TAUHID
u% äZIp uy äjA ã p
u&~s qe ã
p u&~æ qæ =æ
gR% êã 8 ã=Y ã á 91 q&e ã äi ã p
Tauhid adalah
mengesakan Allah ta’ala dengan rububiyahnya, uluhiyah dan asma dan sifatnya.
á P ãqm ü Ö) w)
9~1 q&e ã äi ã
u% äZI p uy äjA ö 9~1
q%
p À u&~s qe
ö
9~1 q%
p À
Ö~æ qæ =e ã 9~1 q%
Dan adapun tauhid ada 3 yaitu tauhid rububiyah, tauhid
uluhiyah dan tauhid asma wa sifat
L ö ã p À$ ã p äjBe ã _f6a À d äîR% uîe äRY ýæ
êã 9~1 q% qsp á Ö~æ qæ =e ã 9~1 q% ÁØ
ÀkfRe ã l p qîE À Ræ 9%
p À x ä~1 ö
p À
cfîU ã p À \ > < ã p
1. Tauhid
rububiyah adalah adapun tauhid rububiyah mengesakan Allah dengan perbuatan perbutan Allah ta’ala,
seperti menciptakan langit dan bumi, memberi rizki, menguasai, menghidupkan,
dan mengatur alam semesta
Dalilnya : Qs. Yunus : 31
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ
السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ
يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ
يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Katakanlah:
"Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah
yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang
mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup
dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab:
"Allah". Maka katakanlah "Mengapa kamu tidak bertakwa
kepada-Nya)?"
Dan perhatikanlah baik-baik, tauhid rububiyyah
ini diyakini semua orang baik mukmin, maupun kafir, sejak dahulu hingga
sekarang. Bahkan mereka menyembah dan beribadah kepada Allah. Hal ini
dikhabarkan dalam Al Qur’an:
وَلَئِنْ
سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
“Sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (orang-orang kafir
jahiliyah), ’Siapa yang telah menciptakan mereka?’, niscaya mereka akan
menjawab ‘Allah’ ”. (Az Zukhruf: 87)
Oleh karena itu kita dapati ayahanda dari
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bernama Abdullah,yang artinya hamba
Allah. Padahal Abdullah diberi nama demikian, Rasulullah tentunya belum lahir.
Adapun
yang tidak mengimani rububiyah Allah adalah kaum komunis yang atheis atau PKI.
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata: “Orang-orang komunis tidak mengakui
adanya Tuhan. Dengan keyakinan mereka yang demikian, berarti mereka lebih kufur
daripada orang-orang kafir jahiliyah” (Lihat Firqotun Najiyyah)
Pertanyaan,
jika orang kafir jahiliyyah sudah menyembah dan beribadah kepada Allah sejak
dahulu, lalu apa yang diperjuangkan oleh Rasulullah dan para sahabat? Mengapa
mereka berlelah-lelah penuh penderitaan dan mendapat banyak perlawanan dari
kaum kafirin? Jawabannya, meski orang kafir jahilyyah beribadah kepada Allah
mereka tidak bertauhid uluhiyyah kepada Allah, dan inilah yang diperjuangkan
oleh Rasulullah dan para sahabat.
À=2ne ã p < ;neã p x äQ 9îe äa À 8 äçReã d äRY ýæ Àêã 9~1 q% qtY á Ö~s qe ö 9~1 q% ÁÙ
ÁP qN> ã Si ÀÖQ äËe ãp À Öîîîç2Uã p À ga q&e ã p À ïY q> ã p À x ä- =e ã p
2. Tauhid Uluhiyah,
adapun tauhid uluhiyah itu mengesakan Allah dengan perbuatan hambanya seperti,
berdoa, nadzar, berqurban, berharap, takut, tawakal, cinta, taat, disertai ketundukan.
Dalil doa : Qs. Ghofir : 60
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي
أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ
Dan
Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
[Surat Ghafir 60]
Dalil
taat : Qs. Muhammad
: 33
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah
Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.
Tauhid Uluhiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam segala bentuk
peribadahan baik yang zhahir maupun batin (Lihat Al Jadid Syarh Kitab Tauhid).
Dalilnya:
صِرَاطَ
الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا
الضَّالِّينَ
“Hanya
Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta
pertolongan” (Al Fatihah: 5)
Tauhid
uluhiyah juga disebut tauhid ibadah
ÖQ äËeã p éçy äU 8 ä^&Q äæ èf] Öa =1 p v q]p wRY gjQ ga és á Õí8 äçRe ã
äm ?eã å än&- ã p Õ < qReã QBa p À=2ne ã p À< ;ne ã p x äQ 9e äa À P qN6eã
Si
äs RU p
Adapun ibadah adalah setiap amal, perbuatan, perkataan dan
gerak hati dengan keyakinan ghoib.dan ketaatan disertai ketudukan seperti doa,
nadzar, qurban, menuutup aurat, menjauhi zina dan lainnya.
k} =be ã l ã
=^e ã ò 8 < p äi gbæ l äj} ö ã qsp À$ äZJeã p x äjA öã 91 q% Ú
ätæ uZI
p p uBZm ätæ [Ip é&e ã ufe ã $ äZI oi Ö2~2Jeã +} 8 ä1 ö ã p
x éBæ ue L =R&e ãh 9Q pí
À Ö^~^< ã gQ kfA p u~fQ ufe ã gI ufeã d qA <
Àg~ËR&e ãp [} =2&e ã p g} p ä&e ãp ã g~*j&e ã p [~~b&e ã
p u~çF&e ã oi
ufe ã l ã 8 ä^&Q ãp
3.
Tauhid asma wa
syifat :
adapun tauhid asma wa syifat itu beriman dengan tiap-tiap apa yang datang dari
Al-Qur’an dan Al Hadist yang shoheh dari sifat sifat Allah yang mengsyifati
sifat dirinya sendiri (Allah) dan mengsifati Rasulullah Saw secara hakekat. Dan
tanpa membuat-buat dari sifat-Nya dengan sesuatupun dari menyerupakan,
mengambarkan, membentuk, menganti, mengubah dan menghilangkan dengan keyakinan
bahwa allah :
Qs. Asy Syuura 11
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ
وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang
Maha Mendengar dan Melihat.
Qs. Al a’Raff 18
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ
الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ
سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya
dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang
menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan
mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar