Tafsir al qur an surat yaasin ayat 65

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣5⃣
 الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
 Arti Kalimat: pada hari itu Kami tutup mulut mereka dan tangan-tangan mereka berbicara kepada Kami, sedangkan kaki-kaki mereka bersaksi terhadap apa yang mereka perbuat.
☝️ Anggota tubuh manusia akan bersaksi terhadap perbuatan yang sudah mereka lakukan. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat lain:
حَتَّى إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (20) وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (21) وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ (22)
 Sehingga ketika mereka sampai di Neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: Mengapa kalian menjadi saksi terhadap kami? Kulit mereka menjawab: Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kalian pada kali pertama dan hanya kepada-Nyalah kalian akan dikembalikan. Kalian sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulit kalian. Bahkan kalian mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kalian kerjakan (Q.S Fusshilat ayat 20-22).
 Di dalam sebuah hadits dinyatakan:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَضَحِكَ فَقَالَ هَلْ تَدْرُونَ مِمَّ أَضْحَكُ قَالَ قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ مِنْ مُخَاطَبَةِ الْعَبْدِ رَبَّهُ يَقُولُ يَا رَبِّ أَلَمْ تُجِرْنِي مِنْ الظُّلْمِ قَالَ يَقُولُ بَلَى قَالَ فَيَقُولُ فَإِنِّي لَا أُجِيزُ عَلَى نَفْسِي إِلَّا شَاهِدًا مِنِّي قَالَ فَيَقُولُ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ شَهِيدًا وَبِالْكِرَامِ الْكَاتِبِينَ شُهُودًا قَالَ فَيُخْتَمُ عَلَى فِيهِ فَيُقَالُ لِأَرْكَانِهِ انْطِقِي قَالَ فَتَنْطِقُ بِأَعْمَالِهِ قَالَ ثُمَّ يُخَلَّى بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَلَامِ قَالَ فَيَقُولُ بُعْدًا لَكُنَّ وَسُحْقًا فَعَنْكُنَّ كُنْتُ أُنَاضِلُ
 Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu beliau berkata: Kami pernah di sisi Rasulullah shollallahu alaihi wasallam kemudian beliau tertawa (tersenyum). Kemudian beliau berkata: Apakah kalian tahu apa yang menyebabkan aku tertawa? Kami mengatakan: Allah dan RasulNya yang paling tahu. Beliau bersabda: (Aku tertawa) karena percakapan seorang hamba dengan RabbNya. Ia berkata: Wahai Rabbku, bukankah Engkau telah melindungi aku dari kedzhaliman. Allah menyatakan: Ya. Ia berkata: Aku tidak menerima persaksian terhadap diriku kecuali berasal dari aku sendiri. Allah berfirman: Pada hari ini cukuplah engkau menjadi saksi atas dirimu sendiri dan Malaikat pencatat amal sebagai saksi. Kemudian ditutup mulut orang tersebut, dan dikatakan kepada anggota tubuhnya: Berbicaralah! Maka anggota tubuhnya berbicara (menjelaskan) perbuatan-perbuatannya. Kemudian ia dibiarkan sendiri, pada saat itu ia berkata: Celaka kalian, padahal aku sudah membela kalian (H.R Muslim).
 Dalam ayat ini Allah menyebut tangan ‘berbicara’ sedangkan kaki ‘bersaksi’ karena kebanyakan perbuatan kemaksiatan dilakukan oleh tangan, sedangkan kaki hadir di tempat itu menyaksikannya. Walaupun kadangkala ada kemaksiatan tertentu yang kaki menjadi pelaku utama, namun kebanyakan kemaksiatan dilakukan oleh tangan (penjelasan al-Imam asy-Syaukaniy dalam Fathul Qodiir).
 Pada hari kiamat, ada beberapa keadaan dari orang-orang musyirikin. Pada awalnya mereka mengingkari kesalahannya, kemudian setelah anggota tubuhnya bersaksi, barulah mereka mengakui kesalahannya. Hal yang menunjukkan bahwa awalnya mereka mengingkari kesalahannya, disebutkan dalam ayat yang lain:
TAFSIR AL-QUR'AN:
وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا أَيْنَ شُرَكَاؤُكُ
مُ  الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ (22) ث
مَّ لَمْ تَكُنْ فِتْنَتُهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا وَاللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ (23) انْظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ (24)
 Pada hari Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: ke mana sekutu-sekutu (sesembahan) kalian yang dulunya kalian anggap (mampu memberi syafaat)? Kemudian tidaklah jawaban mereka kecuali berkata: Demi Allah Tuhan kami, kami tidaklah berbuat kesyirikan. Perhatikanlah bagaimana bisa mereka berdusta atas diri sendiri dan telah hilang (sesembahan) yang dulunya mereka ada-adakan (Q.S al-An’aam ayat 22-24) (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).
 Berdasarkan keterangan dalam al-Qur’an, terdapat 6 anggota tubuh yang akan bersaksi yaitu: tangan, kaki, pendengaran, penglihatan, dan lidah. Pada ayat ini disebutkan tangan dan kaki. Pada surat Fusshilat ayat 20 disebutkan kulit, pendengaran, penglihatan. Sedangkan dalam surat anNuur ayat 24 disebutkan lisan juga bersaksi:
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 Pada hari saat bersaksi lisan, tangan, dan kaki terhadap apa yang mereka perbuat (Q.S anNuur ayat 24).
 (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).
Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Index Labels