TAFSIR SURAT YAASIN

TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-79


๐Ÿ‘ˆ ู‚ู„ْ ูŠُุญْูŠِูŠู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَู†ْุดَุฃَู‡َุง ุฃَูˆَّู„َ ู…َุฑَّุฉٍ ูˆَู‡ُูˆَ ุจِูƒُู„ِّ ุฎَู„ْู‚ٍ ุนَู„ِูŠู…ٌ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Katakanlah: akan menghidupkannya (Dzat) Yang Menciptakannya pada awal pertama kali, dan Dialah Yang Maha Mengetahui terhadap setiap penciptaan (makhluk).

☝️ Allah Subhaanahu Wa Ta’ala Maha Mampu untuk menggabungkan kembali serpihan-serpihan tubuhnya yang sudah berserakan di mana-mana dan menghidupkannya kembali.

๐ŸŒท Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim bahwa ada seseorang yang berpesan kepada anaknya agar kalau dia mati, bakarlah tubuhnya dan taburkan debunya sebagian di daratan dan sebagian di lautan. Ia takut kepada Allah. Ia takut akan adzab Allah dan beranggapan jika jasadnya terbakar dan debunya dipencar, tidak akan membangkitkan ia lagi dan tidak mengadzabnya. Namun ternyata Allah mengampuni dia. Walaupun ia tidak mengetahui sebagian dari Sifat Allah yaitu Yang Maha Berkuasa, dan meski ia memiliki bagian dari keyakinan kufur bahwa ia tidak akan dibangkitkan jika bagian tubuhnya terserak.

๐ŸŒ Haditsnya adalah sebagai berikut:

 ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุฑَุฌُู„ٌ ู„َู…ْ ูŠَุนْู…َู„ْ ุฎَูŠْุฑًุง ู‚َุทُّ ูَุฅِุฐَุง ู…َุงุชَ ูَุญَุฑِّู‚ُูˆู‡ُ ูˆَุงุฐْุฑُูˆุง ู†ِุตْูَู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْุจَุฑِّ ูˆَู†ِุตْูَู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْุจَุญْุฑِ ูَูˆَุงู„ู„َّู‡ِ ู„َุฆِู†ْ ู‚َุฏَุฑَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู„َูŠُุนَุฐِّุจَู†َّู‡ُ ุนَุฐَุงุจًุง ู„َุง ูŠُุนَุฐِّุจُู‡ُ ุฃَุญَุฏًุง ู…ِู†َ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ ูَุฃَู…َุฑَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ْุจَุญْุฑَ ูَุฌَู…َุนَ ู…َุง ูِูŠู‡ِ ูˆَุฃَู…َุฑَ ุงู„ْุจَุฑَّ ูَุฌَู…َุนَ ู…َุง ูِูŠู‡ِ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ู„ِู…َ ูَุนَู„ْุชَ ู‚َุงู„َ ู…ِู†ْ ุฎَุดْูŠَุชِูƒَ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุฃَุนْู„َู…ُ ูَุบَูَุฑَ ู„َู‡ُ

๐Ÿƒ Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Seseorang laki-laki yang tidak pernah beramal kebaikan sebelumnya berkata: Jika aku mati, bakarlah jasadku, dan taburkan debunya sebagian di daratan dan sebagian di lautan. Demi Allah jika Allah mampu untuk mengembalikan jasadku lagi niscaya Dia akan mengadzab aku dengan adzab yang (sangat pedih) tidak ada adzab seperti itu bagi seorangpun (selainku). Kemudian Allah perintahkan lautan untuk mengumpulkan (serpihan jasadnya) dan Allah perintahkan daratan untuk mengumpulkan (serpihan jasadnya). Kemudian Allah bertanya kepadanya: Mengapa engkau melakukan hal itu? Orang itu menjawab: Karena takut kepadamu dan Engkau lebih tahu. Maka Allah mengampuninya (H.R al-Bukhari no 6952 dan Muslim no 4949).

๐Ÿ”ต Orang tersebut adalah orang yang beriman, karena itu ia takut kepada Allah. Ia yakin dengan adzab Allah. Ia tahu Allah Maha Mengetahui. Ia beriman kepada Allah dan hari akhir secara umum, namun ada sebagian sisi keimanan yang tidak ia ketahui. Dia tidak terhitung kafir karena kalau kafir Allah tidak akan mengampuni dia. Ketidaktahuannya dan tidak tegaknya hujjah terhadap dia menyebabkan ia tidak dikafirkan.

๐ŸŽฏ Ayat ini merupakan jawaban terhadap pertanyaan bernada ejekan bagi sikap orang Kafir yang menentang seruan Nabi dan tidak yakin bahwa Allah Maha Mampu untuk menghidupkan manusia kembali. Dalam ayat ini Allah mengajak mereka berpikir dengan ucapan: Yang Menghidupkannya adalah Yang Menciptakannya pertama kali. Allah tidak menyatakan: Yang Menghidupakannya adalah Allah. Tapi Allah sebutkan dalilnya yang bisa diterima akal mereka. Mereka tidak menolak bahwa Allahlah yang Menciptakan mereka dari keadaan tidak ada menjadi ada. Mereka hanya menolak bahwa Allahlah yang akan menghidupkan mereka kembali setelah menjadi tulang belulang yang hancur (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).

๐Ÿ’ก Allah Ta’ala jelaskan bahwa jika membuat kalian dari sebelumnya tidak ada menjadi ada Allah Maha mampu dan itu sangat mudah bagi Allah, maka sekedar menggabungkan materi yang sudah ada dan dihidupkan kembali, suatu hal yang lebih mudah lagi bagi Allah. Sebagaimana disebutkan dalam ayat yang lain:

ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุจْุฏَุฃُ ุงู„ْุฎَู„ْู‚َ ุซُู…َّ ูŠُุนِูŠุฏُู‡ُ ูˆَู‡ُูˆَ ุฃَู‡ْูˆَู†ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ...

๐Ÿƒ dan Dialah Yang memulai penciptaan kemudian mengulanginya (menghidupkan kembali) dan itu lebih ringan bagiNya…(Q.S arRuum ayat 27).

Di dalam ayat ini dinyatakan : wa huwabi kulli kholqin ‘aliim (dan Dia (Allah) Maha Mengetahui segala penciptaan). Allah Maha Mengetahui bagaimana menciptakan dan Allah Maha Mengetahui seluruh kondisi makhluk yang diciptakannya.

TAFSIR SURAT YAASIN

TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“œ Ayat Ke-77 dan 78


๐Ÿ‘ˆ ุฃูˆَู„َู…ْ ูŠَุฑَ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†ُ ุฃَู†َّุง ุฎَู„َู‚ْู†َุงู‡ُ ู…ِู†ْ ู†ُุทْูَุฉٍ ูَุฅِุฐَุง ู‡ُูˆَ ุฎَุตِูŠู…ٌ ู…ُุจِูŠู†ٌ (77) ูˆَุถَุฑَุจَ ู„َู†َุง ู…َุซَู„ًุง ูˆَู†َุณِูŠَ ุฎَู„ْู‚َู‡ُ ู‚َุงู„َ ู…َู†ْ ูŠُุญْูŠِูŠ ุงู„ْุนِุธَุงู…َ ูˆَู‡ِูŠَ ุฑَู…ِูŠู…ٌ (78)

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Tidakkah manusia melihat bahwasanya Kami menciptakan dia dari nuthfah (air mani), kemudian (setelah menjadi manusia) ia menjadi orang yang menentang secara jelas? Dan dia memberikan suatu permisalan serta melupakan penciptaannya. Ia berkata: Siapa yang akan menghidupkan tulang yang sudah hancur lebur?!

๐ŸŒ Sebab Turunnya Ayat.

☝️ Ayat-ayat di akhir surat Yaasin ini turun terkait sikap ejekan dari al-‘Aash bin Wa-il yang meremehkan dan sangsi terhadap kemahakuasaan Allah untuk menghidupkan kembali manusia yang telah menjadi tulang belulang yang hancur. Ia datang ke hadapan Nabi dan berkata sambil membawa tulang yang dia hancurkan dengan tangannya: Apakah Allah akan menghidupkan yang seperti ini? Maka Allah turunkan ayat-ayat akhir pada surat Yaasin.

ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ، ุฃَู†َّ ุงู„ْุนَุงุตِูŠ ุจْู†َ ูˆَุงุฆِู„ٍ ุฃَุฎَุฐَ ุนَุธْู…ًุง ู…ِู†َ ุงู„ْุจَุทْุญَุงุกِ ูَูَุชَّู‡ُ ุจِูŠَุฏِู‡ِ، ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ู„ِุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: ุฃَูŠُุญْูŠِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ู‡َุฐَุง ุจَุนْุฏَ ู…َุง ุฃَุฑَู‰؟ ูَู‚َุงู„َ َุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ:"ู†َุนَู…ْ، ูŠُู…ِูŠุชُูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุซُู…َّ ูŠُุญْูŠِูŠูƒَ، ุซُู…َّ ูŠُุฏْุฎِู„ُูƒَ ุฌَู‡َู†َّู…َ"، ู‚َุงู„َ: ูˆَู†َุฒَู„َุชِ ุงู„ْุขูŠَุงุชُ ู…ِู†ْ ุขุฎَุฑِ  " ูŠุณ "

๐Ÿƒ Dari Ibnu Abbas –radhiyallahu anhu- bahwa al-‘Aash bin Waa-il mengambil tulang dari Bath-haa’ kemudian dia meremukkannya dengan tangannya kemudian dia berkata kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam : Apakah Allah Ta’ala akan menghidupkan ini setelah (keadaan) yang engkau lihat ini? Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Ya, Allah akan mematikanmu kemudian menghidupkanmu, kemudian memasukkanmu ke dalam Jahannam. Maka turunlah ayat-ayat terakhir pada (surat) Yaasin (riwayat Ibnu Abi Hatim sesuai lafadz dalam Tafsirnya dan al-Hakim dalam al-Mustadrak, dinyatakan olehnya shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim, disepakati keshahihannya oleh adz-Dzhaby dan Muqbil bin Hadi al-Wadi’i).

๐Ÿ’ฅ Ayat ini meski penyebab turunnya adalah terkait ucapan al-Ash bin Waa-il, namun bersifat umum bagi setiap orang yang mengingkari kemahakuasaan Allah dalam membangkitkan manusia yang sudah mati (disarikan dari Tafsir Ibn Katsir).

๐Ÿ’ก Demikian juga setiap ayat yang turun dengan Asbabun Nuzul tertentu, hukum dan pelajaran yang diambil bersifat umum bagi orang-orang lain setelahnya yang memiliki sifat yang sama.

๐Ÿ”‹ Di dalam ayat-ayat yang lain Allah ingatkan manusia bahwa asal penciptaan mereka adalah dari air (mani) yang hina:

...ูˆَุจَุฏَุฃَ ุฎَู„ْู‚َ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†ِ ู…ِู†ْ ุทِูŠู†ٍ (7) ุซُู…َّ ุฌَุนَู„َ ู†َุณْู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ุณُู„َุงู„َุฉٍ ู…ِู†ْ ู…َุงุกٍ ู…َู‡ِูŠู†ٍ (8) ุซُู…َّ ุณَูˆَّุงู‡ُ ูˆَู†َูَุฎَ ูِูŠู‡ِ ู…ِู†ْ ุฑُูˆุญِู‡ِ ูˆَุฌَุนَู„َ ู„َูƒُู…ُ ุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุฃَุจْุตَุงุฑَ ูˆَุงู„ْุฃَูْุฆِุฏَุฉَ ู‚َู„ِูŠู„ًุง ู…َุง ุชَุดْูƒُุฑُูˆู†َ (9)

๐Ÿƒ Dan Dia (Allah) memulai penciptaan manusia (Adam) dari tanah. Kemudian dia menjadikan keturunannya dari saripati air (mani) yang hina. Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan padanya ruh, dan menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan mata hati. Sedikit yang mau bersyukur (Q.S as-Sajdah ayat 7-9).

ุฃَู„َู…ْ ู†َุฎْู„ُู‚ْูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู…َุงุกٍ ู…َู‡ِูŠู†ٍ

๐Ÿƒ Bukankah Kami telah menciptakan kalian dari air (mani) yang hina (Q.S al-Mursalaat ayat 20).

๐Ÿ’ Di dalam suatu hadits Qudsi dinyatakan:

ุนَู†ْ ุจُุณْุฑِ ุจْู†ِ ุฌَุญَّุงุดٍ ุงู„ْู‚ُุฑَุดِูŠِّ ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุจَุตَู‚َ ูŠَูˆْู…ًุง ูِูŠ ูƒَูِّู‡ِ ูَูˆَุถَุนَ ุนَู„َูŠْู‡َุง ุฃُุตْุจُุนَู‡ُ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงุจْู†َ ุขุฏَู…َ ุฃَู†َّู‰ ุชُุนْุฌِุฒُู†ِูŠ ูˆَู‚َุฏْ ุฎَู„َู‚ْุชُูƒَ ู…ِู†ْ ู…ِุซْู„ِ ู‡َุฐِู‡ِ ุญَุชَّู‰ ุฅِุฐَุง ุณَูˆَّูŠْุชُูƒَ ูˆَุนَุฏَู„ْุชُูƒَ ู…َุดَูŠْุชَ ุจَูŠْู†َ ุจُุฑْุฏَูŠْู†ِ ูˆَู„ِู„ْุฃَุฑْุถِ ู…ِู†ْูƒَ ูˆَุฆِูŠุฏٌ ูَุฌَู…َุนْุชَ ูˆَู…َู†َุนْุชَ ุญَุชَّู‰ ุฅِุฐَุง ุจَู„َุบَุชْ ุงู„ุชَّุฑَุงู‚ِูŠَ ู‚ُู„ْุชَ ุฃَุชَุตَุฏَّู‚ُ ูˆَุฃَู†َّู‰ ุฃَูˆَุงู†ُ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุฉِ

๐Ÿƒ Dari Busr bin Jahhasy al-Qurasyi –radhiyallahu anhu- bahwa Nabi shollallahu alaihi wasallam pada suatu hari meludah di telapak tangan beliau kemudian beliau meletakkan jari telunjuknya kemudian berkata: Allah berfirman: Wahai Anak Adam, bagaimana bisa kalian mampu membuatKu lemah, sungguh Aku telah menciptakanmu dari semisal ini, hingga (setelah) Aku sempurnakan (penciptaanmu) engkau berjalan di antara dua jubah (dengan keangkuhan, pent) dan untuk bumi kau kuburkan anak perempuan hidup-hidup, kemudian engkau kumpulkan harta dan engkau halangi (dari infaq) hingga ketika (nafas) sudah sampai di kerongkongan, engkau berkata: aku akan bershodaqoh, maka bagaimana bisa telah (berlalu) waktu shodaqoh (H.R Ahmad, Ibnu Majah, dihasankan al-Albaniy).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ’ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
~~~~~~
๐Ÿ“‹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN

TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📖 Ayat Ke-76 Surat Yaasin.

👈 فلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

🍃 Arti Kalimat: Maka janganlah ucapan mereka membuatmu sedih. Sesungguhnya Kami Maha Mengetahui apa yang mereka sembunyikan ataupun apa yang mereka nampakkan.

☝️ Allah menghibur NabiNya dalam ayat ini agar jangan bersedih dengan ucapan-ucapan orang-orang Kafir yang menyakitkan tentang Allah, tentang Nabi-Nya, tentang Dienul Islam dan kaum muslimin, karena sesungguhnya Allah Maha Tahu terhadap apa yang mereka sembunyikan maupun nampakkan, dan Allah akan membalas apa yang telah mereka perbuat dengan adzab yang pedih.

🌷 Sebagaimana pada ayat yang lain Allah menghibur Nabi-Nya agar jangan bersedih atas sikap dan ucapan orang-orang yang tidak beriman:

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ

🍃 Dan bersabarlah, dan tidaklah kesabaranmu kecuali atas pertolongan Allah, dan janganlah engkau bersedih terhadap mereka dan janganlah engkau menjadi sempit terhadap makar-makar mereka (Q.S anNahl ayat 127).

🔵 Dalam ayat yang lain Allah memerintahkan NabiNya bersabar atas ucapan-ucapan mereka yang menyakitkan, serta memberikan jalan keluar yang membuat Nabi melupakan hal-hal yang menyakitkan itu yaitu dengan bersabar, bertasbih, dan melakukan sholat.

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ (97) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ (98) وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (99)

🍃 Dan sungguh Kami telah mengetahui bahwa dadamu terasa sempit dengan ucapan mereka. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah termasuk orang-orang yang sujud. Dan beribadahlah kepada Rabbmu hingga datangnya al-yaqin (kematian)(Q.S al-Hijr ayat 98).

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آَنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى

🍃 Maka bersabarlah atas apa yang mereka ucapkan dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan (bertasbih) pulalah di waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari agar engkau ridha (Q.S Thoha ayat 130).

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ (39) وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ (40)

🍃 Maka bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan, dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelamnya. Dan di antara (sebagian) malam, bertasbihlah setiap selesai sujud (Q.S Qoof ayat 39-40).

💡 Syaikh Muhammad al-Amiin asy-Syinqithy rahimahullah menyatakan: Allah memerintahkan beliau untuk bertasbih setelah Dia perintahkan untuk bersabar terhadap gangguan orang-orang kafir, di dalamnya terdapat dalil (yang menunjukkan bahwa) dengan tasbih Allah akan menolong beliau untuk bersabar sesuai yang diperintahkan, dan sholat termasuk dalam tasbih yang disebutkan itu (Adhwaaul Bayaan (7/432)).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
💍 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
~~~~~~
📋Allahu A’lam

الحمد لله ربّ العالمين

🍀🍀🍀🍀
🌎Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN

 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-75 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ ู„ุง ูŠَุณْุชَุทِูŠุนُูˆู†َ ู†َุตْุฑَู‡ُู…ْ ูˆَู‡ُู…ْ ู„َู‡ُู…ْ ุฌُู†ْุฏٌ ู…ُุญْุถَุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: (Sesembahan-sesembahan itu) tidak bisa menolong mereka, padahal mereka telah menjadi pasukan bagi sesembahan-sesembahan itu yang akan dihadirkan (pada hari kiamat).

๐Ÿ”ฅ Para sesembahan lain selain Allah itu tidak mampu sedikitpun menolong mereka. Padahal mereka sudah banyak berkorban untuk sesembahan itu di dunia. Jangankan menolong pihak yang menyembahnya, berhala-berhala itu tidak mampu menolong dirinya sendiri.

☝️ Dalam ayat yang lain Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyebutkan kelemahan para sesembahan-sesembahan itu yang tidak mampu menolong diri mereka sendiri.

ูˆَู„َุง ูŠَุณْุชَุทِูŠุนُูˆู†َ ู„َู‡ُู…ْ ู†َุตْุฑًุง ูˆَู„َุง ุฃَู†ْูُุณَู‡ُู…ْ ูŠَู†ْุตُุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ dan mereka (para sesembahan itu) tidak mampu menolong mereka (penyembah), (bahkan) tidak bisa pula menolong diri mereka sendiri (Q.S al-A’raaf ayat 192).

ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุชَุฏْุนُูˆู†َ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِู‡ِ ู„َุง ูŠَุณْุชَุทِูŠุนُูˆู†َ ู†َุตْุฑَูƒُู…ْ ูˆَู„َุง ุฃَู†ْูُุณَู‡ُู…ْ ูŠَู†ْุตُุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Dan pihak-pihak yang disembah selain Allah, tidaklah mampu menolong mereka, ataupun menolong dirinya sendiri (Q.S al-A’raaf ayat 197).

⚡️ Para sesembahan itu (batu, kayu, termasuk manusia atau Jin yang ridha dijadikan sesembahan selain Allah) nantinya akan menjadi bahan bakar Jahannam:

ุฅِู†َّูƒُู…ْ ูˆَู…َุง ุชَุนْุจُุฏُูˆู†َ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุญَุตَุจُ ุฌَู‡َู†َّู…َ ุฃَู†ْุชُู…ْ ู„َู‡َุง ูˆَุงุฑِุฏُูˆู†َ (98) ู„َูˆْ ูƒَุงู†َ ู‡َุคُู„َุงุกِ ุขَู„ِู‡َุฉً ู…َุง ูˆَุฑَุฏُูˆู‡َุง ูˆَูƒُู„ٌّ ูِูŠู‡َุง ุฎَุงู„ِุฏُูˆู†َ (99)

๐Ÿƒ Sesungguhnya kalian dan yang kalian sembah selain Allah adalah kayu bakar Jahannam. Kalian akan masuk ke dalamnya. Jika seandainya mereka itu adalah sesembahan (yang haq), niscaya mereka tidak akan memasuki anNaar. Semuanya (penyembah dan yang disembah) kekal di dalamnya (Q.S al-Anbiyaa’ ayat 98-99).

๐Ÿ”ด Para sesembahan itu di dunia tidak bisa memenuhi keinginan penyembahnya, di akhirat juga akan dihadirkan untuk menjadi musuh bagi para penyembahnya.

ูˆَู…َู†ْ ุฃَุถَู„ُّ ู…ِู…َّู†ْ ูŠَุฏْุนُูˆ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َู†ْ ู„َุง ูŠَุณْุชَุฌِูŠุจُ ู„َู‡ُ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ูˆَู‡ُู…ْ ุนَู†ْ ุฏُุนَุงุฆِู‡ِู…ْ ุบَุงูِู„ُูˆู†َ  (5) ูˆَุฅِุฐَุง ุญُุดِุฑَ ุงู„ู†َّุงุณُ ูƒَุงู†ُูˆุง ู„َู‡ُู…ْ ุฃَุนْุฏَุงุกً ูˆَูƒَุงู†ُูˆุง ุจِุนِุจَุงุฏَุชِู‡ِู…ْ ูƒَุงูِุฑِูŠู†َ (6)

๐Ÿƒ Dan siapakah yang lebih sesat dibandingkan pihak yang menyembah selain Allah yang tidak akan bisa mengabulkan (permintaannya) hingga hari kiamat, dan sesembahan itu lalai dari permintaan mereka. Dan ketika manusia dikumpulkan (di hari kiamat), mereka (para sesembahan itu) menjadi musuh bagi mereka, dan mengkufuri peribadatan mereka (Q.S al-Ahqaaf ayat 5).

ูˆَุงุชَّุฎَุฐُูˆุง ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุขู„ِู‡َุฉً ู„ِูŠَูƒُูˆู†ُูˆุง ู„َู‡ُู…ْ ุนِุฒًّุง ูƒَู„ุง ุณَูŠَูƒْูُุฑُูˆู†َ ุจِุนِุจَุงุฏَุชِู‡ِู…ْ ูˆَูŠَูƒُูˆู†ُูˆู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุถِุฏًّุง

๐Ÿƒ Dan mereka menjadikan selain Allah sebagai sesembahan agar mereka menjadi mulya. Sekali-kali tidak, para sesembahan itu akan mengkufuri peribadatan mereka dan menjadi musuh bagi mereka (Q.S Maryam ayat 81-82).

✏️ Jika ada pertanyaan: Mengapa kadangkala ada sebagian orang yang menyembah selain Allah meminta dan berdoa kemudian keinginannya tercapai?

๐Ÿ”Ž Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hal itu adalah ujian dari Allah kepada para pelaku kesyirikan tersebut. Sebagaimana kadangkala Allah memberikan kemudahan kepada orang-orang tertentu untuk berbuat kemaksiatan, sebagai ujian dari Allah apakah mereka takut kepada Allah atau justru terus pada kemaksiatannya?
Sebagaimana Allah beri kemudahan untuk mendapatkan binatang buruan bagi orang yang sedang ihram padahal itu adalah hal yang dilarang:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ู„َูŠَุจْู„ُูˆَู†َّูƒُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِุดَูŠْุกٍ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّูŠْุฏِ ุชَู†َุงู„ُู‡ُ ุฃَูŠْุฏِูŠูƒُู…ْ ูˆَุฑِู…َุงุญُูƒُู…ْ ู„ِูŠَุนْู„َู…َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…َู†ْ ูŠَุฎَุงูُู‡ُ ุจِุงู„ْุบَูŠْุจِ ูَู…َู†ِ ุงุนْุชَุฏَู‰ ุจَุนْุฏَ ุฐَู„ِูƒَ ูَู„َู‡ُ ุนَุฐَุงุจٌ ุฃَู„ِูŠู…ٌ

๐Ÿƒ Wahai orang-orang yang beriman, sungguh Allah akan menguji kalian dengan sesuatu dari binatang buruan yang bisa kalian ambil dengan tangan atau tombak kalian, agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada Allah dalam kesendirian. Barangsiapa yang bersikap melampaui batas setelah itu maka baginya adzab yang pedih (Q.S al-Maaidah ayat 94).
TAFSIR AL-QUR'AN, [19.01.17 09:59]
[Forwarded from Al-istiqomah]
Allah menguji Bani Israil dengan larangan memancing atau menjala ikan di hari Sabtu. Allah jadikan di hari Sabtu sangat berlimpah ikan yang mudah didapat sedangkan di luar hari Sabtu, sulit sekali mendapatkan ikan. Hal itu sebagai ujian bagi Allah. Tapi justru Allah beri kemudahan bagi yang ingin mendapatkan kenikmatan dunia dengan melanggar perintah Allah itu sebagai ujian. Sebagaimana disebutkan dalam surat al-A’raaf ayat 163-167:

ูˆَุงุณْุฃَู„ْู‡ُู…ْ ุนَู†ِ ุงู„ْู‚َุฑْูŠَุฉِ ุงู„َّุชِูŠ ูƒَุงู†َุชْ ุญَุงุถِุฑَุฉَ ุงู„ْุจَุญْุฑِ ุฅِุฐْ ูŠَุนْุฏُูˆู†َ ูِูŠ ุงู„ุณَّุจْุชِ ุฅِุฐْ ุชَุฃْุชِูŠู‡ِู…ْ ุญِูŠุชَุงู†ُู‡ُู…ْ ูŠَูˆْู…َ ุณَุจْุชِู‡ِู…ْ ุดُุฑَّุนًุง ูˆَูŠَูˆْู…َ ู„َุง ูŠَุณْุจِุชُูˆู†َ ู„َุง ุชَุฃْุชِูŠู‡ِู…ْ ูƒَุฐَู„ِูƒَ ู†َุจْู„ُูˆู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَูْุณُู‚ُูˆู†َ (163) ูˆَุฅِุฐْ ู‚َุงู„َุชْ ุฃُู…َّุฉٌ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ู„ِู…َ ุชَุนِุธُูˆู†َ ู‚َูˆْู…ًุง ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ُู‡ْู„ِูƒُู‡ُู…ْ ุฃَูˆْ ู…ُุนَุฐِّุจُู‡ُู…ْ ุนَุฐَุงุจًุง ุดَุฏِูŠุฏًุง ู‚َุงู„ُูˆุง ู…َุนْุฐِุฑَุฉً ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّูƒُู…ْ ูˆَู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠَุชَّู‚ُูˆู†َ (164) ูَู„َู…َّุง ู†َุณُูˆุง ู…َุง ุฐُูƒِّุฑُูˆุง ุจِู‡ِ ุฃَู†ْุฌَูŠْู†َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ุณُّูˆุกِ ูˆَุฃَุฎَุฐْู†َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุธَู„َู…ُูˆุง ุจِุนَุฐَุงุจٍ ุจَุฆِูŠุณٍ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَูْุณُู‚ُูˆู†َ (165) ูَู„َู…َّุง ุนَุชَูˆْุง ุนَู†ْ ู…َุง ู†ُู‡ُูˆุง ุนَู†ْู‡ُ ู‚ُู„ْู†َุง ู„َู‡ُู…ْ ูƒُูˆู†ُูˆุง ู‚ِุฑَุฏَุฉً ุฎَุงุณِุฆِูŠู†َ (166)

๐Ÿƒ dan tanyakanlah kepada mereka (Bani Israil) tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kalian menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengadzab mereka dengan adzab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Rabb kalian, dan supaya mereka bertakwa. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang dzhalim siksaan keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasiq. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kalian kera yang hina”(Q.S al-A’raaf ayat 163-166).

๐Ÿ”บ Makna ucapan: wa hum lahum jundum muhdoruun (dan mereka menjadi tentara bagi mereka yang dihadirkan). Artinya, para penyembah berhala itu akan marah dan selalu membela pihak-pihak yang ingin mengganggu berhala mereka saat di dunia, padahal berhala-berhala itu tidak bisa memberikan manfaat atau menolak dan menghilangkan bahaya/ kemudharatan bagi mereka di dunia dan di akhirat, dan mereka akan dihadirkan di anNaar. Ini adalah pendapat dari Qotadah dan al-Hasan al-Bashri yang dipilih oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

TAFSIR SURAT YAASIN

 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-74 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ ูˆุงุชَّุฎَุฐُูˆุง ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุขَู„ِู‡َุฉً ู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠُู†ْุตَุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan mereka menjadikan selain Allah sebagai sesembahan-sesembahan agar mereka mendapatkan pertolongan.

☝️ Sedemikian banyak nikmat Allah ‘Azza Wa Jalla yang dikaruniakan kepada manusia, namun banyak manusia yang tidak bersyukur.

๐Ÿ’ฅ Tindakan kufur nikmat yang terbesar adalah berbuat syirik terhadap Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang telah menganugerahkan berlimpah nikmat untuk mereka. Mereka berbuat kesyirikan dengan tujuan untuk mendapat pertolongan.

๐ŸŒป Al-Imam al-Mahally menjelaskan maksud tujuan mendapatkan pertolongan itu adalah bahwa orang-orang musyrikin itu menyangka bahwa sesembahan-sesembahan itu bisa memberi syafaat kepada mereka agar tidak ditimpa adzab Allah (Tafsir al-Jalalain).

๐Ÿ’ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menambahkan, bahwa selain dijadikan sebagai pemberi syafaat agar tidak terkena adzab Allah, sesembahan-sesembahan itu juga diagungkan untuk mendapat kemenangan dalam pertempuran.

๐Ÿ”– Seperti ucapan Abu Sufyan saat selesai perang Uhud:

ุฃُุนْู„ُ ู‡ُุจَู„ْ ุฃُุนْู„ُ ู‡ُุจَู„ْ

๐Ÿƒ Tinggikanlah Hubal, Tinggikanlah Hubal.

๐ŸŒท Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan para Sahabatnya untuk menjawab seruan itu dengan menyatakan:

ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุนْู„َู‰ ูˆَุฃَุฌَู„ُّ

๐Ÿƒ Allahlah Yang Paling Tinggi dan Paling Mulya (H.R al-Bukhari dari al-Baro’ bin ‘Aazib).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

TAFSIR SURAT YAASIN


 TAFSIR SURAT YAASIN

๐Ÿ“– Ayat Ke-73 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ ูˆู„َู‡ُู…ْ ูِูŠู‡َุง ู…َู†َุงูِุนُ ูˆَู…َุดَุงุฑِุจُ ุฃَูَู„َุง ูŠَุดْูƒُุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Artinya: dan bagi mereka padanya terdapat manfaat-manfaat (lain) dan untuk diminum. Tidakkah mereka bersyukur?

๐Ÿ’ˆ Hewan-hewan ternak itu tidak hanya sekedar bisa dikendarai dan dimakan, namun terdapat manfaat lain bagi manusia yang seharusnya disikapi dengan syukur kepada Allah atas nikmat tersebut.

๐Ÿ”‹ Sangat banyak manfaat-manfaat yang lain selain dikendarai dan dimakan. Orang-orang di masa dulu juga memanfaatkan kulit binatang ternak untuk rumah/ tempat berteduh.

ูˆَุฌَุนَู„َ ู„َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฌُู„ُูˆุฏِ ุงู„ْุฃَู†ْุนَุงู…ِ ุจُูŠُูˆุชًุง

๐Ÿƒ…Dan Dia menjadikan untuk kalian rumah dari kulit binatang ternak…(Q.S anNahl ayat 80).

⏳ Hingga saat ini terdapat banyak manfaat dari kulit binatang seperti sapi, yang kulitnya dipakai untuk berbagai keperluan seperti jaket, sabuk, tas, sepatu, dompet, dan semisalnya. Produk gelatin yang berasal dari olahan kimiawi bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti krim rambut, salep, ataupun selaput kapsul pada obat.

๐ŸŽ› Sungguh sangat banyak manfaat yang bisa didapatkan dari binatang ternak tersebut. Hanya Allah saja yang bisa menghitungnya.

๐Ÿ’ก Dalam ayat ini juga Allah menyebutkan manfaat minuman dari binatang ternak. Bisa berupa susu : susu unta, susu sapi, susu kambing. Bahkan, kencing unta juga bisa digunakan sebagai obat penyakit tertentu dan itu halal.

๐ŸŒท Sebagaimana Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah menganjurkan orang-orang dari Uraynah yang sakit ketika di Madinah untuk meminum susu dan kencing unta.

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุฃَู†َّ ู†َุงุณًุง ู…ِู†ْ ุนُุฑَูŠْู†َุฉَ ุงุฌْุชَูˆَูˆْุง ุงู„ْู…َุฏِูŠู†َุฉَ ูَุฑَุฎَّุตَ ู„َู‡ُู…ْ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَู†ْ ูŠَุฃْุชُูˆุง ุฅِุจِู„َ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุฉِ ูَูŠَุดْุฑَุจُูˆุง ู…ِู†ْ ุฃَู„ْุจَุงู†ِู‡َุง ูˆَุฃَุจْูˆَุงู„ِู‡َุง

๐Ÿƒ Dari Anas radhiyallaahu ‘anhu bahwa orang-orang dari Uraiynah mengalami sakit akibat cuaca di Madinah. Maka Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan kepada mereka untuk mendatangi unta shodaqoh kemudian minum dari susu dan kencing unta tersebut (H.R alBukhari – Muslim).
======

๐Ÿ’ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).

๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN


TAFSIR SURAT YAASIN

๐Ÿ“– Ayat Ke-72 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ.ูˆَุฐَู„َّู„ْู†َุงู‡َุง ู„َู‡ُู…ْ ูَู…ِู†ْู‡َุง ุฑَูƒُูˆุจُู‡ُู…ْ ูˆَู…ِู†ْู‡َุง ูŠَุฃْูƒُู„ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan Kami jinakkan (hewan ternak itu) untuk mereka (manusia), sehingga di antaranya ada yang mereka kendarai, dan sebagian di antaranya ada yang mereka makan.

☝️ Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa Allahlah yang menjinakkan hewan-hewan ternak yang besar itu untuk manusia. Sehingga unta yang besar, mudah dikendalikan oleh seorang anak yang kecil. Padahal dari sisi postur tubuh, dibandingkan orang dewasa saja, hewan tersebut jauh lebih besar. Tapi hewan yang besar itu ditundukkan oleh Allah agar manusia mudah memanfaatkannya.

๐Ÿ’ก Karena itu, dalam doa yang dituntunkan Nabi untuk dibaca bagi orang yang mengendarai kendaraan baik berupa hewan tunggangan atau yang lainnya, terdapat pernyataan:

ุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„َّุฐِูŠ ุณَุฎَّุฑَ ู„َู†َุง ู‡َุฐَุง ูˆَู…َุง ูƒُู†َّุง ู„َู‡ُ ู…ُู‚ْุฑِู†ِูŠู†َ ูˆَุฅِู†َّุง ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّู†َุง ู„َู…ُู†ْู‚َู„ِุจُูˆู†َ

๐Ÿƒ Maha Suci Allah Yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini, dan kami tidaklah mampu mengendalikannya (kecuali atas kemudahan dari Allah), dan sesungguhnya kami sungguh akan kembali kepada Rabb kami (H.R Muslim dari Ibnu Umar).

๐Ÿ”ต Kata muqriniina artinya adalah mampu/kuat mengendalikan. Sebagian Ahli bahasa mengatakan muqriniina adalah sepadan atau sebanding. Sesungguhnya binatang tersebut tidaklah sepadan kekuatannya dengan kita, dan kita tidaklah mampu mengendalikannya jika Allah tidak menundukkannya untuk kita. Dan dalam doa naik kendaraan tersebut, kita mengakui bahwa kita tidak mampu menundukkannya dengan kekuatan kita sendiri.

๐Ÿ”‹ Disebutkan dalam Tafsir al-Qurthubiy pada surat az-Zukhruf ayat 13, kisah tentang beberapa orang Arab yang akan berangkat safar naik kendaraan unta. Sebelum berangkat, saat naik unta-unta mereka mayoritas anggota rombongan itu membaca doa tersebut yang di dalamnya terdapat pernyataan: wa maa kunnaa lahuu muqriniina…(dan kami tidak punya kemampuan untuk mengendalikannya). Tapi ada satu orang yang menaiki unta yang sangat kurus. Karena kurusnya, unta itu sulit bergerak. Orang tersebut justru merasa percaya diri hingga tidak membaca doa itu, tapi justru berkata: Amma anaa fa inni li haadza lamuqrin (kalau aku, menghadapi unta (kurus) ini aku sangat bisa mengendalikannya) . Tiba-tiba unta itu bergerak cepat dan laki-laki itu jatuh hingga lehernya terinjak oleh unta.

๐Ÿ”– Dalam ayat ini, Allah mengingatkan nikmat dijinakkannya binatang ternak untuk kemaslahatan manusia. Yang disebut dalam ayat ini adalah manusia bisa memanfaatkannya untuk dikendarai dan dagingnya dimakan.

๐ŸŽ Ada hewan-hewan yang bisa dikendarai sekaligus dagingnya dimakan seperti unta. Ada yang dagingnya halal dimakan tidak bisa dikendarai seperti domba, dan ada juga yang bisa dikendarai tapi dagingnya tidak halal dimakan, seperti keledai jinak, bighal (peranakan kuda dengan keledai), gajah.
======

๐Ÿ’ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).

๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

Index Labels