TAFSIR SURAT YAASIN

 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Ayat Ke-75 Surat Yaasin.

👈 لا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ

🍃 Arti Kalimat: (Sesembahan-sesembahan itu) tidak bisa menolong mereka, padahal mereka telah menjadi pasukan bagi sesembahan-sesembahan itu yang akan dihadirkan (pada hari kiamat).

🔥 Para sesembahan lain selain Allah itu tidak mampu sedikitpun menolong mereka. Padahal mereka sudah banyak berkorban untuk sesembahan itu di dunia. Jangankan menolong pihak yang menyembahnya, berhala-berhala itu tidak mampu menolong dirinya sendiri.

☝️ Dalam ayat yang lain Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menyebutkan kelemahan para sesembahan-sesembahan itu yang tidak mampu menolong diri mereka sendiri.

وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

🍃 dan mereka (para sesembahan itu) tidak mampu menolong mereka (penyembah), (bahkan) tidak bisa pula menolong diri mereka sendiri (Q.S al-A’raaf ayat 192).

وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

🍃 Dan pihak-pihak yang disembah selain Allah, tidaklah mampu menolong mereka, ataupun menolong dirinya sendiri (Q.S al-A’raaf ayat 197).

⚡️ Para sesembahan itu (batu, kayu, termasuk manusia atau Jin yang ridha dijadikan sesembahan selain Allah) nantinya akan menjadi bahan bakar Jahannam:

إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ (98) لَوْ كَانَ هَؤُلَاءِ آَلِهَةً مَا وَرَدُوهَا وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ (99)

🍃 Sesungguhnya kalian dan yang kalian sembah selain Allah adalah kayu bakar Jahannam. Kalian akan masuk ke dalamnya. Jika seandainya mereka itu adalah sesembahan (yang haq), niscaya mereka tidak akan memasuki anNaar. Semuanya (penyembah dan yang disembah) kekal di dalamnya (Q.S al-Anbiyaa’ ayat 98-99).

🔴 Para sesembahan itu di dunia tidak bisa memenuhi keinginan penyembahnya, di akhirat juga akan dihadirkan untuk menjadi musuh bagi para penyembahnya.

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ  (5) وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ (6)

🍃 Dan siapakah yang lebih sesat dibandingkan pihak yang menyembah selain Allah yang tidak akan bisa mengabulkan (permintaannya) hingga hari kiamat, dan sesembahan itu lalai dari permintaan mereka. Dan ketika manusia dikumpulkan (di hari kiamat), mereka (para sesembahan itu) menjadi musuh bagi mereka, dan mengkufuri peribadatan mereka (Q.S al-Ahqaaf ayat 5).

وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا كَلا سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا

🍃 Dan mereka menjadikan selain Allah sebagai sesembahan agar mereka menjadi mulya. Sekali-kali tidak, para sesembahan itu akan mengkufuri peribadatan mereka dan menjadi musuh bagi mereka (Q.S Maryam ayat 81-82).

✏️ Jika ada pertanyaan: Mengapa kadangkala ada sebagian orang yang menyembah selain Allah meminta dan berdoa kemudian keinginannya tercapai?

🔎 Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hal itu adalah ujian dari Allah kepada para pelaku kesyirikan tersebut. Sebagaimana kadangkala Allah memberikan kemudahan kepada orang-orang tertentu untuk berbuat kemaksiatan, sebagai ujian dari Allah apakah mereka takut kepada Allah atau justru terus pada kemaksiatannya?
Sebagaimana Allah beri kemudahan untuk mendapatkan binatang buruan bagi orang yang sedang ihram padahal itu adalah hal yang dilarang:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَيَبْلُوَنَّكُمُ اللَّهُ بِشَيْءٍ مِنَ الصَّيْدِ تَنَالُهُ أَيْدِيكُمْ وَرِمَاحُكُمْ لِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَخَافُهُ بِالْغَيْبِ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

🍃 Wahai orang-orang yang beriman, sungguh Allah akan menguji kalian dengan sesuatu dari binatang buruan yang bisa kalian ambil dengan tangan atau tombak kalian, agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada Allah dalam kesendirian. Barangsiapa yang bersikap melampaui batas setelah itu maka baginya adzab yang pedih (Q.S al-Maaidah ayat 94).
TAFSIR AL-QUR'AN, [19.01.17 09:59]
[Forwarded from Al-istiqomah]
Allah menguji Bani Israil dengan larangan memancing atau menjala ikan di hari Sabtu. Allah jadikan di hari Sabtu sangat berlimpah ikan yang mudah didapat sedangkan di luar hari Sabtu, sulit sekali mendapatkan ikan. Hal itu sebagai ujian bagi Allah. Tapi justru Allah beri kemudahan bagi yang ingin mendapatkan kenikmatan dunia dengan melanggar perintah Allah itu sebagai ujian. Sebagaimana disebutkan dalam surat al-A’raaf ayat 163-167:

وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ لَا تَأْتِيهِمْ كَذَلِكَ نَبْلُوهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (163) وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ (164) فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (165) فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَا نُهُوا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ (166)

🍃 dan tanyakanlah kepada mereka (Bani Israil) tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kalian menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengadzab mereka dengan adzab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Rabb kalian, dan supaya mereka bertakwa. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang dzhalim siksaan keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasiq. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kalian kera yang hina”(Q.S al-A’raaf ayat 163-166).

🔺 Makna ucapan: wa hum lahum jundum muhdoruun (dan mereka menjadi tentara bagi mereka yang dihadirkan). Artinya, para penyembah berhala itu akan marah dan selalu membela pihak-pihak yang ingin mengganggu berhala mereka saat di dunia, padahal berhala-berhala itu tidak bisa memberikan manfaat atau menolak dan menghilangkan bahaya/ kemudharatan bagi mereka di dunia dan di akhirat, dan mereka akan dihadirkan di anNaar. Ini adalah pendapat dari Qotadah dan al-Hasan al-Bashri yang dipilih oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir dalam Tafsirnya.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📖 Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Index Labels