Tafsir surat yaasin ayat 61 dan 62

TAFSIR AL-QUR'AN:
disini:
✅ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣1⃣
 وأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ
 Arti Kalimat: dan seharusnya kalian menyembah hanya kepadaKu, sesungguhnya ini adalah jalan yang lurus.
☝️ Ayat ke-60 dan ayat ini (ayat ke-61) menunjukkan kesempurnaan tauhid barulah tercapai jika terdapat penafian dan penetapan.
▶️ Menafikan penyembahan kepada Syaithan, yang artinya penyembahan kepada segala sesuatu selain Allah, dan menetapkan bahwa ibadah hanya untuk Allah semata.
⏩ Ayat ini juga menunjukkan bahwa jalan yang lurus itu adalah mentauhidkan Allah dalam peribadatan.
 Ayat Ke-6⃣2⃣
 ولَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ
 Arti Kalimat: dan sungguh Syaithan telah menyesatkan makhluk yang banyak di antara kalian. Apakah kalian tidak memikirkannya?
 Kata jibillan (bentuk jamak dari jabiil) dalam ayat tersebut artinya adalah sekumpulan umat (makhluk) yang banyak. Ad-Dhohhak menyatakan: minimal satu kumpulan itu berjumlah 10 ribu. Dan tidak ada batasan maksimalnya (al-Muharror al-Wajiiz libni Athiyyah). Penggunaan kata jibbillah yang bermakna serupa, juga disebutkan dalam ayat lain:
وَاتَّقُوا الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْأَوَّلِينَ
 dan bertakwalah kalian kepada (Allah) yang telah menciptakan kalian dan (banyak) makhluk terdahulu (Q.S asy-Syu’araa’ ayat 184).
 Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Syaithan telah menyesatkan banyak manusia. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعاً يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْأِنْسِ...
 Dan pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka seluruhnya, (Allah berfirman): wahai sekalian jin, sungguh kalian telah banyak (menyesatkan) manusia… (Q.S al-An’aam ayat 128).
 Iblis sebelumnya telah menyangka bahwa ia akan menyesatkan seluruh keturunan Adam kecuali hanya sedikit:
...لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا
…jika seandainya Engkau menunda (masa hidupku) hingga hari kiamat, sungguh aku akan memasang tali kekang untuk keturunannya (agar sesat) kecuali hanya sedikit (Q.S al-Israa’ ayat 62).
 Allah juga menjelaskan bahwa persangkaan Iblis itu benar, bahwa yang mengikutinya banyak. Hanya sedikit saja kaum beriman yang tidak mengikuti Iblis:
وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
 Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian dari orang-orang beriman (Q.S Saba’ ayat 20).
 (disarikan dari Tafsir Adhwaaul Bayaan lisySyinqithiy (6/298))
Di dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa setiap dari 1000 keturunan Adam, akan masuk anNaar 999 orang, hanya 1 yang masuk Jannah.
 Sedangkan separuh penduduk Jannah adalah berasal dari umat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.
يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَا آدَمُ يَقُولُ لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ فَيُنَادَى بِصَوْتٍ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكَ أَنْ تُخْرِجَ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ بَعْثًا إِلَى النَّارِ قَالَ يَا رَبِّ وَمَا بَعْثُ النَّارِ قَالَ مِنْ كُلِّ أَلْفٍ أُرَاهُ قَالَ تِسْعَ مِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ فَحِينَئِذٍ تَضَعُ الْحَامِلُ حَمْلَهَا وَيَشِيبُ الْوَلِيدُ { وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ } فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى النَّاسِ حَتَّى تَغَيَّرَتْ وُجُوهُهُمْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ تِسْعَ مِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ وَمِنْكُمْ وَاحِدٌ ثُمَّ أَنْتُمْ فِي النَّاسِ كَالشَّعْرَةِ السَّوْدَاءِ فِي جَنْبِ الثَّوْرِ الْأَبْيَضِ أَوْ كَالشَّعْرَةِ الْبَيْضَاءِ فِي جَنْبِ الثَّوْرِ الْأَسْوَدِ وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَكَبَّرْنَا ثُمَّ قَالَ ثُلُثَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَكَبَّرْنَا ثُمَّ قَالَ شَطْرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَكَبَّرْنَا
 Allah Azza Wa Jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai Adam. Adam menjawab: Kami memenuhi seruanmu dengan senang hati wahai Tuhan kami
TAFSIR AL-QUR'AN:
. Kemudian diserukan dengan suara: Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu untuk mengeluarkan dari keturunanmu utusan menuju anNaar. Adam bertanya: Wahai Tuhanku, apakah utusan anNaar itu? Pada setiap 1000 orang, diutus 999 orang. Pada saat itulah wanita hamil mengeluarkan kandungannya dan anak kecil menjadi beruban. (Sebagaimana firman Allah) :
وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
 Dan engkau melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah sangat kerasnya (Q.S al-Hajj ayat 2)
(mendengar hadits yang disampaikan Nabi itu) para Sahabat merasa berat hingga wajah-wajah mereka berubah. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: pada Ya’juj dan Ma’juj 999, sedangkan pada kalian 1. Kalian di kalangan manusia bagaikan satu rambut hitam di sisi sapi jantan yang putih. Atau satu rambut putih di sisi sapi jantan hitam. Aku sungguh berharap bahwa kalian termasuk seperempat penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir. Nabi menyatakan: sepertiga penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir. Nabi menyatakan: setengah penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir (H.R al-Bukhari dari Abu Said al-Khudry).   
 Ada beberapa qira’ah (cara membaca) kata ‘jibillan’, yaitu:
Pertama, yang masyhur adalah jibillan: jim kasroh, ba’ kasroh, dan lam mengalami tasydid. Ini adalah bacaan Nafi’ dan ‘Ashim, merupakan qiro’ah penduduk Madinah dan sebagian Kufah.
Kedua, dibaca jubulan : jim dan ba’ dhommah, lam tidak ditasydid. Ini adalah bacaan Abu ‘Amr dan Ibnu ‘Aamir, merupakan qiro’ah sebagian penduduk Makkah dan kebanyakan penduduk Kufah.
Ketiga, dibaca jublan : jim didhommah, ba’ disukun, lam tidak ditasydid. Ini adalah qiro’ah Ahlul Bashrah.
Semua bacaan tersebut memiliki makna yang sama, yaitu makhluk yang banyak.
===================
Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

TAFSIR AL QURAN SURAT YAASIN AYAT 60

TAFSIR AL-QUR'AN:
✅ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣0⃣
 ألَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آَدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
 Arti Kalimat: Bukankah Aku telah mengambil perjanjian dengan kalian wahai Anak Adam agar kalian tidak menyembah syaithan ?! Sesungguhnya dia adalah musuh nyata bagi kalian.
☝️ Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang para pendosa dan yang beribadah kepada selain Allah. Setiap peribadatan kepada selain Allah, sesungguhnya itu adalah peribadatan kepada Syaithan, meski secara dzhahir seseorang menyembah kepada Malaikat atau para Nabi. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran:
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ أَهَؤُلَاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ (40) قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ (41)
 Dan (ingatlah) pada hari (Allah) mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada Malaikat:”Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-Malaikat itu menjawab:”Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka. Bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu (Q.S Saba’ ayat 40-41).
 (penjelasan Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dalam Majmu’ Fataawa).
 Orang-orang musyrikin yang menyembah berhala dan menganggap itu sebagai anak perempuan Allah, sesungguhnya mereka menyembah Syaithan, sebagaimana Allah berfirman:
إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا وَإِنْ يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَرِيدًا
 Tidaklah mereka menyembah selain-Nya kecuali berhala (yang diberi nama perempuan), dan tidaklah mereka menyembah kecuali syaithan yang durhaka. (Q.S anNisaa’ ayat 117).
 (disarikan dari Tafsir Adhwaa-ul Bayaan karya Syaikh Muhammad al-Amiin asy-Syinqithy (3/41)).
 Segala macam bentuk penyelisihan terhadap perintah Allah, sesungguhnya itu adalah ketaatan kepada Syaithan. Segala macam kekafiran dan kemaksiatan adalah bentuk ketaatan dan peribadatan kepada Syaithan (Tafsir as-Sa’di).
 Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang yang ‘menyembah’ Syaithan. Para Ulama Ahlut Tafsir banyak yang menjelaskan bahwa makna ‘menyembah’ itu adalah mentaati perintah Syaithan dalam melanggar aturan-aturan Allah.
 Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan bahwa mentaati selain Allah dalam hal-hal yang melanggar syariat Allah adalah salah satu bagian dari ibadah. Sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nashara yang disebut oleh Allah sebagai menjadikan pemuka-pemuka agama mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, karena pengikut Yahudi dan Nashara itu tunduk kepada pemuka-pemuka agamanya dalam hal-hal yang jelas melanggar aturan-aturan Allah.
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
 Mereka (Yahudi dan Nashara) menjadikan para pemuka agama Yahudi dan ahli ibadah Nashara sebagai tuhan-tuhan selain Allah dan al-Masih putra Maryam. Padahal tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka menyembah sesembahan yang satu (Allah). Tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan (Q.S atTaubah ayat 31).
 Seorang Sahabat Nabi Adi bin Hatim saat masih Nashrani beliau menghadap Nabi dengan berkalung salib. Melihat hal itu Nabi memerintahkan kepada beliau untuk melempar salib tersebut. Kemudian Nabi membaca surat atTaubah, di antaranya adalah ayat 31 dari surat atTaubah tersebut. Kemudian Adi bin Hatim menyatakan: Kami dulu tidak menyembah pemuka-pemuka agama tersebut. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bertanya:
أَلَيْسَ يُحَرِّمُوْنَ مَا أَحَلَّ اللهُ فَتُحَرِّمُوْنَهُ وَ يُحِلُّوْنَ مَا حَرَّمَ اللهُ فَتَسْتَحِلُّوْنَهُ ؟
TAFSIR AL-QUR'AN:
 Bukankah ketika mereka (para pemuka agama itu) mengharamkan yang Allah halalkan, mereka (Ahlul Kitab) mengharamkannya juga dan ketika mereka (para pemuka agama itu) menghalalkan yang diharamkan Allah mereka (Ahlul Kitab) juga menghalalkannya?
Adi bin Hatim menyatakan : Ya, benar. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam menyatakan:
فَتِلْكَ عِبَادَتُهُمْ
 Maka itulah bentuk peribadatan mereka kepada para pemuka agamanya (H.R atTirmidzi, atThobarony, al-Baihaqy, lafadz sesuai atThobarony dihasankan al-Albany).
⚡️ Di dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Syaithan adalah musuh yang nyata. Musuh adalah pihak yang selalu berusaha menimpakan kesusahan, kerugian, dan keburukan bagi pihak yang dimusuhinya.
 Pada ayat yang lain Allah menegaskan perintah agar manusia benar-benar menjadikan syaithan sebagai musuh.
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
 Sesungguhnya syaithan adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya ia mengajak bala tentaranya untuk menjadi penghuni Neraka (Q.S Faathir ayat 6).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

TAFSIR AL-QUR'AN SURAT YAASIN AYAT 61-62

TAFSIR AL-QUR'AN,
disini:
✅📖 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Ayat Ke-6⃣1⃣

👈 وأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

🍃 Arti Kalimat: dan seharusnya kalian menyembah hanya kepadaKu, sesungguhnya ini adalah jalan yang lurus.

☝️ Ayat ke-60 dan ayat ini (ayat ke-61) menunjukkan kesempurnaan tauhid barulah tercapai jika terdapat penafian dan penetapan.

▶️ Menafikan penyembahan kepada Syaithan, yang artinya penyembahan kepada segala sesuatu selain Allah, dan menetapkan bahwa ibadah hanya untuk Allah semata.

⏩ Ayat ini juga menunjukkan bahwa jalan yang lurus itu adalah mentauhidkan Allah dalam peribadatan.


📖 Ayat Ke-6⃣2⃣

👈 ولَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ

🍃 Arti Kalimat: dan sungguh Syaithan telah menyesatkan makhluk yang banyak di antara kalian. Apakah kalian tidak memikirkannya?

🍂 Kata jibillan (bentuk jamak dari jabiil) dalam ayat tersebut artinya adalah sekumpulan umat (makhluk) yang banyak. Ad-Dhohhak menyatakan: minimal satu kumpulan itu berjumlah 10 ribu. Dan tidak ada batasan maksimalnya (al-Muharror al-Wajiiz libni Athiyyah). Penggunaan kata jibbillah yang bermakna serupa, juga disebutkan dalam ayat lain:

وَاتَّقُوا الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْأَوَّلِينَ

🍃 dan bertakwalah kalian kepada (Allah) yang telah menciptakan kalian dan (banyak) makhluk terdahulu (Q.S asy-Syu’araa’ ayat 184).

🌏 Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Syaithan telah menyesatkan banyak manusia. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعاً يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الْأِنْسِ...

🍃 Dan pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka seluruhnya, (Allah berfirman): wahai sekalian jin, sungguh kalian telah banyak (menyesatkan) manusia… (Q.S al-An’aam ayat 128).

🔥 Iblis sebelumnya telah menyangka bahwa ia akan menyesatkan seluruh keturunan Adam kecuali hanya sedikit:

...لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا

🍃…jika seandainya Engkau menunda (masa hidupku) hingga hari kiamat, sungguh aku akan memasang tali kekang untuk keturunannya (agar sesat) kecuali hanya sedikit (Q.S al-Israa’ ayat 62).

🌷 Allah juga menjelaskan bahwa persangkaan Iblis itu benar, bahwa yang mengikutinya banyak. Hanya sedikit saja kaum beriman yang tidak mengikuti Iblis:

وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

🍃 Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian dari orang-orang beriman (Q.S Saba’ ayat 20).

💍 (disarikan dari Tafsir Adhwaaul Bayaan lisySyinqithiy (6/298))
Di dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa setiap dari 1000 keturunan Adam, akan masuk anNaar 999 orang, hanya 1 yang masuk Jannah.

🔵 Sedangkan separuh penduduk Jannah adalah berasal dari umat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَا آدَمُ يَقُولُ لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ فَيُنَادَى بِصَوْتٍ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكَ أَنْ تُخْرِجَ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ بَعْثًا إِلَى النَّارِ قَالَ يَا رَبِّ وَمَا بَعْثُ النَّارِ قَالَ مِنْ كُلِّ أَلْفٍ أُرَاهُ قَالَ تِسْعَ مِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ فَحِينَئِذٍ تَضَعُ الْحَامِلُ حَمْلَهَا وَيَشِيبُ الْوَلِيدُ { وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ } فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى النَّاسِ حَتَّى تَغَيَّرَتْ وُجُوهُهُمْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ تِسْعَ مِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ وَمِنْكُمْ وَاحِدٌ ثُمَّ أَنْتُمْ فِي النَّاسِ كَالشَّعْرَةِ السَّوْدَاءِ فِي جَنْبِ الثَّوْرِ الْأَبْيَضِ أَوْ كَالشَّعْرَةِ الْبَيْضَاءِ فِي جَنْبِ الثَّوْرِ الْأَسْوَدِ وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَكَبَّرْنَا ثُمَّ قَالَ ثُلُثَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَكَبَّرْنَا ثُمَّ قَالَ شَطْرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَكَبَّرْنَا

🍃 Allah Azza Wa Jalla berfirman pada hari kiamat: Wahai Adam. Adam menjawab: Kami memenuhi seruanmu dengan senang hati wahai Tuhan kamiTAFSIR AL-QUR'AN, [23.10.16 10:37]
. Kemudian diserukan dengan suara: Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadamu untuk mengeluarkan dari keturunanmu utusan menuju anNaar. Adam bertanya: Wahai Tuhanku, apakah utusan anNaar itu? Pada setiap 1000 orang, diutus 999 orang. Pada saat itulah wanita hamil mengeluarkan kandungannya dan anak kecil menjadi beruban. (Sebagaimana firman Allah) :

وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

🍃 Dan engkau melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah sangat kerasnya (Q.S al-Hajj ayat 2)

(mendengar hadits yang disampaikan Nabi itu) para Sahabat merasa berat hingga wajah-wajah mereka berubah. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: pada Ya’juj dan Ma’juj 999, sedangkan pada kalian 1. Kalian di kalangan manusia bagaikan satu rambut hitam di sisi sapi jantan yang putih. Atau satu rambut putih di sisi sapi jantan hitam. Aku sungguh berharap bahwa kalian termasuk seperempat penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir. Nabi menyatakan: sepertiga penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir. Nabi menyatakan: setengah penduduk Jannah. Kemudian kami (para Sahabat) bertakbir (H.R al-Bukhari dari Abu Said al-Khudry).  

🎯 Ada beberapa qira’ah (cara membaca) kata ‘jibillan’, yaitu:
Pertama, yang masyhur adalah jibillan: jim kasroh, ba’ kasroh, dan lam mengalami tasydid. Ini adalah bacaan Nafi’ dan ‘Ashim, merupakan qiro’ah penduduk Madinah dan sebagian Kufah.
Kedua, dibaca jubulan : jim dan ba’ dhommah, lam tidak ditasydid. Ini adalah bacaan Abu ‘Amr dan Ibnu ‘Aamir, merupakan qiro’ah sebagian penduduk Makkah dan kebanyakan penduduk Kufah.
Ketiga, dibaca jublan : jim didhommah, ba’ disukun, lam tidak ditasydid. Ini adalah qiro’ah Ahlul Bashrah.
Semua bacaan tersebut memiliki makna yang sama, yaitu makhluk yang banyak.
===================
📋Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين

🍀🍀🍀🍀
🌎Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

TAFSIR AL-QUR'AN SURAT YAASIN AYAT 60

TAFSIR AL-QUR'AN, [23.10.16 10:34]
✅📖 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Ayat Ke-6⃣0⃣


👈 ألَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آَدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ


🍃 Arti Kalimat: Bukankah Aku telah mengambil perjanjian dengan kalian wahai Anak Adam agar kalian tidak menyembah syaithan ?! Sesungguhnya dia adalah musuh nyata bagi kalian.

☝️ Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang para pendosa dan yang beribadah kepada selain Allah. Setiap peribadatan kepada selain Allah, sesungguhnya itu adalah peribadatan kepada Syaithan, meski secara dzhahir seseorang menyembah kepada Malaikat atau para Nabi. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ أَهَؤُلَاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ (40) قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ (41)

🍃 Dan (ingatlah) pada hari (Allah) mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada Malaikat:”Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-Malaikat itu menjawab:”Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka. Bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu (Q.S Saba’ ayat 40-41).

💍 (penjelasan Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dalam Majmu’ Fataawa).

💥 Orang-orang musyrikin yang menyembah berhala dan menganggap itu sebagai anak perempuan Allah, sesungguhnya mereka menyembah Syaithan, sebagaimana Allah berfirman:

إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا وَإِنْ يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَرِيدًا

🍃 Tidaklah mereka menyembah selain-Nya kecuali berhala (yang diberi nama perempuan), dan tidaklah mereka menyembah kecuali syaithan yang durhaka. (Q.S anNisaa’ ayat 117).

💍 (disarikan dari Tafsir Adhwaa-ul Bayaan karya Syaikh Muhammad al-Amiin asy-Syinqithy (3/41)).

🔴 Segala macam bentuk penyelisihan terhadap perintah Allah, sesungguhnya itu adalah ketaatan kepada Syaithan. Segala macam kekafiran dan kemaksiatan adalah bentuk ketaatan dan peribadatan kepada Syaithan (Tafsir as-Sa’di).

📌 Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang yang ‘menyembah’ Syaithan. Para Ulama Ahlut Tafsir banyak yang menjelaskan bahwa makna ‘menyembah’ itu adalah mentaati perintah Syaithan dalam melanggar aturan-aturan Allah.

📝 Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan bahwa mentaati selain Allah dalam hal-hal yang melanggar syariat Allah adalah salah satu bagian dari ibadah. Sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nashara yang disebut oleh Allah sebagai menjadikan pemuka-pemuka agama mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, karena pengikut Yahudi dan Nashara itu tunduk kepada pemuka-pemuka agamanya dalam hal-hal yang jelas melanggar aturan-aturan Allah.

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

🍃 Mereka (Yahudi dan Nashara) menjadikan para pemuka agama Yahudi dan ahli ibadah Nashara sebagai tuhan-tuhan selain Allah dan al-Masih putra Maryam. Padahal tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka menyembah sesembahan yang satu (Allah). Tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan (Q.S atTaubah ayat 31).

🌷 Seorang Sahabat Nabi Adi bin Hatim saat masih Nashrani beliau menghadap Nabi dengan berkalung salib. Melihat hal itu Nabi memerintahkan kepada beliau untuk melempar salib tersebut. Kemudian Nabi membaca surat atTaubah, di antaranya adalah ayat 31 dari surat atTaubah tersebut. Kemudian Adi bin Hatim menyatakan: Kami dulu tidak menyembah pemuka-pemuka agama tersebut. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bertanya:

أَلَيْسَ يُحَرِّمُوْنَ مَا أَحَلَّ اللهُ فَتُحَرِّمُوْنَهُ وَ يُحِلُّوْنَ مَا حَرَّمَ اللهُ فَتَسْتَحِلُّوْنَهُ ؟
TAFSIR AL-QUR'AN, [23.10.16 10:34]
🍃 Bukankah ketika mereka (para pemuka agama itu) mengharamkan yang Allah halalkan, mereka (Ahlul Kitab) mengharamkannya juga dan ketika mereka (para pemuka agama itu) menghalalkan yang diharamkan Allah mereka (Ahlul Kitab) juga menghalalkannya?
Adi bin Hatim menyatakan : Ya, benar. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam menyatakan:

فَتِلْكَ عِبَادَتُهُمْ

🍃 Maka itulah bentuk peribadatan mereka kepada para pemuka agamanya (H.R atTirmidzi, atThobarony, al-Baihaqy, lafadz sesuai atThobarony dihasankan al-Albany).

⚡️ Di dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Syaithan adalah musuh yang nyata. Musuh adalah pihak yang selalu berusaha menimpakan kesusahan, kerugian, dan keburukan bagi pihak yang dimusuhinya.

🌏 Pada ayat yang lain Allah menegaskan perintah agar manusia benar-benar menjadikan syaithan sebagai musuh.

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

🍃 Sesungguhnya syaithan adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya ia mengajak bala tentaranya untuk menjadi penghuni Neraka (Q.S Faathir ayat 6).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📋Allahu A’lam

الحمد لله ربّ العالمين

🍀🍀🍀🍀
🌎Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

Tafsir alquran surat yaasin ayat 59

TAFSIR AL-QUR'AN:
📖 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Ayat Ke-5⃣9⃣

👈 وامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ

🍃 Arti Kalimat: dan menyingkirlah hari ini (dari barisan orang bertakwa) wahai orang-orang yang banyak berbuat dosa.

🔎 Pada hari kiamat, barisan orang-orang beriman dan bertakwa dipisahkan dari barisan orang-orang kafir dan orang-orang yang banyak berbuat dosa.

يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْدًا (85) وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَى جَهَنَّمَ وِرْدًا (86)

🍃 Pada hari Kami kumpulkan orang-orang bertakwa menuju arRahman sebagai utusan (yang dimulyakan), dan Kami giring para pendosa menuju Jahannam dalam keadaan kehausan dan berjalan kaki (Q.S Maryam ayat 86).

💥 Di dalam ayat ini terkandung faidah bahwa para pendosa mendapatkan penghinaan dengan ucapan ini. Mereka diusir dari barisan kaum beriman dan bertakwa. Sehingga nampak jelas kehinaan mereka pada waktu itu. Salah satu bentuk penghinaan itu adalah lafadz dalam memanggil mereka tidak perlu menggunakan kata “yaa” (Wahai).

💍 (disarikan dari Tafsir Yasin libni Utsaimin halaman 211-212).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📋Allahu A’lam

الحمد لله ربّ العالمين

🍀🍀🍀🍀
🌎Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

Tafsir al qur an surat yaasin ayat 57

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-5⃣7⃣
 لهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ
 Arti Kalimat: Bagi mereka ‘fakihah’ (buah-buahan), dan mereka mendapatkan apa yang diminta.
✏️ Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa semua jenis makanan penduduk Jannah adalah ‘fakihah’, dari kata ‘yatafakkah’ yaitu bersenang-senang. Sering kali kata fakihah diterjemahkan sebagai “buah-buahan”, dan itu yang banyak disebutkan para Ulama. Namun, Syaikh Ibn Utsaimin cenderung pada pendapat bahwa semua jenis makanan penduduk Jannah adalah fakihah karena semua makanan itu dimakan untuk bersenang-senang, bukan karena kebutuhan atau kondisi darurat harus memakannya.
 Berbeda dengan di dunia, yang kadangkala kita harus makan sesuatu karena kita butuh dengan makanan itu. Kita saat sakit harus makan obat, jamu, dan semisalnya yang terpaksa kita makan meski pahit, tapi karena kebutuhan, harus kita makan. Itupun belum tentu menyebabkan kita sembuh. Dalam kondisi darurat, di tempat pedalaman yang tidak bisa didapatkan makanan halal, seseorang bisa saja terpaksa makan bangkai.
 Dalam ayat ini juga dijelaskan bahwa penduduk Jannah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sebagaimana dijelaskan di dalam ayat lain:
وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
 Dan di dalamnya (Jannah) terdapat segala yang diinginkan jiwa dan yang menyenangkan mata, dan kalian kekal di dalamnya (Q.S az-Zukhruf ayat 71).
 Ayat Ke-5⃣8⃣
 سلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ
 Arti Kalimat: (Semoga keselamatan atas kalian) sebagai suatu ucapan dari Rabb yang Maha Penyayang.
☝️ Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyatakan ucapan: Salaam kepada penduduk Jannah. Hal itu menunjukkan bahwa penduduk Jannah akan mendapat keselamatan yang sempurna: tidak akan pernah mengalami sakit, hal yang tidak mengenakkan, ataupun kematian.
يُنَادِي مُنَادٍ إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلَا تَسْقَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا فَلَا تَمُوتُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلَا تَهْرَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَنْعَمُوا فَلَا تَبْأَسُوا أَبَدًا
 Akan ada penyeru yang berseru (kepada penduduk Jannah): Sesungguhnya kalian akan sehat terus tidak akan sakit selamanya, sesungguhnya kalian akan hidup terus tidak akan meninggal selamanya, sesungguhnya kalian akan tetap muda tidak akan pernah tua selamanya, sesungguhnya kalian akan merasakan kenikmatan dan tidak akan sengsara selamanya (H.R Muslim dari Abu Said dan Abu Hurairah).
✅ Ayat ini juga menunjukkan dalil bahwa Allah memiliki Sifat berbicara. Ahlussunnah menetapkan bahwa Allah berbicara secara hakiki dan didengar oleh makhluk yang dikehendakiNya.
 Penyebutan Sifat arRahiim (Yang Maha memiliki rahmat), dalam ayat ini menunjukkan bahwa penduduk Jannah tidaklah bisa mencapai kedudukan di Jannah seperti itu kecuali atas rahmat Allah.
 (disarikan dari Tafsir Yasin libni Utsaimin halaman 210).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

Tafsir al quran surat yaasin ayat 55, 56

TAFSIR AL-QUR'AN:
✅ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-5⃣5⃣
 إنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ
 Arti Kalimat: Sesungguhnya penduduk Jannah (Surga) pada hari tersebut berada dalam kesibukan yang menyenangkan.
 Ash-haab sering diterjemahkan sebagai ‘penduduk’ atau ‘penghuni’. Secara akar kata, Ash-haab adalah bentuk jamak yang berasal dari kata Shoohib yang maknanya mulazamah (berdiam atau menemani dalam waktu yang panjang). Seluruh kata Shoohib maknanya adalah mulazamah untuk waktu tertentu, kecuali shoohib Nabi atau para Sahabat Nabi.
 Para Ulama menjelaskan bahwa seseorang yang dikatakan sebagai Sahabat Nabi, tidak harus ber-mulazamah, mendampingi Nabi dalam waktu yang lama. Cukup dia pernah bertemu dengan Nabi dan beriman kepada Nabi dan meninggal dalam keadaan iman, maka ia telah menyandang predikat sebagai Sahabat Nabi.
 Jannah (Surga) adalah tempat tinggal di akhirat yang Allah sediakan bagi orang-orang yang bertakwa yang penuh dengan kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan bahkan terbetik dalam benak (hati/ pikiran).
 Ada 2 qiro’ah yang sesuai dengan qiroa’ah sab’ah pada ayat ini, yaitu: syughulin atau syughlin (huruf ghain disukun). 
 Penduduk Jannah sibuk dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Tidak membuat capek sedikitpun, karena kesibukan mereka adalah kesibukan yang nikmat. Berbagai kesibukan yang menyenangkan membuat mereka merasa dalam keadaan paling bahagia, sehingga tidak ada sedikitpun keinginan untuk berpindah tempat dari Surga, meski ia berada di tingkatan yang paling bawah.
خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا
 (Penduduk Jannah) kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah tempat (Q.S al-Kahfi ayat 108).
 (disarikan dari Tafsir Yaasin libni Utsaimin halaman 196-200).
 Ayat Ke-5⃣6⃣
 همْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ
 Arti Kalimat: Mereka bersama istri-istri mereka berada di bawah naungan, bertelekan (bersandar dengan santai) di atas dipan-dipan.
 Penduduk Jannah (Surga) dijelaskan dalam ayat ini menikmati kesenangan dan kenikmatan di dalamnya bersama istri-istri mereka. Baik wanita dunia yang masuk Jannah atau bidadari-bidadari yang tidak pernah hidup di dunia.
 Mereka berada di bawah “naungan”, artinya teduh terasa bagi mereka. Sinar yang ada tidak membikin panas. Kalau di dunia, terik matahari terasa panas, di dalam ruangan terasa gerah. Namun di Jannah, mereka mendapat sinar, tapi tak terasa gerah atau kepanasan. Sinar yang ada menerangi, namun menenangkan.
 Sebagian Ulama menjelaskan kondisi sinar yang didapatkan di Jannah itu bagaikan sinar yang ada di masa antara terbit fajar hingga terbit matahari. Teduh, menenangkan.
 “Mereka bertelekan di atas dipan-dipan”, itu menunjukkan kesempurnaan istirahat, ketentraman, tiadanya kepenatan dan rasa capek pada mereka (penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam menafsirkan surat al-Kahfi ayat 31).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah;

TAFSIR AL QUR;AN SURAT YAASIN AYAT 59

TAFSIR AL-QUR'AN,
📖 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Ayat Ke-5⃣9⃣

👈 وامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ

🍃 Arti Kalimat: dan menyingkirlah hari ini (dari barisan orang bertakwa) wahai orang-orang yang banyak berbuat dosa.

🔎 Pada hari kiamat, barisan orang-orang beriman dan bertakwa dipisahkan dari barisan orang-orang kafir dan orang-orang yang banyak berbuat dosa.

يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْدًا (85) وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَى جَهَنَّمَ وِرْدًا (86)

🍃 Pada hari Kami kumpulkan orang-orang bertakwa menuju arRahman sebagai utusan (yang dimulyakan), dan Kami giring para pendosa menuju Jahannam dalam keadaan kehausan dan berjalan kaki (Q.S Maryam ayat 86).

💥 Di dalam ayat ini terkandung faidah bahwa para pendosa mendapatkan penghinaan dengan ucapan ini. Mereka diusir dari barisan kaum beriman dan bertakwa. Sehingga nampak jelas kehinaan mereka pada waktu itu. Salah satu bentuk penghinaan itu adalah lafadz dalam memanggil mereka tidak perlu menggunakan kata “yaa” (Wahai).

💍 (disarikan dari Tafsir Yasin libni Utsaimin halaman 211-212).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📋Allahu A’lam

الحمد لله ربّ العالمين

🍀🍀🍀🍀
🌎Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

TAFSIR AL-QUR'AN,SURAT YAASIN ayat 57-58

TAFSIR AL-QUR'AN,
📖 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Ayat Ke-57

👈 لهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ

🍃 Arti Kalimat: Bagi mereka ‘fakihah’ (buah-buahan), dan mereka mendapatkan apa yang diminta.

✏️ Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa semua jenis makanan penduduk Jannah adalah ‘fakihah’, dari kata ‘yatafakkah’ yaitu bersenang-senang. Sering kali kata fakihah diterjemahkan sebagai “buah-buahan”, dan itu yang banyak disebutkan para Ulama. Namun, Syaikh Ibn Utsaimin cenderung pada pendapat bahwa semua jenis makanan penduduk Jannah adalah fakihah karena semua makanan itu dimakan untuk bersenang-senang, bukan karena kebutuhan atau kondisi darurat harus memakannya.

🌏 Berbeda dengan di dunia, yang kadangkala kita harus makan sesuatu karena kita butuh dengan makanan itu. Kita saat sakit harus makan obat, jamu, dan semisalnya yang terpaksa kita makan meski pahit, tapi karena kebutuhan, harus kita makan. Itupun belum tentu menyebabkan kita sembuh. Dalam kondisi darurat, di tempat pedalaman yang tidak bisa didapatkan makanan halal, seseorang bisa saja terpaksa makan bangkai.

🔵 Dalam ayat ini juga dijelaskan bahwa penduduk Jannah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sebagaimana dijelaskan di dalam ayat lain:

وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

🍃 Dan di dalamnya (Jannah) terdapat segala yang diinginkan jiwa dan yang menyenangkan mata, dan kalian kekal di dalamnya (Q.S az-Zukhruf ayat 71).


📖 Ayat Ke-58

👈 سلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ

🍃 Arti Kalimat: (Semoga keselamatan atas kalian) sebagai suatu ucapan dari Rabb yang Maha Penyayang.

☝️ Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyatakan ucapan: Salaam kepada penduduk Jannah. Hal itu menunjukkan bahwa penduduk Jannah akan mendapat keselamatan yang sempurna: tidak akan pernah mengalami sakit, hal yang tidak mengenakkan, ataupun kematian.

يُنَادِي مُنَادٍ إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلَا تَسْقَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا فَلَا تَمُوتُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلَا تَهْرَمُوا أَبَدًا وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَنْعَمُوا فَلَا تَبْأَسُوا أَبَدًا

🍃 Akan ada penyeru yang berseru (kepada penduduk Jannah): Sesungguhnya kalian akan sehat terus tidak akan sakit selamanya, sesungguhnya kalian akan hidup terus tidak akan meninggal selamanya, sesungguhnya kalian akan tetap muda tidak akan pernah tua selamanya, sesungguhnya kalian akan merasakan kenikmatan dan tidak akan sengsara selamanya (H.R Muslim dari Abu Said dan Abu Hurairah).

✅ Ayat ini juga menunjukkan dalil bahwa Allah memiliki Sifat berbicara. Ahlussunnah menetapkan bahwa Allah berbicara secara hakiki dan didengar oleh makhluk yang dikehendakiNya.

🌷 Penyebutan Sifat arRahiim (Yang Maha memiliki rahmat), dalam ayat ini menunjukkan bahwa penduduk Jannah tidaklah bisa mencapai kedudukan di Jannah seperti itu kecuali atas rahmat Allah.

💍 (disarikan dari Tafsir Yasin libni Utsaimin halaman 210).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📋Allahu A’lam

الحمد لله ربّ العالمين

🍀🍀🍀🍀
🌎Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah;

Tafsir al quran surat yaasin ayat 55, 56

TAFSIR AL-QUR'AN:
✅ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-5⃣5⃣
 إنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ
 Arti Kalimat: Sesungguhnya penduduk Jannah (Surga) pada hari tersebut berada dalam kesibukan yang menyenangkan.
 Ash-haab sering diterjemahkan sebagai ‘penduduk’ atau ‘penghuni’. Secara akar kata, Ash-haab adalah bentuk jamak yang berasal dari kata Shoohib yang maknanya mulazamah (berdiam atau menemani dalam waktu yang panjang). Seluruh kata Shoohib maknanya adalah mulazamah untuk waktu tertentu, kecuali shoohib Nabi atau para Sahabat Nabi.
 Para Ulama menjelaskan bahwa seseorang yang dikatakan sebagai Sahabat Nabi, tidak harus ber-mulazamah, mendampingi Nabi dalam waktu yang lama. Cukup dia pernah bertemu dengan Nabi dan beriman kepada Nabi dan meninggal dalam keadaan iman, maka ia telah menyandang predikat sebagai Sahabat Nabi.
 Jannah (Surga) adalah tempat tinggal di akhirat yang Allah sediakan bagi orang-orang yang bertakwa yang penuh dengan kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan bahkan terbetik dalam benak (hati/ pikiran).
 Ada 2 qiro’ah yang sesuai dengan qiroa’ah sab’ah pada ayat ini, yaitu: syughulin atau syughlin (huruf ghain disukun). 
 Penduduk Jannah sibuk dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Tidak membuat capek sedikitpun, karena kesibukan mereka adalah kesibukan yang nikmat. Berbagai kesibukan yang menyenangkan membuat mereka merasa dalam keadaan paling bahagia, sehingga tidak ada sedikitpun keinginan untuk berpindah tempat dari Surga, meski ia berada di tingkatan yang paling bawah.
خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا
 (Penduduk Jannah) kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah tempat (Q.S al-Kahfi ayat 108).
 (disarikan dari Tafsir Yaasin libni Utsaimin halaman 196-200).
 Ayat Ke-5⃣6⃣
 همْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ
 Arti Kalimat: Mereka bersama istri-istri mereka berada di bawah naungan, bertelekan (bersandar dengan santai) di atas dipan-dipan.
 Penduduk Jannah (Surga) dijelaskan dalam ayat ini menikmati kesenangan dan kenikmatan di dalamnya bersama istri-istri mereka. Baik wanita dunia yang masuk Jannah atau bidadari-bidadari yang tidak pernah hidup di dunia.
 Mereka berada di bawah “naungan”, artinya teduh terasa bagi mereka. Sinar yang ada tidak membikin panas. Kalau di dunia, terik matahari terasa panas, di dalam ruangan terasa gerah. Namun di Jannah, mereka mendapat sinar, tapi tak terasa gerah atau kepanasan. Sinar yang ada menerangi, namun menenangkan.
 Sebagian Ulama menjelaskan kondisi sinar yang didapatkan di Jannah itu bagaikan sinar yang ada di masa antara terbit fajar hingga terbit matahari. Teduh, menenangkan.
 “Mereka bertelekan di atas dipan-dipan”, itu menunjukkan kesempurnaan istirahat, ketentraman, tiadanya kepenatan dan rasa capek pada mereka (penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam menafsirkan surat al-Kahfi ayat 31).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah;

Tafsir al quran surat yaasin ayat 55, 56

TAFSIR AL-QUR'AN:
✅ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-5⃣5⃣
 إنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ
 Arti Kalimat: Sesungguhnya penduduk Jannah (Surga) pada hari tersebut berada dalam kesibukan yang menyenangkan.
 Ash-haab sering diterjemahkan sebagai ‘penduduk’ atau ‘penghuni’. Secara akar kata, Ash-haab adalah bentuk jamak yang berasal dari kata Shoohib yang maknanya mulazamah (berdiam atau menemani dalam waktu yang panjang). Seluruh kata Shoohib maknanya adalah mulazamah untuk waktu tertentu, kecuali shoohib Nabi atau para Sahabat Nabi.
 Para Ulama menjelaskan bahwa seseorang yang dikatakan sebagai Sahabat Nabi, tidak harus ber-mulazamah, mendampingi Nabi dalam waktu yang lama. Cukup dia pernah bertemu dengan Nabi dan beriman kepada Nabi dan meninggal dalam keadaan iman, maka ia telah menyandang predikat sebagai Sahabat Nabi.
 Jannah (Surga) adalah tempat tinggal di akhirat yang Allah sediakan bagi orang-orang yang bertakwa yang penuh dengan kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan bahkan terbetik dalam benak (hati/ pikiran).
 Ada 2 qiro’ah yang sesuai dengan qiroa’ah sab’ah pada ayat ini, yaitu: syughulin atau syughlin (huruf ghain disukun). 
 Penduduk Jannah sibuk dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Tidak membuat capek sedikitpun, karena kesibukan mereka adalah kesibukan yang nikmat. Berbagai kesibukan yang menyenangkan membuat mereka merasa dalam keadaan paling bahagia, sehingga tidak ada sedikitpun keinginan untuk berpindah tempat dari Surga, meski ia berada di tingkatan yang paling bawah.
خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا
 (Penduduk Jannah) kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah tempat (Q.S al-Kahfi ayat 108).
 (disarikan dari Tafsir Yaasin libni Utsaimin halaman 196-200).
 Ayat Ke-5⃣6⃣
 همْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ
 Arti Kalimat: Mereka bersama istri-istri mereka berada di bawah naungan, bertelekan (bersandar dengan santai) di atas dipan-dipan.
 Penduduk Jannah (Surga) dijelaskan dalam ayat ini menikmati kesenangan dan kenikmatan di dalamnya bersama istri-istri mereka. Baik wanita dunia yang masuk Jannah atau bidadari-bidadari yang tidak pernah hidup di dunia.
 Mereka berada di bawah “naungan”, artinya teduh terasa bagi mereka. Sinar yang ada tidak membikin panas. Kalau di dunia, terik matahari terasa panas, di dalam ruangan terasa gerah. Namun di Jannah, mereka mendapat sinar, tapi tak terasa gerah atau kepanasan. Sinar yang ada menerangi, namun menenangkan.
 Sebagian Ulama menjelaskan kondisi sinar yang didapatkan di Jannah itu bagaikan sinar yang ada di masa antara terbit fajar hingga terbit matahari. Teduh, menenangkan.
 “Mereka bertelekan di atas dipan-dipan”, itu menunjukkan kesempurnaan istirahat, ketentraman, tiadanya kepenatan dan rasa capek pada mereka (penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam menafsirkan surat al-Kahfi ayat 31).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah;

Index Labels