menjadi mulya. Sekali-kali tidak, para sesembahan itu akan mengkufuri peribadatan mereka dan menjadi musuh bagi mereka (Q.S Maryam ayat 81-82).

✏️ Jika ada pertanyaan: Mengapa kadangkala ada sebagian orang yang menyembah selain Allah meminta dan berdoa kemudian keinginannya tercapai?

๐Ÿ”Ž Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hal itu adalah ujian dari Allah kepada para pelaku kesyirikan tersebut. Sebagaimana kadangkala Allah memberikan kemudahan kepada orang-orang tertentu untuk berbuat kemaksiatan, sebagai ujian dari Allah apakah mereka takut kepada Allah atau justru terus pada kemaksiatannya?
Sebagaimana Allah beri kemudahan untuk mendapatkan binatang buruan bagi orang yang sedang ihram padahal itu adalah hal yang dilarang:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ู„َูŠَุจْู„ُูˆَู†َّูƒُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِุดَูŠْุกٍ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّูŠْุฏِ ุชَู†َุงู„ُู‡ُ ุฃَูŠْุฏِูŠูƒُู…ْ ูˆَุฑِู…َุงุญُูƒُู…ْ ู„ِูŠَุนْู„َู…َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…َู†ْ ูŠَุฎَุงูُู‡ُ ุจِุงู„ْุบَูŠْุจِ ูَู…َู†ِ ุงุนْุชَุฏَู‰ ุจَุนْุฏَ ุฐَู„ِูƒَ ูَู„َู‡ُ ุนَุฐَุงุจٌ ุฃَู„ِูŠู…ٌ

๐Ÿƒ Wahai orang-orang yang beriman, sungguh Allah akan menguji kalian dengan sesuatu dari binatang buruan yang bisa kalian ambil dengan tangan atau tombak kalian, agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada Allah dalam kesendirian. Barangsiapa yang bersikap melampaui batas setelah itu maka baginya adzab yang pedih (Q.S al-Maaidah ayat 94).
TAFSIR AL-QUR'AN, [19.01.17 09:59]
[Forwarded from Al-istiqomah]
Allah menguji Bani Israil dengan larangan memancing atau menjala ikan di hari Sabtu. Allah jadikan di hari Sabtu sangat berlimpah ikan yang mudah didapat sedangkan di luar hari Sabtu, sulit sekali mendapatkan ikan. Hal itu sebagai ujian bagi Allah. Tapi justru Allah beri kemudahan bagi yang ingin mendapatkan kenikmatan dunia dengan melanggar perintah Allah itu sebagai ujian. Sebagaimana disebutkan dalam surat al-A’raaf ayat 163-167:

ูˆَุงุณْุฃَู„ْู‡ُู…ْ ุนَู†ِ ุงู„ْู‚َุฑْูŠَุฉِ ุงู„َّุชِูŠ ูƒَุงู†َุชْ ุญَุงุถِุฑَุฉَ ุงู„ْุจَุญْุฑِ ุฅِุฐْ ูŠَุนْุฏُูˆู†َ ูِูŠ ุงู„ุณَّุจْุชِ ุฅِุฐْ ุชَุฃْุชِูŠู‡ِู…ْ ุญِูŠุชَุงู†ُู‡ُู…ْ ูŠَูˆْู…َ ุณَุจْุชِู‡ِู…ْ ุดُุฑَّุนًุง ูˆَูŠَูˆْู…َ ู„َุง ูŠَุณْุจِุชُูˆู†َ ู„َุง ุชَุฃْุชِูŠู‡ِู…ْ ูƒَุฐَู„ِูƒَ ู†َุจْู„ُูˆู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَูْุณُู‚ُูˆู†َ (163) ูˆَุฅِุฐْ ู‚َุงู„َุชْ ุฃُู…َّุฉٌ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ู„ِู…َ ุชَุนِุธُูˆู†َ ู‚َูˆْู…ًุง ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ُู‡ْู„ِูƒُู‡ُู…ْ ุฃَูˆْ ู…ُุนَุฐِّุจُู‡ُู…ْ ุนَุฐَุงุจًุง ุดَุฏِูŠุฏًุง ู‚َุงู„ُูˆุง ู…َุนْุฐِุฑَุฉً ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّูƒُู…ْ ูˆَู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠَุชَّู‚ُูˆู†َ (164) ูَู„َู…َّุง ู†َุณُูˆุง ู…َุง ุฐُูƒِّุฑُูˆุง ุจِู‡ِ ุฃَู†ْุฌَูŠْู†َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ุณُّูˆุกِ ูˆَุฃَุฎَุฐْู†َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุธَู„َู…ُูˆุง ุจِุนَุฐَุงุจٍ ุจَุฆِูŠุณٍ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَูْุณُู‚ُูˆู†َ (165) ูَู„َู…َّุง ุนَุชَูˆْุง ุนَู†ْ ู…َุง ู†ُู‡ُูˆุง ุนَู†ْู‡ُ ู‚ُู„ْู†َุง ู„َู‡ُู…ْ ูƒُูˆู†ُูˆุง ู‚ِุฑَุฏَุฉً ุฎَุงุณِุฆِูŠู†َ (166)

๐Ÿƒ dan tanyakanlah kepada mereka (Bani Israil) tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kalian menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengadzab mereka dengan adzab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Rabb kalian, dan supaya mereka bertakwa. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang dzhalim siksaan keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasiq. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kalian kera yang hina”(Q.S al-A’raaf ayat 163-166).

๐Ÿ”บ Makna ucapan: wa hum lahum jundum muhdoruun (dan mereka menjadi tentara bagi mereka yang dihadirkan). Artinya, para penyembah berhala itu akan marah dan selalu membela pihak-pihak yang ingin mengganggu berhala mereka saat di dunia, padahal berhala-berhala itu tidak bisa memberikan manfaat atau menolak dan menghilangkan bahaya/ kemudharatan bagi mereka di dunia dan di akhirat, dan mereka akan dihadirkan di anNaar. Ini adalah pendapat dari Qotadah dan al-Hasan al-Bashri yang dipilih oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

TAFSIR SURAT YAASIN

 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-74 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ ูˆุงุชَّุฎَุฐُูˆุง ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุขَู„ِู‡َุฉً ู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠُู†ْุตَุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan mereka menjadikan selain Allah sebagai sesembahan-sesembahan agar mereka mendapatkan pertolongan.

☝️ Sedemikian banyak nikmat Allah ‘Azza Wa Jalla yang dikaruniakan kepada manusia, namun banyak manusia yang tidak bersyukur.

๐Ÿ’ฅ Tindakan kufur nikmat yang terbesar adalah berbuat syirik terhadap Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang telah menganugerahkan berlimpah nikmat untuk mereka. Mereka berbuat kesyirikan dengan tujuan untuk mendapat pertolongan.

๐ŸŒป Al-Imam al-Mahally menjelaskan maksud tujuan mendapatkan pertolongan itu adalah bahwa orang-orang musyrikin itu menyangka bahwa sesembahan-sesembahan itu bisa memberi syafaat kepada mereka agar tidak ditimpa adzab Allah (Tafsir al-Jalalain).

๐Ÿ’ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menambahkan, bahwa selain dijadikan sebagai pemberi syafaat agar tidak terkena adzab Allah, sesembahan-sesembahan itu juga diagungkan untuk mendapat kemenangan dalam pertempuran.

๐Ÿ”– Seperti ucapan Abu Sufyan saat selesai perang Uhud:

ุฃُุนْู„ُ ู‡ُุจَู„ْ ุฃُุนْู„ُ ู‡ُุจَู„ْ

๐Ÿƒ Tinggikanlah Hubal, Tinggikanlah Hubal.

๐ŸŒท Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan para Sahabatnya untuk menjawab seruan itu dengan menyatakan:

ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุนْู„َู‰ ูˆَุฃَุฌَู„ُّ

๐Ÿƒ Allahlah Yang Paling Tinggi dan Paling Mulya (H.R al-Bukhari dari al-Baro’ bin ‘Aazib).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

TAFSIR SURAT YAASIN


 TAFSIR SURAT YAASIN

๐Ÿ“– Ayat Ke-73 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ ูˆู„َู‡ُู…ْ ูِูŠู‡َุง ู…َู†َุงูِุนُ ูˆَู…َุดَุงุฑِุจُ ุฃَูَู„َุง ูŠَุดْูƒُุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Artinya: dan bagi mereka padanya terdapat manfaat-manfaat (lain) dan untuk diminum. Tidakkah mereka bersyukur?

๐Ÿ’ˆ Hewan-hewan ternak itu tidak hanya sekedar bisa dikendarai dan dimakan, namun terdapat manfaat lain bagi manusia yang seharusnya disikapi dengan syukur kepada Allah atas nikmat tersebut.

๐Ÿ”‹ Sangat banyak manfaat-manfaat yang lain selain dikendarai dan dimakan. Orang-orang di masa dulu juga memanfaatkan kulit binatang ternak untuk rumah/ tempat berteduh.

ูˆَุฌَุนَู„َ ู„َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฌُู„ُูˆุฏِ ุงู„ْุฃَู†ْุนَุงู…ِ ุจُูŠُูˆุชًุง

๐Ÿƒ…Dan Dia menjadikan untuk kalian rumah dari kulit binatang ternak…(Q.S anNahl ayat 80).

⏳ Hingga saat ini terdapat banyak manfaat dari kulit binatang seperti sapi, yang kulitnya dipakai untuk berbagai keperluan seperti jaket, sabuk, tas, sepatu, dompet, dan semisalnya. Produk gelatin yang berasal dari olahan kimiawi bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti krim rambut, salep, ataupun selaput kapsul pada obat.

๐ŸŽ› Sungguh sangat banyak manfaat yang bisa didapatkan dari binatang ternak tersebut. Hanya Allah saja yang bisa menghitungnya.

๐Ÿ’ก Dalam ayat ini juga Allah menyebutkan manfaat minuman dari binatang ternak. Bisa berupa susu : susu unta, susu sapi, susu kambing. Bahkan, kencing unta juga bisa digunakan sebagai obat penyakit tertentu dan itu halal.

๐ŸŒท Sebagaimana Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah menganjurkan orang-orang dari Uraynah yang sakit ketika di Madinah untuk meminum susu dan kencing unta.

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุฃَู†َّ ู†َุงุณًุง ู…ِู†ْ ุนُุฑَูŠْู†َุฉَ ุงุฌْุชَูˆَูˆْุง ุงู„ْู…َุฏِูŠู†َุฉَ ูَุฑَุฎَّุตَ ู„َู‡ُู…ْ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَู†ْ ูŠَุฃْุชُูˆุง ุฅِุจِู„َ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุฉِ ูَูŠَุดْุฑَุจُูˆุง ู…ِู†ْ ุฃَู„ْุจَุงู†ِู‡َุง ูˆَุฃَุจْูˆَุงู„ِู‡َุง

๐Ÿƒ Dari Anas radhiyallaahu ‘anhu bahwa orang-orang dari Uraiynah mengalami sakit akibat cuaca di Madinah. Maka Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan kepada mereka untuk mendatangi unta shodaqoh kemudian minum dari susu dan kencing unta tersebut (H.R alBukhari – Muslim).
======

๐Ÿ’ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).

๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN


TAFSIR SURAT YAASIN

๐Ÿ“– Ayat Ke-72 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ.ูˆَุฐَู„َّู„ْู†َุงู‡َุง ู„َู‡ُู…ْ ูَู…ِู†ْู‡َุง ุฑَูƒُูˆุจُู‡ُู…ْ ูˆَู…ِู†ْู‡َุง ูŠَุฃْูƒُู„ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan Kami jinakkan (hewan ternak itu) untuk mereka (manusia), sehingga di antaranya ada yang mereka kendarai, dan sebagian di antaranya ada yang mereka makan.

☝️ Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa Allahlah yang menjinakkan hewan-hewan ternak yang besar itu untuk manusia. Sehingga unta yang besar, mudah dikendalikan oleh seorang anak yang kecil. Padahal dari sisi postur tubuh, dibandingkan orang dewasa saja, hewan tersebut jauh lebih besar. Tapi hewan yang besar itu ditundukkan oleh Allah agar manusia mudah memanfaatkannya.

๐Ÿ’ก Karena itu, dalam doa yang dituntunkan Nabi untuk dibaca bagi orang yang mengendarai kendaraan baik berupa hewan tunggangan atau yang lainnya, terdapat pernyataan:

ุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„َّุฐِูŠ ุณَุฎَّุฑَ ู„َู†َุง ู‡َุฐَุง ูˆَู…َุง ูƒُู†َّุง ู„َู‡ُ ู…ُู‚ْุฑِู†ِูŠู†َ ูˆَุฅِู†َّุง ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّู†َุง ู„َู…ُู†ْู‚َู„ِุจُูˆู†َ

๐Ÿƒ Maha Suci Allah Yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini, dan kami tidaklah mampu mengendalikannya (kecuali atas kemudahan dari Allah), dan sesungguhnya kami sungguh akan kembali kepada Rabb kami (H.R Muslim dari Ibnu Umar).

๐Ÿ”ต Kata muqriniina artinya adalah mampu/kuat mengendalikan. Sebagian Ahli bahasa mengatakan muqriniina adalah sepadan atau sebanding. Sesungguhnya binatang tersebut tidaklah sepadan kekuatannya dengan kita, dan kita tidaklah mampu mengendalikannya jika Allah tidak menundukkannya untuk kita. Dan dalam doa naik kendaraan tersebut, kita mengakui bahwa kita tidak mampu menundukkannya dengan kekuatan kita sendiri.

๐Ÿ”‹ Disebutkan dalam Tafsir al-Qurthubiy pada surat az-Zukhruf ayat 13, kisah tentang beberapa orang Arab yang akan berangkat safar naik kendaraan unta. Sebelum berangkat, saat naik unta-unta mereka mayoritas anggota rombongan itu membaca doa tersebut yang di dalamnya terdapat pernyataan: wa maa kunnaa lahuu muqriniina…(dan kami tidak punya kemampuan untuk mengendalikannya). Tapi ada satu orang yang menaiki unta yang sangat kurus. Karena kurusnya, unta itu sulit bergerak. Orang tersebut justru merasa percaya diri hingga tidak membaca doa itu, tapi justru berkata: Amma anaa fa inni li haadza lamuqrin (kalau aku, menghadapi unta (kurus) ini aku sangat bisa mengendalikannya) . Tiba-tiba unta itu bergerak cepat dan laki-laki itu jatuh hingga lehernya terinjak oleh unta.

๐Ÿ”– Dalam ayat ini, Allah mengingatkan nikmat dijinakkannya binatang ternak untuk kemaslahatan manusia. Yang disebut dalam ayat ini adalah manusia bisa memanfaatkannya untuk dikendarai dan dagingnya dimakan.

๐ŸŽ Ada hewan-hewan yang bisa dikendarai sekaligus dagingnya dimakan seperti unta. Ada yang dagingnya halal dimakan tidak bisa dikendarai seperti domba, dan ada juga yang bisa dikendarai tapi dagingnya tidak halal dimakan, seperti keledai jinak, bighal (peranakan kuda dengan keledai), gajah.
======

๐Ÿ’ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).

๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

Tafsir al qur an surat yaasin ayat 71

SETAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-71
 ุฃูˆَู„َู…ْ ูŠَุฑَูˆْุง ุฃَู†َّุง ุฎَู„َู‚ْู†َุง ู„َู‡ُู…ْ ู…ِู…َّุง ุนَู…ِู„َุชْ ุฃَูŠْุฏِูŠู†َุง ุฃَู†ْุนَุงู…ًุง ูَู‡ُู…ْ ู„َู‡َุง ู…َุงู„ِูƒُูˆู†َ
 Arti Kalimat: Tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan untuk mereka (makhluk) yang diperbuat oleh Tangan Kami yaitu binatang ternak yang mereka miliki (kuasai).
☝️ Dalam ayat ini Allah mengingatkan salah satu dari sekian banyak nikmatNya kepada manusia. Dia ciptakan binatang ternak yang bisa dimiliki (dikuasai) oleh manusia.
 Kalimat : mimmaa ‘amilat aydiina (yang diperbuat Tangan Kami) menunjukkan penetapan Tangan bagi Allah, sebagaimana akidah Ahlussunnah. Kita menetapkan bahwa Allah memiliki Tangan, sebagaimana dalil-dalil lain yang sangat banyak dari al-Quran dan hadits Nabi yang shahih. Kita tetapkan sifat tersebut sesuai dengan kemulyaan dan kesempurnaan Allah, tidak sama dengan makhluk apapun, dan tidak kita ketahui kaifiyatNya. Kita tidak menolak penisbatan Sifat tersebut, tidak pula mencari-cari makna lain yang tidak Allah turunkan hujjah kepada kita dalam hal itu.
 Jika dalam ayat-ayat al-Quran maupun dalam hadits-hadits yang shahih dinyatakan bahwa Allah memiliki Tangan, kita beriman bahwa Allah memiliki Tangan secara hakiki sesuai dengan kesempurnaan dan kemulyaanNya. Tangan tersebut tidak sama dengan tangan makhluk manapun. Kita juga tidak boleh memikirkan atau menanyakan seperti apa atau bagaimana Tangan Allah itu. Tidak boleh kita cari-cari makna lain untuk menolak penetapan Tangan tersebut, kemudian menganggap bahwa maksud dari ‘Tangan’ dalam ayat atau hadits itu adalah ‘kekuatan’ bukan tangan yang sebenarnya.
 Mari kita simak akidah dari Ulama’ Ahlul Hadits, sebagai contoh al-Imam atTirmidzi (salah seorang murid al-Imam al-Bukhari). Beliau meriwayatkan hadits berikut dalam kitab Sunan atTirmidzi no 598:
ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَู‚ْุจَู„ُ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุฉَ ูˆَูŠَุฃْุฎُุฐُู‡َุง ุจِูŠَู…ِูŠู†ِู‡ِ ูَูŠُุฑَุจِّูŠู‡َุง ู„ِุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ูƒَู…َุง ูŠُุฑَุจِّูŠ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ู…ُู‡ْุฑَู‡ُ ุญَุชَّู‰ ุฅِู†َّ ุงู„ู„ُّู‚ْู…َุฉَ ู„َุชَุตِูŠุฑُ ู…ِุซْู„َ ุฃُุญُุฏٍ ูˆَุชَุตْุฏِูŠู‚ُ ุฐَู„ِูƒَ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ { ุฃَู„َู…ْ ูŠَุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู‡ُูˆَ ูŠَู‚ْุจَู„ُ ุงู„ุชَّูˆْุจَุฉَ ุนَู†ْ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ ูˆَูŠَุฃْุฎُุฐُ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุงุชِ } ูˆَ { ูŠَู…ْุญَู‚ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุฑِّุจَุง ูˆَูŠُุฑْุจِูŠ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุงุชِ }
 Sesungguhnya Allah menerima shodaqoh dengan Tangan Kanannya kemudian Allah tumbuhkan untuk salah seorang dari kalian sebagaimana kalian memelihara kuda kecil (hingga menjadi besar). Sampai-sampai (shodaqoh) sesuap (makanan) akan terus membesar hingga sebesar gunung Uhud. Bukti pembenaran hal itu dalam al-Quran adalah :
ุฃَู„َู…ْ ูŠَุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู‡ُูˆَ ูŠَู‚ْุจَู„ُ ุงู„ุชَّูˆْุจَุฉَ ุนَู†ْ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ ูˆَูŠَุฃْุฎُุฐُ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุงุชِ
 Tidakkah kalian tahu bahwasanya Allah menerima taubat dari hambaNya dan mengambil shodaqoh-shodaqoh (Q.S atTaubah:104).
ูŠَู…ْุญَู‚ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุฑِّุจَุง ูˆَูŠُุฑْุจِูŠ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุงุชِ
 Allah membinasakan riba dan menumbuhkan shodaqoh-shodaqoh (Q.S al-Baqoroh: 276).
(H.R atTirmidzi no 598).
 Selanjutnya, al-Imam atTirmidzi menyatakan:
TAFSIR AL-QUR'AN:
ูˆَู‚َุฏْ ู‚َุงู„َ ุบَูŠْุฑُ ูˆَุงุญِุฏٍ ู…ِู†ْ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ ูِูŠ ู‡َุฐَุง ุงู„ْุญَุฏِูŠุซِ ูˆَู…َุง ูŠُุดْุจِู‡ُ ู‡َุฐَุง ู…ِู†ْ ุงู„ุฑِّูˆَุงูŠَุงุชِ ู…ِู†ْ ุงู„ุตِّูَุงุชِ ูˆَู†ُุฒُูˆู„ِ ุงู„ุฑَّุจِّ ุชَุจَุงุฑَูƒَ ูˆَุชَุนَุงู„َู‰ ูƒُู„َّ ู„َูŠْู„َุฉٍ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู‚َุงู„ُูˆุง ู‚َุฏْ ุชَุซْุจُุชُ ุงู„ุฑِّูˆَุงูŠَุงุชُ ูِูŠ ู‡َุฐَุง ูˆَูŠُุคْู…َู†ُ ุจِู‡َุง ูˆَู„َุง ูŠُุชَูˆَู‡َّู…ُ ูˆَู„َุง ูŠُู‚َุงู„ُ ูƒَูŠْูَ ู‡َูƒَุฐَุง ุฑُูˆِูŠَ ุนَู†ْ ู…َุงู„ِูƒٍ ูˆَุณُูْูŠَุงู†َ ุจْู†ِ ุนُูŠَูŠْู†َุฉَ ูˆَุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุงู„ْู…ُุจَุงุฑَูƒِ ุฃَู†َّู‡ُู…ْ ู‚َุงู„ُูˆุง ูِูŠ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุฃَุญَุงุฏِูŠุซِ ุฃَู…ِุฑُّูˆู‡َุง ุจِู„َุง ูƒَูŠْูٍ ูˆَู‡َูƒَุฐَุง ู‚َูˆْู„ُ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ ู…ِู†ْ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ุณُّู†َّุฉِ ูˆَุงู„ْุฌَู…َุงุนَุฉِ ูˆَุฃَู…َّุง ุงู„ْุฌَู‡ْู…ِูŠَّุฉُ ูَุฃَู†ْูƒَุฑَุชْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ุฑِّูˆَุงูŠَุงุชِ ูˆَู‚َุงู„ُูˆุง ู‡َุฐَุง ุชَุดْุจِูŠู‡ٌ ูˆَู‚َุฏْ ุฐَูƒَุฑَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ูِูŠ ุบَูŠْุฑِ ู…َูˆْุถِุนٍ ู…ِู†ْ ูƒِุชَุงุจู‡ِ ุงู„ْูŠَุฏَ ูˆَุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุจَุตَุฑَ ูَุชَุฃَูˆَّู„َุชْ ุงู„ْุฌَู‡ْู…ِูŠَّุฉُ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุขูŠَุงุชِ ูَูَุณَّุฑُูˆู‡َุง ุนَู„َู‰ ุบَูŠْุฑِ ู…َุง ูَุณَّุฑَ ุฃَู‡ْู„ُ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ ูˆَู‚َุงู„ُูˆุง ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َู…ْ ูŠَุฎْู„ُู‚ْ ุขุฏَู…َ ุจِูŠَุฏِู‡ِ ูˆَู‚َุงู„ُูˆุง ุฅِู†َّ ู…َุนْู†َู‰ ุงู„ْูŠَุฏِ ู‡َุงู‡ُู†َุง ุงู„ْู‚ُูˆَّุฉُ ูˆ ู‚َุงู„َ ุฅِุณْุญَู‚ُ ุจْู†ُ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ุฅِู†َّู…َุง ูŠَูƒُูˆู†ُ ุงู„ุชَّุดْุจِูŠู‡ُ ุฅِุฐَุง ู‚َุงู„َ ูŠَุฏٌ ูƒَูŠَุฏٍ ุฃَูˆْ ู…ِุซْู„ُ ูŠَุฏٍ ุฃَูˆْ ุณَู…ْุนٌ ูƒَุณَู…ْุนٍ ุฃَูˆْ ู…ِุซْู„ُ ุณَู…ْุนٍ ูَุฅِุฐَุง ู‚َุงู„َ ุณَู…ْุนٌ ูƒَุณَ
ู…ْุนٍ ุฃَูˆْ ู…ِุซْู„ُ ุณَู…ْุนٍ ูَู‡َุฐَุง ุงู„ุชَّุดْุจِูŠู‡ُ ูˆَุฃَู…َّุง ุฅِุฐَุง ู‚َุงู„َ ูƒَู…َุง ู‚َุงู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ูŠَุฏٌ ูˆَุณَู…ْุนٌ ูˆَุจَุตَุฑٌ ูˆَู„َุง ูŠَู‚ُูˆู„ُ ูƒَูŠْูَ ูˆَู„َุง ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู…ِุซْู„ُ ุณَู…ْุนٍ ูˆَู„َุง ูƒَุณَู…ْุนٍ ูَู‡َุฐَุง ู„َุง ูŠَูƒُูˆู†ُ ุชَุดْุจِูŠู‡ًุง ูˆَู‡ُูˆَ ูƒَู…َุง ู‚َุงู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจู‡ِ { ู„َูŠْุณَ ูƒَู…ِุซْู„ِู‡ِ ุดَูŠْุกٌ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠุนُ ุงู„ْุจَุตِูŠุฑُ }
 Lebih dari 1 Ulama menyikapi hadits ini maupun hadits lain yang semisal dengan ini berupa periwayatan tentang Sifat-Sifat dan Turunnya Allah Ta’ala pada tiap malam ke langit dunia, mereka berkata: Riwayat-riwayat tentang ini adalah sah, wajib diimani, tidak boleh dipersangkakan atau dikatakan : ‘Bagaimana?’. Demikianlah yang diriwayatkan dari Malik, Sufyan bin Uyainah, Abdullah bin alMubarok, bahwasanya mereka menyatakan tentang hadits-hadits semacam ini: Tetapkanlah tanpa bertanya ‘bagaimana’. Demikian juga ucapan para Ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Adapun al-Jahmiyyah, mereka mengingkari riwayat-riwayat ini dan berkata: Ini adalah tasybih (penyerupaan Allah dengan makhluk). Padahal Allah telah menyebutkan tidak hanya di satu tempat dalam KitabNya (tentang) Tangan, Pendengaran, Penglihatan. Al-Jahmiyyah menakwilkan ayat-ayat ini kemudian menafsirkan dengan penafsiran yang berbeda dengan penafsiran para Ulama. Mereka (al-Jahmiyyah) berkata: Sesungguhnya Allah tidaklah menciptakan Adam dengan TanganNya. Mereka (al-Jahmiyyah) berkata: Sesungguhnya makna ‘tangan’ di sini adalah ‘kekuatan’. Ishaq bin Ibrahim (salah seorang guru al-Bukhari) menyatakan: Tasybih adalah jika seseorang berkata Tangan (Allah) seperti tangan (makhluk), Pendengaran (Allah) seperti pendengaran (makhluk). Jika seseorang menyatakan: Pendengaran (Allah) seperti pendengaran (makhluk), maka ini adalah tasybih (penyerupaan). Namun jika seseorang berkata sebagaimana perkataan Allah: Tangan, Pendengaran, Penglihatan, dan dia tidak menyatakan ‘bagaimana’, tidak juga menyamakan Pendengaran (Alla) seperti pendengaran (makhluk), maka ini bukanlah tasybih. Itu adalah seperti yang disabdakan Allah Ta’ala dalam KitabNya:
ู„َูŠْุณَ ูƒَู…ِุซْู„ِู‡ِ ุดَูŠْุกٌ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠุนُ ุงู„ْุจَุตِูŠุฑُ
 Tidak ada sesuatupun yang semisal denganNya, sedangkan Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Q.S asy-Syuuro:11). (Sunan atTirmidzi no riwayat 598 (3/71)).
 Bukanlah artinya Allah menciptakan binatang ternak itu dengan Tangan Allah langsung, karena kalau demikian niscaya Allah akan menyatakan : kholaqnaa lahum bi aydiinaa.
 Hanya 4 makhluk yang Allah ciptakan langsung dengan TanganNya, sebagaimana ucapan Sahabat Nabi Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu:
ุฎَู„َู‚َ ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَุฑْุจَุนَุฉَ ุฃَุดْูŠَุงุกَ ุจِูŠَุฏِู‡ِ : ุงู„ْุนَุฑْุดَ ูˆَุงู„ْู‚َู„َู…َ ูˆَุขุฏَู…َ ูˆَุฌَู†َّุฉَ ุนَุฏْู†ٍ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ู„ِุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ْุฎَู„ْู‚ِ : ูƒُู†ْ ูَูƒَุงู†َ
 Allah menciptakan 4 hal dengan TanganNya: Arsy, pena, Adam, dan Jannah ‘Adn kemudian Allah berfirman untuk semua penciptaan lain: Kun (jadilah) maka jadilah (riwayat ad-Daarimiy dan dishahihkan Syaikh al-Albaniy dalam Mukhtashar al-Uluw).TAFSIR AL-QUR'AN:
 Namun pengibaratan tersebut adalah penisbatan suatu perbuatan kepada pelakunya, dan telah Allah jelaskan bahwa Dia yang menciptakan, dengan firmanNya: kholaqnaa.
 Dalam bahasa Arab, pengibaratan istilah untuk menyatakan : “dikerjakan oleh pelaku” adalah dengan “dilakukan oleh tangan pelaku”. Sebagaimana dalam ayat berikut ini:
ูˆَู…َุง ุฃَุตَุงุจَูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู…ُุตِูŠุจَุฉٍ ูَุจِู…َุง ูƒَุณَุจَุชْ ุฃَูŠْุฏِูŠูƒُู…ْ
 dan segala sesuatu (musibah) yang menimpa kalian adalah disebabkan perbuatan tangan-tangan kalian… (Q.S asy-Syuura ayat 30).
ุธَู‡َุฑَ ุงู„ْูَุณَุงุฏُ ูِูŠ ุงู„ْุจَุฑِّ ูˆَุงู„ْุจَุญْุฑِ ุจِู…َุง ูƒَุณَุจَุชْ ุฃَูŠْุฏِูŠ ุงู„ู†َّุงุณِ ู„ِูŠُุฐِูŠู‚َู‡ُู…ْ ุจَุนْุถَ ุงู„َّุฐِูŠ ุนَู…ِู„ُูˆุง ู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠَุฑْุฌِุนُูˆู†َ
 Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan perbuatan tangan-tangan manusia, agar Allah menjadikan mereka merasakan (akibat) sebagian perbuatan mereka (manusia) agar mereka kembali (ke jalan yang benar)(Q.S arRuum ayat 41).
 Pada kedua ayat tersebut, penyebutan perbuatan pelaku disebut dengan: perbuatan tangan-nya. Meskipun bisa saja kerusakan atau perbuatan yang dilakukan tidaklah dilakukan tangan langsung.
======
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah;

Tafsir alqur an surat yaasin ayat 70

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-70
 ู„ูŠُู†ْุฐِุฑَ ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุญَูŠًّุง ูˆَูŠَุญِู‚َّ ุงู„ْู‚َูˆْู„ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْูƒَุงูِุฑِูŠู†َ
 Arti Kalimat: Agar dia memberi peringatan bagi orang yang hidup dan tetaplah ucapan (adzab) bagi kaum kafir.
☝️ Allah turunkan al-Quran ini kepada Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam agar beliau memberikan peringatan kepada setiap yang hidup di muka bumi.
 (disarikan dari Tafsir Ibn Katsir).
 Al-Quran ini diturunkan untuk memberi peringatan kepada yang hidup. Namun, kebanyakan saudara kita banyak membacakan surat Yaasin yang di dalamnya terdapat ayat ini dikhususkan untuk orang yang sudah meninggal, bukan orang yang masih hidup.
 Terdapat beberapa hadits yang menunjukkan keutamaan membacakan surat Yaasin pada orang yang sudah meninggal, namun berkisar pada hadits-hadits yang lemah atau palsu menurut penelitian yang benar dari Ulama Ahlul Hadits.
 Di antaranya adalah hadits-hadits lemah/ palsu itu adalah :
ู…َุง ู…ِู†ْ ู…َูŠِّุชٍ ูŠَู…ُูˆْุชُ ، ูَูŠُู‚ْุฑَุฃُ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ุณُูˆْุฑَุฉُ (ูŠَุณٍ) ؛ ุฅِู„َّุง ู‡َูˆَّู†َ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ุนَู„َูŠْู‡ِ
 Tidaklah ada suatu mayit yang dibacakan di sisinya surat Yaasin kecuali Allah Azza Wa Jalla akan meringankan (siksa) terhadapnya (H.R ad-Dailamiy).
 Di dalam sanad hadits tersebut terdapat perawi yang bernama Marwan bin Salim. Al-Imam Ahmad dan anNasaai menyatakan bahwa ia tidaklah terpercaya. Sedangkan as-Saajiy dan Abu ‘Aruubah menyatakan bahwa ia suka memalsukan hadits.
⚫️ Contoh hadits lain yang lemah/ palsu tentang keutamaan membaca surat Yaasin terhadap orang yang sudah meninggal:
ู…َู†ْ ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْู…َู‚َุงุจِุฑَ ูَู‚َุฑَุฃَ ุณُูˆْุฑَุฉَ ูŠุณ ุฎُูِّูَ ุนَู†ْู‡ُู…ْ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ، ูˆَูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ุจِุนَุฏَุฏِ ู…َู†ْ ูِูŠْู‡َุง ุญَุณَู†َุงุช
 Barangsiapa yang masuk ke kuburan kemudian membaca surat Yaasin, maka akan diringankan (siksa) untuk mereka pada hari tersebut, dan bagi dia (pembaca) akan mendapatkan kebaikan sebanyak jumlah (penghuni) di sana (diriwayatkan oleh ats-Tsa’labiy dalam Tafsirnya).
 Hadits ini dinyatakan oleh as-Sakhowy –murid al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaaniy- sebagai hadits yang tidak shahih (al-Ajwibah al-Mardhiyyah fiimaa su-ila as-Sakhoowiy ‘anhu minal ahaadits anNabawiyyah(1/170)).
 Demikian juga dengan hadits:
ู…َู†ْ ุฒَุงุฑَ ู‚َุจْุฑَ ูˆَุงู„ِุฏَูŠْู‡ِ ุฃَูˆْ ุฃَุญَุฏِู‡ِู…َุง ูِูŠ ูƒُู„ِّ ูŠَูˆْู…ِ ุฌُู…ْุนَุฉٍ ูَู‚َุฑَุฃَ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ูŠุณ ุบَูَุฑَ ุงู„ู„ู‡ُ ู„َู‡ُ ุจِุนَุฏَุฏِ ูƒُู„ِّ ุญَุฑْูٍ ู…ِู†ْู‡َุง
 Barangsiapa yang berziarah ke kubur kedua orangtuanya atau salah satu darinya pada setiap hari Jumat kemudian membaca surat Yaasin di sisinya, Allah akan mengampuninya sebanyak huruf darinya (H.R Ibnun Najjar dalam Tarikhnya). Al-Munawy menyatakan bahwa sanad hadits ini lemah.
 Ibnu ‘Adi juga menyatakan bahwa hadits dengan sanad ini batil (al-Kaamil fi dhu’afaair Rijaal (5/152)).
 Ada satu hadits terkait membacakan Yaasin terhadap orang yang akan meninggal dunia, yang diperselisihkan oleh para Ulama. Hadits tersebut adalah:
ุงู‚ْุฑَุกُูˆุง (ูŠุณ) ุนَู„َู‰ ู…َูˆْุชَุงูƒُู…ْ
 Bacakanlah Yaasin kepada orang yang akan meninggal (di antara) kalian (H.R Abu Dawud, Ibnu Majah).
 Hadits ini dilemahkan oleh sebagian Ulama, di antaranya al-Imam anNawawiy dalam al-Adzkar menyebutkan kelemahan sanad hadits itu karena adanya 2 perawi yang majhul (tidak dikenal). AdDaraquthny juga menyatakan bahwa hadits ini sanadnya mudhtharib (guncang), matannya majhul, dan tidak sah.
✅ Sebagian Ulama’ menyatakan hadits itu sah, di antaranya Ibnu Hibban meriwayatkannya dalam Shahihnya. Sudah dimaklumi dari kebiasaan Ibnu Hibban yang menganggap tsiqoh perawi yang majhul. Ada sebuah penisbatan kepada Ibnu Hajar al-‘Asqolaaniy bahwa beliau melihat adanya jalur penguat terhadap hadits ini yaitu ketika seorang Sahabat bernama Ghudhaif bin al-Harits akan meninggal dunia, ia bertanya: “Adakah yang bisa membacakan Yaasin”? Kemudian Sholih bin Syuraih as-Sakuuniy membacakan surat Yaasin untuknya. Ketika terbacakan 40-an ayat, Ghudhaif meninggal dunia (disebutkan oleh Ibnul ‘Allan dalam syarh al-Adzkaar).
♻️ Kalaupun hadits ini dianggap sah, maka yang dimaksud dengan mautaakum dalam hadits itu adalah orang yang akan meninggal,TAFSIR AL-QUR'AN:
bukan orang yang sudah meninggal, sebagaimana penjelasan Ibnu Hibban yang meriwayatkan hadits ini.
 
 Ayat ini juga memberikan faidah bahwa al-Quran adalah peringatan yang bermanfaat bagi orang yang hidup hatinya, mau mendengar, memahami, dan mengamalkannya.
 Sedangkan bagi orang-orang kafir yang mati hatinya, yang telah Allah tetapkan ketiadaan taufiq bagi mereka, maka al-Quran adalah hujjah yang akan semakin menenggelamkan mereka dalam kebinasaan
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tafsir surat yaasin ayat 69

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-69
 ูˆู…َุง ุนَู„َّู…ْู†َุงู‡ُ ุงู„ุดِّุนْุฑَ ูˆَู…َุง ูŠَู†ْุจَุบِูŠ ู„َู‡ُ ุฅِู†ْ ู‡ُูˆَ ุฅِู„َّุง ุฐِูƒْุฑٌ ูˆَู‚ُุฑْุขَู†ٌ ู…ُุจِูŠู†ٌ
 Arti Kalimat: dan tidaklah Kami mengajarkan kepadanya (Nabi Muhammad) syair, dan hal itu tidak mungkin baginya. Tidaklah itu melainkan peringatan dan bacaan yang jelas.
☝️ Dalam ayat ini Allah mensucikan Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam dari celaan dan tuduhan orang-orang Musyrikin Quraisy bahwa beliau adalah penyair, bahwa al-Quran adalah untaian syair (Tafsir as-Sa’di).
 Pembelaan Allah dan bantahan bahwa Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam adalah penyair, seperti disebutkan dalam ayat yang lain:
ูˆَู…َุง ู‡ُูˆَ ุจِู‚َูˆْู„ِ ุดَุงุนِุฑٍ ู‚َู„ِูŠู„ًุง ู…َุง ุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ
 Dan bukanlah dia (al-Quran) sebagai ucapan penyair. Sedikit orang yang beriman (Q.S al-Haaqqah ayat 41).
 Keindahan dan mukjizat al-Quran yang luar biasa membuat orang-orang Kafir Quraisy kebingungan dalam menolaknya. Tidak ada satu kalimat yang tegas dalam mendefinisikan apa al-Quran itu di sisi mereka. Kadang kala mereka menyebutnya sebagai sihir, kadangkala sebagai mimpi kosong, kadangkala sebagai ‘suatu yang diada-adakan’, kadangkala sebagai syair.
ุจَู„ْ ู‚َุงู„ُูˆุง ุฃَุถْุบَุงุซُ ุฃَุญْู„َุงู…ٍ ุจَู„ِ ุงูْุชَุฑَุงู‡ُ ุจَู„ْ ู‡ُูˆَ ุดَุงุนِุฑٌ
 Bahkan mereka berkata: Itu adalah mimpi kosong, (sebagian berkata) bahkan itu adalah sesuatu yang diada-adakan, (sebagian lagi berkata): bahkan dia (Muhammad) adalah penyair… (Q.S al-Anbiyaa’ ayat 5). 
 Ejekan dan celaan orang-orang Kafir tersebut bahwa Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam adalah penyair, juga disebutkan dalam ayat yang lain:
ุฃَู…ْ ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ุดَุงุนِุฑٌ ู†َุชَุฑَุจَّุตُ ุจِู‡ِ ุฑَูŠْุจَ ุงู„ْู…َู†ُูˆู†ِ
 Ataukah mereka berkata: (dia) adalah penyair. Kita menunggu datangnya kematiannya (Q.S atThuur ayat 30).
ูˆَูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ุฃَุฆِู†َّุง ู„َุชَุงุฑِูƒُูˆ ุขู„ِู‡َุชِู†َุง ู„ِุดَุงุนِุฑٍ ู…َุฌْู†ُูˆู†ٍ
 dan mereka berkata: Apakah kita akan meninggalkan sesembahan-sesembahan kita karena penyair yang gila? (Q.S as-Shoffaat ayat 36).
 Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam tidak mampu menggubah sendiri suatu syair dengan kesadaran beliau. Jika ada suatu lontaran kalimat yang menyerupai sebuah syair, maka itu adalah ungkapan spontan bukan atas kesadaran dan maksud menyusunnya menjadi sebuah untaian syair. Demikian yang dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. Salah satu ungkapan spontan beliau yang menyerupai syair, adalah :
ุฃَู†َุง ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ู„َุง ูƒَุฐِุจْ ... ุฃَู†َุง ุงุจْู†ُ ุนَุจْุฏِ ุงู„ْู…ُุทَّู„ِุจْ
 Aku adalah Nabi, tidak ada kedustaan….Aku adalah putra Abdul Muththolib (H.R al-Bukhari dan Muslim dari al-Bara’).
 Nabi shollallahu alaihi wasallam tidaklah pernah menggubah untaian syair sendiri dengan kesadarannya, namun beliau bisa saja mempermisalkan keadaan dengan ucapan syair yang dibuat orang lain. Seperti ungkapan syair yang dinisbatkan kepada Abdullah bin Rowahah (sebenarnya itu adalah gubahan Thorfah bin al-‘Abd), beliau pernah mengutipnya.
ุนَู†ْ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ู‚َุงู„َ ู‚ِูŠู„َ ู„َู‡َุง ู‡َู„ْ ูƒَุงู†َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَุชَู…َุซَّู„ُ ุจِุดَูŠْุกٍ ู…ِู†َ ุงู„ุดِّุนْุฑِ ู‚َุงู„َุชْ ูƒَุงู†َ ูŠَุชَู…َุซَّู„ُ ุจِุดِุนْุฑِ ุงุจْู†ِ ุฑَูˆَุงุญَุฉَ ูˆَูŠَุชَู…َุซَّู„ُ ูˆَูŠَู‚ُูˆู„ُ ูˆَูŠَุฃْุชِูŠูƒَ ุจِุงู„ْุฃَุฎْุจَุงุฑِ ู…َู†ْ ู„َู…ْ ุชُุฒَูˆِّุฏِ
 Dari ‘Aisyah -radhiyallahu anha- beliau berkata: Ditanyakan kepada beliau: Apakah Nabi shollallahu alaihi wasallam mempermisalkan sesuatu dengan syair? Aisyah –semoga Allah meridhainya- menjawab: Ya. Beliau pernah membuat permisalan dengan syair Ibnu Rowaahah. Beliau menyatakan:
ูˆَูŠَุฃْุชِูŠูƒَ ุจِุงู„ْุฃَุฎْุจَุงุฑِ ู…َู†ْ ู„َู…ْ ุชُุฒَูˆِّุฏِ
 “dan akan datang membawa kabar kepadamu seseorang yang tidak engkau beri bekal” (H.R atTirmidzi, anNasaai, Ahmad, dan al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan al-Albany).
 Secara asal, isi syair ada yang baik, ada juga yang buruk.
ุงู„ุดِّุนْุฑُ ุจِู…َู†ْุฒِู„َุฉِ ุงู„ْูƒَู„ุงَู…ِ : ุญَุณَู†ُู‡ُ ูƒَุญَุณَู†ِ ุงู„ْูƒَู„ุงَู…ِ ، ูˆَู‚َุจِูŠุญُู‡ُ ูƒَู‚َุจِูŠุญِ ุงู„ْูƒَู„ุงَู…َ
 Syair itu kedudukannya seperti ucapan. Syair yang baik seperti ucapan yang baik. Dan yang buruk seperti ucapan yang buruk (H.R al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan al-Albaniy karena adanya beberapa jalur penguat).
TAFSIR AL-QUR'AN:
✋ Namun, jangan sampai seseorang memenuhi dadanya dengan syair, meski itu syair baik. Jangan sampai mayoritas isi kesibukannya adalah dengan syair, sehingga memalingkannya dari dzikir kepada Allah, ilmu, dan al-Qur’an.
ู„َุฃَู†ْ ูŠَู…ْุชَู„ِุฆَ ุฌَูˆْูُ ุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ู‚َูŠْุญًุง ุฎَูŠْุฑٌ ู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْ ูŠَู…ْุชَู„ِุฆَ ุดِุนْุฑًุง
 Seandainya seseorang memenuhkan isi rongganya dengan nanah, itu lebih baik baginya dibandingkan memenuhinya dengan syair (H.R al-Bukhari dari Ibnu Umar).
 Hadits tersebut dikemukakan al-Imam al-Bukhari dalam Bab berjudul: Maa yukrohu an yakuunal ghoolib ‘alal Insaan asy-Syi’r hatta yashuddahu ‘an dzikrillah wal ‘ilm wal Qur’aan yang artinya: Dibencinya seseorang yang mayoritas waktunya adalah dengan syair hingga menghalanginya dari dzikir kepada Allah, ilmu, dan al-Qur’an.
 Ucapan maa yanbaghii secara asal dalam bahasa Arab sering diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai ‘tidak seyogyanya’ atau ‘tidak semestinya’. Namun, dalam penyebutan al-Quran, hal itu artinya tidak mungkin. Sebagaimana dalam firman Allah:
ูˆَู…َุง ูŠَู†ْุจَุบِูŠ ู„ِู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุฃَู†ْ ูŠَุชَّุฎِุฐَ ูˆَู„َุฏًุง
 Dan tidak mungkin arRahman mengambil (mempunyai) anak (Q.S Maryam ayat 92) (faidah penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).
 Tidaklah al-Quran itu kecuali adalah peringatan, yaitu pemberi nasehat, dan bacaan yang jelas, yang berisi kewajiban-kewajiban, batasan-batasan, dan hukum-hukum (Tafsir al-Baghowy).
 Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan makna al-Qur’an sebagai dzikir dalam beberapa makna:
▶️ Pertama, sebagai nasehat (sebagaimana yang dijelaskan oleh kebanyakan Ahlut Tafsir).
⏩ Kedua, al-Quran adalah sebaik-baik dzikir yang digunakan untuk mengingat Allah.
➡️ Ketiga, al-Quran adalah kemulyaan bagi orang yang menegakkan dan mengamalkannya. Sebagaimana disebutkan dalam ayat:
ูˆَุฅِู†َّู‡ُ ู„َุฐِูƒْุฑٌ ู„َูƒَ ูˆَู„ِู‚َูˆْู…ِูƒَ ูˆَุณَูˆْูَ ุชُุณْุฃَู„ُูˆู†َ
 Dan sesungguhnya dia (al-Quran) adalah kemulyaan bagimu dan kaummu, dan kalian akan ditanya nanti (Q.S az-Zukhruf ayat 44).
 Salah satu dalil yang menunjukkan bahwa al-Quran adalah sebaik-baik dzikir:
ุฃَูْุถَู„ُ ุงู„ْูƒَู„َุงู…ِ ุจَุนْุฏَ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุฃَุฑْุจَุนٌ ูˆَู‡ِูŠَ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ู„َุง ูŠَุถُุฑُّูƒَ ุจِุฃَูŠِّู‡ِู†َّ ุจَุฏَุฃْุชَ ุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ูˆَู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ
 Ucapan yang paling utama setelah al-Quran ada 4, dan itu adalah bagian dari al-Quran. Tidak memudharatkanmu dari mana saja engkau memulai: Subhaanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallaahu Allaahu Akbar (H.R Ahmad, dinyatakan oleh al-Haytsamiy bahwa rijaalnya adalah rijaal as-Shahih).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tafsir surat yaasin ayat 68

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-68
 ูˆู…َู†ْ ู†ُุนَู…ِّุฑْู‡ُ ู†ُู†َูƒِّุณْู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْุฎَู„ْู‚ِ ุฃَูَู„َุง ูŠَุนْู‚ِู„ُูˆู†َ
 Arti Kalimat: dan barangsiapa yang Kami beri umur panjang, Kami kurangi (kesempurnaan) bentuk penciptaannya, tidakkah mereka berpikir?
☝️ Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa semakin panjang umur manusia di dunia, ia akan berangsur-angsur mengalami penurunan kekuatan baik dalam fisik, pikiran, atau hafalannya. Maka hendaknya seseorang segera mempergunakan kesempatan sebaik-baiknya dalam beribadah kepada Allah saat tubuhnya masih kuat, pikirannya masih prima, sebelum datangnya kondisi lemah tersebut.
 Allah menjelaskan dalam ayat yang lain :
ูˆَู…ِู†ْูƒُู…ْ ู…َู†ْ ูŠُุฑَุฏُّ ุฅِู„َู‰ ุฃَุฑْุฐَู„ِ ุงู„ْุนُู…ُุฑِ ู„ِูƒَูŠْู„َุง ูŠَุนْู„َู…َ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِ ุนِู„ْู…ٍ ุดَูŠْุฆًุง
 Dan di antara kalian ada yang dikembalikan ke usia yang paling rendah, agar mereka menjadi tidak tahu sama sekali setelah sebelumnya mengetahui (Q.S al-Hajj ayat 5).
ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุถَุนْูٍ ุซُู…َّ ุฌَุนَู„َ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِ ุถَุนْูٍ ู‚ُูˆَّุฉً ุซُู…َّ ุฌَุนَู„َ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِ ู‚ُูˆَّุฉٍ ุถَุนْูًุง ูˆَุดَูŠْุจَุฉً ูŠَุฎْู„ُู‚ُ ู…َุง ูŠَุดَุงุกُ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุนَู„ِูŠู…ُ ุงู„ْู‚َุฏِูŠุฑُ
 Allahlah yang menciptakan kalian dari lemah, kemudian setelah kelemahan Allah jadikan kuat, kemudian setelah kekuatan itu (muncul) kelemahan dan uban. Dialah Yang Menciptakan sesuai kehendakNya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha berkuasa (Q.S arRuum ayat 54).
 Kata nunakkishu berasal dari kata nakkasa yang maknanya adalah membalikkan keadaan. Sebelumnya kuat menjadi lemah.
 Ada beberapa qiro’ah terkait kata nunakkishu, yaitu:
▶️ Pertama: nankushu (nun pertama difathah nun kedua sukun kaf dommah), qiro’ah Jumhur menurut asy-Syaukaniy dalam Fathul Qodiir. Demikian juga yang dijelaskan al-Baghowy dan al-Qurthuby dalam tafsirnya. Ini adalah qiro’ah penduduk Madinah, Bashrah, dan sebagian Kufah menurut atThobary.
⏩ Kedua: nunakkishu (nun pertama dhommah nun kedua fathah kaf tasdid kasroh). Ini adalah qiroah Hamzah dan ‘Ashim, merupakan qiro’ah kebanyakan penduduk Kufah menurut atThobary.
➡️ Sedangkan ucapan afalaa ya’qiluun, sebagian qiro’ah membaca: Afalaa ta’qiluun. Itu adalah qiro’ah Nafi’ dan Ibnu Dzakwaan dari Ibnu ‘Aamir.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tafsir surat yaasin ayat 67

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣7⃣
 ูˆู„َูˆْ ู†َุดَุงุกُ ู„َู…َุณَุฎْู†َุงู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ู…َูƒَุงู†َุชِู‡ِู…ْ ูَู…َุง ุงุณْุชَุทَุงุนُูˆุง ู…ُุถِูŠًّุง ูˆَู„َุง ูŠَุฑْุฌِุนُูˆู†َ
 Arti Kalimat: Kalau seandainya Kami mau, Kami (bisa) mengubah wujud mereka di tempat mereka hingga mereka (terdiam) tidak bisa maju ataupun mundur.
✏️ Kata lamasakhnaahum artinya: Kami mengubah wujud mereka. Makna kata masakho adalah merubah suatu bentuk/wujud ke bentuk lain. Para Ulama tafsir menjelaskan bahwa Allah Maha Mampu untuk merubah bentuk mereka menjadi monyet, babi, atau batu yang terdiam tak bergerak.
 Kemahakuasaan Allah ini sebagaimana ditunjukkan sebagai hukuman bagi kaum Bani Israil yang menentang perintah Allah, diubah bentuknya menjadi kera dan babi.
ู‚ُู„ْ ูŠَุง ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ู‡َู„ْ ุชَู†ْู‚ِู…ُูˆู†َ ู…ِู†َّุง ุฅِู„َّุง ุฃَู†ْ ุขَู…َู†َّุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู…َุง ุฃُู†ْุฒِู„َ ุฅِู„َูŠْู†َุง ูˆَู…َุง ุฃُู†ْุฒِู„َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ُ ูˆَุฃَู†َّ ุฃَูƒْุซَุฑَูƒُู…ْ ูَุงุณِู‚ُูˆู†َ (59) ู‚ُู„ْ ู‡َู„ْ ุฃُู†َุจِّุฆُูƒُู…ْ ุจِุดَุฑٍّ ู…ِู†ْ ุฐَู„ِูƒَ ู…َุซُูˆุจَุฉً ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َู†ْ ู„َุนَู†َู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุบَุถِุจَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุฌَุนَู„َ ู…ِู†ْู‡ُู…ُ ุงู„ْู‚ِุฑَุฏَุฉَ ูˆَุงู„ْุฎَู†َุงุฒِูŠุฑَ ูˆَุนَุจَุฏَ ุงู„ุทَّุงุบُูˆุชَ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ุดَุฑٌّ ู…َูƒَุงู†ًุง ูˆَุฃَุถَู„ُّ ุนَู†ْ ุณَูˆَุงุกِ ุงู„ุณَّุจِูŠู„ِ (60)
 "Wahai Ahlul Kitab apakah kalian mencela kami karena kami beriman kepada Allah dan kepada (kitab) yang diturunkan kepada kami dan kepada (kitab) yang diturunkan sebelumnya sedang kebanyakan di antara kalian benar-benar orang-orang yang fasik? (59) Katakanlah "Apakah akan aku beritakan kepada kalian tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari orang-orang fasik itu di sisi Allah yaitu orang-orang yang dilaknat dan dimurkai Allah di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi dan orang yang menyembah thaghut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus (60) (Q.S al-Maaidah ayat 59-60).
 Sangat mudah bagi Allah untuk melakukan masakh, mengubah bentuk manusia menjadi berwujud yang lain. Seperti mengubah kepala seorang makmum yang menyengaja untuk mendahului gerakan Imam sholat menjadi kepala keledai:
ุฃَู…َุง ูŠَุฎْุดَู‰ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุฑْูَุนُ ุฑَุฃْุณَู‡ُ ู‚َุจْู„َ ุงู„ْุฅِู…َุงู…ِ ุฃَู†ْ ูŠُุญَูˆِّู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฑَุฃْุณَู‡ُ ุฑَุฃْุณَ ุญِู…َุงุฑٍ
 Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum Imam takut Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai?! (H.R al-Bukhari dan Muslim, lafadz sesuai riwayat Muslim).
 Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang kafir telah tetap bagi mereka adzab. Api anNaar pada waktu itu (hari kiamat) telah dinyalakan. Tidak ada yang bisa selamat kecuali dengan melewati as-Shirath. Tidak ada yang bisa melakukannya kecuali orang yang beriman yang berjalan dengan penerangan cahaya. Sedangkan orang-orang tersebut, mereka tidak akan diselamatkan dari anNaar. Jika Allah kehendaki, bisa saja mereka dihapuskan matanya namun masih bisa bergerak. Mereka akan berlomba-lomba mencari jalan, namun tidak bisa melihatnya. Jika Allah kehendaki, mereka tidak bisa bergerak. Tidak bisa maju ataupun mundur ke belakang. Akibatnya mereka tidak bisa menyeberangi as-Shirath, sehingga merekapun tidak mendapatkan keselamatan.
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tafsir surat yaasin ayat 66

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣6⃣
 ูˆู„َูˆْ ู†َุดَุงุกُ ู„َุทَู…َุณْู†َุง ุนَู„َู‰ ุฃَุนْูŠُู†ِู‡ِู…ْ ูَุงุณْุชَุจَู‚ُูˆุง ุงู„ุตِّุฑَุงุทَ ูَุฃَู†َّู‰ ูŠُุจْุตِุฑُูˆู†َ
 Arti Kalimat: dan kalau Kami mau, Kami (bisa) menghapus mata mereka sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan; maka bagaimana bisa mereka melihatnya?
 Makna kata ‘lathomasnaa’ itu adalah menghapus mata sehingga tidak berbekas. Hal ini lebih dahsyat pengaruhnya dari sekedar membutakan mata. Kebanyakan orang yang tidak bisa melihat masih memiliki mata, namun mata tersebut tidak berfungsi sesuai yang diharapkan. Sedangkan makna thomasa adalah menghilangkan mata sebagai alat penglihatan hingga tak ada bekasnya sama sekali. Allah Maha Mampu untuk menghapus mata manusia sehingga mereka tidak bisa melihat.
 Maksud dari ayat ini: Allah telah menghapus (penglihatan) mata hati mereka. Kalau Allah mau, bisa saja Dia juga menghapus mata yang digunakan untuk melihat. Jika mata fisik dihapus menyebabkan seseorang tidak bisa melihat arah jalan yang akan dilaluinya, demikian pula orang yang dihapus mata hatinya, ia tidak akan mampu melihat kebenaran (al-haq).
 (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tafsir al qur an surat yaasin ayat 65

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣5⃣
 ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ู†َุฎْุชِู…ُ ุนَู„َู‰ ุฃَูْูˆَุงู‡ِู‡ِู…ْ ูˆَุชُูƒَู„ِّู…ُู†َุง ุฃَูŠْุฏِูŠู‡ِู…ْ ูˆَุชَุดْู‡َุฏُ ุฃَุฑْุฌُู„ُู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَูƒْุณِุจُูˆู†َ
 Arti Kalimat: pada hari itu Kami tutup mulut mereka dan tangan-tangan mereka berbicara kepada Kami, sedangkan kaki-kaki mereka bersaksi terhadap apa yang mereka perbuat.
☝️ Anggota tubuh manusia akan bersaksi terhadap perbuatan yang sudah mereka lakukan. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat lain:
ุญَุชَّู‰ ุฅِุฐَุง ู…َุง ุฌَุงุกُูˆู‡َุง ุดَู‡ِุฏَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุณَู…ْุนُู‡ُู…ْ ูˆَุฃَุจْุตَุงุฑُู‡ُู…ْ ูˆَุฌُู„ُูˆุฏُู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْู…َู„ُูˆู†َ (20) ูˆَู‚َุงู„ُูˆุง ู„ِุฌُู„ُูˆุฏِู‡ِู…ْ ู„ِู…َ ุดَู‡ِุฏْุชُู…ْ ุนَู„َูŠْู†َุง ู‚َุงู„ُูˆุง ุฃَู†ْุทَู‚َู†َุง ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَู†ْุทَู‚َ ูƒُู„َّ ุดَูŠْุกٍ ูˆَู‡ُูˆَ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ุฃَูˆَّู„َ ู…َุฑَّุฉٍ ูˆَุฅِู„َูŠْู‡ِ ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ (21) ูˆَู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุณْุชَุชِุฑُูˆู†َ ุฃَู†ْ ูŠَุดْู‡َุฏَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุณَู…ْุนُูƒُู…ْ ูˆَู„َุง ุฃَุจْุตَุงุฑُูƒُู…ْ ูˆَู„َุง ุฌُู„ُูˆุฏُูƒُู…ْ ูˆَู„َูƒِู†ْ ุธَู†َู†ْุชُู…ْ ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠَุนْู„َู…ُ ูƒَุซِูŠุฑًุง ู…ِู…َّุง ุชَุนْู…َู„ُูˆู†َ (22)
 Sehingga ketika mereka sampai di Neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: Mengapa kalian menjadi saksi terhadap kami? Kulit mereka menjawab: Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kalian pada kali pertama dan hanya kepada-Nyalah kalian akan dikembalikan. Kalian sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulit kalian. Bahkan kalian mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kalian kerjakan (Q.S Fusshilat ayat 20-22).
 Di dalam sebuah hadits dinyatakan:
ุนَู†ْ ุฃَู†َุณِ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ ู‚َุงู„َ ูƒُู†َّุง ุนِู†ْุฏَ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุถَุญِูƒَ ูَู‚َุงู„َ ู‡َู„ْ ุชَุฏْุฑُูˆู†َ ู…ِู…َّ ุฃَุถْุญَูƒُ ู‚َุงู„َ ู‚ُู„ْู†َุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ ุฃَุนْู„َู…ُ ู‚َุงู„َ ู…ِู†ْ ู…ُุฎَุงุทَุจَุฉِ ุงู„ْุนَุจْุฏِ ุฑَุจَّู‡ُ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ูŠَุง ุฑَุจِّ ุฃَู„َู…ْ ุชُุฌِุฑْู†ِูŠ ู…ِู†ْ ุงู„ุธُّู„ْู…ِ ู‚َุงู„َ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุจَู„َู‰ ู‚َุงู„َ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ูَุฅِู†ِّูŠ ู„َุง ุฃُุฌِูŠุฒُ ุนَู„َู‰ ู†َูْุณِูŠ ุฅِู„َّุง ุดَุงู‡ِุฏًุง ู…ِู†ِّูŠ ู‚َุงู„َ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ูƒَูَู‰ ุจِู†َูْุณِูƒَ ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ุนَู„َูŠْูƒَ ุดَู‡ِูŠุฏًุง ูˆَุจِุงู„ْูƒِุฑَุงู…ِ ุงู„ْูƒَุงุชِุจِูŠู†َ ุดُู‡ُูˆุฏًุง ู‚َุงู„َ ูَูŠُุฎْุชَู…ُ ุนَู„َู‰ ูِูŠู‡ِ ูَูŠُู‚َุงู„ُ ู„ِุฃَุฑْูƒَุงู†ِู‡ِ ุงู†ْุทِู‚ِูŠ ู‚َุงู„َ ูَุชَู†ْุทِู‚ُ ุจِุฃَุนْู…َุงู„ِู‡ِ ู‚َุงู„َ ุซُู…َّ ูŠُุฎَู„َّู‰ ุจَูŠْู†َู‡ُ ูˆَุจَูŠْู†َ ุงู„ْูƒَู„َุงู…ِ ู‚َุงู„َ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ุจُุนْุฏًุง ู„َูƒُู†َّ ูˆَุณُุญْู‚ًุง ูَุนَู†ْูƒُู†َّ ูƒُู†ْุชُ ุฃُู†َุงุถِู„ُ
 Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu beliau berkata: Kami pernah di sisi Rasulullah shollallahu alaihi wasallam kemudian beliau tertawa (tersenyum). Kemudian beliau berkata: Apakah kalian tahu apa yang menyebabkan aku tertawa? Kami mengatakan: Allah dan RasulNya yang paling tahu. Beliau bersabda: (Aku tertawa) karena percakapan seorang hamba dengan RabbNya. Ia berkata: Wahai Rabbku, bukankah Engkau telah melindungi aku dari kedzhaliman. Allah menyatakan: Ya. Ia berkata: Aku tidak menerima persaksian terhadap diriku kecuali berasal dari aku sendiri. Allah berfirman: Pada hari ini cukuplah engkau menjadi saksi atas dirimu sendiri dan Malaikat pencatat amal sebagai saksi. Kemudian ditutup mulut orang tersebut, dan dikatakan kepada anggota tubuhnya: Berbicaralah! Maka anggota tubuhnya berbicara (menjelaskan) perbuatan-perbuatannya. Kemudian ia dibiarkan sendiri, pada saat itu ia berkata: Celaka kalian, padahal aku sudah membela kalian (H.R Muslim).
 Dalam ayat ini Allah menyebut tangan ‘berbicara’ sedangkan kaki ‘bersaksi’ karena kebanyakan perbuatan kemaksiatan dilakukan oleh tangan, sedangkan kaki hadir di tempat itu menyaksikannya. Walaupun kadangkala ada kemaksiatan tertentu yang kaki menjadi pelaku utama, namun kebanyakan kemaksiatan dilakukan oleh tangan (penjelasan al-Imam asy-Syaukaniy dalam Fathul Qodiir).
 Pada hari kiamat, ada beberapa keadaan dari orang-orang musyirikin. Pada awalnya mereka mengingkari kesalahannya, kemudian setelah anggota tubuhnya bersaksi, barulah mereka mengakui kesalahannya. Hal yang menunjukkan bahwa awalnya mereka mengingkari kesalahannya, disebutkan dalam ayat yang lain:
TAFSIR AL-QUR'AN:
ูˆَูŠَูˆْู…َ ู†َุญْุดُุฑُู‡ُู…ْ ุฌَู…ِูŠุนًุง ุซُู…َّ ู†َู‚ُูˆู„ُ ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَุดْุฑَูƒُูˆุง ุฃَูŠْู†َ ุดُุฑَูƒَุงุคُูƒُ
ู…ُ  ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุฒْุนُู…ُูˆู†َ (22) ุซ
ู…َّ ู„َู…ْ ุชَูƒُู†ْ ูِุชْู†َุชُู‡ُู…ْ ุฅِู„َّุง ุฃَู†ْ ู‚َุงู„ُูˆุง ูˆَุงู„ู„َّู‡ِ ุฑَุจِّู†َุง ู…َุง ูƒُู†َّุง ู…ُุดْุฑِูƒِูŠู†َ (23) ุงู†ْุธُุฑْ ูƒَูŠْูَ ูƒَุฐَุจُูˆุง ุนَู„َู‰ ุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ูˆَุถَู„َّ ุนَู†ْู‡ُู…ْ ู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَูْุชَุฑُูˆู†َ (24)
 Pada hari Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: ke mana sekutu-sekutu (sesembahan) kalian yang dulunya kalian anggap (mampu memberi syafaat)? Kemudian tidaklah jawaban mereka kecuali berkata: Demi Allah Tuhan kami, kami tidaklah berbuat kesyirikan. Perhatikanlah bagaimana bisa mereka berdusta atas diri sendiri dan telah hilang (sesembahan) yang dulunya mereka ada-adakan (Q.S al-An’aam ayat 22-24) (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).
 Berdasarkan keterangan dalam al-Qur’an, terdapat 6 anggota tubuh yang akan bersaksi yaitu: tangan, kaki, pendengaran, penglihatan, dan lidah. Pada ayat ini disebutkan tangan dan kaki. Pada surat Fusshilat ayat 20 disebutkan kulit, pendengaran, penglihatan. Sedangkan dalam surat anNuur ayat 24 disebutkan lisan juga bersaksi:
ูŠَูˆْู…َ ุชَุดْู‡َุฏُ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุฃَู„ْุณِู†َุชُู‡ُู…ْ ูˆَุฃَูŠْุฏِูŠู‡ِู…ْ ูˆَุฃَุฑْุฌُู„ُู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْู…َู„ُูˆู†َ
 Pada hari saat bersaksi lisan, tangan, dan kaki terhadap apa yang mereka perbuat (Q.S anNuur ayat 24).
 (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

Tafsir al qur an surat yaasin ayat 63 64

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣3⃣
 ู‡ุฐِู‡ِ ุฌَู‡َู†َّู…ُ ุงู„َّุชِูŠ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُูˆุนَุฏُูˆู†َ
 Arti Kalimat: Ini adalah Jahannam yang dijanjikan kepada kalian.
 Dikatakan kepada mereka ketika mendekat ke anNaar: Inilah Jahannam yang para Rasul telah mengancam kalian dengannya di dunia (Fathul Qodiir lisyaukaani).
✏️ Penggunaan kata ‘ini’ dengan bahasa Arab : haadzihi menunjukkan kedekatan Jahannam pada hari itu. Dan disebutkan dalam hadits bahwa Jahannam didekatkan kepada mereka, ditarik oleh para Malaikat. Ditarik dengan tali kekang sebanyak 70 ribu. Tiap satu tali kekang ditarik oleh 70 ribu Malaikat. Manusia diperlihatkan dengan jelas anNaar, membangkitkan kengerian yang sangat dahsyat. Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang banyak berdosa: Inilah Jahannam yang telah diancamkan kepada kalian.
 (penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin dalam menafsirkan surat Yaasin).
ูŠُุคْุชَู‰ ุจِุฌَู‡َู†َّู…َ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ู„َู‡َุง ุณَุจْุนُูˆู†َ ุฃَู„ْูَ ุฒِู…َุงู…ٍ ู…َุนَ ูƒُู„ِّ ุฒِู…َุงู…ٍ ุณَุจْุนُูˆู†َ ุฃَู„ْูَ ู…َู„َูƒٍ ูŠَุฌُุฑُّูˆู†َู‡َุง
 Pada hari itu Jahannam didatangkan. Ia memiliki 70 ribu tali kekang. Pada setiap satu tali kekang ada 70 ribu Malaikat yang menariknya (H.R Muslim).
 Dijelaskan dalam ayat yang lain bahwa orang-orang kafir tersebut didorong dengan keras dan kasar hingga terjungkal ke Jahannam.
ูŠَูˆْู…َ ูŠُุฏَุนُّูˆู†َ ุฅِู„َู‰ ู†َุงุฑِ ุฌَู‡َู†َّู…َ ุฏَุนًّุง (13) ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ู†َّุงุฑُ ุงู„َّุชِูŠ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุจِู‡َุง ุชُูƒَุฐِّุจُูˆู†َ (14)
 Pada hari (kiamat) mereka didorong ke Jahannam dengan keras. (Dikatakan kepada mereka): Inilah anNaar yang dulunya kalian dustakan (Q.S atThuur ayat 13).
 Sepertinya ketika anNaar didekatkan dan diperlihatkan kepada mereka, mereka ketakutan hingga mundur. Namun tiba-tiba mereka didorong dengan keras dan kasar hingga berjatuhan ke anNaar. Saat masih didekatkan dan belum masuk, dikatakan kepada mereka: Inilah Jahannam yang kalian dulu diancam dengannya. Saat sudah terjatuh ke Jahannam, dikatakan kepada mereka: Inilah Jahannam yang dulunya kalian dustakan.
 Ayat Ke-6⃣4⃣
 ุงุตْู„َูˆْู‡َุง ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ุจِู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَูƒْูُุฑُูˆู†َ
 Arti Kalimat: Masuklah kalian ke dalamnya pada hari itu, disebabkan perbuatan kufur kalian.

 Perintah ‘Masuklah ke dalam api’ menunjukkan penghinaan dan perendahan mereka. Perintah ini bersifat kauni, sehingga tidak mungkin bisa ditolak. Walaupun mereka sangat tidak berharap masuk ke dalamnya, namun dengan perintah Kauniy ini, jadilah mereka masuk ke dalamnya.
⌛️ Di dalam ayat ini terkandung faidah penetapan keadilan bagi Allah. Bahwa orang-orang yang masuk Jahannam bukan karena kedzhaliman yang Allah perbuat terhadap mereka. Tapi mereka yang mendzhalimi dirinya sendiri dengan berbuat kekufuran yang akibatnya menyebabkan mereka masuk ke dalam Jahannam.
 (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

Tafsir surat yaasin ayat 61 dan 62

TAFSIR AL-QUR'AN:
disini:
✅ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣1⃣
 ูˆุฃَู†ِ ุงุนْุจُุฏُูˆู†ِูŠ ู‡َุฐَุง ุตِุฑَุงุทٌ ู…ُุณْุชَู‚ِูŠู…ٌ
 Arti Kalimat: dan seharusnya kalian menyembah hanya kepadaKu, sesungguhnya ini adalah jalan yang lurus.
☝️ Ayat ke-60 dan ayat ini (ayat ke-61) menunjukkan kesempurnaan tauhid barulah tercapai jika terdapat penafian dan penetapan.
▶️ Menafikan penyembahan kepada Syaithan, yang artinya penyembahan kepada segala sesuatu selain Allah, dan menetapkan bahwa ibadah hanya untuk Allah semata.
⏩ Ayat ini juga menunjukkan bahwa jalan yang lurus itu adalah mentauhidkan Allah dalam peribadatan.
 Ayat Ke-6⃣2⃣
 ูˆู„َู‚َุฏْ ุฃَุถَู„َّ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุฌِุจِู„ًّุง ูƒَุซِูŠุฑًุง ุฃَูَู„َู…ْ ุชَูƒُูˆู†ُูˆุง ุชَุนْู‚ِู„ُูˆู†َ
 Arti Kalimat: dan sungguh Syaithan telah menyesatkan makhluk yang banyak di antara kalian. Apakah kalian tidak memikirkannya?
 Kata jibillan (bentuk jamak dari jabiil) dalam ayat tersebut artinya adalah sekumpulan umat (makhluk) yang banyak. Ad-Dhohhak menyatakan: minimal satu kumpulan itu berjumlah 10 ribu. Dan tidak ada batasan maksimalnya (al-Muharror al-Wajiiz libni Athiyyah). Penggunaan kata jibbillah yang bermakna serupa, juga disebutkan dalam ayat lain:
ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ูˆَุงู„ْุฌِุจِู„َّุฉَ ุงู„ْุฃَูˆَّู„ِูŠู†َ
 dan bertakwalah kalian kepada (Allah) yang telah menciptakan kalian dan (banyak) makhluk terdahulu (Q.S asy-Syu’araa’ ayat 184).
 Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Syaithan telah menyesatkan banyak manusia. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:
ูˆَูŠَูˆْู…َ ูŠَุญْุดُุฑُู‡ُู…ْ ุฌَู…ِูŠุนุงً ูŠَุง ู…َุนْุดَุฑَ ุงู„ْุฌِู†ِّ ู‚َุฏِ ุงุณْุชَูƒْุซَุฑْุชُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ْุฃِู†ْุณِ...
 Dan pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka seluruhnya, (Allah berfirman): wahai sekalian jin, sungguh kalian telah banyak (menyesatkan) manusia… (Q.S al-An’aam ayat 128).
 Iblis sebelumnya telah menyangka bahwa ia akan menyesatkan seluruh keturunan Adam kecuali hanya sedikit:
...ู„َุฆِู†ْ ุฃَุฎَّุฑْุชَู†ِ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ู„َุฃَุญْุชَู†ِูƒَู†َّ ุฐُุฑِّูŠَّุชَู‡ُ ุฅِู„َّุง ู‚َู„ِูŠู„ًุง
…jika seandainya Engkau menunda (masa hidupku) hingga hari kiamat, sungguh aku akan memasang tali kekang untuk keturunannya (agar sesat) kecuali hanya sedikit (Q.S al-Israa’ ayat 62).
 Allah juga menjelaskan bahwa persangkaan Iblis itu benar, bahwa yang mengikutinya banyak. Hanya sedikit saja kaum beriman yang tidak mengikuti Iblis:
ูˆَู„َู‚َุฏْ ุตَุฏَّู‚َ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุฅِุจْู„ِูŠุณُ ุธَู†َّู‡ُ ูَุงุชَّุจَุนُูˆู‡ُ ุฅِู„َّุง ูَุฑِูŠู‚ًุง ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ
 Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian dari orang-orang beriman (Q.S Saba’ ayat 20).
 (disarikan dari Tafsir Adhwaaul Bayaan lisySyinqithiy (6/298))
Di dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa setiap dari 1000 keturunan Adam, akan masuk anNaar 999 orang, hanya 1 yang masuk Jannah.
 Sedangkan separuh penduduk Jannah adalah berasal dari umat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.
ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ูŠَุง ุขุฏَู…ُ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู„َุจَّูŠْูƒَ ุฑَุจَّู†َุง ูˆَุณَุนْุฏَูŠْูƒَ ูَูŠُู†َุงุฏَู‰ ุจِุตَูˆْุชٍ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฃْู…ُุฑُูƒَ ุฃَู†ْ ุชُุฎْุฑِุฌَ ู…ِู†ْ ุฐُุฑِّูŠَّุชِูƒَ ุจَุนْุซًุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุฑِ ู‚َุงู„َ ูŠَุง ุฑَุจِّ ูˆَู…َุง ุจَุนْุซُ ุงู„ู†َّุงุฑِ ู‚َุงู„َ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุฃَู„ْูٍ ุฃُุฑَุงู‡ُ ู‚َุงู„َ ุชِุณْุนَ ู…ِุงุฆَุฉٍ ูˆَุชِุณْุนَุฉً ูˆَุชِุณْุนِูŠู†َ ูَุญِูŠู†َุฆِุฐٍ ุชَุถَุนُ ุงู„ْุญَุงู…ِู„ُ ุญَู…ْู„َู‡َุง ูˆَูŠَุดِูŠุจُ ุงู„ْูˆَู„ِูŠุฏُ { ูˆَุชَุฑَู‰ ุงู„ู†َّุงุณَ ุณُูƒَุงุฑَู‰ ูˆَู…َุง ู‡ُู…ْ ุจِุณُูƒَุงุฑَู‰ ูˆَู„َูƒِู†َّ ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุดَุฏِูŠุฏٌ } ูَุดَู‚َّ ุฐَู„ِูƒَ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ุญَุชَّู‰ ุชَุบَูŠَّุฑَุชْ ูˆُุฌُูˆู‡ُู‡ُู…ْ ูَู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…ِู†ْ ูŠَุฃْุฌُูˆุฌَ ูˆَู…َุฃْุฌُูˆุฌَ ุชِุณْุนَ ู…ِุงุฆَุฉٍ ูˆَุชِุณْุนَุฉً ูˆَุชِุณْุนِูŠู†َ ูˆَู…ِู†ْูƒُู…ْ ูˆَุงุญِุฏٌ ุซُู…َّ ุฃَู†ْุชُู…ْ ูِูŠ ุงู„ู†َّุงุณِ ูƒَุงู„ุดَّุนْุฑَุฉِ ุงู„ุณَّูˆْุฏَุงุกِ ูِูŠ ุฌَู†ْุจِ ุงู„ุซَّูˆْุฑِ ุงู„ْุฃَุจْูŠَุถِ ุฃَูˆْ ูƒَุงู„ุดَّุนْุฑَุฉِ ุงู„ْุจَูŠْุถَุงุกِ ูِูŠ ุฌَู†ْุจِ ุงู„ุซَّูˆْุฑِ ุงู„ْุฃَุณْูˆَุฏِ ูˆَุฅِู†ِّูŠ ู„َุฃَุฑْุฌُูˆ ุฃَู†ْ ุชَูƒُูˆู†ُูˆุง ุฑُุจُุนَ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَูƒَุจَّุฑْู†َุง ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ุซُู„ُุซَ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَูƒَุจَّุฑْู†َุง ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ุดَุทْุฑَ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَูƒَุจَّุฑْู†َุง
 Allah Azza Wa Jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai Adam. Adam menjawab: Kami memenuhi seruanmu dengan senang hati wahai Tuhan kami
TAFSIR AL-QUR'AN:
. Kemudian diserukan dengan suara: Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu untuk mengeluarkan dari keturunanmu utusan menuju anNaar. Adam bertanya: Wahai Tuhanku, apakah utusan anNaar itu? Pada setiap 1000 orang, diutus 999 orang. Pada saat itulah wanita hamil mengeluarkan kandungannya dan anak kecil menjadi beruban. (Sebagaimana firman Allah) :
ูˆَุชَุฑَู‰ ุงู„ู†َّุงุณَ ุณُูƒَุงุฑَู‰ ูˆَู…َุง ู‡ُู…ْ ุจِุณُูƒَุงุฑَู‰ ูˆَู„َูƒِู†َّ ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุดَุฏِูŠุฏٌ
 Dan engkau melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah sangat kerasnya (Q.S al-Hajj ayat 2)
(mendengar hadits yang disampaikan Nabi itu) para Sahabat merasa berat hingga wajah-wajah mereka berubah. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: pada Ya’juj dan Ma’juj 999, sedangkan pada kalian 1. Kalian di kalangan manusia bagaikan satu rambut hitam di sisi sapi jantan yang putih. Atau satu rambut putih di sisi sapi jantan hitam. Aku sungguh berharap bahwa kalian termasuk seperempat penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir. Nabi menyatakan: sepertiga penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir. Nabi menyatakan: setengah penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir (H.R al-Bukhari dari Abu Said al-Khudry).   
 Ada beberapa qira’ah (cara membaca) kata ‘jibillan’, yaitu:
Pertama, yang masyhur adalah jibillan: jim kasroh, ba’ kasroh, dan lam mengalami tasydid. Ini adalah bacaan Nafi’ dan ‘Ashim, merupakan qiro’ah penduduk Madinah dan sebagian Kufah.
Kedua, dibaca jubulan : jim dan ba’ dhommah, lam tidak ditasydid. Ini adalah bacaan Abu ‘Amr dan Ibnu ‘Aamir, merupakan qiro’ah sebagian penduduk Makkah dan kebanyakan penduduk Kufah.
Ketiga, dibaca jublan : jim didhommah, ba’ disukun, lam tidak ditasydid. Ini adalah qiro’ah Ahlul Bashrah.
Semua bacaan tersebut memiliki makna yang sama, yaitu makhluk yang banyak.
===================
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

TAFSIR AL QURAN SURAT YAASIN AYAT 60

TAFSIR AL-QUR'AN:
✅ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣0⃣
 ุฃู„َู…ْ ุฃَุนْู‡َุฏْ ุฅِู„َูŠْูƒُู…ْ ูŠَุง ุจَู†ِูŠ ุขَุฏَู…َ ุฃَู†ْ ู„َุง ุชَุนْุจُุฏُูˆุง ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ุฅِู†َّู‡ُ ู„َูƒُู…ْ ุนَุฏُูˆٌّ ู…ُุจِูŠู†ٌ
 Arti Kalimat: Bukankah Aku telah mengambil perjanjian dengan kalian wahai Anak Adam agar kalian tidak menyembah syaithan ?! Sesungguhnya dia adalah musuh nyata bagi kalian.
☝️ Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang para pendosa dan yang beribadah kepada selain Allah. Setiap peribadatan kepada selain Allah, sesungguhnya itu adalah peribadatan kepada Syaithan, meski secara dzhahir seseorang menyembah kepada Malaikat atau para Nabi. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran:
ูˆَูŠَูˆْู…َ ูŠَุญْุดُุฑُู‡ُู…ْ ุฌَู…ِูŠุนًุง ุซُู…َّ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู„ِู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉِ ุฃَู‡َุคُู„َุงุกِ ุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْุจُุฏُูˆู†َ (40) ู‚َุงู„ُูˆุง ุณُุจْุญَุงู†َูƒَ ุฃَู†ْุชَ ูˆَู„ِูŠُّู†َุง ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِู‡ِู…ْ ุจَู„ْ ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْุจُุฏُูˆู†َ ุงู„ْุฌِู†َّ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุจِู‡ِู…ْ ู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ (41)
 Dan (ingatlah) pada hari (Allah) mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada Malaikat:”Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-Malaikat itu menjawab:”Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka. Bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu (Q.S Saba’ ayat 40-41).
 (penjelasan Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dalam Majmu’ Fataawa).
 Orang-orang musyrikin yang menyembah berhala dan menganggap itu sebagai anak perempuan Allah, sesungguhnya mereka menyembah Syaithan, sebagaimana Allah berfirman:
ุฅِู†ْ ูŠَุฏْุนُูˆู†َ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِู‡ِ ุฅِู„َّุง ุฅِู†َุงุซًุง ูˆَุฅِู†ْ ูŠَุฏْุนُูˆู†َ ุฅِู„َّุง ุดَูŠْุทَุงู†ًุง ู…َุฑِูŠุฏًุง
 Tidaklah mereka menyembah selain-Nya kecuali berhala (yang diberi nama perempuan), dan tidaklah mereka menyembah kecuali syaithan yang durhaka. (Q.S anNisaa’ ayat 117).
 (disarikan dari Tafsir Adhwaa-ul Bayaan karya Syaikh Muhammad al-Amiin asy-Syinqithy (3/41)).
 Segala macam bentuk penyelisihan terhadap perintah Allah, sesungguhnya itu adalah ketaatan kepada Syaithan. Segala macam kekafiran dan kemaksiatan adalah bentuk ketaatan dan peribadatan kepada Syaithan (Tafsir as-Sa’di).
 Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang yang ‘menyembah’ Syaithan. Para Ulama Ahlut Tafsir banyak yang menjelaskan bahwa makna ‘menyembah’ itu adalah mentaati perintah Syaithan dalam melanggar aturan-aturan Allah.
 Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan bahwa mentaati selain Allah dalam hal-hal yang melanggar syariat Allah adalah salah satu bagian dari ibadah. Sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nashara yang disebut oleh Allah sebagai menjadikan pemuka-pemuka agama mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, karena pengikut Yahudi dan Nashara itu tunduk kepada pemuka-pemuka agamanya dalam hal-hal yang jelas melanggar aturan-aturan Allah.
ุงุชَّุฎَุฐُูˆุง ุฃَุญْุจَุงุฑَู‡ُู…ْ ูˆَุฑُู‡ْุจَุงู†َู‡ُู…ْ ุฃَุฑْุจَุงุจًุง ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْู…َุณِูŠุญَ ุงุจْู†َ ู…َุฑْูŠَู…َ ูˆَู…َุง ุฃُู…ِุฑُูˆุง ุฅِู„َّุง ู„ِูŠَุนْุจُุฏُูˆุง ุฅِู„َู‡ًุง ูˆَุงุญِุฏًุง ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ุนَู…َّุง ูŠُุดْุฑِูƒُูˆู†َ
 Mereka (Yahudi dan Nashara) menjadikan para pemuka agama Yahudi dan ahli ibadah Nashara sebagai tuhan-tuhan selain Allah dan al-Masih putra Maryam. Padahal tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka menyembah sesembahan yang satu (Allah). Tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan (Q.S atTaubah ayat 31).
 Seorang Sahabat Nabi Adi bin Hatim saat masih Nashrani beliau menghadap Nabi dengan berkalung salib. Melihat hal itu Nabi memerintahkan kepada beliau untuk melempar salib tersebut. Kemudian Nabi membaca surat atTaubah, di antaranya adalah ayat 31 dari surat atTaubah tersebut. Kemudian Adi bin Hatim menyatakan: Kami dulu tidak menyembah pemuka-pemuka agama tersebut. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bertanya:
ุฃَู„َูŠْุณَ ูŠُุญَุฑِّู…ُูˆْู†َ ู…َุง ุฃَุญَู„َّ ุงู„ู„ู‡ُ ูَุชُุญَุฑِّู…ُูˆْู†َู‡ُ ูˆَ ูŠُุญِู„ُّูˆْู†َ ู…َุง ุญَุฑَّู…َ ุงู„ู„ู‡ُ ูَุชَุณْุชَุญِู„ُّูˆْู†َู‡ُ ؟
TAFSIR AL-QUR'AN:
 Bukankah ketika mereka (para pemuka agama itu) mengharamkan yang Allah halalkan, mereka (Ahlul Kitab) mengharamkannya juga dan ketika mereka (para pemuka agama itu) menghalalkan yang diharamkan Allah mereka (Ahlul Kitab) juga menghalalkannya?
Adi bin Hatim menyatakan : Ya, benar. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam menyatakan:
ูَุชِู„ْูƒَ ุนِุจَุงุฏَุชُู‡ُู…ْ
 Maka itulah bentuk peribadatan mereka kepada para pemuka agamanya (H.R atTirmidzi, atThobarony, al-Baihaqy, lafadz sesuai atThobarony dihasankan al-Albany).
⚡️ Di dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Syaithan adalah musuh yang nyata. Musuh adalah pihak yang selalu berusaha menimpakan kesusahan, kerugian, dan keburukan bagi pihak yang dimusuhinya.
 Pada ayat yang lain Allah menegaskan perintah agar manusia benar-benar menjadikan syaithan sebagai musuh.
ุฅِู†َّ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ู„َูƒُู…ْ ุนَุฏُูˆٌّ ูَุงุชَّุฎِุฐُูˆู‡ُ ุนَุฏُูˆًّุง ุฅِู†َّู…َุง ูŠَุฏْุนُูˆ ุญِุฒْุจَู‡ُ ู„ِูŠَูƒُูˆู†ُูˆุง ู…ِู†ْ ุฃَุตْุญَุงุจِ ุงู„ุณَّุนِูŠุฑِ
 Sesungguhnya syaithan adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya ia mengajak bala tentaranya untuk menjadi penghuni Neraka (Q.S Faathir ayat 6).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

TAFSIR AL-QUR'AN SURAT YAASIN AYAT 61-62

TAFSIR AL-QUR'AN,
disini:
✅๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-6⃣1⃣

๐Ÿ‘ˆ ูˆุฃَู†ِ ุงุนْุจُุฏُูˆู†ِูŠ ู‡َุฐَุง ุตِุฑَุงุทٌ ู…ُุณْุชَู‚ِูŠู…ٌ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan seharusnya kalian menyembah hanya kepadaKu, sesungguhnya ini adalah jalan yang lurus.

☝️ Ayat ke-60 dan ayat ini (ayat ke-61) menunjukkan kesempurnaan tauhid barulah tercapai jika terdapat penafian dan penetapan.

▶️ Menafikan penyembahan kepada Syaithan, yang artinya penyembahan kepada segala sesuatu selain Allah, dan menetapkan bahwa ibadah hanya untuk Allah semata.

⏩ Ayat ini juga menunjukkan bahwa jalan yang lurus itu adalah mentauhidkan Allah dalam peribadatan.


๐Ÿ“– Ayat Ke-6⃣2⃣

๐Ÿ‘ˆ ูˆู„َู‚َุฏْ ุฃَุถَู„َّ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุฌِุจِู„ًّุง ูƒَุซِูŠุฑًุง ุฃَูَู„َู…ْ ุชَูƒُูˆู†ُูˆุง ุชَุนْู‚ِู„ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan sungguh Syaithan telah menyesatkan makhluk yang banyak di antara kalian. Apakah kalian tidak memikirkannya?

๐Ÿ‚ Kata jibillan (bentuk jamak dari jabiil) dalam ayat tersebut artinya adalah sekumpulan umat (makhluk) yang banyak. Ad-Dhohhak menyatakan: minimal satu kumpulan itu berjumlah 10 ribu. Dan tidak ada batasan maksimalnya (al-Muharror al-Wajiiz libni Athiyyah). Penggunaan kata jibbillah yang bermakna serupa, juga disebutkan dalam ayat lain:

ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ูˆَุงู„ْุฌِุจِู„َّุฉَ ุงู„ْุฃَูˆَّู„ِูŠู†َ

๐Ÿƒ dan bertakwalah kalian kepada (Allah) yang telah menciptakan kalian dan (banyak) makhluk terdahulu (Q.S asy-Syu’araa’ ayat 184).

๐ŸŒ Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Syaithan telah menyesatkan banyak manusia. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:

ูˆَูŠَูˆْู…َ ูŠَุญْุดُุฑُู‡ُู…ْ ุฌَู…ِูŠุนุงً ูŠَุง ู…َุนْุดَุฑَ ุงู„ْุฌِู†ِّ ู‚َุฏِ ุงุณْุชَูƒْุซَุฑْุชُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ْุฃِู†ْุณِ...

๐Ÿƒ Dan pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka seluruhnya, (Allah berfirman): wahai sekalian jin, sungguh kalian telah banyak (menyesatkan) manusia… (Q.S al-An’aam ayat 128).

๐Ÿ”ฅ Iblis sebelumnya telah menyangka bahwa ia akan menyesatkan seluruh keturunan Adam kecuali hanya sedikit:

...ู„َุฆِู†ْ ุฃَุฎَّุฑْุชَู†ِ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ู„َุฃَุญْุชَู†ِูƒَู†َّ ุฐُุฑِّูŠَّุชَู‡ُ ุฅِู„َّุง ู‚َู„ِูŠู„ًุง

๐Ÿƒ…jika seandainya Engkau menunda (masa hidupku) hingga hari kiamat, sungguh aku akan memasang tali kekang untuk keturunannya (agar sesat) kecuali hanya sedikit (Q.S al-Israa’ ayat 62).

๐ŸŒท Allah juga menjelaskan bahwa persangkaan Iblis itu benar, bahwa yang mengikutinya banyak. Hanya sedikit saja kaum beriman yang tidak mengikuti Iblis:

ูˆَู„َู‚َุฏْ ุตَุฏَّู‚َ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุฅِุจْู„ِูŠุณُ ุธَู†َّู‡ُ ูَุงุชَّุจَุนُูˆู‡ُ ุฅِู„َّุง ูَุฑِูŠู‚ًุง ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ

๐Ÿƒ Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian dari orang-orang beriman (Q.S Saba’ ayat 20).

๐Ÿ’ (disarikan dari Tafsir Adhwaaul Bayaan lisySyinqithiy (6/298))
Di dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa setiap dari 1000 keturunan Adam, akan masuk anNaar 999 orang, hanya 1 yang masuk Jannah.

๐Ÿ”ต Sedangkan separuh penduduk Jannah adalah berasal dari umat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.

ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ูŠَุง ุขุฏَู…ُ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู„َุจَّูŠْูƒَ ุฑَุจَّู†َุง ูˆَุณَุนْุฏَูŠْูƒَ ูَูŠُู†َุงุฏَู‰ ุจِุตَูˆْุชٍ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฃْู…ُุฑُูƒَ ุฃَู†ْ ุชُุฎْุฑِุฌَ ู…ِู†ْ ุฐُุฑِّูŠَّุชِูƒَ ุจَุนْุซًุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุฑِ ู‚َุงู„َ ูŠَุง ุฑَุจِّ ูˆَู…َุง ุจَุนْุซُ ุงู„ู†َّุงุฑِ ู‚َุงู„َ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุฃَู„ْูٍ ุฃُุฑَุงู‡ُ ู‚َุงู„َ ุชِุณْุนَ ู…ِุงุฆَุฉٍ ูˆَุชِุณْุนَุฉً ูˆَุชِุณْุนِูŠู†َ ูَุญِูŠู†َุฆِุฐٍ ุชَุถَุนُ ุงู„ْุญَุงู…ِู„ُ ุญَู…ْู„َู‡َุง ูˆَูŠَุดِูŠุจُ ุงู„ْูˆَู„ِูŠุฏُ { ูˆَุชَุฑَู‰ ุงู„ู†َّุงุณَ ุณُูƒَุงุฑَู‰ ูˆَู…َุง ู‡ُู…ْ ุจِุณُูƒَุงุฑَู‰ ูˆَู„َูƒِู†َّ ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุดَุฏِูŠุฏٌ } ูَุดَู‚َّ ุฐَู„ِูƒَ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ุญَุชَّู‰ ุชَุบَูŠَّุฑَุชْ ูˆُุฌُูˆู‡ُู‡ُู…ْ ูَู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…ِู†ْ ูŠَุฃْุฌُูˆุฌَ ูˆَู…َุฃْุฌُูˆุฌَ ุชِุณْุนَ ู…ِุงุฆَุฉٍ ูˆَุชِุณْุนَุฉً ูˆَุชِุณْุนِูŠู†َ ูˆَู…ِู†ْูƒُู…ْ ูˆَุงุญِุฏٌ ุซُู…َّ ุฃَู†ْุชُู…ْ ูِูŠ ุงู„ู†َّุงุณِ ูƒَุงู„ุดَّุนْุฑَุฉِ ุงู„ุณَّูˆْุฏَุงุกِ ูِูŠ ุฌَู†ْุจِ ุงู„ุซَّูˆْุฑِ ุงู„ْุฃَุจْูŠَุถِ ุฃَูˆْ ูƒَุงู„ุดَّุนْุฑَุฉِ ุงู„ْุจَูŠْุถَุงุกِ ูِูŠ ุฌَู†ْุจِ ุงู„ุซَّูˆْุฑِ ุงู„ْุฃَุณْูˆَุฏِ ูˆَุฅِู†ِّูŠ ู„َุฃَุฑْุฌُูˆ ุฃَู†ْ ุชَูƒُูˆู†ُูˆุง ุฑُุจُุนَ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَูƒَุจَّุฑْู†َุง ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ุซُู„ُุซَ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَูƒَุจَّุฑْู†َุง ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ุดَุทْุฑَ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ูَูƒَุจَّุฑْู†َุง

๐Ÿƒ Allah Azza Wa Jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai Adam. Adam menjawab: Kami memenuhi seruanmu dengan senang hati wahai Tuhan kamiTAFSIR AL-QUR'AN, [23.10.16 10:37]
. Kemudian diserukan dengan suara: Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu untuk mengeluarkan dari keturunanmu utusan menuju anNaar. Adam bertanya: Wahai Tuhanku, apakah utusan anNaar itu? Pada setiap 1000 orang, diutus 999 orang. Pada saat itulah wanita hamil mengeluarkan kandungannya dan anak kecil menjadi beruban. (Sebagaimana firman Allah) :

ูˆَุชَุฑَู‰ ุงู„ู†َّุงุณَ ุณُูƒَุงุฑَู‰ ูˆَู…َุง ู‡ُู…ْ ุจِุณُูƒَุงุฑَู‰ ูˆَู„َูƒِู†َّ ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุดَุฏِูŠุฏٌ

๐Ÿƒ Dan engkau melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah sangat kerasnya (Q.S al-Hajj ayat 2)

(mendengar hadits yang disampaikan Nabi itu) para Sahabat merasa berat hingga wajah-wajah mereka berubah. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: pada Ya’juj dan Ma’juj 999, sedangkan pada kalian 1. Kalian di kalangan manusia bagaikan satu rambut hitam di sisi sapi jantan yang putih. Atau satu rambut putih di sisi sapi jantan hitam. Aku sungguh berharap bahwa kalian termasuk seperempat penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir. Nabi menyatakan: sepertiga penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir. Nabi menyatakan: setengah penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir (H.R al-Bukhari dari Abu Said al-Khudry).  

๐ŸŽฏ Ada beberapa qira’ah (cara membaca) kata ‘jibillan’, yaitu:
Pertama, yang masyhur adalah jibillan: jim kasroh, ba’ kasroh, dan lam mengalami tasydid. Ini adalah bacaan Nafi’ dan ‘Ashim, merupakan qiro’ah penduduk Madinah dan sebagian Kufah.
Kedua, dibaca jubulan : jim dan ba’ dhommah, lam tidak ditasydid. Ini adalah bacaan Abu ‘Amr dan Ibnu ‘Aamir, merupakan qiro’ah sebagian penduduk Makkah dan kebanyakan penduduk Kufah.
Ketiga, dibaca jublan : jim didhommah, ba’ disukun, lam tidak ditasydid. Ini adalah qiro’ah Ahlul Bashrah.
Semua bacaan tersebut memiliki makna yang sama, yaitu makhluk yang banyak.
===================
๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

TAFSIR AL-QUR'AN SURAT YAASIN AYAT 60

TAFSIR AL-QUR'AN, [23.10.16 10:34]
✅๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-6⃣0⃣


๐Ÿ‘ˆ ุฃู„َู…ْ ุฃَุนْู‡َุฏْ ุฅِู„َูŠْูƒُู…ْ ูŠَุง ุจَู†ِูŠ ุขَุฏَู…َ ุฃَู†ْ ู„َุง ุชَุนْุจُุฏُูˆุง ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ุฅِู†َّู‡ُ ู„َูƒُู…ْ ุนَุฏُูˆٌّ ู…ُุจِูŠู†ٌ


๐Ÿƒ Arti Kalimat: Bukankah Aku telah mengambil perjanjian dengan kalian wahai Anak Adam agar kalian tidak menyembah syaithan ?! Sesungguhnya dia adalah musuh nyata bagi kalian.

☝️ Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang para pendosa dan yang beribadah kepada selain Allah. Setiap peribadatan kepada selain Allah, sesungguhnya itu adalah peribadatan kepada Syaithan, meski secara dzhahir seseorang menyembah kepada Malaikat atau para Nabi. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran:

ูˆَูŠَูˆْู…َ ูŠَุญْุดُุฑُู‡ُู…ْ ุฌَู…ِูŠุนًุง ุซُู…َّ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู„ِู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉِ ุฃَู‡َุคُู„َุงุกِ ุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْุจُุฏُูˆู†َ (40) ู‚َุงู„ُูˆุง ุณُุจْุญَุงู†َูƒَ ุฃَู†ْุชَ ูˆَู„ِูŠُّู†َุง ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِู‡ِู…ْ ุจَู„ْ ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْุจُุฏُูˆู†َ ุงู„ْุฌِู†َّ ุฃَูƒْุซَุฑُู‡ُู…ْ ุจِู‡ِู…ْ ู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ (41)

๐Ÿƒ Dan (ingatlah) pada hari (Allah) mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada Malaikat:”Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-Malaikat itu menjawab:”Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka. Bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu (Q.S Saba’ ayat 40-41).

๐Ÿ’ (penjelasan Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dalam Majmu’ Fataawa).

๐Ÿ’ฅ Orang-orang musyrikin yang menyembah berhala dan menganggap itu sebagai anak perempuan Allah, sesungguhnya mereka menyembah Syaithan, sebagaimana Allah berfirman:

ุฅِู†ْ ูŠَุฏْุนُูˆู†َ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِู‡ِ ุฅِู„َّุง ุฅِู†َุงุซًุง ูˆَุฅِู†ْ ูŠَุฏْุนُูˆู†َ ุฅِู„َّุง ุดَูŠْุทَุงู†ًุง ู…َุฑِูŠุฏًุง

๐Ÿƒ Tidaklah mereka menyembah selain-Nya kecuali berhala (yang diberi nama perempuan), dan tidaklah mereka menyembah kecuali syaithan yang durhaka. (Q.S anNisaa’ ayat 117).

๐Ÿ’ (disarikan dari Tafsir Adhwaa-ul Bayaan karya Syaikh Muhammad al-Amiin asy-Syinqithy (3/41)).

๐Ÿ”ด Segala macam bentuk penyelisihan terhadap perintah Allah, sesungguhnya itu adalah ketaatan kepada Syaithan. Segala macam kekafiran dan kemaksiatan adalah bentuk ketaatan dan peribadatan kepada Syaithan (Tafsir as-Sa’di).

๐Ÿ“Œ Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang yang ‘menyembah’ Syaithan. Para Ulama Ahlut Tafsir banyak yang menjelaskan bahwa makna ‘menyembah’ itu adalah mentaati perintah Syaithan dalam melanggar aturan-aturan Allah.

๐Ÿ“ Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan bahwa mentaati selain Allah dalam hal-hal yang melanggar syariat Allah adalah salah satu bagian dari ibadah. Sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nashara yang disebut oleh Allah sebagai menjadikan pemuka-pemuka agama mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, karena pengikut Yahudi dan Nashara itu tunduk kepada pemuka-pemuka agamanya dalam hal-hal yang jelas melanggar aturan-aturan Allah.

ุงุชَّุฎَุฐُูˆุง ุฃَุญْุจَุงุฑَู‡ُู…ْ ูˆَุฑُู‡ْุจَุงู†َู‡ُู…ْ ุฃَุฑْุจَุงุจًุง ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْู…َุณِูŠุญَ ุงุจْู†َ ู…َุฑْูŠَู…َ ูˆَู…َุง ุฃُู…ِุฑُูˆุง ุฅِู„َّุง ู„ِูŠَุนْุจُุฏُูˆุง ุฅِู„َู‡ًุง ูˆَุงุญِุฏًุง ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ู‡ُูˆَ ุณُุจْุญَุงู†َู‡ُ ุนَู…َّุง ูŠُุดْุฑِูƒُูˆู†َ

๐Ÿƒ Mereka (Yahudi dan Nashara) menjadikan para pemuka agama Yahudi dan ahli ibadah Nashara sebagai tuhan-tuhan selain Allah dan al-Masih putra Maryam. Padahal tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka menyembah sesembahan yang satu (Allah). Tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan (Q.S atTaubah ayat 31).

๐ŸŒท Seorang Sahabat Nabi Adi bin Hatim saat masih Nashrani beliau menghadap Nabi dengan berkalung salib. Melihat hal itu Nabi memerintahkan kepada beliau untuk melempar salib tersebut. Kemudian Nabi membaca surat atTaubah, di antaranya adalah ayat 31 dari surat atTaubah tersebut. Kemudian Adi bin Hatim menyatakan: Kami dulu tidak menyembah pemuka-pemuka agama tersebut. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bertanya:

ุฃَู„َูŠْุณَ ูŠُุญَุฑِّู…ُูˆْู†َ ู…َุง ุฃَุญَู„َّ ุงู„ู„ู‡ُ ูَุชُุญَุฑِّู…ُูˆْู†َู‡ُ ูˆَ ูŠُุญِู„ُّูˆْู†َ ู…َุง ุญَุฑَّู…َ ุงู„ู„ู‡ُ ูَุชَุณْุชَุญِู„ُّูˆْู†َู‡ُ ؟
TAFSIR AL-QUR'AN, [23.10.16 10:34]
๐Ÿƒ Bukankah ketika mereka (para pemuka agama itu) mengharamkan yang Allah halalkan, mereka (Ahlul Kitab) mengharamkannya juga dan ketika mereka (para pemuka agama itu) menghalalkan yang diharamkan Allah mereka (Ahlul Kitab) juga menghalalkannya?
Adi bin Hatim menyatakan : Ya, benar. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam menyatakan:

ูَุชِู„ْูƒَ ุนِุจَุงุฏَุชُู‡ُู…ْ

๐Ÿƒ Maka itulah bentuk peribadatan mereka kepada para pemuka agamanya (H.R atTirmidzi, atThobarony, al-Baihaqy, lafadz sesuai atThobarony dihasankan al-Albany).

⚡️ Di dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Syaithan adalah musuh yang nyata. Musuh adalah pihak yang selalu berusaha menimpakan kesusahan, kerugian, dan keburukan bagi pihak yang dimusuhinya.

๐ŸŒ Pada ayat yang lain Allah menegaskan perintah agar manusia benar-benar menjadikan syaithan sebagai musuh.

ุฅِู†َّ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†َ ู„َูƒُู…ْ ุนَุฏُูˆٌّ ูَุงุชَّุฎِุฐُูˆู‡ُ ุนَุฏُูˆًّุง ุฅِู†َّู…َุง ูŠَุฏْุนُูˆ ุญِุฒْุจَู‡ُ ู„ِูŠَูƒُูˆู†ُูˆุง ู…ِู†ْ ุฃَุตْุญَุงุจِ ุงู„ุณَّุนِูŠุฑِ

๐Ÿƒ Sesungguhnya syaithan adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya ia mengajak bala tentaranya untuk menjadi penghuni Neraka (Q.S Faathir ayat 6).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“‹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

Tafsir alquran surat yaasin ayat 59

TAFSIR AL-QUR'AN:
📖 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Ayat Ke-5⃣9⃣

👈 وامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ

🍃 Arti Kalimat: dan menyingkirlah hari ini (dari barisan orang bertakwa) wahai orang-orang yang banyak berbuat dosa.

🔎 Pada hari kiamat, barisan orang-orang beriman dan bertakwa dipisahkan dari barisan orang-orang kafir dan orang-orang yang banyak berbuat dosa.

يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْدًا (85) وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَى جَهَنَّمَ وِرْدًا (86)

🍃 Pada hari Kami kumpulkan orang-orang bertakwa menuju arRahman sebagai utusan (yang dimulyakan), dan Kami giring para pendosa menuju Jahannam dalam keadaan kehausan dan berjalan kaki (Q.S Maryam ayat 86).

💥 Di dalam ayat ini terkandung faidah bahwa para pendosa mendapatkan penghinaan dengan ucapan ini. Mereka diusir dari barisan kaum beriman dan bertakwa. Sehingga nampak jelas kehinaan mereka pada waktu itu. Salah satu bentuk penghinaan itu adalah lafadz dalam memanggil mereka tidak perlu menggunakan kata “yaa” (Wahai).

💍 (disarikan dari Tafsir Yasin libni Utsaimin halaman 211-212).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📋Allahu A’lam

الحمد لله ربّ العالمين

🍀🍀🍀🍀
🌎Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

Index Labels