TAFSIR SURAT YAASIN
TAFSIR SURAT YAASIN
๐ Ayat Ke-72 Surat Yaasin.
๐.َูุฐَََّْูููุงَูุง َُููู ْ َูู َِْููุง ุฑَُููุจُُูู ْ َูู َِْููุง َูุฃَُُْูููู
๐ Arti Kalimat: dan Kami jinakkan (hewan ternak itu) untuk mereka (manusia), sehingga di antaranya ada yang mereka kendarai, dan sebagian di antaranya ada yang mereka makan.
☝️ Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa Allahlah yang menjinakkan hewan-hewan ternak yang besar itu untuk manusia. Sehingga unta yang besar, mudah dikendalikan oleh seorang anak yang kecil. Padahal dari sisi postur tubuh, dibandingkan orang dewasa saja, hewan tersebut jauh lebih besar. Tapi hewan yang besar itu ditundukkan oleh Allah agar manusia mudah memanfaatkannya.
๐ก Karena itu, dalam doa yang dituntunkan Nabi untuk dibaca bagi orang yang mengendarai kendaraan baik berupa hewan tunggangan atau yang lainnya, terdapat pernyataan:
ุณُุจْุญَุงَู ุงَّูุฐِู ุณَุฎَّุฑَ ََููุง َูุฐَุง َูู َุง َُّููุง َُูู ู ُْูุฑَِِููู َูุฅَِّูุง ุฅَِูู ุฑَุจَِّูุง َูู َُِْูููุจَُูู
๐ Maha Suci Allah Yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini, dan kami tidaklah mampu mengendalikannya (kecuali atas kemudahan dari Allah), dan sesungguhnya kami sungguh akan kembali kepada Rabb kami (H.R Muslim dari Ibnu Umar).
๐ต Kata muqriniina artinya adalah mampu/kuat mengendalikan. Sebagian Ahli bahasa mengatakan muqriniina adalah sepadan atau sebanding. Sesungguhnya binatang tersebut tidaklah sepadan kekuatannya dengan kita, dan kita tidaklah mampu mengendalikannya jika Allah tidak menundukkannya untuk kita. Dan dalam doa naik kendaraan tersebut, kita mengakui bahwa kita tidak mampu menundukkannya dengan kekuatan kita sendiri.
๐ Disebutkan dalam Tafsir al-Qurthubiy pada surat az-Zukhruf ayat 13, kisah tentang beberapa orang Arab yang akan berangkat safar naik kendaraan unta. Sebelum berangkat, saat naik unta-unta mereka mayoritas anggota rombongan itu membaca doa tersebut yang di dalamnya terdapat pernyataan: wa maa kunnaa lahuu muqriniina…(dan kami tidak punya kemampuan untuk mengendalikannya). Tapi ada satu orang yang menaiki unta yang sangat kurus. Karena kurusnya, unta itu sulit bergerak. Orang tersebut justru merasa percaya diri hingga tidak membaca doa itu, tapi justru berkata: Amma anaa fa inni li haadza lamuqrin (kalau aku, menghadapi unta (kurus) ini aku sangat bisa mengendalikannya) . Tiba-tiba unta itu bergerak cepat dan laki-laki itu jatuh hingga lehernya terinjak oleh unta.
๐ Dalam ayat ini, Allah mengingatkan nikmat dijinakkannya binatang ternak untuk kemaslahatan manusia. Yang disebut dalam ayat ini adalah manusia bisa memanfaatkannya untuk dikendarai dan dagingnya dimakan.
๐ Ada hewan-hewan yang bisa dikendarai sekaligus dagingnya dimakan seperti unta. Ada yang dagingnya halal dimakan tidak bisa dikendarai seperti domba, dan ada juga yang bisa dikendarai tapi dagingnya tidak halal dimakan, seperti keledai jinak, bighal (peranakan kuda dengan keledai), gajah.
======
๐ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
๐Allahu A’lam
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจّ ุงูุนุงูู ูู
๐๐๐๐
๐Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar