TAFSIR SURAT YAASIN 45 dan 46


✅📖 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📖 Ayat Ke-45dan46

👈 وإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (45) مَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آَيَةٍ مِنْ آَيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ (46)

🍃 Arti Kalimat: dan jika dikatakan kepada mereka: takutlah kalian (terhadap adzab) yang ada di hadapan kalian (akhirat) dan yang ada di belakang kalian (dunia) agar kalian mendapatkan rahmat  (45) Tidaklah datang kepada mereka ayat dari Tuhan mereka kecuali mereka berpaling (46).

🔴 Ayat ini menjelaskan tentang keadaan kaum musyrikin yang tetap berada dalam kesesatan  dan tidak perhatian terhadap dosa mereka di masa lalu dan terhadap hari kiamat yang akan terjadi di masa mendatang. Jika dikatakan kepada mereka: bertakwalah kalian kepada Allah, takutlah terhadap dosa yang dulu kalian lakukan (wa maa kholfakum) dan kejadian besar (hari kiamat) yang akan terjadi di masa mendatang (bayna aydiikum) (disarikan dari Tafsir Ibn Katsir).

🔰 Setiap datang ayat dari Allah baik kauniyyah maupun syar’iyyah, mereka sombong, tidak menerima, dan berpaling.
Sesungguhnya ayat Allah terbagi dua:

▶️ Pertama: kauniyyah, tanda-tanda kemahakuasaan Allah yang nampak di alam semesta.

⏩ Kedua: syar’iyyah, yaitu khabar atau berita yang disampaikan oleh para Nabi dan Rasul. Seperti yang tersebut dalam Kitab-Kitab Allah atau hadits Rasul.

🚨 Terhadap ayat kauniyyah, orang-orang kafir tersebut berpaling, tidak mau memperhatikan dan memikirkannya. Terjadinya fenomena alam yang menunjukkan kekuasaan Allah tidak menjadikan mereka semakin takut kepada Allah. Kalau terjadi gerhana, mereka akan menganggap itu sebagai fenomena alam biasa. Padahal Nabi sangat takut ketika terjadi gerhana, dan gerhana adalah salah satu tanda kemahakuasaan Allah untuk membuat hamba-hambaNya takut kepadaNya.

عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّي بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِي صَلَاةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ إِنَّ هَذِهِ الْآيَاتِ الَّتِي يُرْسِلُ اللَّهُ لَا تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

🍃 Dari Abu Musa –radhiyallahu anhu- beliau berkata: terjadi gerhana matahari di zaman Nabi shollallahu alaihi wasallam, kemudian beliau bangkit dalam keadaan takut. Khawatir akan terjadi hari kiamat. Hingga beliau mendatangi masjid, bangkit sholat dengan memperpanjang berdiri, ruku’, sujud. Tidak pernah aku melihat seperti itu dalam sholat beliau sebelumnya. Kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya ini adalah ayat-ayat yang Allah kirim, bukan karena kematian atau kehidupan seseorang. Akan tetapi Allah kirim ayat-ayat ini untuk membuat takut para hambaNya. Jika kalian melihatnya, bersegeralah menuju dzikir kepadaNya, berdoa, dan beristighfar (H.R Muslim).

💥 Tapi bagi orang yang tidak beriman, hal itu seperti fenomena biasa. Seperti juga yang diucapkan oleh orang-orang kafir ketika melihat awan yang akan menurunkan adzab, mereka menganggap itu hanyalah awan biasa yang akan menurunkan hujan sebagaimana biasanya:

وَإِنْ يَرَوْا كِسْفًا مِنَ السَّمَاءِ سَاقِطًا يَقُولُوا سَحَابٌ مَرْكُومٌ

🍃 Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan: itu adalah awan yang bertindih-tindih (Q.S atThuur ayat 44).

🔺 Demikian juga ketika terjadi berbagai bencana alam seperti gempa, banjir, angin kencang yang menghancurkan, mereka menganggap itu hanya sebagai kejadian alam biasa. Tidak menjadikan mereka tersadar, takut dan bertaubat atas dosa-dosanya, kembali kepada Allah. Itu menunjukkan kerasnya hati, bahkan matinya hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Index Labels