Tafsir alqur an surat yaasin ayat 70

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-70
 ليُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ
 Arti Kalimat: Agar dia memberi peringatan bagi orang yang hidup dan tetaplah ucapan (adzab) bagi kaum kafir.
☝️ Allah turunkan al-Quran ini kepada Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam agar beliau memberikan peringatan kepada setiap yang hidup di muka bumi.
 (disarikan dari Tafsir Ibn Katsir).
 Al-Quran ini diturunkan untuk memberi peringatan kepada yang hidup. Namun, kebanyakan saudara kita banyak membacakan surat Yaasin yang di dalamnya terdapat ayat ini dikhususkan untuk orang yang sudah meninggal, bukan orang yang masih hidup.
 Terdapat beberapa hadits yang menunjukkan keutamaan membacakan surat Yaasin pada orang yang sudah meninggal, namun berkisar pada hadits-hadits yang lemah atau palsu menurut penelitian yang benar dari Ulama Ahlul Hadits.
 Di antaranya adalah hadits-hadits lemah/ palsu itu adalah :
مَا مِنْ مَيِّتٍ يَمُوْتُ ، فَيُقْرَأُ عِنْدَهُ سُوْرَةُ (يَسٍ) ؛ إِلَّا هَوَّنَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ
 Tidaklah ada suatu mayit yang dibacakan di sisinya surat Yaasin kecuali Allah Azza Wa Jalla akan meringankan (siksa) terhadapnya (H.R ad-Dailamiy).
 Di dalam sanad hadits tersebut terdapat perawi yang bernama Marwan bin Salim. Al-Imam Ahmad dan anNasaai menyatakan bahwa ia tidaklah terpercaya. Sedangkan as-Saajiy dan Abu ‘Aruubah menyatakan bahwa ia suka memalsukan hadits.
⚫️ Contoh hadits lain yang lemah/ palsu tentang keutamaan membaca surat Yaasin terhadap orang yang sudah meninggal:
مَنْ دَخَلَ الْمَقَابِرَ فَقَرَأَ سُوْرَةَ يس خُفِّفَ عَنْهُمْ يَوْمَئِذٍ ، وَكَانَ لَهُ بِعَدَدِ مَنْ فِيْهَا حَسَنَات
 Barangsiapa yang masuk ke kuburan kemudian membaca surat Yaasin, maka akan diringankan (siksa) untuk mereka pada hari tersebut, dan bagi dia (pembaca) akan mendapatkan kebaikan sebanyak jumlah (penghuni) di sana (diriwayatkan oleh ats-Tsa’labiy dalam Tafsirnya).
 Hadits ini dinyatakan oleh as-Sakhowy –murid al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaaniy- sebagai hadits yang tidak shahih (al-Ajwibah al-Mardhiyyah fiimaa su-ila as-Sakhoowiy ‘anhu minal ahaadits anNabawiyyah(1/170)).
 Demikian juga dengan hadits:
مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا فِي كُلِّ يَوْمِ جُمْعَةٍ فَقَرَأَ عِنْدَهُ يس غَفَرَ اللهُ لَهُ بِعَدَدِ كُلِّ حَرْفٍ مِنْهَا
 Barangsiapa yang berziarah ke kubur kedua orangtuanya atau salah satu darinya pada setiap hari Jumat kemudian membaca surat Yaasin di sisinya, Allah akan mengampuninya sebanyak huruf darinya (H.R Ibnun Najjar dalam Tarikhnya). Al-Munawy menyatakan bahwa sanad hadits ini lemah.
 Ibnu ‘Adi juga menyatakan bahwa hadits dengan sanad ini batil (al-Kaamil fi dhu’afaair Rijaal (5/152)).
 Ada satu hadits terkait membacakan Yaasin terhadap orang yang akan meninggal dunia, yang diperselisihkan oleh para Ulama. Hadits tersebut adalah:
اقْرَءُوا (يس) عَلَى مَوْتَاكُمْ
 Bacakanlah Yaasin kepada orang yang akan meninggal (di antara) kalian (H.R Abu Dawud, Ibnu Majah).
 Hadits ini dilemahkan oleh sebagian Ulama, di antaranya al-Imam anNawawiy dalam al-Adzkar menyebutkan kelemahan sanad hadits itu karena adanya 2 perawi yang majhul (tidak dikenal). AdDaraquthny juga menyatakan bahwa hadits ini sanadnya mudhtharib (guncang), matannya majhul, dan tidak sah.
✅ Sebagian Ulama’ menyatakan hadits itu sah, di antaranya Ibnu Hibban meriwayatkannya dalam Shahihnya. Sudah dimaklumi dari kebiasaan Ibnu Hibban yang menganggap tsiqoh perawi yang majhul. Ada sebuah penisbatan kepada Ibnu Hajar al-‘Asqolaaniy bahwa beliau melihat adanya jalur penguat terhadap hadits ini yaitu ketika seorang Sahabat bernama Ghudhaif bin al-Harits akan meninggal dunia, ia bertanya: “Adakah yang bisa membacakan Yaasin”? Kemudian Sholih bin Syuraih as-Sakuuniy membacakan surat Yaasin untuknya. Ketika terbacakan 40-an ayat, Ghudhaif meninggal dunia (disebutkan oleh Ibnul ‘Allan dalam syarh al-Adzkaar).
♻️ Kalaupun hadits ini dianggap sah, maka yang dimaksud dengan mautaakum dalam hadits itu adalah orang yang akan meninggal,TAFSIR AL-QUR'AN:
bukan orang yang sudah meninggal, sebagaimana penjelasan Ibnu Hibban yang meriwayatkan hadits ini.
 
 Ayat ini juga memberikan faidah bahwa al-Quran adalah peringatan yang bermanfaat bagi orang yang hidup hatinya, mau mendengar, memahami, dan mengamalkannya.
 Sedangkan bagi orang-orang kafir yang mati hatinya, yang telah Allah tetapkan ketiadaan taufiq bagi mereka, maka al-Quran adalah hujjah yang akan semakin menenggelamkan mereka dalam kebinasaan
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Index Labels