Tafsir surat yaasin ayat 67

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣7⃣
 ولَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ
 Arti Kalimat: Kalau seandainya Kami mau, Kami (bisa) mengubah wujud mereka di tempat mereka hingga mereka (terdiam) tidak bisa maju ataupun mundur.
✏️ Kata lamasakhnaahum artinya: Kami mengubah wujud mereka. Makna kata masakho adalah merubah suatu bentuk/wujud ke bentuk lain. Para Ulama tafsir menjelaskan bahwa Allah Maha Mampu untuk merubah bentuk mereka menjadi monyet, babi, atau batu yang terdiam tak bergerak.
 Kemahakuasaan Allah ini sebagaimana ditunjukkan sebagai hukuman bagi kaum Bani Israil yang menentang perintah Allah, diubah bentuknya menjadi kera dan babi.
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ هَلْ تَنْقِمُونَ مِنَّا إِلَّا أَنْ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلُ وَأَنَّ أَكْثَرَكُمْ فَاسِقُونَ (59) قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُولَئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ (60)
 "Wahai Ahlul Kitab apakah kalian mencela kami karena kami beriman kepada Allah dan kepada (kitab) yang diturunkan kepada kami dan kepada (kitab) yang diturunkan sebelumnya sedang kebanyakan di antara kalian benar-benar orang-orang yang fasik? (59) Katakanlah "Apakah akan aku beritakan kepada kalian tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari orang-orang fasik itu di sisi Allah yaitu orang-orang yang dilaknat dan dimurkai Allah di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi dan orang yang menyembah thaghut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus (60) (Q.S al-Maaidah ayat 59-60).
 Sangat mudah bagi Allah untuk melakukan masakh, mengubah bentuk manusia menjadi berwujud yang lain. Seperti mengubah kepala seorang makmum yang menyengaja untuk mendahului gerakan Imam sholat menjadi kepala keledai:
أَمَا يَخْشَى الَّذِي يَرْفَعُ رَأْسَهُ قَبْلَ الْإِمَامِ أَنْ يُحَوِّلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ
 Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum Imam takut Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai?! (H.R al-Bukhari dan Muslim, lafadz sesuai riwayat Muslim).
 Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang kafir telah tetap bagi mereka adzab. Api anNaar pada waktu itu (hari kiamat) telah dinyalakan. Tidak ada yang bisa selamat kecuali dengan melewati as-Shirath. Tidak ada yang bisa melakukannya kecuali orang yang beriman yang berjalan dengan penerangan cahaya. Sedangkan orang-orang tersebut, mereka tidak akan diselamatkan dari anNaar. Jika Allah kehendaki, bisa saja mereka dihapuskan matanya namun masih bisa bergerak. Mereka akan berlomba-lomba mencari jalan, namun tidak bisa melihatnya. Jika Allah kehendaki, mereka tidak bisa bergerak. Tidak bisa maju ataupun mundur ke belakang. Akibatnya mereka tidak bisa menyeberangi as-Shirath, sehingga merekapun tidak mendapatkan keselamatan.
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
الحمد لله ربّ العالمين

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Index Labels