TAFSIR SURAT YAASIN


 TAFSIR SURAT YAASIN

๐Ÿ“– Ayat Ke-73 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ ูˆู„َู‡ُู…ْ ูِูŠู‡َุง ู…َู†َุงูِุนُ ูˆَู…َุดَุงุฑِุจُ ุฃَูَู„َุง ูŠَุดْูƒُุฑُูˆู†َ

๐Ÿƒ Artinya: dan bagi mereka padanya terdapat manfaat-manfaat (lain) dan untuk diminum. Tidakkah mereka bersyukur?

๐Ÿ’ˆ Hewan-hewan ternak itu tidak hanya sekedar bisa dikendarai dan dimakan, namun terdapat manfaat lain bagi manusia yang seharusnya disikapi dengan syukur kepada Allah atas nikmat tersebut.

๐Ÿ”‹ Sangat banyak manfaat-manfaat yang lain selain dikendarai dan dimakan. Orang-orang di masa dulu juga memanfaatkan kulit binatang ternak untuk rumah/ tempat berteduh.

ูˆَุฌَุนَู„َ ู„َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฌُู„ُูˆุฏِ ุงู„ْุฃَู†ْุนَุงู…ِ ุจُูŠُูˆุชًุง

๐Ÿƒ…Dan Dia menjadikan untuk kalian rumah dari kulit binatang ternak…(Q.S anNahl ayat 80).

⏳ Hingga saat ini terdapat banyak manfaat dari kulit binatang seperti sapi, yang kulitnya dipakai untuk berbagai keperluan seperti jaket, sabuk, tas, sepatu, dompet, dan semisalnya. Produk gelatin yang berasal dari olahan kimiawi bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti krim rambut, salep, ataupun selaput kapsul pada obat.

๐ŸŽ› Sungguh sangat banyak manfaat yang bisa didapatkan dari binatang ternak tersebut. Hanya Allah saja yang bisa menghitungnya.

๐Ÿ’ก Dalam ayat ini juga Allah menyebutkan manfaat minuman dari binatang ternak. Bisa berupa susu : susu unta, susu sapi, susu kambing. Bahkan, kencing unta juga bisa digunakan sebagai obat penyakit tertentu dan itu halal.

๐ŸŒท Sebagaimana Nabi shollallahu alaihi wasallam pernah menganjurkan orang-orang dari Uraynah yang sakit ketika di Madinah untuk meminum susu dan kencing unta.

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุฃَู†َّ ู†َุงุณًุง ู…ِู†ْ ุนُุฑَูŠْู†َุฉَ ุงุฌْุชَูˆَูˆْุง ุงู„ْู…َุฏِูŠู†َุฉَ ูَุฑَุฎَّุตَ ู„َู‡ُู…ْ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَู†ْ ูŠَุฃْุชُูˆุง ุฅِุจِู„َ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุฉِ ูَูŠَุดْุฑَุจُูˆุง ู…ِู†ْ ุฃَู„ْุจَุงู†ِู‡َุง ูˆَุฃَุจْูˆَุงู„ِู‡َุง

๐Ÿƒ Dari Anas radhiyallaahu ‘anhu bahwa orang-orang dari Uraiynah mengalami sakit akibat cuaca di Madinah. Maka Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan kepada mereka untuk mendatangi unta shodaqoh kemudian minum dari susu dan kencing unta tersebut (H.R alBukhari – Muslim).
======

๐Ÿ’ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).

๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

TAFSIR SURAT YAASIN


TAFSIR SURAT YAASIN

๐Ÿ“– Ayat Ke-72 Surat Yaasin.

๐Ÿ‘ˆ.ูˆَุฐَู„َّู„ْู†َุงู‡َุง ู„َู‡ُู…ْ ูَู…ِู†ْู‡َุง ุฑَูƒُูˆุจُู‡ُู…ْ ูˆَู…ِู†ْู‡َุง ูŠَุฃْูƒُู„ُูˆู†َ

๐Ÿƒ Arti Kalimat: dan Kami jinakkan (hewan ternak itu) untuk mereka (manusia), sehingga di antaranya ada yang mereka kendarai, dan sebagian di antaranya ada yang mereka makan.

☝️ Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa Allahlah yang menjinakkan hewan-hewan ternak yang besar itu untuk manusia. Sehingga unta yang besar, mudah dikendalikan oleh seorang anak yang kecil. Padahal dari sisi postur tubuh, dibandingkan orang dewasa saja, hewan tersebut jauh lebih besar. Tapi hewan yang besar itu ditundukkan oleh Allah agar manusia mudah memanfaatkannya.

๐Ÿ’ก Karena itu, dalam doa yang dituntunkan Nabi untuk dibaca bagi orang yang mengendarai kendaraan baik berupa hewan tunggangan atau yang lainnya, terdapat pernyataan:

ุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„َّุฐِูŠ ุณَุฎَّุฑَ ู„َู†َุง ู‡َุฐَุง ูˆَู…َุง ูƒُู†َّุง ู„َู‡ُ ู…ُู‚ْุฑِู†ِูŠู†َ ูˆَุฅِู†َّุง ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّู†َุง ู„َู…ُู†ْู‚َู„ِุจُูˆู†َ

๐Ÿƒ Maha Suci Allah Yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini, dan kami tidaklah mampu mengendalikannya (kecuali atas kemudahan dari Allah), dan sesungguhnya kami sungguh akan kembali kepada Rabb kami (H.R Muslim dari Ibnu Umar).

๐Ÿ”ต Kata muqriniina artinya adalah mampu/kuat mengendalikan. Sebagian Ahli bahasa mengatakan muqriniina adalah sepadan atau sebanding. Sesungguhnya binatang tersebut tidaklah sepadan kekuatannya dengan kita, dan kita tidaklah mampu mengendalikannya jika Allah tidak menundukkannya untuk kita. Dan dalam doa naik kendaraan tersebut, kita mengakui bahwa kita tidak mampu menundukkannya dengan kekuatan kita sendiri.

๐Ÿ”‹ Disebutkan dalam Tafsir al-Qurthubiy pada surat az-Zukhruf ayat 13, kisah tentang beberapa orang Arab yang akan berangkat safar naik kendaraan unta. Sebelum berangkat, saat naik unta-unta mereka mayoritas anggota rombongan itu membaca doa tersebut yang di dalamnya terdapat pernyataan: wa maa kunnaa lahuu muqriniina…(dan kami tidak punya kemampuan untuk mengendalikannya). Tapi ada satu orang yang menaiki unta yang sangat kurus. Karena kurusnya, unta itu sulit bergerak. Orang tersebut justru merasa percaya diri hingga tidak membaca doa itu, tapi justru berkata: Amma anaa fa inni li haadza lamuqrin (kalau aku, menghadapi unta (kurus) ini aku sangat bisa mengendalikannya) . Tiba-tiba unta itu bergerak cepat dan laki-laki itu jatuh hingga lehernya terinjak oleh unta.

๐Ÿ”– Dalam ayat ini, Allah mengingatkan nikmat dijinakkannya binatang ternak untuk kemaslahatan manusia. Yang disebut dalam ayat ini adalah manusia bisa memanfaatkannya untuk dikendarai dan dagingnya dimakan.

๐ŸŽ Ada hewan-hewan yang bisa dikendarai sekaligus dagingnya dimakan seperti unta. Ada yang dagingnya halal dimakan tidak bisa dikendarai seperti domba, dan ada juga yang bisa dikendarai tapi dagingnya tidak halal dimakan, seperti keledai jinak, bighal (peranakan kuda dengan keledai), gajah.
======

๐Ÿ’ (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).

๐Ÿ“‹Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€
๐ŸŒŽSumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

Tafsir al qur an surat yaasin ayat 71

SETAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-71
 ุฃูˆَู„َู…ْ ูŠَุฑَูˆْุง ุฃَู†َّุง ุฎَู„َู‚ْู†َุง ู„َู‡ُู…ْ ู…ِู…َّุง ุนَู…ِู„َุชْ ุฃَูŠْุฏِูŠู†َุง ุฃَู†ْุนَุงู…ًุง ูَู‡ُู…ْ ู„َู‡َุง ู…َุงู„ِูƒُูˆู†َ
 Arti Kalimat: Tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan untuk mereka (makhluk) yang diperbuat oleh Tangan Kami yaitu binatang ternak yang mereka miliki (kuasai).
☝️ Dalam ayat ini Allah mengingatkan salah satu dari sekian banyak nikmatNya kepada manusia. Dia ciptakan binatang ternak yang bisa dimiliki (dikuasai) oleh manusia.
 Kalimat : mimmaa ‘amilat aydiina (yang diperbuat Tangan Kami) menunjukkan penetapan Tangan bagi Allah, sebagaimana akidah Ahlussunnah. Kita menetapkan bahwa Allah memiliki Tangan, sebagaimana dalil-dalil lain yang sangat banyak dari al-Quran dan hadits Nabi yang shahih. Kita tetapkan sifat tersebut sesuai dengan kemulyaan dan kesempurnaan Allah, tidak sama dengan makhluk apapun, dan tidak kita ketahui kaifiyatNya. Kita tidak menolak penisbatan Sifat tersebut, tidak pula mencari-cari makna lain yang tidak Allah turunkan hujjah kepada kita dalam hal itu.
 Jika dalam ayat-ayat al-Quran maupun dalam hadits-hadits yang shahih dinyatakan bahwa Allah memiliki Tangan, kita beriman bahwa Allah memiliki Tangan secara hakiki sesuai dengan kesempurnaan dan kemulyaanNya. Tangan tersebut tidak sama dengan tangan makhluk manapun. Kita juga tidak boleh memikirkan atau menanyakan seperti apa atau bagaimana Tangan Allah itu. Tidak boleh kita cari-cari makna lain untuk menolak penetapan Tangan tersebut, kemudian menganggap bahwa maksud dari ‘Tangan’ dalam ayat atau hadits itu adalah ‘kekuatan’ bukan tangan yang sebenarnya.
 Mari kita simak akidah dari Ulama’ Ahlul Hadits, sebagai contoh al-Imam atTirmidzi (salah seorang murid al-Imam al-Bukhari). Beliau meriwayatkan hadits berikut dalam kitab Sunan atTirmidzi no 598:
ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَู‚ْุจَู„ُ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุฉَ ูˆَูŠَุฃْุฎُุฐُู‡َุง ุจِูŠَู…ِูŠู†ِู‡ِ ูَูŠُุฑَุจِّูŠู‡َุง ู„ِุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ูƒَู…َุง ูŠُุฑَุจِّูŠ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ู…ُู‡ْุฑَู‡ُ ุญَุชَّู‰ ุฅِู†َّ ุงู„ู„ُّู‚ْู…َุฉَ ู„َุชَุตِูŠุฑُ ู…ِุซْู„َ ุฃُุญُุฏٍ ูˆَุชَุตْุฏِูŠู‚ُ ุฐَู„ِูƒَ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ { ุฃَู„َู…ْ ูŠَุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู‡ُูˆَ ูŠَู‚ْุจَู„ُ ุงู„ุชَّูˆْุจَุฉَ ุนَู†ْ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ ูˆَูŠَุฃْุฎُุฐُ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุงุชِ } ูˆَ { ูŠَู…ْุญَู‚ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุฑِّุจَุง ูˆَูŠُุฑْุจِูŠ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุงุชِ }
 Sesungguhnya Allah menerima shodaqoh dengan Tangan Kanannya kemudian Allah tumbuhkan untuk salah seorang dari kalian sebagaimana kalian memelihara kuda kecil (hingga menjadi besar). Sampai-sampai (shodaqoh) sesuap (makanan) akan terus membesar hingga sebesar gunung Uhud. Bukti pembenaran hal itu dalam al-Quran adalah :
ุฃَู„َู…ْ ูŠَุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู‡ُูˆَ ูŠَู‚ْุจَู„ُ ุงู„ุชَّูˆْุจَุฉَ ุนَู†ْ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ ูˆَูŠَุฃْุฎُุฐُ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุงุชِ
 Tidakkah kalian tahu bahwasanya Allah menerima taubat dari hambaNya dan mengambil shodaqoh-shodaqoh (Q.S atTaubah:104).
ูŠَู…ْุญَู‚ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุฑِّุจَุง ูˆَูŠُุฑْุจِูŠ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุงุชِ
 Allah membinasakan riba dan menumbuhkan shodaqoh-shodaqoh (Q.S al-Baqoroh: 276).
(H.R atTirmidzi no 598).
 Selanjutnya, al-Imam atTirmidzi menyatakan:
TAFSIR AL-QUR'AN:
ูˆَู‚َุฏْ ู‚َุงู„َ ุบَูŠْุฑُ ูˆَุงุญِุฏٍ ู…ِู†ْ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ ูِูŠ ู‡َุฐَุง ุงู„ْุญَุฏِูŠุซِ ูˆَู…َุง ูŠُุดْุจِู‡ُ ู‡َุฐَุง ู…ِู†ْ ุงู„ุฑِّูˆَุงูŠَุงุชِ ู…ِู†ْ ุงู„ุตِّูَุงุชِ ูˆَู†ُุฒُูˆู„ِ ุงู„ุฑَّุจِّ ุชَุจَุงุฑَูƒَ ูˆَุชَุนَุงู„َู‰ ูƒُู„َّ ู„َูŠْู„َุฉٍ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู‚َุงู„ُูˆุง ู‚َุฏْ ุชَุซْุจُุชُ ุงู„ุฑِّูˆَุงูŠَุงุชُ ูِูŠ ู‡َุฐَุง ูˆَูŠُุคْู…َู†ُ ุจِู‡َุง ูˆَู„َุง ูŠُุชَูˆَู‡َّู…ُ ูˆَู„َุง ูŠُู‚َุงู„ُ ูƒَูŠْูَ ู‡َูƒَุฐَุง ุฑُูˆِูŠَ ุนَู†ْ ู…َุงู„ِูƒٍ ูˆَุณُูْูŠَุงู†َ ุจْู†ِ ุนُูŠَูŠْู†َุฉَ ูˆَุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุงู„ْู…ُุจَุงุฑَูƒِ ุฃَู†َّู‡ُู…ْ ู‚َุงู„ُูˆุง ูِูŠ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุฃَุญَุงุฏِูŠุซِ ุฃَู…ِุฑُّูˆู‡َุง ุจِู„َุง ูƒَูŠْูٍ ูˆَู‡َูƒَุฐَุง ู‚َูˆْู„ُ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ ู…ِู†ْ ุฃَู‡ْู„ِ ุงู„ุณُّู†َّุฉِ ูˆَุงู„ْุฌَู…َุงุนَุฉِ ูˆَุฃَู…َّุง ุงู„ْุฌَู‡ْู…ِูŠَّุฉُ ูَุฃَู†ْูƒَุฑَุชْ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ุฑِّูˆَุงูŠَุงุชِ ูˆَู‚َุงู„ُูˆุง ู‡َุฐَุง ุชَุดْุจِูŠู‡ٌ ูˆَู‚َุฏْ ุฐَูƒَุฑَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ูِูŠ ุบَูŠْุฑِ ู…َูˆْุถِุนٍ ู…ِู†ْ ูƒِุชَุงุจู‡ِ ุงู„ْูŠَุฏَ ูˆَุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุจَุตَุฑَ ูَุชَุฃَูˆَّู„َุชْ ุงู„ْุฌَู‡ْู…ِูŠَّุฉُ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ْุขูŠَุงุชِ ูَูَุณَّุฑُูˆู‡َุง ุนَู„َู‰ ุบَูŠْุฑِ ู…َุง ูَุณَّุฑَ ุฃَู‡ْู„ُ ุงู„ْุนِู„ْู…ِ ูˆَู‚َุงู„ُูˆุง ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َู…ْ ูŠَุฎْู„ُู‚ْ ุขุฏَู…َ ุจِูŠَุฏِู‡ِ ูˆَู‚َุงู„ُูˆุง ุฅِู†َّ ู…َุนْู†َู‰ ุงู„ْูŠَุฏِ ู‡َุงู‡ُู†َุง ุงู„ْู‚ُูˆَّุฉُ ูˆ ู‚َุงู„َ ุฅِุณْุญَู‚ُ ุจْู†ُ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ุฅِู†َّู…َุง ูŠَูƒُูˆู†ُ ุงู„ุชَّุดْุจِูŠู‡ُ ุฅِุฐَุง ู‚َุงู„َ ูŠَุฏٌ ูƒَูŠَุฏٍ ุฃَูˆْ ู…ِุซْู„ُ ูŠَุฏٍ ุฃَูˆْ ุณَู…ْุนٌ ูƒَุณَู…ْุนٍ ุฃَูˆْ ู…ِุซْู„ُ ุณَู…ْุนٍ ูَุฅِุฐَุง ู‚َุงู„َ ุณَู…ْุนٌ ูƒَุณَ
ู…ْุนٍ ุฃَูˆْ ู…ِุซْู„ُ ุณَู…ْุนٍ ูَู‡َุฐَุง ุงู„ุชَّุดْุจِูŠู‡ُ ูˆَุฃَู…َّุง ุฅِุฐَุง ู‚َุงู„َ ูƒَู…َุง ู‚َุงู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ูŠَุฏٌ ูˆَุณَู…ْุนٌ ูˆَุจَุตَุฑٌ ูˆَู„َุง ูŠَู‚ُูˆู„ُ ูƒَูŠْูَ ูˆَู„َุง ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู…ِุซْู„ُ ุณَู…ْุนٍ ูˆَู„َุง ูƒَุณَู…ْุนٍ ูَู‡َุฐَุง ู„َุง ูŠَูƒُูˆู†ُ ุชَุดْุจِูŠู‡ًุง ูˆَู‡ُูˆَ ูƒَู…َุง ู‚َุงู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจู‡ِ { ู„َูŠْุณَ ูƒَู…ِุซْู„ِู‡ِ ุดَูŠْุกٌ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠุนُ ุงู„ْุจَุตِูŠุฑُ }
 Lebih dari 1 Ulama menyikapi hadits ini maupun hadits lain yang semisal dengan ini berupa periwayatan tentang Sifat-Sifat dan Turunnya Allah Ta’ala pada tiap malam ke langit dunia, mereka berkata: Riwayat-riwayat tentang ini adalah sah, wajib diimani, tidak boleh dipersangkakan atau dikatakan : ‘Bagaimana?’. Demikianlah yang diriwayatkan dari Malik, Sufyan bin Uyainah, Abdullah bin alMubarok, bahwasanya mereka menyatakan tentang hadits-hadits semacam ini: Tetapkanlah tanpa bertanya ‘bagaimana’. Demikian juga ucapan para Ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Adapun al-Jahmiyyah, mereka mengingkari riwayat-riwayat ini dan berkata: Ini adalah tasybih (penyerupaan Allah dengan makhluk). Padahal Allah telah menyebutkan tidak hanya di satu tempat dalam KitabNya (tentang) Tangan, Pendengaran, Penglihatan. Al-Jahmiyyah menakwilkan ayat-ayat ini kemudian menafsirkan dengan penafsiran yang berbeda dengan penafsiran para Ulama. Mereka (al-Jahmiyyah) berkata: Sesungguhnya Allah tidaklah menciptakan Adam dengan TanganNya. Mereka (al-Jahmiyyah) berkata: Sesungguhnya makna ‘tangan’ di sini adalah ‘kekuatan’. Ishaq bin Ibrahim (salah seorang guru al-Bukhari) menyatakan: Tasybih adalah jika seseorang berkata Tangan (Allah) seperti tangan (makhluk), Pendengaran (Allah) seperti pendengaran (makhluk). Jika seseorang menyatakan: Pendengaran (Allah) seperti pendengaran (makhluk), maka ini adalah tasybih (penyerupaan). Namun jika seseorang berkata sebagaimana perkataan Allah: Tangan, Pendengaran, Penglihatan, dan dia tidak menyatakan ‘bagaimana’, tidak juga menyamakan Pendengaran (Alla) seperti pendengaran (makhluk), maka ini bukanlah tasybih. Itu adalah seperti yang disabdakan Allah Ta’ala dalam KitabNya:
ู„َูŠْุณَ ูƒَู…ِุซْู„ِู‡ِ ุดَูŠْุกٌ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠุนُ ุงู„ْุจَุตِูŠุฑُ
 Tidak ada sesuatupun yang semisal denganNya, sedangkan Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Q.S asy-Syuuro:11). (Sunan atTirmidzi no riwayat 598 (3/71)).
 Bukanlah artinya Allah menciptakan binatang ternak itu dengan Tangan Allah langsung, karena kalau demikian niscaya Allah akan menyatakan : kholaqnaa lahum bi aydiinaa.
 Hanya 4 makhluk yang Allah ciptakan langsung dengan TanganNya, sebagaimana ucapan Sahabat Nabi Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu:
ุฎَู„َู‚َ ุงู„ู„ู‡ُ ุฃَุฑْุจَุนَุฉَ ุฃَุดْูŠَุงุกَ ุจِูŠَุฏِู‡ِ : ุงู„ْุนَุฑْุดَ ูˆَุงู„ْู‚َู„َู…َ ูˆَุขุฏَู…َ ูˆَุฌَู†َّุฉَ ุนَุฏْู†ٍ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ู„ِุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ْุฎَู„ْู‚ِ : ูƒُู†ْ ูَูƒَุงู†َ
 Allah menciptakan 4 hal dengan TanganNya: Arsy, pena, Adam, dan Jannah ‘Adn kemudian Allah berfirman untuk semua penciptaan lain: Kun (jadilah) maka jadilah (riwayat ad-Daarimiy dan dishahihkan Syaikh al-Albaniy dalam Mukhtashar al-Uluw).TAFSIR AL-QUR'AN:
 Namun pengibaratan tersebut adalah penisbatan suatu perbuatan kepada pelakunya, dan telah Allah jelaskan bahwa Dia yang menciptakan, dengan firmanNya: kholaqnaa.
 Dalam bahasa Arab, pengibaratan istilah untuk menyatakan : “dikerjakan oleh pelaku” adalah dengan “dilakukan oleh tangan pelaku”. Sebagaimana dalam ayat berikut ini:
ูˆَู…َุง ุฃَุตَุงุจَูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู…ُุตِูŠุจَุฉٍ ูَุจِู…َุง ูƒَุณَุจَุชْ ุฃَูŠْุฏِูŠูƒُู…ْ
 dan segala sesuatu (musibah) yang menimpa kalian adalah disebabkan perbuatan tangan-tangan kalian… (Q.S asy-Syuura ayat 30).
ุธَู‡َุฑَ ุงู„ْูَุณَุงุฏُ ูِูŠ ุงู„ْุจَุฑِّ ูˆَุงู„ْุจَุญْุฑِ ุจِู…َุง ูƒَุณَุจَุชْ ุฃَูŠْุฏِูŠ ุงู„ู†َّุงุณِ ู„ِูŠُุฐِูŠู‚َู‡ُู…ْ ุจَุนْุถَ ุงู„َّุฐِูŠ ุนَู…ِู„ُูˆุง ู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠَุฑْุฌِุนُูˆู†َ
 Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan perbuatan tangan-tangan manusia, agar Allah menjadikan mereka merasakan (akibat) sebagian perbuatan mereka (manusia) agar mereka kembali (ke jalan yang benar)(Q.S arRuum ayat 41).
 Pada kedua ayat tersebut, penyebutan perbuatan pelaku disebut dengan: perbuatan tangan-nya. Meskipun bisa saja kerusakan atau perbuatan yang dilakukan tidaklah dilakukan tangan langsung.
======
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah;

Tafsir alqur an surat yaasin ayat 70

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-70
 ู„ูŠُู†ْุฐِุฑَ ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุญَูŠًّุง ูˆَูŠَุญِู‚َّ ุงู„ْู‚َูˆْู„ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْูƒَุงูِุฑِูŠู†َ
 Arti Kalimat: Agar dia memberi peringatan bagi orang yang hidup dan tetaplah ucapan (adzab) bagi kaum kafir.
☝️ Allah turunkan al-Quran ini kepada Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam agar beliau memberikan peringatan kepada setiap yang hidup di muka bumi.
 (disarikan dari Tafsir Ibn Katsir).
 Al-Quran ini diturunkan untuk memberi peringatan kepada yang hidup. Namun, kebanyakan saudara kita banyak membacakan surat Yaasin yang di dalamnya terdapat ayat ini dikhususkan untuk orang yang sudah meninggal, bukan orang yang masih hidup.
 Terdapat beberapa hadits yang menunjukkan keutamaan membacakan surat Yaasin pada orang yang sudah meninggal, namun berkisar pada hadits-hadits yang lemah atau palsu menurut penelitian yang benar dari Ulama Ahlul Hadits.
 Di antaranya adalah hadits-hadits lemah/ palsu itu adalah :
ู…َุง ู…ِู†ْ ู…َูŠِّุชٍ ูŠَู…ُูˆْุชُ ، ูَูŠُู‚ْุฑَุฃُ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ุณُูˆْุฑَุฉُ (ูŠَุณٍ) ؛ ุฅِู„َّุง ู‡َูˆَّู†َ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ ุนَู„َูŠْู‡ِ
 Tidaklah ada suatu mayit yang dibacakan di sisinya surat Yaasin kecuali Allah Azza Wa Jalla akan meringankan (siksa) terhadapnya (H.R ad-Dailamiy).
 Di dalam sanad hadits tersebut terdapat perawi yang bernama Marwan bin Salim. Al-Imam Ahmad dan anNasaai menyatakan bahwa ia tidaklah terpercaya. Sedangkan as-Saajiy dan Abu ‘Aruubah menyatakan bahwa ia suka memalsukan hadits.
⚫️ Contoh hadits lain yang lemah/ palsu tentang keutamaan membaca surat Yaasin terhadap orang yang sudah meninggal:
ู…َู†ْ ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْู…َู‚َุงุจِุฑَ ูَู‚َุฑَุฃَ ุณُูˆْุฑَุฉَ ูŠุณ ุฎُูِّูَ ุนَู†ْู‡ُู…ْ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ، ูˆَูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ุจِุนَุฏَุฏِ ู…َู†ْ ูِูŠْู‡َุง ุญَุณَู†َุงุช
 Barangsiapa yang masuk ke kuburan kemudian membaca surat Yaasin, maka akan diringankan (siksa) untuk mereka pada hari tersebut, dan bagi dia (pembaca) akan mendapatkan kebaikan sebanyak jumlah (penghuni) di sana (diriwayatkan oleh ats-Tsa’labiy dalam Tafsirnya).
 Hadits ini dinyatakan oleh as-Sakhowy –murid al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaaniy- sebagai hadits yang tidak shahih (al-Ajwibah al-Mardhiyyah fiimaa su-ila as-Sakhoowiy ‘anhu minal ahaadits anNabawiyyah(1/170)).
 Demikian juga dengan hadits:
ู…َู†ْ ุฒَุงุฑَ ู‚َุจْุฑَ ูˆَุงู„ِุฏَูŠْู‡ِ ุฃَูˆْ ุฃَุญَุฏِู‡ِู…َุง ูِูŠ ูƒُู„ِّ ูŠَูˆْู…ِ ุฌُู…ْุนَุฉٍ ูَู‚َุฑَุฃَ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ูŠุณ ุบَูَุฑَ ุงู„ู„ู‡ُ ู„َู‡ُ ุจِุนَุฏَุฏِ ูƒُู„ِّ ุญَุฑْูٍ ู…ِู†ْู‡َุง
 Barangsiapa yang berziarah ke kubur kedua orangtuanya atau salah satu darinya pada setiap hari Jumat kemudian membaca surat Yaasin di sisinya, Allah akan mengampuninya sebanyak huruf darinya (H.R Ibnun Najjar dalam Tarikhnya). Al-Munawy menyatakan bahwa sanad hadits ini lemah.
 Ibnu ‘Adi juga menyatakan bahwa hadits dengan sanad ini batil (al-Kaamil fi dhu’afaair Rijaal (5/152)).
 Ada satu hadits terkait membacakan Yaasin terhadap orang yang akan meninggal dunia, yang diperselisihkan oleh para Ulama. Hadits tersebut adalah:
ุงู‚ْุฑَุกُูˆุง (ูŠุณ) ุนَู„َู‰ ู…َูˆْุชَุงูƒُู…ْ
 Bacakanlah Yaasin kepada orang yang akan meninggal (di antara) kalian (H.R Abu Dawud, Ibnu Majah).
 Hadits ini dilemahkan oleh sebagian Ulama, di antaranya al-Imam anNawawiy dalam al-Adzkar menyebutkan kelemahan sanad hadits itu karena adanya 2 perawi yang majhul (tidak dikenal). AdDaraquthny juga menyatakan bahwa hadits ini sanadnya mudhtharib (guncang), matannya majhul, dan tidak sah.
✅ Sebagian Ulama’ menyatakan hadits itu sah, di antaranya Ibnu Hibban meriwayatkannya dalam Shahihnya. Sudah dimaklumi dari kebiasaan Ibnu Hibban yang menganggap tsiqoh perawi yang majhul. Ada sebuah penisbatan kepada Ibnu Hajar al-‘Asqolaaniy bahwa beliau melihat adanya jalur penguat terhadap hadits ini yaitu ketika seorang Sahabat bernama Ghudhaif bin al-Harits akan meninggal dunia, ia bertanya: “Adakah yang bisa membacakan Yaasin”? Kemudian Sholih bin Syuraih as-Sakuuniy membacakan surat Yaasin untuknya. Ketika terbacakan 40-an ayat, Ghudhaif meninggal dunia (disebutkan oleh Ibnul ‘Allan dalam syarh al-Adzkaar).
♻️ Kalaupun hadits ini dianggap sah, maka yang dimaksud dengan mautaakum dalam hadits itu adalah orang yang akan meninggal,TAFSIR AL-QUR'AN:
bukan orang yang sudah meninggal, sebagaimana penjelasan Ibnu Hibban yang meriwayatkan hadits ini.
 
 Ayat ini juga memberikan faidah bahwa al-Quran adalah peringatan yang bermanfaat bagi orang yang hidup hatinya, mau mendengar, memahami, dan mengamalkannya.
 Sedangkan bagi orang-orang kafir yang mati hatinya, yang telah Allah tetapkan ketiadaan taufiq bagi mereka, maka al-Quran adalah hujjah yang akan semakin menenggelamkan mereka dalam kebinasaan
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tafsir surat yaasin ayat 69

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-69
 ูˆู…َุง ุนَู„َّู…ْู†َุงู‡ُ ุงู„ุดِّุนْุฑَ ูˆَู…َุง ูŠَู†ْุจَุบِูŠ ู„َู‡ُ ุฅِู†ْ ู‡ُูˆَ ุฅِู„َّุง ุฐِูƒْุฑٌ ูˆَู‚ُุฑْุขَู†ٌ ู…ُุจِูŠู†ٌ
 Arti Kalimat: dan tidaklah Kami mengajarkan kepadanya (Nabi Muhammad) syair, dan hal itu tidak mungkin baginya. Tidaklah itu melainkan peringatan dan bacaan yang jelas.
☝️ Dalam ayat ini Allah mensucikan Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam dari celaan dan tuduhan orang-orang Musyrikin Quraisy bahwa beliau adalah penyair, bahwa al-Quran adalah untaian syair (Tafsir as-Sa’di).
 Pembelaan Allah dan bantahan bahwa Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam adalah penyair, seperti disebutkan dalam ayat yang lain:
ูˆَู…َุง ู‡ُูˆَ ุจِู‚َูˆْู„ِ ุดَุงุนِุฑٍ ู‚َู„ِูŠู„ًุง ู…َุง ุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ
 Dan bukanlah dia (al-Quran) sebagai ucapan penyair. Sedikit orang yang beriman (Q.S al-Haaqqah ayat 41).
 Keindahan dan mukjizat al-Quran yang luar biasa membuat orang-orang Kafir Quraisy kebingungan dalam menolaknya. Tidak ada satu kalimat yang tegas dalam mendefinisikan apa al-Quran itu di sisi mereka. Kadang kala mereka menyebutnya sebagai sihir, kadangkala sebagai mimpi kosong, kadangkala sebagai ‘suatu yang diada-adakan’, kadangkala sebagai syair.
ุจَู„ْ ู‚َุงู„ُูˆุง ุฃَุถْุบَุงุซُ ุฃَุญْู„َุงู…ٍ ุจَู„ِ ุงูْุชَุฑَุงู‡ُ ุจَู„ْ ู‡ُูˆَ ุดَุงุนِุฑٌ
 Bahkan mereka berkata: Itu adalah mimpi kosong, (sebagian berkata) bahkan itu adalah sesuatu yang diada-adakan, (sebagian lagi berkata): bahkan dia (Muhammad) adalah penyair… (Q.S al-Anbiyaa’ ayat 5). 
 Ejekan dan celaan orang-orang Kafir tersebut bahwa Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam adalah penyair, juga disebutkan dalam ayat yang lain:
ุฃَู…ْ ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ุดَุงุนِุฑٌ ู†َุชَุฑَุจَّุตُ ุจِู‡ِ ุฑَูŠْุจَ ุงู„ْู…َู†ُูˆู†ِ
 Ataukah mereka berkata: (dia) adalah penyair. Kita menunggu datangnya kematiannya (Q.S atThuur ayat 30).
ูˆَูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ุฃَุฆِู†َّุง ู„َุชَุงุฑِูƒُูˆ ุขู„ِู‡َุชِู†َุง ู„ِุดَุงุนِุฑٍ ู…َุฌْู†ُูˆู†ٍ
 dan mereka berkata: Apakah kita akan meninggalkan sesembahan-sesembahan kita karena penyair yang gila? (Q.S as-Shoffaat ayat 36).
 Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam tidak mampu menggubah sendiri suatu syair dengan kesadaran beliau. Jika ada suatu lontaran kalimat yang menyerupai sebuah syair, maka itu adalah ungkapan spontan bukan atas kesadaran dan maksud menyusunnya menjadi sebuah untaian syair. Demikian yang dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. Salah satu ungkapan spontan beliau yang menyerupai syair, adalah :
ุฃَู†َุง ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ู„َุง ูƒَุฐِุจْ ... ุฃَู†َุง ุงุจْู†ُ ุนَุจْุฏِ ุงู„ْู…ُุทَّู„ِุจْ
 Aku adalah Nabi, tidak ada kedustaan….Aku adalah putra Abdul Muththolib (H.R al-Bukhari dan Muslim dari al-Bara’).
 Nabi shollallahu alaihi wasallam tidaklah pernah menggubah untaian syair sendiri dengan kesadarannya, namun beliau bisa saja mempermisalkan keadaan dengan ucapan syair yang dibuat orang lain. Seperti ungkapan syair yang dinisbatkan kepada Abdullah bin Rowahah (sebenarnya itu adalah gubahan Thorfah bin al-‘Abd), beliau pernah mengutipnya.
ุนَู†ْ ุนَุงุฆِุดَุฉَ ู‚َุงู„َ ู‚ِูŠู„َ ู„َู‡َุง ู‡َู„ْ ูƒَุงู†َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَุชَู…َุซَّู„ُ ุจِุดَูŠْุกٍ ู…ِู†َ ุงู„ุดِّุนْุฑِ ู‚َุงู„َุชْ ูƒَุงู†َ ูŠَุชَู…َุซَّู„ُ ุจِุดِุนْุฑِ ุงุจْู†ِ ุฑَูˆَุงุญَุฉَ ูˆَูŠَุชَู…َุซَّู„ُ ูˆَูŠَู‚ُูˆู„ُ ูˆَูŠَุฃْุชِูŠูƒَ ุจِุงู„ْุฃَุฎْุจَุงุฑِ ู…َู†ْ ู„َู…ْ ุชُุฒَูˆِّุฏِ
 Dari ‘Aisyah -radhiyallahu anha- beliau berkata: Ditanyakan kepada beliau: Apakah Nabi shollallahu alaihi wasallam mempermisalkan sesuatu dengan syair? Aisyah –semoga Allah meridhainya- menjawab: Ya. Beliau pernah membuat permisalan dengan syair Ibnu Rowaahah. Beliau menyatakan:
ูˆَูŠَุฃْุชِูŠูƒَ ุจِุงู„ْุฃَุฎْุจَุงุฑِ ู…َู†ْ ู„َู…ْ ุชُุฒَูˆِّุฏِ
 “dan akan datang membawa kabar kepadamu seseorang yang tidak engkau beri bekal” (H.R atTirmidzi, anNasaai, Ahmad, dan al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan al-Albany).
 Secara asal, isi syair ada yang baik, ada juga yang buruk.
ุงู„ุดِّุนْุฑُ ุจِู…َู†ْุฒِู„َุฉِ ุงู„ْูƒَู„ุงَู…ِ : ุญَุณَู†ُู‡ُ ูƒَุญَุณَู†ِ ุงู„ْูƒَู„ุงَู…ِ ، ูˆَู‚َุจِูŠุญُู‡ُ ูƒَู‚َุจِูŠุญِ ุงู„ْูƒَู„ุงَู…َ
 Syair itu kedudukannya seperti ucapan. Syair yang baik seperti ucapan yang baik. Dan yang buruk seperti ucapan yang buruk (H.R al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, dishahihkan al-Albaniy karena adanya beberapa jalur penguat).
TAFSIR AL-QUR'AN:
✋ Namun, jangan sampai seseorang memenuhi dadanya dengan syair, meski itu syair baik. Jangan sampai mayoritas isi kesibukannya adalah dengan syair, sehingga memalingkannya dari dzikir kepada Allah, ilmu, dan al-Qur’an.
ู„َุฃَู†ْ ูŠَู…ْุชَู„ِุฆَ ุฌَูˆْูُ ุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ู‚َูŠْุญًุง ุฎَูŠْุฑٌ ู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْ ูŠَู…ْุชَู„ِุฆَ ุดِุนْุฑًุง
 Seandainya seseorang memenuhkan isi rongganya dengan nanah, itu lebih baik baginya dibandingkan memenuhinya dengan syair (H.R al-Bukhari dari Ibnu Umar).
 Hadits tersebut dikemukakan al-Imam al-Bukhari dalam Bab berjudul: Maa yukrohu an yakuunal ghoolib ‘alal Insaan asy-Syi’r hatta yashuddahu ‘an dzikrillah wal ‘ilm wal Qur’aan yang artinya: Dibencinya seseorang yang mayoritas waktunya adalah dengan syair hingga menghalanginya dari dzikir kepada Allah, ilmu, dan al-Qur’an.
 Ucapan maa yanbaghii secara asal dalam bahasa Arab sering diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai ‘tidak seyogyanya’ atau ‘tidak semestinya’. Namun, dalam penyebutan al-Quran, hal itu artinya tidak mungkin. Sebagaimana dalam firman Allah:
ูˆَู…َุง ูŠَู†ْุจَุบِูŠ ู„ِู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุฃَู†ْ ูŠَุชَّุฎِุฐَ ูˆَู„َุฏًุง
 Dan tidak mungkin arRahman mengambil (mempunyai) anak (Q.S Maryam ayat 92) (faidah penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).
 Tidaklah al-Quran itu kecuali adalah peringatan, yaitu pemberi nasehat, dan bacaan yang jelas, yang berisi kewajiban-kewajiban, batasan-batasan, dan hukum-hukum (Tafsir al-Baghowy).
 Syaikh Ibn Utsaimin menjelaskan makna al-Qur’an sebagai dzikir dalam beberapa makna:
▶️ Pertama, sebagai nasehat (sebagaimana yang dijelaskan oleh kebanyakan Ahlut Tafsir).
⏩ Kedua, al-Quran adalah sebaik-baik dzikir yang digunakan untuk mengingat Allah.
➡️ Ketiga, al-Quran adalah kemulyaan bagi orang yang menegakkan dan mengamalkannya. Sebagaimana disebutkan dalam ayat:
ูˆَุฅِู†َّู‡ُ ู„َุฐِูƒْุฑٌ ู„َูƒَ ูˆَู„ِู‚َูˆْู…ِูƒَ ูˆَุณَูˆْูَ ุชُุณْุฃَู„ُูˆู†َ
 Dan sesungguhnya dia (al-Quran) adalah kemulyaan bagimu dan kaummu, dan kalian akan ditanya nanti (Q.S az-Zukhruf ayat 44).
 Salah satu dalil yang menunjukkan bahwa al-Quran adalah sebaik-baik dzikir:
ุฃَูْุถَู„ُ ุงู„ْูƒَู„َุงู…ِ ุจَุนْุฏَ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุฃَุฑْุจَุนٌ ูˆَู‡ِูŠَ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ู„َุง ูŠَุถُุฑُّูƒَ ุจِุฃَูŠِّู‡ِู†َّ ุจَุฏَุฃْุชَ ุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ูˆَู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ
 Ucapan yang paling utama setelah al-Quran ada 4, dan itu adalah bagian dari al-Quran. Tidak memudharatkanmu dari mana saja engkau memulai: Subhaanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallaahu Allaahu Akbar (H.R Ahmad, dinyatakan oleh al-Haytsamiy bahwa rijaalnya adalah rijaal as-Shahih).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tafsir surat yaasin ayat 68

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-68
 ูˆู…َู†ْ ู†ُุนَู…ِّุฑْู‡ُ ู†ُู†َูƒِّุณْู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْุฎَู„ْู‚ِ ุฃَูَู„َุง ูŠَุนْู‚ِู„ُูˆู†َ
 Arti Kalimat: dan barangsiapa yang Kami beri umur panjang, Kami kurangi (kesempurnaan) bentuk penciptaannya, tidakkah mereka berpikir?
☝️ Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa semakin panjang umur manusia di dunia, ia akan berangsur-angsur mengalami penurunan kekuatan baik dalam fisik, pikiran, atau hafalannya. Maka hendaknya seseorang segera mempergunakan kesempatan sebaik-baiknya dalam beribadah kepada Allah saat tubuhnya masih kuat, pikirannya masih prima, sebelum datangnya kondisi lemah tersebut.
 Allah menjelaskan dalam ayat yang lain :
ูˆَู…ِู†ْูƒُู…ْ ู…َู†ْ ูŠُุฑَุฏُّ ุฅِู„َู‰ ุฃَุฑْุฐَู„ِ ุงู„ْุนُู…ُุฑِ ู„ِูƒَูŠْู„َุง ูŠَุนْู„َู…َ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِ ุนِู„ْู…ٍ ุดَูŠْุฆًุง
 Dan di antara kalian ada yang dikembalikan ke usia yang paling rendah, agar mereka menjadi tidak tahu sama sekali setelah sebelumnya mengetahui (Q.S al-Hajj ayat 5).
ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุถَุนْูٍ ุซُู…َّ ุฌَุนَู„َ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِ ุถَุนْูٍ ู‚ُูˆَّุฉً ุซُู…َّ ุฌَุนَู„َ ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِ ู‚ُูˆَّุฉٍ ุถَุนْูًุง ูˆَุดَูŠْุจَุฉً ูŠَุฎْู„ُู‚ُ ู…َุง ูŠَุดَุงุกُ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุนَู„ِูŠู…ُ ุงู„ْู‚َุฏِูŠุฑُ
 Allahlah yang menciptakan kalian dari lemah, kemudian setelah kelemahan Allah jadikan kuat, kemudian setelah kekuatan itu (muncul) kelemahan dan uban. Dialah Yang Menciptakan sesuai kehendakNya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha berkuasa (Q.S arRuum ayat 54).
 Kata nunakkishu berasal dari kata nakkasa yang maknanya adalah membalikkan keadaan. Sebelumnya kuat menjadi lemah.
 Ada beberapa qiro’ah terkait kata nunakkishu, yaitu:
▶️ Pertama: nankushu (nun pertama difathah nun kedua sukun kaf dommah), qiro’ah Jumhur menurut asy-Syaukaniy dalam Fathul Qodiir. Demikian juga yang dijelaskan al-Baghowy dan al-Qurthuby dalam tafsirnya. Ini adalah qiro’ah penduduk Madinah, Bashrah, dan sebagian Kufah menurut atThobary.
⏩ Kedua: nunakkishu (nun pertama dhommah nun kedua fathah kaf tasdid kasroh). Ini adalah qiroah Hamzah dan ‘Ashim, merupakan qiro’ah kebanyakan penduduk Kufah menurut atThobary.
➡️ Sedangkan ucapan afalaa ya’qiluun, sebagian qiro’ah membaca: Afalaa ta’qiluun. Itu adalah qiro’ah Nafi’ dan Ibnu Dzakwaan dari Ibnu ‘Aamir.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tafsir surat yaasin ayat 67

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣7⃣
 ูˆู„َูˆْ ู†َุดَุงุกُ ู„َู…َุณَุฎْู†َุงู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ู…َูƒَุงู†َุชِู‡ِู…ْ ูَู…َุง ุงุณْุชَุทَุงุนُูˆุง ู…ُุถِูŠًّุง ูˆَู„َุง ูŠَุฑْุฌِุนُูˆู†َ
 Arti Kalimat: Kalau seandainya Kami mau, Kami (bisa) mengubah wujud mereka di tempat mereka hingga mereka (terdiam) tidak bisa maju ataupun mundur.
✏️ Kata lamasakhnaahum artinya: Kami mengubah wujud mereka. Makna kata masakho adalah merubah suatu bentuk/wujud ke bentuk lain. Para Ulama tafsir menjelaskan bahwa Allah Maha Mampu untuk merubah bentuk mereka menjadi monyet, babi, atau batu yang terdiam tak bergerak.
 Kemahakuasaan Allah ini sebagaimana ditunjukkan sebagai hukuman bagi kaum Bani Israil yang menentang perintah Allah, diubah bentuknya menjadi kera dan babi.
ู‚ُู„ْ ูŠَุง ุฃَู‡ْู„َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ู‡َู„ْ ุชَู†ْู‚ِู…ُูˆู†َ ู…ِู†َّุง ุฅِู„َّุง ุฃَู†ْ ุขَู…َู†َّุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู…َุง ุฃُู†ْุฒِู„َ ุฅِู„َูŠْู†َุง ูˆَู…َุง ุฃُู†ْุฒِู„َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ُ ูˆَุฃَู†َّ ุฃَูƒْุซَุฑَูƒُู…ْ ูَุงุณِู‚ُูˆู†َ (59) ู‚ُู„ْ ู‡َู„ْ ุฃُู†َุจِّุฆُูƒُู…ْ ุจِุดَุฑٍّ ู…ِู†ْ ุฐَู„ِูƒَ ู…َุซُูˆุจَุฉً ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َู†ْ ู„َุนَู†َู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุบَุถِุจَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุฌَุนَู„َ ู…ِู†ْู‡ُู…ُ ุงู„ْู‚ِุฑَุฏَุฉَ ูˆَุงู„ْุฎَู†َุงุฒِูŠุฑَ ูˆَุนَุจَุฏَ ุงู„ุทَّุงุบُูˆุชَ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ุดَุฑٌّ ู…َูƒَุงู†ًุง ูˆَุฃَุถَู„ُّ ุนَู†ْ ุณَูˆَุงุกِ ุงู„ุณَّุจِูŠู„ِ (60)
 "Wahai Ahlul Kitab apakah kalian mencela kami karena kami beriman kepada Allah dan kepada (kitab) yang diturunkan kepada kami dan kepada (kitab) yang diturunkan sebelumnya sedang kebanyakan di antara kalian benar-benar orang-orang yang fasik? (59) Katakanlah "Apakah akan aku beritakan kepada kalian tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari orang-orang fasik itu di sisi Allah yaitu orang-orang yang dilaknat dan dimurkai Allah di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi dan orang yang menyembah thaghut. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus (60) (Q.S al-Maaidah ayat 59-60).
 Sangat mudah bagi Allah untuk melakukan masakh, mengubah bentuk manusia menjadi berwujud yang lain. Seperti mengubah kepala seorang makmum yang menyengaja untuk mendahului gerakan Imam sholat menjadi kepala keledai:
ุฃَู…َุง ูŠَุฎْุดَู‰ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุฑْูَุนُ ุฑَุฃْุณَู‡ُ ู‚َุจْู„َ ุงู„ْุฅِู…َุงู…ِ ุฃَู†ْ ูŠُุญَูˆِّู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฑَุฃْุณَู‡ُ ุฑَุฃْุณَ ุญِู…َุงุฑٍ
 Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum Imam takut Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai?! (H.R al-Bukhari dan Muslim, lafadz sesuai riwayat Muslim).
 Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang kafir telah tetap bagi mereka adzab. Api anNaar pada waktu itu (hari kiamat) telah dinyalakan. Tidak ada yang bisa selamat kecuali dengan melewati as-Shirath. Tidak ada yang bisa melakukannya kecuali orang yang beriman yang berjalan dengan penerangan cahaya. Sedangkan orang-orang tersebut, mereka tidak akan diselamatkan dari anNaar. Jika Allah kehendaki, bisa saja mereka dihapuskan matanya namun masih bisa bergerak. Mereka akan berlomba-lomba mencari jalan, namun tidak bisa melihatnya. Jika Allah kehendaki, mereka tidak bisa bergerak. Tidak bisa maju ataupun mundur ke belakang. Akibatnya mereka tidak bisa menyeberangi as-Shirath, sehingga merekapun tidak mendapatkan keselamatan.
 (Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsirnya).
=======
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tafsir surat yaasin ayat 66

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣6⃣
 ูˆู„َูˆْ ู†َุดَุงุกُ ู„َุทَู…َุณْู†َุง ุนَู„َู‰ ุฃَุนْูŠُู†ِู‡ِู…ْ ูَุงุณْุชَุจَู‚ُูˆุง ุงู„ุตِّุฑَุงุทَ ูَุฃَู†َّู‰ ูŠُุจْุตِุฑُูˆู†َ
 Arti Kalimat: dan kalau Kami mau, Kami (bisa) menghapus mata mereka sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan; maka bagaimana bisa mereka melihatnya?
 Makna kata ‘lathomasnaa’ itu adalah menghapus mata sehingga tidak berbekas. Hal ini lebih dahsyat pengaruhnya dari sekedar membutakan mata. Kebanyakan orang yang tidak bisa melihat masih memiliki mata, namun mata tersebut tidak berfungsi sesuai yang diharapkan. Sedangkan makna thomasa adalah menghilangkan mata sebagai alat penglihatan hingga tak ada bekasnya sama sekali. Allah Maha Mampu untuk menghapus mata manusia sehingga mereka tidak bisa melihat.
 Maksud dari ayat ini: Allah telah menghapus (penglihatan) mata hati mereka. Kalau Allah mau, bisa saja Dia juga menghapus mata yang digunakan untuk melihat. Jika mata fisik dihapus menyebabkan seseorang tidak bisa melihat arah jalan yang akan dilaluinya, demikian pula orang yang dihapus mata hatinya, ia tidak akan mampu melihat kebenaran (al-haq).
 (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; ✍ http://telegram.me/alistiqomah

Tafsir al qur an surat yaasin ayat 65

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣5⃣
 ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ู†َุฎْุชِู…ُ ุนَู„َู‰ ุฃَูْูˆَุงู‡ِู‡ِู…ْ ูˆَุชُูƒَู„ِّู…ُู†َุง ุฃَูŠْุฏِูŠู‡ِู…ْ ูˆَุชَุดْู‡َุฏُ ุฃَุฑْุฌُู„ُู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَูƒْุณِุจُูˆู†َ
 Arti Kalimat: pada hari itu Kami tutup mulut mereka dan tangan-tangan mereka berbicara kepada Kami, sedangkan kaki-kaki mereka bersaksi terhadap apa yang mereka perbuat.
☝️ Anggota tubuh manusia akan bersaksi terhadap perbuatan yang sudah mereka lakukan. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat lain:
ุญَุชَّู‰ ุฅِุฐَุง ู…َุง ุฌَุงุกُูˆู‡َุง ุดَู‡ِุฏَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุณَู…ْุนُู‡ُู…ْ ูˆَุฃَุจْุตَุงุฑُู‡ُู…ْ ูˆَุฌُู„ُูˆุฏُู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْู…َู„ُูˆู†َ (20) ูˆَู‚َุงู„ُูˆุง ู„ِุฌُู„ُูˆุฏِู‡ِู…ْ ู„ِู…َ ุดَู‡ِุฏْุชُู…ْ ุนَู„َูŠْู†َุง ู‚َุงู„ُูˆุง ุฃَู†ْุทَู‚َู†َุง ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَู†ْุทَู‚َ ูƒُู„َّ ุดَูŠْุกٍ ูˆَู‡ُูˆَ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ุฃَูˆَّู„َ ู…َุฑَّุฉٍ ูˆَุฅِู„َูŠْู‡ِ ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ (21) ูˆَู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุณْุชَุชِุฑُูˆู†َ ุฃَู†ْ ูŠَุดْู‡َุฏَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุณَู…ْุนُูƒُู…ْ ูˆَู„َุง ุฃَุจْุตَุงุฑُูƒُู…ْ ูˆَู„َุง ุฌُู„ُูˆุฏُูƒُู…ْ ูˆَู„َูƒِู†ْ ุธَู†َู†ْุชُู…ْ ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠَุนْู„َู…ُ ูƒَุซِูŠุฑًุง ู…ِู…َّุง ุชَุนْู…َู„ُูˆู†َ (22)
 Sehingga ketika mereka sampai di Neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: Mengapa kalian menjadi saksi terhadap kami? Kulit mereka menjawab: Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kalian pada kali pertama dan hanya kepada-Nyalah kalian akan dikembalikan. Kalian sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulit kalian. Bahkan kalian mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kalian kerjakan (Q.S Fusshilat ayat 20-22).
 Di dalam sebuah hadits dinyatakan:
ุนَู†ْ ุฃَู†َุณِ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ ู‚َุงู„َ ูƒُู†َّุง ุนِู†ْุฏَ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุถَุญِูƒَ ูَู‚َุงู„َ ู‡َู„ْ ุชَุฏْุฑُูˆู†َ ู…ِู…َّ ุฃَุถْุญَูƒُ ู‚َุงู„َ ู‚ُู„ْู†َุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ ุฃَุนْู„َู…ُ ู‚َุงู„َ ู…ِู†ْ ู…ُุฎَุงุทَุจَุฉِ ุงู„ْุนَุจْุฏِ ุฑَุจَّู‡ُ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ูŠَุง ุฑَุจِّ ุฃَู„َู…ْ ุชُุฌِุฑْู†ِูŠ ู…ِู†ْ ุงู„ุธُّู„ْู…ِ ู‚َุงู„َ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุจَู„َู‰ ู‚َุงู„َ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ูَุฅِู†ِّูŠ ู„َุง ุฃُุฌِูŠุฒُ ุนَู„َู‰ ู†َูْุณِูŠ ุฅِู„َّุง ุดَุงู‡ِุฏًุง ู…ِู†ِّูŠ ู‚َุงู„َ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ูƒَูَู‰ ุจِู†َูْุณِูƒَ ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ุนَู„َูŠْูƒَ ุดَู‡ِูŠุฏًุง ูˆَุจِุงู„ْูƒِุฑَุงู…ِ ุงู„ْูƒَุงุชِุจِูŠู†َ ุดُู‡ُูˆุฏًุง ู‚َุงู„َ ูَูŠُุฎْุชَู…ُ ุนَู„َู‰ ูِูŠู‡ِ ูَูŠُู‚َุงู„ُ ู„ِุฃَุฑْูƒَุงู†ِู‡ِ ุงู†ْุทِู‚ِูŠ ู‚َุงู„َ ูَุชَู†ْุทِู‚ُ ุจِุฃَุนْู…َุงู„ِู‡ِ ู‚َุงู„َ ุซُู…َّ ูŠُุฎَู„َّู‰ ุจَูŠْู†َู‡ُ ูˆَุจَูŠْู†َ ุงู„ْูƒَู„َุงู…ِ ู‚َุงู„َ ูَูŠَู‚ُูˆู„ُ ุจُุนْุฏًุง ู„َูƒُู†َّ ูˆَุณُุญْู‚ًุง ูَุนَู†ْูƒُู†َّ ูƒُู†ْุชُ ุฃُู†َุงุถِู„ُ
 Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu beliau berkata: Kami pernah di sisi Rasulullah shollallahu alaihi wasallam kemudian beliau tertawa (tersenyum). Kemudian beliau berkata: Apakah kalian tahu apa yang menyebabkan aku tertawa? Kami mengatakan: Allah dan RasulNya yang paling tahu. Beliau bersabda: (Aku tertawa) karena percakapan seorang hamba dengan RabbNya. Ia berkata: Wahai Rabbku, bukankah Engkau telah melindungi aku dari kedzhaliman. Allah menyatakan: Ya. Ia berkata: Aku tidak menerima persaksian terhadap diriku kecuali berasal dari aku sendiri. Allah berfirman: Pada hari ini cukuplah engkau menjadi saksi atas dirimu sendiri dan Malaikat pencatat amal sebagai saksi. Kemudian ditutup mulut orang tersebut, dan dikatakan kepada anggota tubuhnya: Berbicaralah! Maka anggota tubuhnya berbicara (menjelaskan) perbuatan-perbuatannya. Kemudian ia dibiarkan sendiri, pada saat itu ia berkata: Celaka kalian, padahal aku sudah membela kalian (H.R Muslim).
 Dalam ayat ini Allah menyebut tangan ‘berbicara’ sedangkan kaki ‘bersaksi’ karena kebanyakan perbuatan kemaksiatan dilakukan oleh tangan, sedangkan kaki hadir di tempat itu menyaksikannya. Walaupun kadangkala ada kemaksiatan tertentu yang kaki menjadi pelaku utama, namun kebanyakan kemaksiatan dilakukan oleh tangan (penjelasan al-Imam asy-Syaukaniy dalam Fathul Qodiir).
 Pada hari kiamat, ada beberapa keadaan dari orang-orang musyirikin. Pada awalnya mereka mengingkari kesalahannya, kemudian setelah anggota tubuhnya bersaksi, barulah mereka mengakui kesalahannya. Hal yang menunjukkan bahwa awalnya mereka mengingkari kesalahannya, disebutkan dalam ayat yang lain:
TAFSIR AL-QUR'AN:
ูˆَูŠَูˆْู…َ ู†َุญْุดُุฑُู‡ُู…ْ ุฌَู…ِูŠุนًุง ุซُู…َّ ู†َู‚ُูˆู„ُ ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَุดْุฑَูƒُูˆุง ุฃَูŠْู†َ ุดُุฑَูƒَุงุคُูƒُ
ู…ُ  ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุฒْุนُู…ُูˆู†َ (22) ุซ
ู…َّ ู„َู…ْ ุชَูƒُู†ْ ูِุชْู†َุชُู‡ُู…ْ ุฅِู„َّุง ุฃَู†ْ ู‚َุงู„ُูˆุง ูˆَุงู„ู„َّู‡ِ ุฑَุจِّู†َุง ู…َุง ูƒُู†َّุง ู…ُุดْุฑِูƒِูŠู†َ (23) ุงู†ْุธُุฑْ ูƒَูŠْูَ ูƒَุฐَุจُูˆุง ุนَู„َู‰ ุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ูˆَุถَู„َّ ุนَู†ْู‡ُู…ْ ู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَูْุชَุฑُูˆู†َ (24)
 Pada hari Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: ke mana sekutu-sekutu (sesembahan) kalian yang dulunya kalian anggap (mampu memberi syafaat)? Kemudian tidaklah jawaban mereka kecuali berkata: Demi Allah Tuhan kami, kami tidaklah berbuat kesyirikan. Perhatikanlah bagaimana bisa mereka berdusta atas diri sendiri dan telah hilang (sesembahan) yang dulunya mereka ada-adakan (Q.S al-An’aam ayat 22-24) (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).
 Berdasarkan keterangan dalam al-Qur’an, terdapat 6 anggota tubuh yang akan bersaksi yaitu: tangan, kaki, pendengaran, penglihatan, dan lidah. Pada ayat ini disebutkan tangan dan kaki. Pada surat Fusshilat ayat 20 disebutkan kulit, pendengaran, penglihatan. Sedangkan dalam surat anNuur ayat 24 disebutkan lisan juga bersaksi:
ูŠَูˆْู…َ ุชَุดْู‡َุฏُ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุฃَู„ْุณِู†َุชُู‡ُู…ْ ูˆَุฃَูŠْุฏِูŠู‡ِู…ْ ูˆَุฃَุฑْุฌُู„ُู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْู…َู„ُูˆู†َ
 Pada hari saat bersaksi lisan, tangan, dan kaki terhadap apa yang mereka perbuat (Q.S anNuur ayat 24).
 (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

Tafsir al qur an surat yaasin ayat 63 64

TAFSIR AL-QUR'AN:
 TAFSIR SURAT YAASIN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
 Ayat Ke-6⃣3⃣
 ู‡ุฐِู‡ِ ุฌَู‡َู†َّู…ُ ุงู„َّุชِูŠ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُูˆุนَุฏُูˆู†َ
 Arti Kalimat: Ini adalah Jahannam yang dijanjikan kepada kalian.
 Dikatakan kepada mereka ketika mendekat ke anNaar: Inilah Jahannam yang para Rasul telah mengancam kalian dengannya di dunia (Fathul Qodiir lisyaukaani).
✏️ Penggunaan kata ‘ini’ dengan bahasa Arab : haadzihi menunjukkan kedekatan Jahannam pada hari itu. Dan disebutkan dalam hadits bahwa Jahannam didekatkan kepada mereka, ditarik oleh para Malaikat. Ditarik dengan tali kekang sebanyak 70 ribu. Tiap satu tali kekang ditarik oleh 70 ribu Malaikat. Manusia diperlihatkan dengan jelas anNaar, membangkitkan kengerian yang sangat dahsyat. Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang banyak berdosa: Inilah Jahannam yang telah diancamkan kepada kalian.
 (penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin dalam menafsirkan surat Yaasin).
ูŠُุคْุชَู‰ ุจِุฌَู‡َู†َّู…َ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍ ู„َู‡َุง ุณَุจْุนُูˆู†َ ุฃَู„ْูَ ุฒِู…َุงู…ٍ ู…َุนَ ูƒُู„ِّ ุฒِู…َุงู…ٍ ุณَุจْุนُูˆู†َ ุฃَู„ْูَ ู…َู„َูƒٍ ูŠَุฌُุฑُّูˆู†َู‡َุง
 Pada hari itu Jahannam didatangkan. Ia memiliki 70 ribu tali kekang. Pada setiap satu tali kekang ada 70 ribu Malaikat yang menariknya (H.R Muslim).
 Dijelaskan dalam ayat yang lain bahwa orang-orang kafir tersebut didorong dengan keras dan kasar hingga terjungkal ke Jahannam.
ูŠَูˆْู…َ ูŠُุฏَุนُّูˆู†َ ุฅِู„َู‰ ู†َุงุฑِ ุฌَู‡َู†َّู…َ ุฏَุนًّุง (13) ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ู†َّุงุฑُ ุงู„َّุชِูŠ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุจِู‡َุง ุชُูƒَุฐِّุจُูˆู†َ (14)
 Pada hari (kiamat) mereka didorong ke Jahannam dengan keras. (Dikatakan kepada mereka): Inilah anNaar yang dulunya kalian dustakan (Q.S atThuur ayat 13).
 Sepertinya ketika anNaar didekatkan dan diperlihatkan kepada mereka, mereka ketakutan hingga mundur. Namun tiba-tiba mereka didorong dengan keras dan kasar hingga berjatuhan ke anNaar. Saat masih didekatkan dan belum masuk, dikatakan kepada mereka: Inilah Jahannam yang kalian dulu diancam dengannya. Saat sudah terjatuh ke Jahannam, dikatakan kepada mereka: Inilah Jahannam yang dulunya kalian dustakan.
 Ayat Ke-6⃣4⃣
 ุงุตْู„َูˆْู‡َุง ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ุจِู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَูƒْูُุฑُูˆู†َ
 Arti Kalimat: Masuklah kalian ke dalamnya pada hari itu, disebabkan perbuatan kufur kalian.

 Perintah ‘Masuklah ke dalam api’ menunjukkan penghinaan dan perendahan mereka. Perintah ini bersifat kauni, sehingga tidak mungkin bisa ditolak. Walaupun mereka sangat tidak berharap masuk ke dalamnya, namun dengan perintah Kauniy ini, jadilah mereka masuk ke dalamnya.
⌛️ Di dalam ayat ini terkandung faidah penetapan keadilan bagi Allah. Bahwa orang-orang yang masuk Jahannam bukan karena kedzhaliman yang Allah perbuat terhadap mereka. Tapi mereka yang mendzhalimi dirinya sendiri dengan berbuat kekufuran yang akibatnya menyebabkan mereka masuk ke dalam Jahannam.
 (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Allahu A’lam
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจّ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

Sumber : Dikutip dari Buku "TAFSIR SURAT YAASIN"; Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah; @alistiqomah

Index Labels