Pentingnya Dakwah Tauhid Kepada
Keluarga Kita
Tentunya kita
sangat sayang dan cinta kepada keluarga kita, orang tua tercinta,
istri tersayang, anak-anak permata hati dan keluarga lainnya.
Tentunya juga kita
menginginkan yang terbaik bagi orang lain, lebih-lebih keluarga kita. Karena
ini adalah salah satu tanda kesempurnaan iman.
Rasulullah saw bersabda,
لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna
imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu
yang ia cintai
untuk dirinya.” (HR. Bukhari)
Cara paling baik
menginginkan kebaikan kepada keluarga kita adalah dengan cara mengajaknya ke
jalan Allah, agar bisa masuk surga tertinggi dan berkumpul bersama melihat
wajah Allah Ta’ala yang mulia, serta terhindar dari neraka.
Intinya adalah
berdakwah kepada keluarga adalah yang paling utama
dan paling diprioritaskan. Sebagaimana kita diperintahkan oleh Allah dalam Al-Quran,
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا
أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah
dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan
batu.” (QS. At-Tahrim: 6)
Dari semua materi
dakwah yang paling prioritas, paling
utama dan paling diutamakan adalah dakwah tauhid, yaitu dakwah agar beribadah
kepada Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dalam ibadah dan dalam hak-hak khusus Allah.
Sebagaimana sabda Rasulullah n
tatkala mengutus
Mu’adz bin Jabal untuk berdakwah ke Yaman,
لَمَّا بَعَثَ
النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – مُعَاذًا نَحْوَ الْيَمَنِ قَالَ لَهُ «
إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا
تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى فَإِذَا عَرَفُوا ذَلِكَ
فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِى يَوْمِهِمْ
وَلَيْلَتِهِمْ ، فَإِذَا صَلُّوا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ
عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِى أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى
فَقِيرِهِمْ ، فَإِذَا أَقَرُّوا بِذَلِكَ فَخُذْ مِنْهُمْ وَتَوَقَّ كَرَائِمَ
أَمْوَالِ النَّاسِ »
“Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari
ahli kitab. Maka jadikanlah dakwah engkau pertama kali pada mereka adalah
supaya mereka mentauhidkan Allah Ta’ala.” Jika mereka telah memahami
hal tersebut, maka kabari mereka bahwa Allah telah mewajibkan pada mereka
shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka telah shalat, maka kabari mereka,
bahwa Allah juga telah mewajibkan bagi mereka zakat dari harta mereka, yaitu
diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan disalurkan untuk orang-orang
fakir di tengah-tengah mereka. Jika mereka menyetujui hal itu, maka ambillah
dari harta mereka, namun hati-hati dari harta berharga yang mereka miliki.” (HR. Bukhari no. 7372 dan
Muslim no. 19).
Sebagaimana tauhid adalah perintah terbesar dalam agama, maka kebalikannya yaitu syirik adalah larangan terbesar dalam agama. Maka kita juga perlu menjaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin dari praktek kesyirikan.
Sebagaimana tauhid adalah perintah terbesar dalam agama, maka kebalikannya yaitu syirik adalah larangan terbesar dalam agama. Maka kita juga perlu menjaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin dari praktek kesyirikan.
Karena dosa kesyirikan jika dibawa mati, yaitu belum bertobat sebelum meninggal maka
dosanya tidak akan diampuni dan bisa masuk neraka.
Allah swt berfirman,
إِنَّ اللَّهَ
لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang
selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.Barangsiapa yang
mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’: 48)
Jika salah satu
saja tidak keluarga kita terjerumus dalam kesyirikan (semoga tidak ada, aamiin). Tentu kita tidak bisa berkumpul bersama
sekeluarga di surga.
Karena dosa kesyirikan bisa menyebabkan pelakunya kekal di neraka.
Allah swt berfirman,
لَقَدْ كَفَرَ
الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ
الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan
(sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan
tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang
penolong pun.” (QS.
Al-Maidah: 72)
Agar bisa
berkumpul di surga bersama keluarga dan kaum muslimin, kita harus menjaga diri kita, keluarga dan kaum
muslimin dari kesyirikan dan kita saling menasehati agar senantiasa bertauhid. Karena tauhid adalah
pelajaran seumur hidup dan terus diulang-ulang.
Mari kita lihat teladan Nabi Ibrahim as.Beliau berusaha menjaga
keluarganya dari praktek
kesyirikan dan menjaga agar
selalu bertauhid. Beliau berdakwah tauhid kepada bapaknya,
اِذۡ قَالَ
لِاَبِیۡہِ یٰۤاَبَتِ لِمَ تَعۡبُدُ مَا لَا یَسۡمَعُ وَ لَا یُبۡصِرُ وَ لَا یُغۡنِیۡ
عَنۡکَ شَیۡئًا
“Ingatlah ketika ia (Ibrahim) berkata kepada
ayahnya; ‘Wahai Ayahku, mengapa
engkau menyembah sesuatu
yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong engkau sedikit
pun?’” (QS. Maryam: 42)
Beliau juga berdakwah dan berdoa agar dirinya dan anak keturuan beliau dijauhkan dari kesyirikan;
وَإِذْ قَالَ
إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ
نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, ‘Ya
Rabbku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada
menyembah berhala-berhala’.” (QS.
Ibrahim: 35)
Demikian juga orang-orang shalih pendahulu kita,
mereka sangat berusaha menjaga tauhid keluarga
mereka dan mencegah dari praktek kesyirikan. Luqman berpesan kepada anak-anaknya,
وَإِذْ قَالَ
لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ
الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan
(ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, pada waktu memberi pelajaran
kepadanya, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar'.“ (QS. Luqman: 13)
Karenanya mari kita jaga diri kita, keluarga yang kita
cintai serta kaum muslimin agar senantiasa bertauhid seumur hidup dengan
keimanan yang tinggi dan terhindar sejauh-jauhnya dari dosa kesyirikan.
Sekali lagi mari
kita renungkan, dakwah
tauhid di keluarga adalah dakwah prioritas utama jika kita memangsayang
kepada keluarga. Jika memang orang tua kita masih sering ke dukun dan
paranormal, adik masih sering lihat peramalan lewat zodiak perbintangan, kakak
masih sering percaya dengan takhayul,
khurafat dan masih memberikan sesajenan; maka kita
usahakan semaksimal mungkin berdakwah kepada mereka dengan cara yang lembut dan bijaksana.
Semoga Allah
menjaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin agar senantiasa bertauhid dan
dijauhkan dari kesyrikan. Semoga Indonesia menjadi negara bertauhid sehingga
Allah melimpahkan keberkahan.
Pula,
menjadikanIndonesia sebagai negara yang makmur, bahagia dan berjaya dalam limpahan karunia
Allah swt.
Aamiin yaa mujibas saa-iliin
(perkenankanlah, wahai Engkau yang mengabulkan doa)
Casino at Slots Paradise - Mapyro
BalasHapusCasino 수원 출장샵 at Slots Paradise. Casino at Slots Paradise is an accommodation in 전라남도 출장샵 Slots Paradise, Nevada, USA and 남양주 출장안마 is 포항 출장샵 open daily 24 hours. 영주 출장안마