sdit bias klaten

SDIT BIAS KLATEN syiar Islam dengan pawai becak dan sepeda hias. di ikuti kelas satu sampai enam dimana kelas 1-4 naik becak dan kelas 5-6 naik sepeda hias...meriah keliling kota Klaten bersinar....  
























B

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 49


✅TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-49


๐Ÿ‘ˆ ู…ุง ูŠَู†ْุธُุฑُูˆู†َ ุฅِู„َّุง ุตَูŠْุญَุฉً ูˆَุงุญِุฏَุฉً ุชَุฃْุฎُุฐُู‡ُู…ْ ูˆَู‡ُู…ْ ูŠَุฎِุตِّู…ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Tidaklah mereka menanti kecuali satu teriakan (suara keras) yang mengadzab mereka pada saat mereka sedang berbantah-bantahan.

๐Ÿ”ฐ Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa hari kiamat akan datang secara mendadak, menimpa orang-orang yang sedang berbantah-bantahan.

๐Ÿšจ Hal itu menunjukkan bahwa orang-orang saat itu sangat tidak siap dan tidak pernah terbetik dalam pikirannya bahwa akan datang hari kiamat, karena mereka justru sedang berbantah-bantahan dan bermusuhan.

๐Ÿ”ต Jika seseorang selalu dalam keadaan takut akan datangnya hari kiamat dia tidak akan sempat untuk berbantah-bantahan. Yang ada adalah beribadah dan bertaubat dari dosa-dosa.

๐Ÿ’ฅ Tapi memang hari kiamat akan menimpa manusia-manusia yang paling buruk perbuatan dan akhlaknya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

ู„َุง ุชَู‚ُูˆู…ُ ุงู„ุณَّุงุนَุฉُ ุฅِู„َّุง ุนَู„َู‰ ุดِุฑَุงุฑِ ุงู„ู†َّุงุณِ

๐Ÿƒ Tidaklah datang hari kiamat kecuali (menimpa) manusia yang terburuk (H.R Muslim dari Ibnu Mas’ud).

๐Ÿ“› Keburukan akhlaknya terlihat dari senangnya mereka berbantah-bantahan dan saling bermusuhan. Bahkan saat datangnya hari kiamat itu.

๐ŸŒ Para Ulama Tafsir seperti Ibnu Katsir menjelaskan bahwa teriakan keras itu adalah tiupan sangkakala dari Malaikat Israfil yang menyebabkan ketakutan yang dahsyat bagi setiap makhluk di langit dan di bumi –kecuali yang dikehendaki Allah- dan merekapun berjatuhan mati. Itu adalah tiupan yang pertama.

ูˆَูŠَูˆْู…َ ูŠُู†ْูَุฎُ ูِูŠ ุงู„ุตُّูˆุฑِ ูَูَุฒِุนَ ู…َู†ْ ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَู…َู†ْ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฅِู„َّุง ู…َู†ْ ุดَุงุกَ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَูƒُู„ٌّ ุฃَุชَูˆْู‡ُ ุฏَุงุฎِุฑِูŠู†َ

๐Ÿƒ Dan pada hari (ketika) ditiup sangkakala, maka menjadi takut (terkejutlah) segala yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang kepada-Nya dengan merendahkan diri (Q.S anNaml ayat 87).

๐Ÿ’ (disarikan dengan penyesuaian dari Tafsir Surat Yaasin libni Utsaimin 176-177).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 48

 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-48

๐Ÿ‘ˆ ูˆูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ู…َุชَู‰ ู‡َุฐَุง ุงู„ْูˆَุนْุฏُ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุตَุงุฏِู‚ِูŠู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Dan mereka berkata: Kapan datangnya janji ini jika kalian jujur (benar)?

๐Ÿ’ฅ Orang-orang Kafir yang mendustakan janji Allah, mempertanyakan: Kapan datangnya hari kiamat, jika memang kalian benar? Hal ini mereka katakan sebagai bentuk penentangan karena para Nabi mengkhabarkan akan datangnya hari kiamat saat manusia dibangkitkan dari kubur mereka dan dibalas sesuai amal perbuatan mereka.

๐Ÿ“› Bahkan, karena ketidakyakinan mereka akan datangnya hari kiamat itu, orang-orang kafir tersebut menantang dan ingin disegerakan datangnya hari kiamat itu.

ูŠَุณْุชَุนْุฌِู„ُ ุจِู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู„ุง ูŠُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِู‡َุง ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ู…ُุดْูِู‚ُูˆู†َ ู…ِู†ْู‡َุง ูˆَูŠَุนْู„َู…ُูˆู†َ ุฃَู†َّู‡َุง ุงู„ْุญَู‚ُّ

๐Ÿƒ Orang-orang yang tidak beriman ingin disegerakan datangnya hari kiamat, sedangkan orang-orang beriman takut akan datangnya hari tersebut dan mengetahui bahwa itu adalah benar (haq) (Q.S asy-Syuura ayat 18) (disarikan dari tafsir Ibnu Katsir).

๐Ÿ”ฐ Orang-orang beriman takut akan datangnya hari kiamat dan mereka mempersiapkan amal dan bertaubat kepada Allah untuk menyongsong datangnya hari kiamat itu. Hari kiamat tidaklah diketahui kecuali hanya oleh Allah. Yang dibutuhkan oleh kita adalah mempersiapkan datangnya hari kiamat itu dengan taat kepada Allah dan menjauhi hal-hal yang dilarangNya.

✅ Mereka berjuang untuk taat kepada Allah dengan mengerjakan amal sholih. Namun, kalaupun seseorang kurang dalam amalnya, mereka masih bisa berharap kecintaan mereka kepada Allah, kecintaan kepada Nabi, kecintaan kepada para Sahabat Nabi, bisa memberikan manfaat bagi mereka di akhirat.

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุฃَู†َّ ุฑَุฌُู„ًุง ุณَุฃَู„َ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุนَู†ِ ุงู„ุณَّุงุนَุฉِ ูَู‚َุงู„َ ู…َุชَู‰ ุงู„ุณَّุงุนَุฉُ ู‚َุงู„َ ูˆَู…َุงุฐَุง ุฃَุนْุฏَุฏْุชَ ู„َู‡َุง ู‚َุงู„َ ู„َุง ุดَูŠْุกَ ุฅِู„َّุง ุฃَู†ِّูŠ ุฃُุญِุจُّ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَู‚َุงู„َ ุฃَู†ْุชَ ู…َุนَ ู…َู†ْ ุฃَุญْุจَุจْุชَ ู‚َุงู„َ ุฃَู†َุณٌ ูَู…َุง ูَุฑِุญْู†َุง ุจِุดَูŠْุกٍ ูَุฑَุญَู†َุง ุจِู‚َูˆْู„ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَู†ْุชَ ู…َุนَ ู…َู†ْ ุฃَุญْุจَุจْุชَ ู‚َุงู„َ ุฃَู†َุณٌ ูَุฃَู†َุง ุฃُุญِุจُّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูˆَุฃَุจَุง ุจَูƒْุฑٍ ูˆَุนُู…َุฑَ ูˆَุฃَุฑْุฌُูˆ ุฃَู†ْ ุฃَูƒُูˆู†َ ู…َุนَู‡ُู…ْ ุจِุญُุจِّูŠ ุฅِูŠَّุงู‡ُู…ْ ูˆَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ุฃَุนْู…َู„ْ ุจِู…ِุซْู„ِ ุฃَุนْู…َุงู„ِู‡ِู…ْ

๐Ÿƒ Dari Anas radhiyallahu anhu bahwa seseorang laki-laki bertanya kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam tentang hari kiamat. Ia bertanya: kapan hari kiamat? Nabi menyatakan: Apa yang engkau persiapkan untuknya? Orang itu menyatakan: tidak ada. Kecuali aku mencintai Allah dan RasulNya shollallahu alaihi wasallam. Maka Nabi bersabda: Engkau bersama orang yang engkau cintai. Anas berkata: Tidak ada kegembiraan yang lebih besar bagi kami selain ucapan Nabi shollallahu alaihi wasallam: “engkau bersama orang yang engkau cintai”. Anas berkata: Maka aku mencintai Nabi shollallahu alaihi wasallam, Abu Bakr, Umar, dan aku berharap bersama mereka karena kecintaanku kepada mereka. Meski aku tidak beramal seperti amalan mereka (H.R al-Bukhari dan Muslim).

๐ŸŒน Mencintai Allah dan Rasul-Nya bukanlah dengan mengada-adakan kebid’ahan yang tidak pernah dituntunkan Nabi dalam beribadah kepada Allah, namun bukti kecintaan kepada Allah adalah dengan meneladani Sunnah Rasul shollallahu alaihi wasallam:

ู‚ُู„ْ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُุญِุจُّูˆู†َ ุงู„ู„َّู‡َ ูَุงุชَّุจِุนُูˆู†ِูŠ ูŠُุญْุจِุจْูƒُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ

๐Ÿƒ Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S Ali Imran ayat 31).

๐ŸŒท Mengerjakan Sunnah Nabi meskipun tidak banyak, hanya sederhana, itu jauh lebih baik dan tidak bisa dibandingkan daripada banyak dan sering mengerjakan kebid’ahan-kebid’ahan meski alasannya adalah karena cinta kepada Rasul.

๐Ÿ”ต Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

ุงู„ْุฅِู‚ْุชِุตَุงุฏُ ูِูŠ ุงู„ุณُّู†َّุฉِ ุฎَูŠْุฑٌ ู…ِู†َ ุงู„ْุฅِุฌْุชِู‡َุงุฏِ ูِูŠ ุงู„ْุจِุฏْุนَุฉِ
๐Ÿƒ Sederhana dalam Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam kebid’ahan (riwayat al-Marwaziy dalam as-Sunnah, al-Laalikaai dalam I’tiqod Ahlissunnah).

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 47


✅๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-47

๐Ÿ‘ˆ ูˆุฅِุฐَุง ู‚ِูŠู„َ ู„َู‡ُู…ْ ุฃَู†ْูِู‚ُูˆุง ู…ِู…َّุง ุฑَุฒَู‚َูƒُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู‚َุงู„َ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูƒَูَุฑُูˆุง ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ุฃَู†ُุทْุนِู…ُ ู…َู†ْ ู„َูˆْ ูŠَุดَุงุกُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุทْุนَู…َู‡ُ ุฅِู†ْ ุฃَู†ْุชُู…ْ ุฅِู„َّุง ูِูŠ ุถَู„َุงู„ٍ ู…ُุจِูŠู†ٍ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Jika dikatakan kepada mereka: berinfaklah dari (harta) yang Allah rezekikan kepada kalian, orang-orang kafir itu berkata kepada orang-orang beriman: Apakah kami akan memberi makan orang yang jika Allah kehendaki, Allah akan memberi makan kepadanya? Tidaklah kalian kecuali berada dalam kesesatan yang nyata.

☝️ Jika orang beriman mengajak kepada orang-orang kafir yang berharta agar berinfak memberikan sebagian harta pemberian Allah, orang kafir itu akan membantah dengan mengatakan: Untuk apa kami beri makan mereka. Toh kalau Allah kehendaki, Dia Yang akan memberi makan kepada mereka?!

๐Ÿ’ฅ Orang kafir tersebut mengucapkan kalimat yang mengandung kebenaran, namun tujuannya adalah batil. Sekedar lari dari kewajiban untuk berbuat baik kepada hamba Allah.

๐ŸŒน Allah menyebut dalam ayat ini: “berinfaklah dari (harta) kalian yang Allah rezekikan kepada kalian”, tidak menyatakan: “berinfaklah dari harta kalian”, untuk mengingatkan manusia bahwa harta mereka adalah pemberian Allah. Maka berinfaklah sesuai perintah Allah yang telah memberi rezeki kepada kalian. Sesungguhnya Yang memerintahkan kepada kalian untuk berinfak adalah Yang memberikan rezeki kepada kalian.

๐Ÿ”ฐ Hal ini juga memberikan faidah kepada kita bahwa sesungguhnya seseorang yang berinfak, ia tidaklah memberikan manfaat bagi Allah, karena harta yang diinfakkannya adalah harta pemberian Allah.

๐Ÿšจ Ada 3 kemungkinan alasan orang kafir dalam menolak untuk memberikan infaq seperti yang tersebut dalam ayat tersebut:

▶️ Pertama, ejekan atau cemoohan.

⏩ Kedua, beralasan dengan takdir.
Seperti ucapan orang-orang musyrikin yang beralasan dengan takdir, yang juga dibantah oleh Allah dalam ayat yang sama:

ุณَูŠَู‚ُูˆู„ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَุดْุฑَูƒُูˆุง ู„َูˆْ ุดَุงุกَ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…َุง ุฃَุดْุฑَูƒْู†َุง ูˆَู„َุง ุขَุจَุงุคُู†َุง ูˆَู„َุง ุญَุฑَّู…ْู†َุง ู…ِู†ْ ุดَูŠْุกٍ ูƒَุฐَู„ِูƒَ ูƒَุฐَّุจَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِู‡ِู…ْ ุญَุชَّู‰ ุฐَุงู‚ُูˆุง ุจَุฃْุณَู†َุง ู‚ُู„ْ ู‡َู„ْ ุนِู†ْุฏَูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุนِู„ْู…ٍ ูَุชُุฎْุฑِุฌُูˆู‡ُ ู„َู†َุง ุฅِู†ْ ุชَุชَّุจِุนُูˆู†َ ุฅِู„َّุง ุงู„ุธَّู†َّ ูˆَุฅِู†ْ ุฃَู†ْุชُู…ْ ุฅِู„َّุง ุชَุฎْุฑُุตُูˆู†َ

๐Ÿƒ Orang-orang yang berbuat kesyirikan akan berkata: Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukanNya dan tidak pula kami mengharamkan sesuatu apapun. Demikianlah pula orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: Adakah kalian mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat mengemukakannya kepada Kami? Kalian tidaklah mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kalian tidak lain hanyalah berdusta (Q.S al-An’aam ayat 148).

๐Ÿ”ด Orang yang beralasan dengan takdir setelah mengerjakan kemaksiatan dan tidak mau bertaubat, sesungguhnya ia mengikuti perilaku orang-orang musyrik. Allah cela mereka dalam surat al-An’aam ayat 148 itu bahwa mereka pendusta dan sekedar mengikuti persangkaan (dzhan) saja.

➡️ Ketiga, memprotes takdir.

⚫️ Seakan-akan orang kafir itu menyatakan: kalau mau menyalahkan, salahkan Allah. Dialah yang menakdirkan orang miskin itu tidak dapat makan. Kalau Dia menghendaki, niscaya Dialah Yang akan memberikan makan.

๐Ÿ“ข Di dalam ayat ini juga terkandung faidah bahwa bakhil adalah sifat orang-orang kafir. Tidak sepantasnya kaum beriman memiliki sifat tersebut.

๐Ÿ“ฃ Pelajaran lain yang bisa diambil dari ayat ini pula adalah bahwa orang-orang musyrikin tersebut meyakini akan kehendak Allah yang pasti akan terlaksana. Tidaklah sesuatu terjadi di muka bumi kecuali atas kehendak Allah. Mereka meyakini Rububiyyah Allah. Hanya saja mereka tidak mau tunduk taat kepada perintah-perintah Allah, yaitu beribadah hanya kepadaNya semata.
๐ŸŽฏ Sejak jaman dulu hingga sekarang, dan terus akan demikian hingga hari kiamat, orang-orang kafir itu akan selalu mencerca, mencemooh dan memberi gelaran-gelaran yang buruk bagi kaum beriman. Seperti ucapan mereka dalam ayat ini kepada orang beriman: Tidaklah kalian kecuali berada dalam kesesatan yang nyata. Selalu saja mereka menimbulkan gangguan bagi kaum beriman. Namun, gangguan itu tidaklah memudharatkan kaum beriman yang tetap konsisten dalam menjalankan perintah Allah.

ู„َู†ْ ูŠَุถُุฑُّูˆูƒُู…ْ ุฅِู„َّุง ุฃَุฐًู‰

๐Ÿƒ Mereka tidak akan bisa memudharatkan kalian, kecuali sekedar gangguan (Q.S Ali Imran ayat 111).
๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN 45 dan 46


✅๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-45dan46

๐Ÿ‘ˆ ูˆุฅِุฐَุง ู‚ِูŠู„َ ู„َู‡ُู…ُ ุงุชَّู‚ُูˆุง ู…َุง ุจَูŠْู†َ ุฃَูŠْุฏِูŠูƒُู…ْ ูˆَู…َุง ุฎَู„ْูَูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُุฑْุญَู…ُูˆู†َ (45) ู…َุง ุชَุฃْุชِูŠู‡ِู…ْ ู…ِู†ْ ุขَูŠَุฉٍ ู…ِู†ْ ุขَูŠَุงุชِ ุฑَุจِّู‡ِู…ْ ุฅِู„َّุง ูƒَุงู†ُูˆุง ุนَู†ْู‡َุง ู…ُุนْุฑِุถِูŠู†َ (46)

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan jika dikatakan kepada mereka: takutlah kalian (terhadap adzab) yang ada di hadapan kalian (akhirat) dan yang ada di belakang kalian (dunia) agar kalian mendapatkan rahmat  (45) Tidaklah datang kepada mereka ayat dari Tuhan mereka kecuali mereka berpaling (46).

๐Ÿ”ด Ayat ini menjelaskan tentang keadaan kaum musyrikin yang tetap berada dalam kesesatan  dan tidak perhatian terhadap dosa mereka di masa lalu dan terhadap hari kiamat yang akan terjadi di masa mendatang. Jika dikatakan kepada mereka: bertakwalah kalian kepada Allah, takutlah terhadap dosa yang dulu kalian lakukan (wa maa kholfakum) dan kejadian besar (hari kiamat) yang akan terjadi di masa mendatang (bayna aydiikum) (disarikan dari Tafsir Ibn Katsir).

๐Ÿ”ฐ Setiap datang ayat dari Allah baik kauniyyah maupun syar’iyyah, mereka sombong, tidak menerima, dan berpaling.
Sesungguhnya ayat Allah terbagi dua:

▶️ Pertama: kauniyyah, tanda-tanda kemahakuasaan Allah yang nampak di alam semesta.

⏩ Kedua: syar’iyyah, yaitu khabar atau berita yang disampaikan oleh para Nabi dan Rasul. Seperti yang tersebut dalam Kitab-Kitab Allah atau hadits Rasul.

๐Ÿšจ Terhadap ayat kauniyyah, orang-orang kafir tersebut berpaling, tidak mau memperhatikan dan memikirkannya. Terjadinya fenomena alam yang menunjukkan kekuasaan Allah tidak menjadikan mereka semakin takut kepada Allah. Kalau terjadi gerhana, mereka akan menganggap itu sebagai fenomena alam biasa. Padahal Nabi sangat takut ketika terjadi gerhana, dan gerhana adalah salah satu tanda kemahakuasaan Allah untuk membuat hamba-hambaNya takut kepadaNya.

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู…ُูˆุณَู‰ ู‚َุงู„َ ุฎَุณَูَุชِ ุงู„ุดَّู…ْุณُ ูِูŠ ุฒَู…َู†ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَู‚َุงู…َ ูَุฒِุนًุง ูŠَุฎْุดَู‰ ุฃَู†ْ ุชَูƒُูˆู†َ ุงู„ุณَّุงุนَุฉُ ุญَุชَّู‰ ุฃَุชَู‰ ุงู„ْู…َุณْุฌِุฏَ ูَู‚َุงู…َ ูŠُุตَู„ِّูŠ ุจِุฃَุทْูˆَู„ِ ู‚ِูŠَุงู…ٍ ูˆَุฑُูƒُูˆุนٍ ูˆَุณُุฌُูˆุฏٍ ู…َุง ุฑَุฃَูŠْุชُู‡ُ ูŠَูْุนَู„ُู‡ُ ูِูŠ ุตَู„َุงุฉٍ ู‚َุทُّ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ุฅِู†َّ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุขูŠَุงุชِ ุงู„َّุชِูŠ ูŠُุฑْุณِู„ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„َุง ุชَูƒُูˆู†ُ ู„ِู…َูˆْุชِ ุฃَุญَุฏٍ ูˆَู„َุง ู„ِุญَูŠَุงุชِู‡ِ ูˆَู„َูƒِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠُุฑْุณِู„ُู‡َุง ูŠُุฎَูˆِّูُ ุจِู‡َุง ุนِุจَุงุฏَู‡ُ ูَุฅِุฐَุง ุฑَุฃَูŠْุชُู…ْ ู…ِู†ْู‡َุง ุดَูŠْุฆًุง ูَุงูْุฒَุนُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุฐِูƒْุฑِู‡ِ ูˆَุฏُุนَุงุฆِู‡ِ ูˆَุงุณْุชِุบْูَุงุฑِู‡ِ

๐Ÿƒ Dari Abu Musa –radhiyallahu anhu- beliau berkata: terjadi gerhana matahari di zaman Nabi shollallahu alaihi wasallam, kemudian beliau bangkit dalam keadaan takut. Khawatir akan terjadi hari kiamat. Hingga beliau mendatangi masjid, bangkit sholat dengan memperpanjang berdiri, ruku’, sujud. Tidak pernah aku melihat seperti itu dalam sholat beliau sebelumnya. Kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya ini adalah ayat-ayat yang Allah kirim, bukan karena kematian atau kehidupan seseorang. Akan tetapi Allah kirim ayat-ayat ini untuk membuat takut para hambaNya. Jika kalian melihatnya, bersegeralah menuju dzikir kepadaNya, berdoa, dan beristighfar (H.R Muslim).

๐Ÿ’ฅ Tapi bagi orang yang tidak beriman, hal itu seperti fenomena biasa. Seperti juga yang diucapkan oleh orang-orang kafir ketika melihat awan yang akan menurunkan adzab, mereka menganggap itu hanyalah awan biasa yang akan menurunkan hujan sebagaimana biasanya:

ูˆَุฅِู†ْ ูŠَุฑَูˆْุง ูƒِุณْูًุง ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ุณَุงู‚ِุทًุง ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆุง ุณَุญَุงุจٌ ู…َุฑْูƒُูˆู…ٌ

๐Ÿƒ Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan: itu adalah awan yang bertindih-tindih (Q.S atThuur ayat 44).

๐Ÿ”บ Demikian juga ketika terjadi berbagai bencana alam seperti gempa, banjir, angin kencang yang menghancurkan, mereka menganggap itu hanya sebagai kejadian alam biasa. Tidak menjadikan mereka tersadar, takut dan bertaubat atas dosa-dosanya, kembali kepada Allah. Itu menunjukkan kerasnya hati, bahkan matinya hati.

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 42


✅๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-42 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ ูˆุฎَู„َู‚ْู†َุง ู„َู‡ُู…ْ ู…ِู†ْ ู…ِุซْู„ِู‡ِ ู…َุง ูŠَุฑْูƒَุจُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan Kami ciptakan untuk mereka yang serupa dengannya (kapal) yang bisa mereka naiki.

☝️ Allah menjelaskan dalam ayat ini nikmat pengajaran cara membuat alat transportasi bagi manusia yang bermanfaat untuk dikendarai berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sama saja apakah dari daratan ke daratan lain, atau dari daratan dengan menyeberangi lautan. Karena alat transportasi yang Allah ajarkan cara pembuatannya kepada manusia bisa berupa alat transportasi laut, darat, maupun udara.

๐Ÿ”ฐ Di antara alat transportasi itu ada yang memang Allah ciptakan tanpa campur tangan manusia, seperti unta, kuda, keledai. Ada juga yang baru bisa dimanfaatkan dengan proses pengerjaan manusia. Namun, bagaimanapun, alat transportasi itu tidaklah bisa dirakit dan dibuat kecuali karena Allah mengajarkannya dan mentakdirkannya. Karena itu, dalam ayat ini disebut dengan kalimat: wa kholaqnaa lahum (dan Kami ciptakan untuk mereka).

๐Ÿ”ต Jika ada pertanyaan: Bukankah dalam ayat ini Allah menjelaskan dengan kata : “min mitslihi” (yang serupa dengannya). Artinya, Allah ciptakan serupa dengan kapal yang dibuat Nabi Nuh. Berarti ayat ini hanya menunjukkan nikmat Allah dalam penciptaan transportasi laut saja. Mengapa penjelasannya juga mengarah pada nikmat transportasi secara umum? Karena kalau transportasi lain, tidak bisa kita katakan: “yang serupa” dengannya.

✏️ Jawabannya adalah: penyebutan kata “yang serupa” tidak mengharuskan keserupaan persis dalam segala segi. Bukankah Allah menyebut penciptaan bumi serupa dengan penciptaan langit, dalam firmanNya:

ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َ ุณَุจْุนَ ุณَู…َูˆَุงุชٍ ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ู…ِุซْู„َู‡ُู†َّ

๐Ÿƒ Allahlah Yang Menciptakan tujuh langit dan pada bumi semisal dengannya…(Q.S atTholaaq ayat 12).

๐ŸŒˆ Kesamaan yang disebut dalam ayat itu hanyalah dalam hal jumlah, yaitu sama-sama tujuh lapis. Tapi dalam hal bentuk dan sifat-sifat lain, bumi dan langit memiliki perbedaan yang sangat banyak. Sebagaimana penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin.

๐Ÿ”‹ Para Ulama Salaf, juga menafsirkan ayat ini tidak hanya alat transportasi laut saja. Sebagaimana penafsiran รkrimah, Mujahid, dan al-Hasan bahwa yang dimaksud adalah unta (sebagai alat transportasi darat).

๐Ÿ’ก Namun, konteks kalimat pada ayat berikutnya di ayat ke-43 menunjukkan bahwa secara lebih khusus, pembicaraan terkait dengan alat transportasi air. Karena Allah di ayat ke-43 mengisahkan tentang Kemahakuasaan Allah untuk menenggelamkan mereka. Sedangkan ‘tenggelam’ tidaklah terjadi kecuali di dalam air.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 43


๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN๐Ÿ•Œ
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-43

๐Ÿ‘ˆ ูˆุฅِู†ْ ู†َุดَุฃْ ู†ُุบْุฑِู‚ْู‡ُู…ْ ูَู„َุง ุตَุฑِูŠุฎَ ู„َู‡ُู…ْ ูˆَู„َุง ู‡ُู…ْ ูŠُู†ْู‚َุฐُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Dan jika Kami kehendaki, Kami (bisa) tenggelamkan mereka sehingga tidak ada lagi penolong dan mereka tidak terselamatkan.

๐Ÿ“ข Para Ulama tafsir menjelaskan bahwa makna shoriikh adalah mughiits yaitu ‘penolong dalam kondisi genting’.

☝️ Allah ingatkan nikmat kepada manusia, bahwa Allah Maha Mampu menenggelamkan mereka di tengah lautan saat mereka sedang menaiki bahtera. Jika Allah berkehendak menenggelamkan mereka, maka tidak ada yang mampu menghalangi kehendak Allah itu terjadi. Merekapun tidak akan terselamatkan.

✅ Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memiliki Sifat masyi-ah (kehendak). Ayat ini juga memberikan faidah bahwa jika Allah menghendaki keburukan menimpa suatu kaum, maka tidak akan ada yang bisa menghalangi atau menolaknya.

๐ŸŒท Di dalam ayat yang lain Allah mengingatkan bahwa Allah Maha Mampu untuk membuat bahtera terdiam di tengah laut dan tidak bisa bergerak.

ุฅِู†ْ ูŠَุดَุฃْ ูŠُุณْูƒِู†ِ ุงู„ุฑِّูŠุญَ ูَูŠَุธْู„َู„ْู†َ ุฑَูˆَุงูƒِุฏَ ุนَู„َู‰ ุธَู‡ْุฑِู‡ِ ุฅِู†َّ ูِูŠ ุฐَู„ِูƒَ ู„َุขَูŠَุงุชٍ ู„ِูƒُู„ِّ ุตَุจَّุงุฑٍ ุดَูƒُูˆุฑٍ

๐Ÿƒ Jika Dia menghendaki, tiupan angin terhenti sehingga kapal itu diam di atasnya (lautan). Sesungguhnya yang demikian itu adalah tanda-tanda bagi setiap orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur (Q.S asy-Syuuro ayat 33).

๐Ÿ’ (disarikan dari Tafsir Yasin libni Utsaimin halaman 156-157).

๐Ÿ“– Ayat Ke-4⃣4⃣

๐Ÿ‘ˆ ุฅู„َّุง ุฑَุญْู…َุฉً ู…ِู†َّุง ูˆَู…َุชَุงุนًุง ุฅِู„َู‰ ุญِูŠู†ٍ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Kecuali rahmat dari Kami dan pemberian kesempatan menikmati hidup hingga waktu yang ditentukan.

๐Ÿ”ต Sesungguhnya jika seseorang bisa berlayar dengan selamat hingga tujuan, tidaklah itu tercapai kecuali karena rahmat (kasih sayang) dari Allah. Dan Allah masih memberi kesempatan baginya menikmati hidup di dunia hingga sampai waktu ketentuan ajalnya.

✏️ Di dalam ayat ini terkandung salah satu Sifat Allah, yaitu rahmat (Kasih Sayang).
Ayat ini seharusnya mengingatkan kita bahwa jika kita selamat dari suatu marabahaya yang besar sesungguhnya itu terjadi karena rahmat Allah, bukan karena kelihaian dan ketangguhan kita menghindari bahaya tersebut. Kalaupun kita masih selamat, janganlah berfoya-foya dan lupa diri, ingatlah sesungguhnya kita masih diberi kesempatan hidup menikmati dunia dan harus dimanfaatkan untuk banyak beribadah kepada Allah, karena nantinya ada ketetapan waktu ajal bagi kita yang tidak mungkin bisa kita hindari.

๐Ÿ’ (disarikan dari Tafsir Yaasin libni Utsaimin halaman 158).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 42


✅๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-42 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ ูˆุฎَู„َู‚ْู†َุง ู„َู‡ُู…ْ ู…ِู†ْ ู…ِุซْู„ِู‡ِ ู…َุง ูŠَุฑْูƒَุจُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan Kami ciptakan untuk mereka yang serupa dengannya (kapal) yang bisa mereka naiki.

☝️ Allah menjelaskan dalam ayat ini nikmat pengajaran cara membuat alat transportasi bagi manusia yang bermanfaat untuk dikendarai berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sama saja apakah dari daratan ke daratan lain, atau dari daratan dengan menyeberangi lautan. Karena alat transportasi yang Allah ajarkan cara pembuatannya kepada manusia bisa berupa alat transportasi laut, darat, maupun udara.

๐Ÿ”ฐ Di antara alat transportasi itu ada yang memang Allah ciptakan tanpa campur tangan manusia, seperti unta, kuda, keledai. Ada juga yang baru bisa dimanfaatkan dengan proses pengerjaan manusia. Namun, bagaimanapun, alat transportasi itu tidaklah bisa dirakit dan dibuat kecuali karena Allah mengajarkannya dan mentakdirkannya. Karena itu, dalam ayat ini disebut dengan kalimat: wa kholaqnaa lahum (dan Kami ciptakan untuk mereka).

๐Ÿ”ต Jika ada pertanyaan: Bukankah dalam ayat ini Allah menjelaskan dengan kata : “min mitslihi” (yang serupa dengannya). Artinya, Allah ciptakan serupa dengan kapal yang dibuat Nabi Nuh. Berarti ayat ini hanya menunjukkan nikmat Allah dalam penciptaan transportasi laut saja. Mengapa penjelasannya juga mengarah pada nikmat transportasi secara umum? Karena kalau transportasi lain, tidak bisa kita katakan: “yang serupa” dengannya.

✏️ Jawabannya adalah: penyebutan kata “yang serupa” tidak mengharuskan keserupaan persis dalam segala segi. Bukankah Allah menyebut penciptaan bumi serupa dengan penciptaan langit, dalam firmanNya:

ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َ ุณَุจْุนَ ุณَู…َูˆَุงุชٍ ูˆَู…ِู†َ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ู…ِุซْู„َู‡ُู†َّ

๐Ÿƒ Allahlah Yang Menciptakan tujuh langit dan pada bumi semisal dengannya…(Q.S atTholaaq ayat 12).

๐ŸŒˆ Kesamaan yang disebut dalam ayat itu hanyalah dalam hal jumlah, yaitu sama-sama tujuh lapis. Tapi dalam hal bentuk dan sifat-sifat lain, bumi dan langit memiliki perbedaan yang sangat banyak. Sebagaimana penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin.

๐Ÿ”‹ Para Ulama Salaf, juga menafsirkan ayat ini tidak hanya alat transportasi laut saja. Sebagaimana penafsiran รkrimah, Mujahid, dan al-Hasan bahwa yang dimaksud adalah unta (sebagai alat transportasi darat).

๐Ÿ’ก Namun, konteks kalimat pada ayat berikutnya di ayat ke-43 menunjukkan bahwa secara lebih khusus, pembicaraan terkait dengan alat transportasi air. Karena Allah di ayat ke-43 mengisahkan tentang Kemahakuasaan Allah untuk menenggelamkan mereka. Sedangkan ‘tenggelam’ tidaklah terjadi kecuali di dalam air.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 40


✅๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-40

๐Ÿ‘ˆ ู„ุง ุงู„ุดَّู…ْุณُ ูŠَู†ْุจَุบِูŠ ู„َู‡َุง ุฃَู†ْ ุชُุฏْุฑِูƒَ ุงู„ْู‚َู…َุฑَ ูˆَู„َุง ุงู„ู„َّูŠْู„ُ ุณَุงุจِู‚ُ ุงู„ู†َّู‡َุงุฑِ ูˆَูƒُู„ٌّ ูِูŠ ูَู„َูƒٍ ูŠَุณْุจَุญُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Tidak mungkin matahari menemui bulan, dan tidak mungkin malam mendahului siang. Semuanya mengalir (berenang) di garis edarnya.

☝️ Allah menetapkan matahari dan bulan memiliki lintasan orbit/ garis edarnya sendiri-sendiri. Keduanya tidak akan pernah bertemu atau bertabrakan. Kecuali pada saat terjadinya hari kiamat, matahari dan bulan akan bertemu (dikumpulkan).

✅ Sebagaimana dalam ayat:

ูˆَุฌُู…ِุนَ ุงู„ุดَّู…ْุณُ ูˆَุงู„ْู‚َู…َุฑُ

๐Ÿƒ Matahari dan bulan dikumpulkan (Q.S al-Qiyaamah ayat 9).

๐Ÿ”ฐ Sebagian Ulama Tafsir juga menjelaskan makna: “tidak mungkin matahari menemui bulan” artinya tidak mungkin matahari dan bulan muncul di malam hari.
Sedangkan kalimat: “tidak mungkin malam mendahului siang”, artinya adalah tidak mungkin datang malam kecuali telah berakhirnya siang secara sempurna.


๐Ÿ“– Ayat Ke-4⃣1⃣


๐Ÿ‘ˆ ูˆุขَูŠَุฉٌ ู„َู‡ُู…ْ ุฃَู†َّุง ุญَู…َู„ْู†َุง ุฐُุฑِّูŠَّุชَู‡ُู…ْ ูِูŠ ุงู„ْูُู„ْูƒِ ุงู„ْู…َุดْุญُูˆู†ِ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Dan salah satu tanda (Kekuasaan Allah) bagi mereka adalah Kami angkut keturunan (jenis mereka) dalam kapal yang penuh muatan.

☝️ Allah Subhaanahu Wa Ta’ala mengingatkan nikmat yang diberikan kepada mereka dan kekuasaan Allah bahwa Dia telah menyelamatkan keberlangsungan hidup manusia dengan mengangkutkan Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya ke dalam kapal/ bahtera yang penuh muatan agar diselamatkan dari banjir bandang yang sangat besar. Allahlah yang memerintahkan kepada Nabi Nuh untuk membuat kapal itu dan kemudian mengangkut manusia serta binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan yang berpasang-pasangan.

ูَุฃَูˆْุญَูŠْู†َุง ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุฃَู†ِ ุงุตْู†َุนِ ุงู„ْูُู„ْูƒَ ุจِุฃَุนْูŠُู†ِู†َุง ูˆَูˆَุญْูŠِู†َุง ูَุฅِุฐَุง ุฌَุงุกَ ุฃَู…ْุฑُู†َุง ูˆَูَุงุฑَ ุงู„ุชَّู†ُّูˆุฑُ ูَุงุณْู„ُูƒْ ูِูŠู‡َุง ู…ِู†ْ ูƒُู„ٍّ ุฒَูˆْุฌَูŠْู†ِ ุงุซْู†َูŠْู†ِ ูˆَุฃَู‡ْู„َูƒَ ุฅِู„َّุง ู…َู†ْ ุณَุจَู‚َ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْู‚َูˆْู„ُ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ูˆَู„َุง ุชُุฎَุงุทِุจْู†ِูŠ ูِูŠ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุธَู„َู…ُูˆุง ุฅِู†َّู‡ُู…ْ ู…ُุบْุฑَู‚ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Lalu Kami wahyukan kepadanya: Buatlah perahu di bawah pengawasan dan wahyu Kami. Maka apabila telah datang perintah Kami dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam kapal itu sepasang dari tiap-tiap (jenis) dan juga keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan menimpa adzab) di antara mereka. Dan janganlah engkau berbicara kepadaKu tentang orang-orang yang dzhalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan (Q.S al-Mu’minuun ayat 27).

๐Ÿ”ฐ Sebagian Ulama Tafsir menjelaskan bahwa makna “dzurriyatahum” adalah leluhur/ nenek moyang mereka. Namun, hal ini tidaklah dikenal dalam bahasa Arab, menurut Ibnu Athiyyah dalam Tafsirnya: al-Muharror al-Wajiiz. Pendapat ini juga diikuti oleh Syaikh Ibn Utsaimin, bahwa yang benar maksud dari dzurriyatahum adalah keturunan dari jenis mereka. Di antara jenis kita sebagai manusia adalah Nabi Adam dan Nabi Nuh alaihissalam. Allah selamatkan keturunan mereka yang tentunya berakibat terselamatkannya keturunan orang-orang setelahnya. Namun, untuk manusia yang sejaman dengan Nabi Nuh, hanya keturunan Nabi Nuh saja yang tetap ada hingga saat ini. Sebagaimana firman Allah:

ูˆَู„َู‚َุฏْ ู†َุงุฏَุงู†َุง ู†ُูˆุญٌ ูَู„َู†ِุนْู…َ ุงู„ْู…ُุฌِูŠุจُูˆู†َ (75) ูˆَู†َุฌَّูŠْู†َุงู‡ُ ูˆَุฃَู‡ْู„َู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ْูƒَุฑْุจِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ (76) ูˆَุฌَุนَู„ْู†َุง ุฐُุฑِّูŠَّุชَู‡ُ ู‡ُู…ُ ุงู„ْุจَุงู‚ِูŠู†َ (77)

๐Ÿƒ Sungguh Nuh telah menyeru Kami, maka sebaik-baik yang menjawab seruan (adalah Kami). Dan Kami telah menyelamatkannya dan pengikutnya dari bencana yang besar. Dan Kami jadikan keturunannya orang-orang yang tetap ada (Q.S ash-Shoffaat ayat 75-77).

๐ŸŒท Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu anhu menyatakan:

ู„َู…ْ ุชَุจْู‚َ ุฅِู„َّุง ุฐُุฑِّูŠَّุฉُ ู†ُูˆْุญٍ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ุณَّู„ุงَู…

๐Ÿƒ Tidaklah tersisa kecuali keturunan Nuh ‘alaihissalaam (riwayat atThobariy dalam Tafsirnya).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 39

✅๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-39


๐Ÿ‘ˆ ูˆุงู„ْู‚َู…َุฑَ ู‚َุฏَّุฑْู†َุงู‡ُ ู…َู†َุงุฒِู„َ ุญَุชَّู‰ ุนَุงุฏَ ูƒَุงู„ْุนُุฑْุฌُูˆู†ِ ุงู„ْู‚َุฏِูŠู…ِ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan bulan, Kami tetapkan manzilah-manzilahnya hingga ia kembali bagaikan tandan kurma yang sudah tua.

☝️ Allah menetapkan adanya manzilah-manzilah bagi bulan. Manzilah itu adalah lintasan; orbit; atau perubahan posisi bulan terhadap matahari dan bumi. Tiap malam bulan berada pada manzilah yang berbeda, sehingga penampakannya di bumi juga berbeda-beda. Siklus itu berjalan dengan waktu yang disebut manusia dengan 1 bulan.

๐ŸŒ™ Awal bulan, berbentuk hilal penampakan bulan sangat lemah, bagai bulan sabit yang sangat kecil. Malam berikutnya ia berada pada manzilah yang lain, semakin bertambah terang dan bulatannya semakin sempurna. Pada pertengahan bulan jadilah ia bulan purnama yang terang dan bulatannya sempurna. Beranjak malam berikutnya, bulatan itu berkurang dan sinarnyapun berkurang. Hingga menjelang berakhir periode bulan itu, ia kembali melemah seperti bulan sabit kecil yang melengkung yang disebutkan dalam ayat itu: bagaikan tandan kurma yang sudah tua. Tandan kurma yang sudah tua akan melengkung putih kekuningan.

๐Ÿ”ฐ Fase penampakan bulan itu sebenarnya mirip dengan fase tumbuh kembang manusia. Manusia dari masa kecil bayi adalah anak kecil tak berdaya. Kecil fisik dan kekuatannya, kemudian beranjak mengalami pertumbuhan menjadi anak, kemudian remaja. Setelah itu dewasa. Setelah melalui usia dewasa, berangsur-angsur kekuatan fisik berkurang. Tubuh yang sebelumnya tegap menjadi bungkuk.

๐ŸŒˆ Pada ayat ini Allah menyebutkan sifat al-qodiim pada makhluknya. Suatu sifat yang mengandung makna kekurangan, yaitu tua, kuno, dan semisalnya.

๐Ÿ’ฅ Karena itu, tidak benarlah ungkapan para Ahli Filsafat yang menisbatkan sifat al-Qodiim atau Qidaam kepada Allah, karena lafadz al-qodiim atau qidaam itu mengandung unsur kekurangan.

๐ŸŒน Sesungguhnya Sifat Allah adalah sempurna. Tidaklah dinisbatkan kepada Allah sifat yang mengandung unsur kekurangan. Demikian juga dalam ayat al-Quran maupun hadits Nabi yang shahih tidak ada penyebutan sifat qodiim bagi Allah.

๐ŸŒบ Sifat Allah yang lebih tepat sesuai dengan lafadz ayat dan hadits adalah al-Awwal yaitu Yang Paling Pertama, tidak ada sesuatupun yang mendahuluinya. Sebagaimana disebutkan dalam ayat:

ู‡ُูˆَ ุงู„ْุฃَูˆَّู„ُ ูˆَุงู„ْุขَุฎِุฑُ ูˆَุงู„ุธَّุงู‡ِุฑُ ูˆَุงู„ْุจَุงุทِู†ُ ูˆَู‡ُูˆَ ุจِูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ุนَู„ِูŠู…ٌ

๐Ÿƒ Dialah al-Awwal, al-Aakhir, adz-Dzhaahir, dan al-Baathin. Dan Dialah yang Maha Mengetahui segala sesuatu (Q.S al-Hadiid ayat 3).

๐ŸŒ Makna Nama dan Sifat yang disebutkan dalam ayat itu diperjelas oleh hadits Nabi:

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุฃَูˆَّู„ُ ูَู„َูŠْุณَ ู‚َุจْู„َูƒَ ุดَูŠْุกٌ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุขุฎِุฑُ ูَู„َูŠْุณَ ุจَุนْุฏَูƒَ ุดَูŠْุกٌ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุงู„ุธَّุงู‡ِุฑُ ูَู„َูŠْุณَ ูَูˆْู‚َูƒَ ุดَูŠْุกٌ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุจَุงุทِู†ُ ูَู„َูŠْุณَ ุฏُูˆู†َูƒَ ุดَูŠْุกٌ

๐Ÿƒ Ya Allah, Engkaulah al-Awwal yang tidak ada sesuatupun sebelumMu. Engkau adalah al-Aakhir yang tidak ada sesuatupun setelahMu. Engkau adalah adz-Dzhaahir yang tidak ada sesuatupun di atasMu. Engkau adalah al-Baathin yang tidak ada sesuatu apapun selain Engkau (Allah Maha Dekat, Maha Mengetahui)(H.R Muslim).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YASIN AYAT 38

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-38

๐Ÿ‘ˆ ูˆุงู„ุดَّู…ْุณُ ุชَุฌْุฑِูŠ ู„ِู…ُุณْุชَู‚َุฑٍّ ู„َู‡َุง ุฐَู„ِูƒَ ุชَู‚ْุฏِูŠุฑُ ุงู„ْุนَุฒِูŠุฒِ ุงู„ْุนَู„ِูŠู…ِ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan matahari berjalan menuju tempat menetapnya. Yang demikian itu adalah takdir (ketetapan) dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

☀️ Matahari berjalan menuju tempat menetapnya (mustaqor) saat ia terbenam. Di manakah ‘tempat menetap’ bagi matahari? Dijelaskan dalam hadits shahih riwayat al-Bukhari bahwa tempat menetapnya adalah di bawah ‘Arsy.

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุฐَุฑٍّ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู„ِุฃَุจِูŠ ุฐَุฑٍّ ุญِูŠู†َ ุบَุฑَุจَุชْ ุงู„ุดَّู…ْุณُ ุฃَุชَุฏْุฑِูŠ ุฃَูŠْู†َ ุชَุฐْู‡َุจُ ู‚ُู„ْุชُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ ุฃَุนْู„َู…ُ ู‚َุงู„َ ูَุฅِู†َّู‡َุง ุชَุฐْู‡َุจُ ุญَุชَّู‰ ุชَุณْุฌُุฏَ ุชَุญْุชَ ุงู„ْุนَุฑْุดِ ูَุชَุณْุชَุฃْุฐِู†َ ูَูŠُุคْุฐَู†ُ ู„َู‡َุง ูˆَูŠُูˆุดِูƒُ ุฃَู†ْ ุชَุณْุฌُุฏَ ูَู„َุง ูŠُู‚ْุจَู„َ ู…ِู†ْู‡َุง ูˆَุชَุณْุชَุฃْุฐِู†َ ูَู„َุง ูŠُุคْุฐَู†َ ู„َู‡َุง ูŠُู‚َุงู„ُ ู„َู‡َุง ุงุฑْุฌِุนِูŠ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ุฌِุฆْุชِ ูَุชَุทْู„ُุนُ ู…ِู†ْ ู…َุบْุฑِุจِู‡َุง ูَุฐَู„ِูƒَ ู‚َูˆْู„ُู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ { ูˆَุงู„ุดَّู…ْุณُ ุชَุฌْุฑِูŠ ู„ِู…ُุณْุชَู‚َุฑٍّ ู„َู‡َุง ุฐَู„ِูƒَ ุชَู‚ْุฏِูŠุฑُ ุงู„ْุนَุฒِูŠุฒِ ุงู„ْุนَู„ِูŠู…ِ }

๐Ÿƒ Dari Abu Dzar –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam: Tahukah engkau ke mana perginya (matahari)? Aku (Abu Dzar) berkata: Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Nabi menyatakan: Sesungguhnya ia pergi hingga sujud di bawah ‘Arsy kemudian meminta idzin (kepada Allah) dan diidzinkan untuknya. Dan hampir saja (saat hari kiamat) saat ia sujud tidak diterima dan ketika ia meminta izin tidak diizinkan, dikatakan kepadanya: kembalilah ke tempat engkau datang. Maka ia terbit dari arah barat. Demikianlah firman Allah Ta’ala: « dan matahari berjalan menuju tempat menetapnya. Yang demikian adalah ketetapan dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui » (Q.S Yaasin ayat 38 » (H.R al-Bukhari).

☝️ Jadi, dijelaskan dalam al-Quran bahwa matahari berjalan dari timur ke barat. Itu terjadi setiap hari. Ia kembali ke tempat menetapnya, di bawah ‘Arsy saat ia terbenam. Sebelumnya ia meminta izin kepada Allah dan diizinkan. Demikian berlangsung setiap hari, kemudian ia terbit dari arah sebelumnya (timur). Kecuali pada hari kiamat, Allah tidak izinkan matahari terbit dari arah timur, maka ia terbit dari arah barat.

๐Ÿ”ฐ Sesungguhnya matahari berjalan dengan cepat. Namun karena jarak bumi dengan matahari yang demikian jauhnya, seakan-akan perjalanan itu lambat. Seperti saat kita melihat pesawat terbang di udara, kita melihatnya seakan-akan kecepatannya biasa atau lambat. Padahal bagi yang mengemudikannya akan tahu bahwa kecepatannya luar biasa. Hanya saja terlihat dari permukaan bumi kecepatannya tidak seperti kecepatan yang semestinya karena jauhnya jarak.

✅ Allah menyebutkan dalam ayat ini bahwa peredaran matahari itu telah diatur oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Tidak ada satu pihakpun selain Allah yang mampu melakukannya. Kemahaperkasaan Allah itu menyebabkan tidak ada satupun pihak lain yang bisa mengubah pengaturan itu, atau menghambat dan menghalanginya sehingga tidak tepat waktu. Atau bahkan merubah arah berjalannya matahari sehingga bukan dari Timur ke Barat tapi dari Barat ke Timur.

๐ŸŒท Sebagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menantang raja yang kafir lagi sombong: bisakah engkau merubah arah perjalanan matahari menjadi dari barat? Maka raja itupun terdiam. Padahal sebelumnya ia merasa bangga seakan-akan dia punya kemampuan seperti Tuhan karena mampu menghidupkan dan mematikan. Ia mampu memberi maaf seseorang yang divonis mendapat hukuman mati, itu dianggap menghidupkan, dan ia bisa membunuh seseorang yang lain atas perintahnya, yang itu dianggap mematikan. Tapi giliran merubah arah perjalanan matahari, ia tidak bisa menjawab apa-apa, terdiam dalam kehinaannya.
 
ุฃَู„َู…ْ ุชَุฑَ ุฅِู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠ ุญَุงุฌَّ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ูِูŠ ุฑَุจِّู‡ِ ุฃَู†ْ ุขَุชَุงู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ْู…ُู„ْูƒَ ุฅِุฐْ ู‚َุงู„َ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…ُ ุฑَุจِّูŠَ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠُุญْูŠِูŠ ูˆَูŠُู…ِูŠุชُ ู‚َุงู„َ ุฃَู†َุง ุฃُุญْูŠِูŠ ูˆَุฃُู…ِูŠุชُ ู‚َุงู„َ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…ُ ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฃْุชِูŠ ุจِุงู„ุดَّู…ْุณِ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุดْุฑِู‚ِ ูَุฃْุชِ ุจِู‡َุง ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุบْุฑِุจِ ูَุจُู‡ِุชَ ุงู„َّุฐِูŠ ูƒَูَุฑَ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ู„َุง ูŠَู‡ْุฏِูŠ ุงู„ْู‚َูˆْู…َ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ
๐Ÿƒ Tidakkah engkau melihat kepada orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya, yang Allah beri kepada orang itu kekuasaan, ketika Ibrahim berkata: Tuhanku adalah yang Menghidupkan dan Mematikan. Orang itu berkata: Aku (juga bisa) menghidupkan dan mematikan. Ibrahim berkata: Sesungguhnya Allah mendatangkan matahari dari Timur, maka datangkanlah dari Barat. Maka terdiamlah orang kafir tersebut. Dan Allah tidaklah memberi petunjuk kepada kaum yang dzhalim (Q.S al-Baqoroh ayat 258).

๐Ÿ”– Peredaran matahari itu telah diatur oleh Yang Maha mengetahui, sehingga benar-benar tepat presisi ukuran, jarak, arah pada dzat, gerakan, atau pancaran sinar matahari. Sehingga pergerakan itu benar-benar memberikan maslahat bagi para makhluk.
=========
๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 37


๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-37 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ ูˆุขَูŠَุฉٌ ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ู„َّูŠْู„ُ ู†َุณْู„َุฎُ ู…ِู†ْู‡ُ ุงู„ู†َّู‡َุงุฑَ ูَุฅِุฐَุง ู‡ُู…ْ ู…ُุธْู„ِู…ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan (salah satu) tanda (kemahakuasaan Allah) bagi mereka adalah malam yang dengannya Kami menguliti siang, hingga mereka dalam kegelapan.

☝️ Allah sebutkan dalam ayat ini bahwa Dia ‘menguliti’ siang, hingga akibatnya datanglah malam dengan kegelapannya. Menggunakan kata ‘naslakhu’ yang artinya “Kami menguliti”, menunjukkan proses itu tidak terjadi secara sekaligus, tapi berangsur-angsur. Seperti ketika manusia menguliti binatang sesembelihannya. Terlepasnya kulit dari binatang itu terjadi sedikit demi sedikit tidak sekaligus.

✅ Padanya terdapat hikmah yang luar biasa ketika kegelapan malam datang secara bertahap tidak sekaligus, menyebabkan proses adaptasi yang sempurna terhadap penglihatan manusia, kehidupan tanaman, dan semisalnya.

๐Ÿ”Ž Dalam ayat ini Allah ingatkan salah satu nikmat-Nya kepada para makhluk dengan adanya siang. Ketika datang malam, muncullah kegelapan bagi mereka. Nikmatnya terang akan dirasakan oleh orang yang pernah merasakan gelap. Dan pada saat gelap, timbul maslahat yang lain, munculnya ketenangan, membuat manusia nyaman beristirahat.
Hanya Allah sajalah yang mampu mempergantikan siang dan malam, kegelapan dan terang itu.

๐Ÿšจ Bagaimana jika seandainya Allah tetapkan malam terus menerus hingga hari kiamat, niscaya itu akan sangat memberatkan makhluk. Atau sebaliknya, siang terus menerus hingga hari kiamat, tentu akan banyak mudharat didapatkan.

ู‚ُู„ْ ุฃَุฑَุฃَูŠْุชُู…ْ ุฅِู†ْ ุฌَุนَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ู„َّูŠْู„َ ุณَุฑْู…َุฏًุง ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ู…َู†ْ ุฅِู„َู‡ٌ ุบَูŠْุฑُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูŠَุฃْุชِูŠูƒُู…ْ ุจِุถِูŠَุงุกٍ ุฃَูَู„َุง ุชَุณْู…َุนُูˆู†َ (71) ู‚ُู„ْ ุฃَุฑَุฃَูŠْุชُู…ْ ุฅِู†ْ ุฌَุนَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ู†َّู‡َุงุฑَ ุณَุฑْู…َุฏًุง ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ู…َู†ْ ุฅِู„َู‡ٌ ุบَูŠْุฑُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูŠَุฃْุชِูŠูƒُู…ْ ุจِู„َูŠْู„ٍ ุชَุณْูƒُู†ُูˆู†َ ูِูŠู‡ِ ุฃَูَู„َุง ุชُุจْุตِุฑُูˆู†َ (72)

๐Ÿƒ Katakanlah: Bagaimana pendapat kalian jika Allah menjadikan bagi kalian malam terus menerus hingga hari kiamat. Siapakah sesembahan selain Allah yang bisa mendatangkan cahaya untuk kalian? Tidakkah kalian mendengar? (71) Katakanlah: Bagaimana pendapat kalian jika Allah menjadikan untuk kalian siang terus menerus hingga hari kiamat, siapakah sesembahan selain Allah yang bisa mendatangkan malam kepada kalian sehingga kalian bisa tenang dengannya. Tidakkah kalian melihat ? (72)(Q.S al-Qoshosh ayat 71-72).

=========

๐Ÿ“‹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 36

TAFSIR AL-QUR'AN, [23.07.16 13:51]
๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-3⃣6⃣


๐Ÿ‘ˆ ุณุจْุญَุงู†َ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ْุฃَุฒْูˆَุงุฌَ ูƒُู„َّู‡َุง ู…ِู…َّุง ุชُู†ْุจِุชُ ุงู„ْุฃَุฑْุถُ ูˆَู…ِู†ْ ุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ูˆَู…ِู…َّุง ู„َุง ูŠَุนْู„َู…ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat:

Maha Suci (Allah) Yang menciptakan (makhluk) bermacam-macam seluruhnya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

๐Ÿ”ฐ Al-Azwaaj dalam ayat ini dijelaskan oleh para Ulama’ maknanya adalah bermacam-macam atau berjenis-jenis. Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir atThobary, al-Baghowy, al-Jalalain, dan as-Sa’di.

✅ Hanya Allah Subhaanahu Wa Ta’ala saja yang Tunggal. Semua makhluk lain pasti berbilang jumlahnya. Demikian juga jenisnya, ada laki-laki ada wanita. Termasuk pada sifat yang abstrak seperti senang dan benci, kuat dan lemah, dan sebagainya.
Tidak ada yang tunggal kecuali Allah. Para makhluk terdiri dari jenis yang bermacam-macam. Satu macam makhluk hidup saja bisa memiliki jenis yang banyak.

✏️ Sebagai contoh: tumbuhan kurma dipercayai memiliki sekitar 1400 spesies. Binatang kecoa memiliki 3500 spesies. Kucing saja memiliki tidak kurang dari 14 spesies seperti Angora, Persia, dan lain sebagainya.
Manusia saja bisa bermacam-macam ras, bentuk, dan keadaannya. Ada yang berkulit putih, hitam, sawo matang, kuning. Ada yang berambut lurus, ikal, keriting. Ada yang tinggi ada yang pendek. Ada yang cerdas, ada yang tidak.

๐Ÿ”ต Dalam ayat ini juga terkandung dalil terbatasnya pengetahuan manusia. Ada banyak macam hal-hal yang tidak diketahuinya. Karena itu di penggalan kalimat terakhir Allah menyatakan: maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
=========

๐Ÿ“‹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 35

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-35


๐Ÿ‘ˆ ู„ูŠَุฃْูƒُู„ُูˆุง ู…ِู†ْ ุซَู…َุฑِู‡ِ ูˆَู…َุง ุนَู…ِู„َุชْู‡ُ ุฃَูŠْุฏِูŠู‡ِู…ْ ุฃَูَู„َุง ูŠَุดْูƒُุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Agar mereka memakan buahnya dan yang diperbuat oleh tangan mereka. Tidakkah mereka bersyukur?

๐Ÿ”ฐ Para Ulama berbeda pendapat dalam mengartikan maa dalam kalimat wa maa amilathu aydiihim.

▶️ Sebagian Ulama mengartikan maa di sini sebagai mawshuulah yang diartikan “yang”. Sehingga artinya adalah: Agar mereka memakan buahnya (secara langsung) dan yang mereka perbuat dengan tangan mereka.
Maksudnya, Allah memberikan nikmat berupa buah yang langsung bisa dikonsumsi seperti kurma, dan bisa juga kalian olah lebih lanjut, misalkan dibuat sirup atau manisan, dan semisalnya.

๐Ÿ”– Syaikh Ibn Utsaimin cenderung pada pendapat maa pada ayat ini adalah mawshuulah karena mencakup makna yang lebih luas.

๐Ÿ’ก Allah mengingatkan mereka agar mensyukuri nikmat tersebut dengan menyatakan: tidakkah kalian bersyukur?
Seseorang dikatakan bersyukur jika ia melakukan 4 hal:

1⃣. Mengakui nikmat tersebut.

๐Ÿ’ Ia mengakui bahwa itu adalah nikmat dari Allah, tidak didapatkannya berkat keahliannya, namun karena pertolongan dan pemberian Allah.

2⃣. Memuji Allah.

๐ŸŒป Sahabat Nabi Ibnu Abbas menyatakan: “Ucapan Alhamdulillah adalah kalimat yang diucapkan oleh seluruh orang yang bersyukur” (Tafsir Ibnu Katsir (1/128)).

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َูŠَุฑْุถَู‰ ุนَู†ِ ุงู„ْุนَุจْุฏِ ุฃَู†ْ ูŠَุฃْูƒُู„َ ุงู„ْุฃَูƒْู„َุฉَ ูَูŠَุญْู…َุฏَู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡َุง ุฃَูˆْ ูŠَุดْุฑَุจَ ุงู„ุดَّุฑْุจَุฉَ ูَูŠَุญْู…َุฏَู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡َุง

๐Ÿƒ Sesungguhnya Allah sungguh ridha kepada seorang hamba yang makan suatu makanan kemudian memuji Allah atasnya, atau meminum suatu minuman kemudian memuji Allah atasnya (H.R Muslim no 4915).

3⃣. Tunduk dan mencintai Allah.

4⃣. Menjalankan ketaatan kepada Allah sebagai perwujudan syukur.

๐ŸŒบ Ia gunakan nikmat pemberian Allah untuk mentaatiNya, tidak untuk bermaksiat kepadaNya.
(disarikan dari Madaarijus Saalikin karya Ibnul Qoyyim (2/247)).

๐ŸŒท Dalam firman Allah: li ya’kuluu min tsamarihi (agar mereka memakan buahnya), terkandung faidah bantahan terhadap kaum Jabriyyah yang menafikan illat atau hikmah dalam perbuatan Allah.

☝️ Sesungguhnya setiap perbuatan dan penciptaan Allah mengandung hikmah. Ada banyak dalil tentang hal itu dalam al-Quran. Sebagian dalil tersebut menunjukkan secara tegas, adanya hikmah. Seperti dalam ayat:

 ุญِูƒْู…َุฉٌ ุจَุงู„ِุบَุฉٌ ูَู…َุง ุชُุบْู†ِ ุงู„ู†ُّุฐُุฑُ

๐Ÿƒ Itulah hikmah yang sempurna. Maka peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka)(Q.S al-Qomar ayat 5).

✏️ Ada juga yang Allah sebutkan dalam bentuk peniadaan terhadap lawan dari hikmah, yaitu main-main atau kesia-siaan. Seperti Allah sebutkan bahwa penciptaan langit dan bumi :

ูˆَู…َุง ุฎَู„َู‚ْู†َุง ุงู„ุณَّู…َุงุกَ ูˆَุงู„ุฃَุฑْุถَ ูˆَู…َุง ุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง ุจَุงุทِู„ุง

๐Ÿƒ Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi sia-sia… (Q.S Shaad ayat 27).

ูˆَู…َุง ุฎَู„َู‚ْู†َุง ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ ูˆَู…َุง ุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง ู„َุงุนِุจِูŠู†َ

๐Ÿƒ Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya main-main…(Q.S ad-Dukhoon ayat 38).
=========

๐Ÿ“‹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 31

TAFSIR AL-QUR'AN,
๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-31


๐Ÿ‘ˆ ุฃู„َู…ْ ูŠَุฑَูˆْุง ูƒَู…ْ ุฃَู‡ْู„َูƒْู†َุง ู‚َุจْู„َู‡ُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚ُุฑُูˆู†ِ ุฃَู†َّู‡ُู…ْ ุฅِู„َูŠْู‡ِู…ْ ู„َุง ูŠَุฑْุฌِุนُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Tidakkah mereka melihat berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan dan mereka tidak kembali.

☝️ Tidakkah mereka mengambil pelajaran (ibrah) dari keadaan kaum yang dibinasakan Allah karena menentang para Rasul, bagaimana mereka telah binasa (mati) dan tidak kembali lagi ke dunia.

๐ŸŒท Di dalam ayat ini terkandung faidah bahwa tidak mungkin seseorang yang mati dibangkitkan hidup lagi ke dunia sebelum datangnya hari kiamat. Kecuali kejadian-kejadian yang ditakdirkan terjadi oleh Allah sebagai ayat (tanda-tanda kekuasaannya).

๐Ÿ”ฐ Seperti yang disebut dalam al-Quran bahwa Isa bin Maryam alaihissholaatu wassalaam menghidupkan orang yang mati dengan izin Allah.

▶️ Seperti juga kisah seseorang yang dimatikan Allah selama 100 tahun kemudian dibangkitkan kembali (Q.S al-Baqoroh ayat 59).
⏩ Seperti Bani Israil yang terkena shoo-‘iqoh kemudian dihidupkan lagi oleh Allah (Q.S al-Baqoroh ayat 55-56).

➡️ Sebagaimana juga kisah seorang pemuda yang dibunuh Dajjal kemudian dihidupkan kembali. Namun secara asal, orang yang mati tidak akan bisa hidup lagi karena Allah menyatakan dalam ayat ini : annahum ilaihim laa yarji’uun.


๐Ÿ“– Ayat Ke-32

๐Ÿ‘ˆ ูˆุฅِู†ْ ูƒُู„ٌّ ู„َู…َّุง ุฌَู…ِูŠุนٌ ู„َุฏَูŠْู†َุง ู…ُุญْุถَุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan tidaklah seluruhnya kecuali berkumpul (untuk) dihadirkan di sisi Kami.

๐ŸŒ Seluruh kaum, baik dari generasi-generasi terdahulu yang telah dibinasakan, seperti ‘Ad, Tsamud, dan generasi setelahnya hingga hari kiamat nanti, akan dibangkitkan dan dikumpulkan menuju Allah Azza Wa Jalla untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, hal ini sebagaimana penjelasan Qotadah.

✏️ Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa kata “kullun” dan “jami’ sama-sama mengandung makna “cakupan pada keseluruhan”. Atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan ‘semuanya’ atau ‘seluruhnya’. Namun, kata ‘kullun’ meski mengandung arti ‘seluruhnya’, tapi bisa saja terpisah-pisah tidak berada di satu tempat dan waktu yang sama. Sedangkan kata “jami’” mengandung arti ‘seluruhnya’ dan makna ‘berkumpul di satu tempat bersama-sama dalam satu waktu’ (disarikan dari Tafsir Yaasin libni Utsaimin halaman 115-116).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

⏹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah
๐ŸŒWebsite : www.walashr.com
๐Ÿ‘ฅGroup Wal Ashr WA (Ikhwan & Akhwat)
๐Ÿ‘‰Admin : ๐Ÿ‘ค+62 85707837665 [bergabung silahkan kirim pesan-WA. Format : nama#asal kota#ikhwan/akhwat]
๐Ÿ“นTelegram : @PustakaMuh @KhazanahMuh @SirahIslam @BaitiiJannatii @alQuranQ
๐ŸŒSEBARKAN, SEMOGA MENJADI AMAL KEBAIKAN BAGI ANDA ❗️

TAFSIR SURAT YASIN AYAT 34

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-34

๐Ÿ‘ˆ ูˆุฌَุนَู„ْู†َุง ูِูŠู‡َุง ุฌَู†َّุงุชٍ ู…ِู†ْ ู†َุฎِูŠู„ٍ ูˆَุฃَุนْู†َุงุจٍ ูˆَูَุฌَّุฑْู†َุง ูِูŠู‡َุง ู…ِู†َ ุงู„ْุนُูŠُูˆู†ِ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air.

✅ Jika pada ayat sebelumnya Allah sebutkan ditumbuhkannya biji-bijian (habban) yang harus diolah sebelum dimakan, maka pada ayat ini Allah ingatkan juga nikmatNya dengan ditumbuhkannya tanaman-tanaman buah yang hasilnya langsung bisa dinikmati tanpa proses olahan lagi, seperti kurma dan anggur.

๐ŸŒ Selain itu, Allah juga pancarkan mata air untuk kehidupan manusia. Dalam hal ini terdapat tanda kekuasaan Allah Yang Maha mampu memancarkan air dari sesuatu yang asalnya mati dan keras seperti tanah tandus atau bebatuan.

๐Ÿ“ Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

ูˆَุฅِู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ْุญِุฌَุงุฑَุฉِ ู„َู…َุง ูŠَุชَูَุฌَّุฑُ ู…ِู†ْู‡ُ ุงู„ْุฃَู†ْู‡َุงุฑُ ูˆَุฅِู†َّ ู…ِู†ْู‡َุง ู„َู…َุง ูŠَุดَّู‚َّู‚ُ ูَูŠَุฎْุฑُุฌُ ู…ِู†ْู‡ُ ุงู„ْู…َุงุกُ

๐Ÿƒ Dan di antara bebatuan itu adalah yang memancar darinya sungai, dan di antara bebatuan itu ada yang terbelah hingga keluarlah darinya air (Q.S al-Baqoroh ayat 74).

๐ŸŒท Nabi Musa juga memukul batu atas perintah Allah sehingga batu itu memancarkan 12 mata air yang bisa diminum oleh 12 kabilah kaumnya (Bani Israil).

ูˆَุฅِุฐِ ุงุณْุชَุณْู‚َู‰ ู…ُูˆุณَู‰ ู„ِู‚َูˆْู…ِู‡ِ ูَู‚ُู„ْู†َุง ุงุถْุฑِุจْ ุจِุนَุตَุงูƒَ ุงู„ْุญَุฌَุฑَ ูَุงู†ْูَุฌَุฑَุชْ ู…ِู†ْู‡ُ ุงุซْู†َุชَุง ุนَุดْุฑَุฉَ ุนَูŠْู†ًุง

๐Ÿƒ Dan ketika Musa beristisqo’ (meminta diturunkan air) untuk kaumnya, maka Kami katakan: pukullah batu dengan tongkatmu. Kemudian memancarlah darinya 12 mata air (Q.S al-Baqoroh ayat 60). (disarikan dari Tafsir Yaasin libni Utsaimin hal 125).

๐Ÿ”Ž Dalam ayat ini terkandung juga faidah bahwa tanaman kurma dan anggur sangat membutuhkan air. Hasil produksi buahnya tergantung kadar air yang bisa diserapnya (disarikan dari Tafsir Yaasin libni Utsaimin hal 125).
=====================

⏹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YASIN AYAT 34

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-33


๐Ÿ‘ˆ ูˆุขَูŠَุฉٌ ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ْุฃَุฑْุถُ ุงู„ْู…َูŠْุชَุฉُ ุฃَุญْูŠَูŠْู†َุงู‡َุง ูˆَุฃَุฎْุฑَุฌْู†َุง ู…ِู†ْู‡َุง ุญَุจًّุง ูَู…ِู†ْู‡ُ ูŠَุฃْูƒُู„ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Dan (di antara) tanda (kekuasaan Allah) bagi mereka adalah bumi (yang sebelumnya) mati, Kami hidupkan dan Kami keluarkan darinya biji-bijian yang darinya mereka makan.

☝️ Salah satu tanda kekuasaan Allah dalam membangkitkan seluruh manusia yang telah meninggal sejak dulu hingga nanti menjelang hari kiamat adalah: tanah yang sebelumnya kering, tanamannya mati, ketika diturunkan hujan, Allah berikan kehidupan lagi. Maka Allah Yang Maha Mampu menghidupkan hal itu, juga Maha Mampu untuk membangkitkan semua manusia yang telah mati untuk dikumpulkan di padang Mahsyar.

๐Ÿ”Ž Seperti dalam firman Allah:

ูˆَู…ِู†ْ ุขَูŠَุงุชِู‡ِ ุฃَู†َّูƒَ ุชَุฑَู‰ ุงู„ْุฃَุฑْุถَ ุฎَุงุดِุนَุฉً ูَุฅِุฐَุง ุฃَู†ْุฒَู„ْู†َุง ุนَู„َูŠْู‡َุง ุงู„ْู…َุงุกَ ุงู‡ْุชَุฒَّุชْ ูˆَุฑَุจَุชْ ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَุญْูŠَุงู‡َุง ู„َู…ُุญْูŠِูŠ ุงู„ْู…َูˆْุชَู‰ ุฅِู†َّู‡ُ ุนَู„َู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏِูŠุฑٌ

๐Ÿƒ Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)Nya adalah bahwa kau lihat bumi kering, ketika Kami turunkan kepadanya air (hujan) niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Allah) yang menghidupkannya, pastilah mampu menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (Q.S Fushshilat ayat 39) (disarikan dari tafsir Yaasin libni Utsaimin hal 118).

๐ŸŒ Setelah bumi/ tanah itu hidup, Allah tumbuhkan tanam-tanaman. Di antara tanaman-tanaman itu ada yang tumbuh dari biji-bijian yang menjadi sumber makanan manusia, seperti biji gandum menjadi roti dan padi menjadi nasi.
Karena itu Allah menyatakan: fa minhu ya’kuluun (kemudian darinyalah kalian makan).

๐Ÿ”ฐ Potongan kalimat ini memberikan makna pembatasan, seakan-akan menyatakan: hanya darinyalah kalian makan. Di dalam hal ini terkandung faidah begitu butuhnya seorang hamba kepada Rabb-Nya. Seakan-akan itu tantangan dari Allah: jika kalian mampu, silakan keluarkan sendiri dari tanah sumber makanan kalian. Sesungguhnya kalian tidak mampu makan kecuali dari sumber makanan yang Kami keluarkan dari tanah (disarikan dari Tafsir Yaasin libni Utsaimin hal 124).


⏹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN 31, 32

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
๐Ÿ“– Ayat Ke-31


๐Ÿ‘ˆ ุฃู„َู…ْ ูŠَุฑَูˆْุง ูƒَู…ْ ุฃَู‡ْู„َูƒْู†َุง ู‚َุจْู„َู‡ُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚ُุฑُูˆู†ِ ุฃَู†َّู‡ُู…ْ ุฅِู„َูŠْู‡ِู…ْ ู„َุง ูŠَุฑْุฌِุนُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Tidakkah mereka melihat berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan dan mereka tidak kembali.

☝️ Tidakkah mereka mengambil pelajaran (ibrah) dari keadaan kaum yang dibinasakan Allah karena menentang para Rasul, bagaimana mereka telah binasa (mati) dan tidak kembali lagi ke dunia.

๐ŸŒท Di dalam ayat ini terkandung faidah bahwa tidak mungkin seseorang yang mati dibangkitkan hidup lagi ke dunia sebelum datangnya hari kiamat. Kecuali kejadian-kejadian yang ditakdirkan terjadi oleh Allah sebagai ayat (tanda-tanda kekuasaannya).

๐Ÿ”ฐ Seperti yang disebut dalam al-Quran bahwa Isa bin Maryam alaihissholaatu wassalaam menghidupkan orang yang mati dengan izin Allah.

▶️ Seperti juga kisah seseorang yang dimatikan Allah selama 100 tahun kemudian dibangkitkan kembali (Q.S al-Baqoroh ayat 59).
⏩ Seperti Bani Israil yang terkena shoo-‘iqoh kemudian dihidupkan lagi oleh Allah (Q.S al-Baqoroh ayat 55-56).

➡️ Sebagaimana juga kisah seorang pemuda yang dibunuh Dajjal kemudian dihidupkan kembali. Namun secara asal, orang yang mati tidak akan bisa hidup lagi karena Allah menyatakan dalam ayat ini : annahum ilaihim laa yarji’uun.


๐Ÿ“– Ayat Ke-32

๐Ÿ‘ˆ ูˆุฅِู†ْ ูƒُู„ٌّ ู„َู…َّุง ุฌَู…ِูŠุนٌ ู„َุฏَูŠْู†َุง ู…ُุญْุถَุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan tidaklah seluruhnya kecuali berkumpul (untuk) dihadirkan di sisi Kami.

๐ŸŒ Seluruh kaum, baik dari generasi-generasi terdahulu yang telah dibinasakan, seperti ‘Ad, Tsamud, dan generasi setelahnya hingga hari kiamat nanti, akan dibangkitkan dan dikumpulkan menuju Allah Azza Wa Jalla untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, hal ini sebagaimana penjelasan Qotadah.

✏️ Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa kata “kullun” dan “jami’ sama-sama mengandung makna “cakupan pada keseluruhan”. Atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan ‘semuanya’ atau ‘seluruhnya’. Namun, kata ‘kullun’ meski mengandung arti ‘seluruhnya’, tapi bisa saja terpisah-pisah tidak berada di satu tempat dan waktu yang sama. Sedangkan kata “jami’” mengandung arti ‘seluruhnya’ dan makna ‘berkumpul di satu tempat bersama-sama dalam satu waktu’ (disarikan dari Tafsir Yaasin libni Utsaimin halaman 115-116).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

⏹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 28 DAN 29

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
๐Ÿ“– Ayat Ke-28

๐Ÿ‘ˆ ูˆู…َุง ุฃَู†ْุฒَู„ْู†َุง ุนَู„َู‰ ู‚َูˆْู…ِู‡ِ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِู‡ِ ู…ِู†ْ ุฌُู†ْุฏٍ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَู…َุง ูƒُู†َّุง ู…ُู†ْุฒِู„ِูŠู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan tidaklah Kami turunkan kepada kaumnya setelah (kematian)nya para tentara (Malaikat) dari langit dan tidak (perlu) Kami menurunkan (Malaikat untuk membinasakan mereka).

☝️ Allah Subhaanahu Wa Ta’ala membalas perlakuan kaum itu kepada laki-laki tersebut dengan mengadzab mereka. Namun, adzab kepada kaum itu tidak perlu dengan diturunkan para Malaikat dari langit. Karena kaum itu sangat hina, rendah, dan mudah untuk dibinasakan. Tidak perlu susah payah menurunkan para Malaikat dari langit untuk membinasakannya.

๐Ÿ“– Ayat Ke-2⃣9⃣

๐Ÿ‘ˆ ุฅู†ْ ูƒَุงู†َุชْ ุฅِู„َّุง ุตَูŠْุญَุฉً ูˆَุงุญِุฏَุฉً ูَุฅِุฐَุง ู‡ُู…ْ ุฎَุงู…ِุฏُูˆู†َ

๐Ÿƒ Tidak ada adzab (bagi mereka) kecuali hanyalah satu kali teriakan suara saja, hingga segera setelah itu mereka tidak bergerak (mati).

๐Ÿ”ด Cukup dengan satu teriakan suara menyebabkan mereka tak bergerak. Kata khomiduun salah satu maknanya adalah keadaan diam setelah sebelumnya bergerak. Bagaikan api yang sebelumnya menyala, bergejolak, kemudian padam hingga yang tersisa hanya abu. Cukup satu suara, tidak perlu berulang, merekapun binasa seluruhnya, para penentang Rasul itu.

๐Ÿ“› Hal ini juga ancaman bagi kaum Quraisy yang menentang dakwah Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam karena kisah ini diberikan permisalan untuk mereka jadikan pelajaran. Bahwa Allah Maha Mampu membinasakan mereka sekaligus jika mereka tidak mau beriman.

๐Ÿ”ฐ Sebagian Ulama Tafsir menjelaskan bahwa teriakan itu adalah teriakan Jibril. Sebagian lagi tidak menetapkan itu adalah teriakan Jibril, hanya disebutkan sebagai sebuah teriakan dari langit. Wallaahu A’lam.

๐Ÿ“– Ayat Ke-3⃣0⃣

๐Ÿ‘ˆ ูŠุง ุญَุณْุฑَุฉً ุนَู„َู‰ ุงู„ْุนِุจَุงุฏِ ู…َุง ูŠَุฃْุชِูŠู‡ِู…ْ ู…ِู†ْ ุฑَุณُูˆู„ٍ ุฅِู„َّุง ูƒَุงู†ُูˆุง ุจِู‡ِ ูŠَุณْุชَู‡ْุฒِุฆُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Sungguh penyesalan besar bagi para hamba itu. Tidaklah datang seorang Rasulpun kecuali mereka mengejeknya.

☝️ Di dalam ayat ini terkandung faidah bahwa mengejek Rasul adalah kekufuran, karena konteks kalimat pada ayat ini adalah tentang kaum yang mendustakan/ menentang Rasul dan dibinasakan dengan perbuatan itu. Sebagaimana juga dijelaskan dalam ayat lain bahwa memperolok-olok Allah, KitabNya dan Rasul-Nya adalah kekufuran:

... ู‚ُู„ْ ุฃَุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุขَูŠَุงุชِู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุณْุชَู‡ْุฒِุฆُูˆู†َ (65) ู„َุง ุชَุนْุชَุฐِุฑُูˆุง ู‚َุฏْ ูƒَูَุฑْุชُู…ْ ุจَุนْุฏَ ุฅِูŠู…َุงู†ِูƒُู…ْ...

๐Ÿƒ…katakan: Apakah terhadap Allah, ayat-ayatNya, dan RasulNya kalian memperolok? Janganlah minta maaf, kalian telah kafir setelah keimanan kalian (Q.S atTaubah ayat 65-66).

๐Ÿ”Ž Di dalam ayat ini juga terkandung pelajaran bahwa setiap Rasul pasti pernah mengalami ejekan dan cemoohan. Sebagian yang menjadi sasaran dakwah ada yang beriman dan ada juga yang menentang dan mengejeknya. Namun ada juga Nabi yang tidak ada yang beriman satupun (tidak ada pengikutnya sama sekali), sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Ahmad yang telah disebutkan pada tafsir ayat ke-17 di atas.

๐Ÿ’ (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin pada hal 110).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
⏹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 27

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-27

๐Ÿ‘ˆ ุจู…َุง ุบَูَุฑَ ู„ِูŠ ุฑَุจِّูŠ ูˆَุฌَุนَู„َู†ِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُูƒْุฑَู…ِูŠู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: disebabkan Tuhanku telah mengampuniku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimulyakan.

✅ Orang tersebut benar-benar seorang yang memiliki sifat an-Nashihah kepada umatnya saat hidup maupun mati. Tidak ada perasaan dendam sama sekali. Justru dia masih sangat mengharapkan kaumnya bisa bertaubat.

๐ŸŒท Dia seakan-akan mengatakan: duhai seandainya kaumku tahu, bahwa aku yang meninggal di atas keimanan ini telah diampuni Allah dan dimulyakan oleh Allah dengan Jannah-Nya. Duhai seandainya mereka mengetahui hal itu sehingga mereka mau beriman kepada para Rasul itu hingga nantinya juga mendapat kenikmatan seperti aku.

๐ŸŒน Subhaanallah… demikian indahnya akhlak orang tersebut. Hal ini seharusnya menjadi teladan bagi orang-orang yang berdakwah di jalan Allah. Ia sampaikan dakwah karena kasih sayang keinginan agar orang lain juga mendapat hidayah. Bukan dilandasi dendam atau kebencian.
 =======

⏹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 26

✅๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat ke-26

๐Ÿ‘ˆ ู‚ูŠู„َ ุงุฏْุฎُู„ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู‚َุงู„َ ูŠَุง ู„َูŠْุชَ ู‚َูˆْู…ِูŠ ูŠَุนْู„َู…ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dikatakan kepadanya: masuklah ke dalam Jannah (Surga). Orang itu berkata: duhai seandainya kaumku mengetahui.

๐Ÿ”ฐ Setelah dia dianiaya oleh kaumnya hingga meninggal di atas keimanan, dikatakan kepadanya: masuklah ke dalam Jannah.

๐Ÿ”ต Para Ulama berbeda pendapat apakah ia masuk Jannah secara langsung saat itu atau ia sekedar diijinkan untuk masuk Jannah dan ditampakkan kenikmatan yang akan didapatkannya, namun nantinya masuk Jannah saat setelah hari kebangkitan.

✏️ Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah cenderung pada pendapat Ulama bahwa ruhnya telah masuk Jannah dan mendapat kenikmatan di sana (anNubuwwaat karya Ibn Taimiyyah (1/183).
Pendapat ini dinisbatkan kepada tabi’i Qotadah dan diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud. Sedangkan Mujahid berpendapat bahwa setelah meninggal ia tidak langsung masuk Jannah, namun ia diberi tahu bahwa ia telah wajib mendapatkan Jannah dan ditampakkan kenikmatan-kenikmatan yang akan diterimanya.

✒️ Syaikh Ibn Utsaimin cenderung pada pendapat Mujahid ini bahwa orang tersebut tidak langsung masuk Jannah, namun ia mendapatkan kenikmatan-kenikmatan di alam barzakh (kubur). Maka ayat ini adalah salah satu dalil yang menetapkan adanya kenikmatan kubur bagi orang beriman.
Setelah orang tersebut mendapatkan kepastian bahwa ia masuk Jannah, dan melihat kemulyaan dan kenikmatan yang akan didapatkan, ia berkata: duhai seandainya kaumku mengetahui.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

⏹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YASIN AYAT 24

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN


๐Ÿ“– Ayat Ke-24

๐Ÿ‘ˆ ุฅู†ِّูŠ ุฅِุฐًุง ู„َูِูŠ ุถَู„ุงู„ٍ ู…ُุจِูŠู†ٍ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Jika sampai demikian, sungguh aku berada dalam kesesatan yang nyata.

☝️ Sungguh aku sesat dengan kesesatan nyata jika aku masih menyembah selain Allah, padahal sesembahan lain itu tidak punya kemampuan apa-apa jika Allah telah menetapkan mudharat terjadi bagi hambaNya.
Kesesatan itu ada yang nyata ada yang tersembunyi.

๐Ÿ’ฅ Setiap orang yang menyimpang dari al-haq maka ia mendapat porsi kesesatan sesuai dengan penyimpangan yang dilakukan. Dalam ayat ini, disebutkan bahwa jika sampai ia beribadah kepada selain Allah, maka ia akan berada dalam kesesatan yang nyata (kesesatan yang terbesar). (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin hal 94).

๐Ÿ“– Ayat Ke-2⃣5⃣

๐Ÿ‘ˆ ุฅู†ِّูŠ ุขู…َู†ْุชُ ุจِุฑَุจِّูƒُู…ْ ูَุงุณْู…َุนُูˆู†ِ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Sesungguhnya aku beriman kepada Rabb kalian, maka dengarlah.

✏️ Laki-laki tersebut dengan terang-terangan mengikrarkan keimanan dia kepada Allah, dia beriman kepada dakwah para Rasul itu. Dia sampaikan secara jelas untuk didengar dan diikuti kaumnya.

๐ŸŒท Kebanyakan para Ulama Tafsir menyatakan bahwa setelah mengucapkan hal itu orang tersebut dibunuh oleh kaumnya. Ada yang menyatakan ia dibunuh dengan dirajam (seperti pendapat Qotadah). Ada yang menyatakan bahwa ia dibakar (seperti penjelasan al-Hasan).

๐Ÿ”– Sebagian Ulama menyatakan bahwa ia diinjak-injak hingga ususnya keluar melalui duburnya (diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud).
➖➖➖➖➖➖➖

⏹Allahu A’lam

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 23

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✏️ Ayat Ke-23

๐Ÿ‘ˆ ุฃุฃَุชَّุฎِุฐُ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِู‡ِ ุขَู„ِู‡َุฉً ุฅِู†ْ ูŠُุฑِุฏْู†ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ُ ุจِุถُุฑٍّ ู„َุง ุชُุบْู†ِ ุนَู†ِّูŠ ุดَูَุงุนَุชُู‡ُู…ْ ุดَูŠْุฆًุง ูˆَู„َุง ูŠُู†ْู‚ِุฐُูˆู†ِ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Apakah (pantas) aku beribadah kepada selainNya (yang tidak memiliki kemampuan apa-apa) yang jika arRahmaan menghendaki terjadinya mudharat kepadaku, sesembahan lain itu tidak bisa memberikan syafaat sedikitpun dan tidak pula bisa menyelamatkan aku.

☝️ Allah adalah Yang Maha Berkuasa di atas segala-galanya. Jika Allah berkehendak untuk menimpakan keburukan kepada seseorang, tidak ada satu pihakpun yang bisa memberi syafaat dengan mengurangi keburukan itu terjadi atau bahkan menghilangkan sama sekali.

๐Ÿ’ฅ Karena itu, untuk apa aku beribadah kepada selain Allah yang tidak punya kemampuan apa-apa?

✅ Di dalam ayat ini, disebut Nama arRahman, Yang Maha Penyayang ketika menginginkan kemudharatan kepada hambaNya. Hal itu mengisyaratkan bahwa kemudharatan yang menimpa seorang hamba di dalamnya kadangkala terkandung kasih sayang Allah. Kadangkala seorang yang tertimpa musibah (kemudharatan) menjadi kembali kepada Allah dengan sebab musibah itu (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin dalam menafsirkan surat Yaasin hal 81).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

⏹Allahu A’lam.
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 22

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-22

๐Ÿ‘ˆ ูˆู…َุง ู„ِูŠَ ู„َุง ุฃَุนْุจُุฏُ ุงู„َّุฐِูŠ ูَุทَุฑَู†ِูŠ ูˆَุฅِู„َูŠْู‡ِ ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Mengapa tidak aku menyembah (Tuhan) yang menciptakan aku dan kepadaNyalah kalian akan dikembalikan.

๐ŸŒท Para Rasul itu mengajak kaum tersebut untuk beribadah hanya kepada Allah Sang Pencipta, dan meninggalkan sesembahan lain selain Allah. Tapi kaum untuk menolak dan menentangnya.

๐Ÿ”Ž Maka laki-laki yang datang tadi menyatakan: Apakah pantas bagiku untuk tidak menyembah (beribadah) kepada Tuhan yang menciptakan aku? Maka sembahlah Dia Tuhan Yang Menciptakan kalian dan kepadaNya kalian akan kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kalian.

☝️ Sebagaimana Allah adalah satu-satunya Pencipta kita tanpa campur tangan pihak lain, maka dialah satu-satunya yang berhak menerima persembahan ibadah kita, tidak boleh dibagi dengan yang lain.

๐Ÿ”ฐ Hal ini semakna dengan ayat:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงุนْุจُุฏُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุชَّู‚ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Wahai sekalian manusia, sembahlah Tuhan Yang menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa (Q.S al-Baqoroh ayat 21).

ูˆَุฅِุฐْ ู‚َุงู„َ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…ُ ู„ِุฃَุจِูŠู‡ِ ูˆَู‚َูˆْู…ِู‡ِ ุฅِู†َّู†ِูŠ ุจَุฑَุงุกٌ ู…ِู…َّุง ุชَุนْุจُุฏُูˆู†َ (26) ุฅِู„َّุง ุงู„َّุฐِูŠ ูَุทَุฑَู†ِูŠ ูَุฅِู†َّู‡ُ ุณَูŠَู‡ْุฏِูŠู†ِ (27)

๐Ÿƒ Dan ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya: Sesungguhnya aku berlepas diri dari segala yang kalian sembah, kecuali (Tuhan) yang menciptakan aku, karena Dia yang akan memberi hidayah kepadaku (Q.S az-Zukhruf ayat 26-27).

✏️ Segala pihak yang tidak menciptakan kita, sama sekali tidak pantas untuk menerima persembahan ibadah kita.

⏹Allahu A’lam.
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 21

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-21

๐Ÿ‘ˆ ุงุชَّุจِุนُูˆุง ู…َู†ْ ู„َุง ูŠَุณْุฃَู„ُูƒُู…ْ ุฃَุฌْุฑًุง ูˆَู‡ُู…ْ ู…ُู‡ْุชَุฏُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Ikutilah (para Rasul) yang tidak meminta upah kepada kalian dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

๐Ÿ”Ž Laki-laki yang baru datang itu memberikan alasan mengapa kaumnya harus mengikuti para Rasul itu. Karena para Rasul itu ikhlas berdakwah hanya untuk Allah, tidak mengharapkan upah dari orang-orang yang jadi sasaran dakwahnya.

๐Ÿ”ต Selain itu, para Rasul itu juga berada di atas hidayah.
Syaikh Abdurrahman as-Sa’di mengisyaratkan bahwa 2 kebaikan ini terkumpul pada para Rasul. Sedangkan pihak lain, kadangkala ada orang yang ikhlas dalam berdakwah, tapi dakwahnya tidak di atas petunjuk (sesat).

๐Ÿ”ด Sebaliknya, ada yang benar materi yang didakwahkan, tapi mereka tidak ikhlas dalam dakwahnya.

✅ Para Rasul itu tidak demikian. Mereka ikhlas dalam dakwahnya dan berada di atas petunjuk.

✏️ Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menyatakan tentang mengambil upah dalam dakwah dan pengajaran:
“di antara faidah yang bisa diambil dari ayat ini adalah semestinya seorang dai yang berdakwah menuju Allah hendaknya menjauhkan diri dari mengambil harta-harta di tangan manusia meskipun mereka memberikannya. Karena yang demikian bisa mengurangi kedudukannya jika ia menerima dalam rangka dakwah dan nasehatnya. Karena para Rasul alaihimussholaatu wassalaam tidak meminta upah kepada manusia baik dengan lisan hal maupun lisan maqol (ucapan).

๐Ÿ’ฅ Dengan ini kita mengetahui keburukan sebagian manusia –walaupun Alhamdulillah sedikit- yang memberikan nasehat yang kadang benar-benar menyentuh. Namun setelah selesai, ia berkata: sesungguhnya saya memiliki kebutuhan atau saya miskin, dan semisalnya. Maka jadilah nasehat itu untuk tujuan dunia.

๐Ÿ”ฐ Apakah bisa diambil pelajaran dari ayat ini bahwa tidak boleh mengambil upah dalam mengajarkan ilmu karena hal itu menyelisihi jalan para Rasul atau tidak? Karena yang tidak boleh diambil upah adalah dakwah untuk Allah Azza Wa Jalla. Inilah yang tidak boleh diambil upahnya karena kewajiban dakwah yang harus disampaikan manusia. Adapun pengajaran ilmu (ta’lim) yang membutuhkan perhatian, rasa capek, dan pemberian pemahaman yang khusus, ini tidak mengapa.

๐ŸŒท Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda:

ุฅِู†َّ ุฃَุญَู‚َّ ู…َุง ุฃَุฎَุฐْุชُู…ْ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฃَุฌْุฑًุง ูƒِุชَุงุจُ ุงู„ู„َّู‡ِ

๐Ÿƒ Sesungguhnya yang paling berhak untuk kalian ambil upah darinya adalah Kitabullah (H.R al-Bukhari) (Tafsir Surat Yaasin libni Utsaimin hal 77).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

✅⏹Allahu A’lam.
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 20

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
๐Ÿ“– Ayat ke-20 Surat Yaasin.


๐Ÿ‘ˆ ูˆุฌَุงุกَ ู…ِู†ْ ุฃَู‚ْุตَู‰ ุงู„ْู…َุฏِูŠู†َุฉِ ุฑَุฌُู„ٌ ูŠَุณْุนَู‰ ู‚َุงู„َ ูŠَุง ู‚َูˆْู…ِ ุงุชَّุจِุนُูˆุง ุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan (tiba-tiba) datanglah dengan bergegas seorang laki-laki dari ujung kota dan berkata: Wahai kaumku, ikutilah para Rasul itu.

✏️ Banyak para Ahli Tafsir yang menyebut nama laki-laki tersebut adalah Habiib yang terkena penyakit lepra.

๐ŸŒท Ada riwayat dari Ibnu Abbas tentang penyebutan nama ini, namun yang diriwayatkan Ibnu Jarir lemah karena adanya perawi Ibnu Humaid (Muhammad bin Humaid ar-Raziy), yang dilemahkan oleh Ahmad, anNasaai, serta dinyatakan oleh Ibn Waaroh sebagai pendusta.

๐Ÿ“ Al-Quran menyebutnya sebagai ‘seorang laki-laki’, tanpa menyebut nama. Demikian juga tidak ditemukan adanya hadits Nabi yang shahih yang menyebutkan nama orang tersebut. Wallaahu A’lam.

๐Ÿ”ต Intinya, seorang laki-laki ini datang dari tempat yang jauh karena sangat inginnya ia menyampaikan kebaikan kepada kaumnya. Sebagian Ahli Tafsir menyatakan bahwa ia mendengar kabar bahwa kaum itu akan membunuh para Rasul tersebut, sedangkan ia termasuk beriman kepada Rasul itu dan ingin menyampaikan kebaikan bagi kaumnya.

๐Ÿ”ฐ Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan bahwa orang itu memanggil pihak penentang dakwah Rasul itu dengan sebutan ‘wahai kaumku’ sebagai bentuk kelembutan dalam panggilan. Tidak mengatakan: ‘wahai orang-orang yang bodoh’, atau semisalnya. Dia juga tidak mengatakan: ‘wahai saudaraku’ karena orang-orang tersebut kafir sedangkan dia adalah mukmin. Tidak ada persaudaraan antara orang beriman dengan orang kafir.

☝️ Orang ini sangat bersemangat menyampaikan kepada kaumnya. Hal itu bisa dilihat dari 2 hal:

▶️ Pertama, ia datang dari jauh. Disebut dalam ayat ini : min aqshol madiinati.

⏩ Kedua, ia datang dengan bergegas, cepat-cepat, tidak berlambat-lambat. Disebut dalam ayat ini dengan kata “yas-‘aa” (bergegas). Karena itu bagi seseorang yang ingin memperingatkan atau menasehati saudaranya hendaknya tidak menunda-nunda waktunya (disarikan dari Tafsir Surat Yaasin libni Utsaimin hal 76-77).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

✅⏹Allahu A’lam.
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 19

TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-19

๐Ÿ‘ˆ ู‚ุงู„ُูˆุง ุทَุงุฆِุฑُูƒُู…ْ ู…َุนَูƒُู…ْ ุฃَุฆِู†ْ ุฐُูƒِّุฑْุชُู…ْ ุจَู„ْ ุฃَู†ْุชُู…ْ ู‚َูˆْู…ٌ ู…ُุณْุฑِูُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Mereka (para Rasul) berkata: keburukan yang menimpa kalian adalah disebabkan (perbuatan dosa) kalian sendiri. Apakah (pantas kalian bersikap demikian) saat kalian diberi peringatan. Bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas.

๐ŸŒท Para Rasul itu menyatakan kepada mereka bahwa keburukan yang menimpa mereka justru karena mereka menentang ajaran Allah.

☝️ Kalian adalah kaum yang melampaui batas.
Bentuk sikap melampaui batas itu dijelaskan oleh Syaikh Ibn Utsaimin adalah:

▶️ Pertama, mereka menentang Rasul tanpa hujjah dan dalil.

⏩ Kedua, mereka menganggap kedatangan Rasul itu sebagai kesialan, padahal datangnya Rasul dengan menyampaikan ilmu dari Allah adalah sebuah karunia dan keberkahan yang paling tinggi.

➡️ Ketiga, mereka mengancam para Rasul itu akan dirajam atau disiksa jika tidak berhenti dari menyampaikan dakwahnya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

⏹Allahu A’lam.
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 18

๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐Ÿ“– Ayat Ke-18

๐Ÿ‘ˆ ู‚ุงู„ُูˆุง ุฅِู†َّุง ุชَุทَูŠَّุฑْู†َุง ุจِูƒُู…ْ ู„َุฆِู†ْ ู„َู…ْ ุชَู†ْุชَู‡ُูˆุง ู„َู†َุฑْุฌُู…َู†َّูƒُู…ْ ูˆَู„َูŠَู…َุณَّู†َّูƒُู…ْ ู…ِู†َّุง ุนَุฐَุงุจٌ ุฃَู„ِูŠู…ٌ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Mereka (orang-orang yang didatangi Rasul itu) mengatakan : Sesungguhnya kami bertathoyyur (menganggap sial) dengan (kedatangan) kalian. Kalau kalian tidak berhenti (dari menyampaikan dakwah), niscaya kami akan merajam (melempari batu hingga meninggal) kalian, dan sungguh kami akan menimpakan siksa yang pedih kepada kalian.
 
๐Ÿ’ฅ Para penentang dakwah Rasul itu bertathoyyur, yaitu menganggap kedatangan Rasul itu menyebabkan kesialan bagi mereka. Mereka menganggap bahwa orang-orang seperti para Rasul ini tidaklah datang ke suatu tempat, kecuali tempat itu akan mendapatkan adzab/ kesengsaraan (disarikan dari penjelasan Mujahid, sebagaimana dinukil Ibnu Katsir).

๐Ÿ”Ž Sebagian Ulama Tafsir menyatakan bahwa saat itu hujan tidak turun di tempat mereka (terjadi kekeringan). Hal ini dianggap penyebabnya karena datangnya para Rasul itu (disarikan dari Tafsir al-Baghowiy).

✏️ Tidak hanya menganggap kedatangan para Rasul itu sebagai sumber kesialan, tapi justru penduduk kampung itu mengancam para Rasul itu bahwa kalau mereka tidak berhenti dari menyampaikan ajarannya, niscaya para Rasul itu akan dirajam, yaitu dilempari batu hingga mati, atau akan disiksa oleh mereka.

๐Ÿšจ Salah satu sisi anggapan kesialan karena datangnya Rasul itu menurut Syaikh Ibn Utsaimin adalah karena kalau Rasul itu datang membawa aturan-aturan syariat yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, maka mereka merasa sial karena berat mengerjakannya, terasa sempit, tidak bebas lagi.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

⏹Allahu A’lam.
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 17

TAFSIR AL-QUR'AN
๐Ÿ“– TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-17

๐Ÿ‘ˆ ูˆู…َุง ุนَู„َูŠْู†َุง ุฅِู„َّุง ุงู„ْุจَู„َุงุบُ ุงู„ْู…ُุจِูŠู†ُ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan (para Rasul itu berkata) tidaklah ada (kewajiban) kami kecuali menyampaikan (risalah) dengan penyampaian yang jelas.

๐ŸŒท Tugas para Rasul adalah menyampaikan ajaran dari Allah dengan penjelasan yang sangat jelas. Sebagaimana Rasul kita Muhammad shollallahu alaihi wasallam telah memberikan penjelasan yang sangat gamblang kepada umat ini, saking jelasnya hingga diibaratkan ‘malamnya bagaikan siangnya’.

ู‚َุฏْ ุชَุฑَูƒْุชُูƒُู…ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุจَูŠْุถَุงุกِ ู„َูŠْู„ُู‡َุง ูƒَู†َู‡َุงุฑِู‡َุง ู„َุง ูŠَุฒِูŠุบُ ุนَู†ْู‡َุง ุจَุนْุฏِูŠ ุฅِู„َّุง ู‡َุงู„ِูƒٌ

๐Ÿƒ Aku telah tinggalkan untuk kalian (ajaran yang jelas) yang putih (bersinar), malamnya bagaikan siangnya. Tidaklah ada yang menyimpang sepeninggalku kecuali ia akan binasa (H.R Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Abi Ashim, dinyatakan bahwa sanadnya hasan oleh al-Mundziri, dan dishahihkan al-Albany).

☝️ Para Rasul itu tidak diharuskan untuk merubah isi hati manusia, karena hidayah taufiq mutlak hanya milik Allah. Karena itu, para Nabi dan Rasul itu tidak dianggap gagal dalam dakwah meski yang ikut hanya satu atau dua orang, bahkan tidak ada yang mengikuti dakwahnya sama sekali.

๐Ÿ”ต Sebagaimana dalam hadits dinyatakan bahwa ditampakkan kepada Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam para Nabi dan Rasul serta pengikut mereka. Ada di antara Nabi itu yang pengikutnya hanya satu orang. Bahkan ada juga yang Nabi tidak ada pengikutnya sama sekali.

ูˆَุงู„ู†َّุจِูŠَّ ูˆَู…َุนَู‡ُ ุงู„ุฑَّุฌُู„َ ูˆَุงู„ู†َّุจِูŠَّ ูˆَู„َูŠْุณَ ู…َุนَู‡ُ ุฃَุญَุฏٌ

๐Ÿƒ…dan (ditampakkan padaku) ada Nabi yang pengikutnya satu orang, dan ada Nabi yang tidak ada pengikutnya sama sekali (H.R Ahmad dengan sanad yang shahih, perawinya semuanya rijal al-Bukhari).

๐Ÿ’ Sehingga, sebagai penerus dakwah para Nabi kita harus menyadari bahwa keberhasilan dakwah bukanlah dinilai dengan banyaknya pengikut. Namun, yang dinilai Allah adalah apakah ajaran yang wajib disampaikan telah tersampaikan secara jelas dengan cara yang sesuai dengan Sunnah Nabi.

๐Ÿšจ Jangan sampai seorang dai tidak menyampaikan dakwah secara jelas tapi dia menutupi hal-hal prinsip agama yang seharusnya disampaikan sehingga menjadi samar tidak jelas lagi.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

⏹Allahu A’lam.
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YASIN AYAT 16

๐Ÿ•‹ TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-16

๐Ÿ‘ˆ ู‚ุงู„ُูˆุง ุฑَุจُّู†َุง ูŠَุนْู„َู…ُ ุฅِู†َّุง ุฅِู„َูŠْูƒُู…ْ ู„َู…ُุฑْุณَู„ُูˆู†َ 

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Mereka (para Rasul itu) berkata: Tuhan kami yang mengetahui bahwa sesungguhnya kami benar-benar diutus kepada kalian (sebagai Rasul).

๐Ÿ“ Para Ulama’ Tafsir menjelaskan bahwa ucapan para Rasul ini dikuatkan dengan 3 penekanan (ta’kid), yaitu sumpah, kata Inna, dan lam taukid. Ucapan: Robbunaa ya’lamu itu menduduki kedudukan sumpah.

✅ Para Rasul itu menyatakan bahwa mereka benar-benar utusan Allah, kalau seandainya mereka berdusta mengaku-ngaku sebagai utusan Allah padahal bukan, pasti Allah akan menghinakan mereka dan segera menimpakan adzab kepada mereka (disarikan dari Tafsir as-Sa’di).

๐Ÿ’ฅ Sebagaimana ketika orang-orang kafir Quraisy mendustakan bahwa Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam adalah utusan Allah dan menganggap beliau mengada-adakan kedustaan atas nama Allah, Allah memerintahkan kepada beliau untuk menyatakan: cukuplah Allah sebagai saksi bagi kita.

...ู‚ُู„ْ ุฅِู†ِ ุงูْุชَุฑَูŠْุชُู‡ُ ูَู„َุง ุชَู…ْู„ِูƒُูˆู†َ ู„ِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุดَูŠْุฆًุง ู‡ُูˆَ ุฃَุนْู„َู…ُ ุจِู…َุง ุชُูِูŠุถُูˆู†َ ูِูŠู‡ِ ูƒَูَู‰ ุจِู‡ِ ุดَู‡ِูŠุฏًุง ุจَูŠْู†ِูŠ ูˆَุจَูŠْู†َูƒُู…ْ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ

๐Ÿƒ Katakanlah: Jika aku mengada-adakan kedustaan atas NamaNya, maka kalian tidak akan mampu melindungi aku dari adzab Allah sedikitpun. Dan Dia Paling Mengetahui tentang apa yang kalian ucapkan (tentang al-Quran). Cukuplah Dia sebagai saksi antara aku dan kalian, dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang (Q.S al-Ahqoof ayat 8).

๐Ÿ”ต Allah juga menjelaskan bahwa jika Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam mengada-adakan kedustaan atas nama Allah, maka Allah akan segera mengadzab beliau dan tidak ada satupun pihak yang bisa menghalangi terlaksananya adzab Allah tersebut.

ูˆَู„َูˆْ ุชَู‚َูˆَّู„َ ุนَู„َูŠْู†َุง ุจَุนْุถَ ุงู„ْุฃَู‚َุงูˆِูŠู„ِ (44) ู„َุฃَุฎَุฐْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ุจِุงู„ْูŠَู…ِูŠู†ِ (45) ุซُู…َّ ู„َู‚َุทَุนْู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ุงู„ْูˆَุชِูŠู†َ (46) ูَู…َุง ู…ِู†ْูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฃَุญَุฏٍ ุนَู†ْู‡ُ ุญَุงุฌِุฒِูŠู†َ (47)

๐Ÿƒ Kalau seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan kedustaan ucapan atas nama Kami, sungguh Kami akan mengambilnya dengan Tangan Kanan (dengan kuat), kemudian Kami putus urat jantungnya. Maka tidak ada seorangpun dari kalian yang bisa mencegahnya (Q.S al-Haaqqah ayat 44-47).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

⏹Allahu A’lam.
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN AYAT 14 DAN 15


TAFSIR AL-QUR'AN,
๐Ÿ•‹TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ“– Ayat Ke-14

๐Ÿ‘ˆ ุฅุฐْ ุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ุฅِู„َูŠْู‡ِู…ُ ุงุซْู†َูŠْู†ِ ูَูƒَุฐَّุจُูˆู‡ُู…َุง ูَุนَุฒَّุฒْู†َุง ุจِุซَุงู„ِุซٍ ูَู‚َุงู„ُูˆุง ุฅِู†َّุง ุฅِู„َูŠْูƒُู…ْ ู…ُุฑْุณَู„ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: ketika Kami mengutus dua utusan kepada mereka, kemudian mereka mendustakan keduanya, sehingga Kami kuatkan lagi dengan utusan ketiga dan para utusan itu berkata: Sesungguhnya kami diutus (sebagai Rasul) kepada kalian.

๐Ÿ”ฐ Dalam pembacaan ayat ini ada 2 qiroaah (cara membaca) sesuai dengan qiroah sab’ah, yaitu pada kata fa’azzaznaa. Bisa dibaca dengan tasydid pada huruf zai, juga bisa dibaca tanpa tasydid. Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir al-Jalalain.

๐Ÿ“– Ayat Ke-15 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ ู‚ุงู„ُูˆุง ู…َุง ุฃَู†ْุชُู…ْ ุฅِู„َّุง ุจَุดَุฑٌ ู…ِุซْู„ُู†َุง ูˆَู…َุง ุฃَู†ْุฒَู„َ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ُ ู…ِู†ْ ุดَูŠْุกٍ ุฅِู†ْ ุฃَู†ْุชُู…ْ ุฅِู„َّุง ุชَูƒْุฐِุจُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: Mereka (kaum itu) berkata: Tidaklah kalian kecuali manusia sama seperti kami, dan arRahmaan (Allah) tidaklah menurunkan apapun. Tidaklah kalian kecuali berdusta.

๐Ÿ’ฅ Kaum itu menentang dan menganggap para Rasul itu sama dengan mereka, sama-sama manusia, bukanlah utusan Allah. Mereka menganggap bahwa kalau seandainya Allah turunkan utusanNya, maka niscaya bukan dari kalangan manusia, tapi kalangan Malaikat.

๐Ÿ‚ Ucapan ini sama dengan ucapan-ucapan para penentang Rasul pada umat-umat sebelum kita yang lain, yang diabadikan dalam al-Quran:

ุฐَู„ِูƒَ ุจِุฃَู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َุชْ ุชَุฃْุชِูŠู‡ِู…ْ ุฑُุณُู„ُู‡ُู…ْ ุจِุงู„ْุจَูŠِّู†َุงุชِ ูَู‚َุงู„ُูˆุง ุฃَุจَุดَุฑٌ ูŠَู‡ْุฏُูˆู†َู†َุง

๐Ÿƒ Yang demikian itu karena telah datang kepada mereka para Rasul dengan membawa penjelasan-penjelasan kemudian mereka berkata: Apakah (pantas) seorang manusia memberi petunjuk kepada kita? (Q.S atTaghobuun ayat 6).

ูˆَู„َุฆِู†ْ ุฃَุทَุนْุชُู…ْ ุจَุดَุฑًุง ู…ِุซْู„َูƒُู…ْ ุฅِู†َّูƒُู…ْ ุฅِุฐًุง ู„َุฎَุงุณِุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Kalau seandainya kalian mentaati manusia juga yang sama dengan kalian, sungguh kalian telah merugi (Q.S al-Mu’minuun ayat 34).

ูˆَู…َุง ู…َู†َุนَ ุงู„ู†َّุงุณَ ุฃَู†ْ ูŠُุคْู…ِู†ُูˆุง ุฅِุฐْ ุฌَุงุกَู‡ُู…ُ ุงู„ْู‡ُุฏَู‰ ุฅِู„ุง ุฃَู†ْ ู‚َุงู„ُูˆุง ุฃَุจَุนَุซَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจَุดَุฑًุง ุฑَุณُูˆู„ุง

๐Ÿƒ Dan tidaklah ada yang mencegah manusia untuk beriman ketika datang kepada mereka petunjuk kecuali mereka berkata: Apakah Allah mengutus manusia sebagai Rasul? (Q.S al-Israa’ ayat 94).

๐Ÿ“ Petikan ayat-ayat tersebut yang menyebutkan sikap serupa dari para penentang dakwah Rasul yang mencemooh jika utusan Allah adalah manusia biasa, disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir.

๐Ÿšจ Dalam ayat ini disebutkan bahwa para penentang dakwah Rasul itu menyatakan: arRahmaan tidaklah menurunkan apapun. Artinya, mereka mengingkari bahwa Allah (arRahmaan) menurunkan kitab dan mengutus RasulNya.

✏️ Apakah itu berarti bahwa orang-orang yang menentang dakwah para Rasul itu telah mengenal Nama Allah arRahmaan (Yang Maha Penyayang)?

๐Ÿ”ฐ Dalam hal ini ada 2 penafsiran yang disebutkan oleh al-Aluusy dalam tafsirnya Ruuhul Ma’aaniy:

▶️ Pertama, Ucapan ini menunjukkan pengakuan mereka terhadap Uluhiyyah (Allah), tapi mereka mengingkari arRisalah (diutusnya Rasul) dan mereka bertawassul kepada berhala-berhala (dalam beribadah kepada Allah, pent).

⏩ Kedua, Bisa jadi penyebutan itu adalah penghikayatan Allah terhadap ucapan mereka. Artinya, Allah tidak menukil secara persis lafadz ucapan mereka tapi menggunakan pengibaratan yang lain.

⏹Allahu A’lam.
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†
➖➖➖➖➖➖
๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

Index Labels