TAFSIR AL-QUR'AN, [23.10.16 10:34]
✅๐ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐ Ayat Ke-6⃣0⃣
๐ ุฃَูู
ْ ุฃَุนَْูุฏْ ุฅَُِْูููู
ْ َูุง ุจَِูู ุขَุฏَู
َ ุฃَْู َูุง ุชَุนْุจُุฏُูุง ุงูุดَّْูุทَุงَู ุฅَُِّูู َُููู
ْ ุนَุฏٌُّู ู
ُุจٌِูู
๐ Arti Kalimat: Bukankah Aku telah mengambil perjanjian dengan kalian wahai Anak Adam agar kalian tidak menyembah syaithan ?! Sesungguhnya dia adalah musuh nyata bagi kalian.
☝️ Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang para pendosa dan yang beribadah kepada selain Allah. Setiap peribadatan kepada selain Allah, sesungguhnya itu adalah peribadatan kepada Syaithan, meski secara dzhahir seseorang menyembah kepada Malaikat atau para Nabi. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran:
ََْูููู
َ َูุญْุดُุฑُُูู
ْ ุฌَู
ِูุนًุง ุซُู
َّ َُُูููู ِْููู
ََูุงุฆَِูุฉِ ุฃََูุคَُูุงุกِ ุฅَِّูุงُูู
ْ َูุงُููุง َูุนْุจُุฏَُูู (40) َูุงُููุง ุณُุจْุญَุงََูู ุฃَْูุชَ ََُِّููููุง ู
ِْู ุฏُِِูููู
ْ ุจَْู َูุงُููุง َูุนْุจُุฏَُูู ุงْูุฌَِّู ุฃَْูุซَุฑُُูู
ْ ุจِِูู
ْ ู
ُุคْู
َُِููู (41)
๐ Dan (ingatlah) pada hari (Allah) mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada Malaikat:”Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-Malaikat itu menjawab:”Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka. Bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu (Q.S Saba’ ayat 40-41).
๐ (penjelasan Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dalam Majmu’ Fataawa).
๐ฅ Orang-orang musyrikin yang menyembah berhala dan menganggap itu sebagai anak perempuan Allah, sesungguhnya mereka menyembah Syaithan, sebagaimana Allah berfirman:
ุฅِْู َูุฏْุนَُูู ู
ِْู ุฏُِِููู ุฅَِّูุง ุฅَِูุงุซًุง َูุฅِْู َูุฏْุนَُูู ุฅَِّูุง ุดَْูุทَุงًูุง ู
َุฑِูุฏًุง
๐ Tidaklah mereka menyembah selain-Nya kecuali berhala (yang diberi nama perempuan), dan tidaklah mereka menyembah kecuali syaithan yang durhaka. (Q.S anNisaa’ ayat 117).
๐ (disarikan dari Tafsir Adhwaa-ul Bayaan karya Syaikh Muhammad al-Amiin asy-Syinqithy (3/41)).
๐ด Segala macam bentuk penyelisihan terhadap perintah Allah, sesungguhnya itu adalah ketaatan kepada Syaithan. Segala macam kekafiran dan kemaksiatan adalah bentuk ketaatan dan peribadatan kepada Syaithan (Tafsir as-Sa’di).
๐ Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang yang ‘menyembah’ Syaithan. Para Ulama Ahlut Tafsir banyak yang menjelaskan bahwa makna ‘menyembah’ itu adalah mentaati perintah Syaithan dalam melanggar aturan-aturan Allah.
๐ Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan bahwa mentaati selain Allah dalam hal-hal yang melanggar syariat Allah adalah salah satu bagian dari ibadah. Sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nashara yang disebut oleh Allah sebagai menjadikan pemuka-pemuka agama mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, karena pengikut Yahudi dan Nashara itu tunduk kepada pemuka-pemuka agamanya dalam hal-hal yang jelas melanggar aturan-aturan Allah.
ุงุชَّุฎَุฐُูุง ุฃَุญْุจَุงุฑَُูู
ْ َูุฑُْูุจَุงَُููู
ْ ุฃَุฑْุจَุงุจًุง ู
ِْู ุฏُِูู ุงَِّููู َูุงْูู
َุณِูุญَ ุงุจَْู ู
َุฑَْูู
َ َูู
َุง ุฃُู
ِุฑُูุง ุฅَِّูุง َِููุนْุจُุฏُูุง ุฅًَِููุง َูุงุญِุฏًุง َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง َُูู ุณُุจْุญَุงَُูู ุนَู
َّุง ُูุดْุฑَُِููู
๐ Mereka (Yahudi dan Nashara) menjadikan para pemuka agama Yahudi dan ahli ibadah Nashara sebagai tuhan-tuhan selain Allah dan al-Masih putra Maryam. Padahal tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka menyembah sesembahan yang satu (Allah). Tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan (Q.S atTaubah ayat 31).
๐ท Seorang Sahabat Nabi Adi bin Hatim saat masih Nashrani beliau menghadap Nabi dengan berkalung salib. Melihat hal itu Nabi memerintahkan kepada beliau untuk melempar salib tersebut. Kemudian Nabi membaca surat atTaubah, di antaranya adalah ayat 31 dari surat atTaubah tersebut. Kemudian Adi bin Hatim menyatakan: Kami dulu tidak menyembah pemuka-pemuka agama tersebut. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bertanya:
ุฃََْููุณَ ُูุญَุฑِّู
َُْูู ู
َุง ุฃَุญََّู ุงُููู َูุชُุญَุฑِّู
َُُْููู َู ُูุญَُِّْููู ู
َุง ุญَุฑَّู
َ ุงُููู َูุชَุณْุชَุญَُُِّْูููู ؟
TAFSIR AL-QUR'AN, [23.10.16 10:34]
๐ Bukankah ketika mereka (para pemuka agama itu) mengharamkan yang Allah halalkan, mereka (Ahlul Kitab) mengharamkannya juga dan ketika mereka (para pemuka agama itu) menghalalkan yang diharamkan Allah mereka (Ahlul Kitab) juga menghalalkannya?
Adi bin Hatim menyatakan : Ya, benar. Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam menyatakan:
َูุชَِْูู ุนِุจَุงุฏَุชُُูู
ْ
๐ Maka itulah bentuk peribadatan mereka kepada para pemuka agamanya (H.R atTirmidzi, atThobarony, al-Baihaqy, lafadz sesuai atThobarony dihasankan al-Albany).
⚡️ Di dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Syaithan adalah musuh yang nyata. Musuh adalah pihak yang selalu berusaha menimpakan kesusahan, kerugian, dan keburukan bagi pihak yang dimusuhinya.
๐ Pada ayat yang lain Allah menegaskan perintah agar manusia benar-benar menjadikan syaithan sebagai musuh.
ุฅَِّู ุงูุดَّْูุทَุงَู َُููู
ْ ุนَุฏٌُّู َูุงุชَّุฎِุฐُُูู ุนَุฏًُّูุง ุฅَِّูู
َุง َูุฏْุนُู ุญِุฒْุจَُู َُُِููููููุง ู
ِْู ุฃَุตْุญَุงุจِ ุงูุณَّุนِูุฑِ
๐ Sesungguhnya syaithan adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya ia mengajak bala tentaranya untuk menjadi penghuni Neraka (Q.S Faathir ayat 6).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Allahu A’lam
ุงูุญู
ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู
ูู
๐๐๐๐
๐Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar